Indonesia
NovelToon NovelToon
Si Kembar Genius Putra Om Presdir

Si Kembar Genius Putra Om Presdir

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:47.9k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Kirana Aruni menjadi korban atas rencana busuk ibu tirinya setelah terjebak dalam
sebuah malam kelam bersama Edgar Ganendra, pewaris tunggal Ganendra Group,
yang kehilangan kendali akibat dibius musuhnya.

Dianggap membawa aib, Aruni diusir oleh ayahnya atas hasutan ibu tirinya.

Tujuh tahun kemudian, Aruni membesarkan
putra kembarnya seorang diri. Mengetahui perjuangan sang ibu, kedua bocah jenius
itu diam-diam meretas data untuk mencari ayah kandung mereka. Hasilnya mengarah pada satu nama besar, yakni Edgar Ganendra, Presiden Direktur Ganendra Group.

Di sisi lain, Edgar tak pernah berhenti mencari wanita dari malam itu. Ia ingin menebus kesalahannya sekaligus mengungkap kebenaran yang selama ini tersembunyi, bahwa ia bukanlah pria impoten.

Saat si kembar mulai menyusun rencana untuk mempertemukan kedua orang tua mereka, masa lalu yang penuh fitnah dan luka
kembali terbuka.

Mampukah mereka menyatukan kembali keluarga yang telah lama terpisah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 11

Usai delapan penjahat itu berhasil dilumpuhkan dan diborgol oleh tim kepolisian, pergerakan cepat langsung dilakukan untuk mengamankan lokasi. Tali tambang yang mengikat tubuh Aruni dan Bik Sumi dilonggarkan dengan sigap.

Dari balik pintu gudang yang terbuka lebar, sosok Rena berlari tergesa-gesa masuk bersama barisan petugas, wajahnya dipenuhi rasa cemas yang amat sangat.

"Aruni...!" panggil Rena panik, menyibak barisan polisi yang sedang bertugas.

Aruni mendongak. Matanya seketika berbinar haru di balik sisa air mata yang menggenang.

"Rena...!"

Tanpa membuang waktu, Rena merangkul erat tubuh Aruni, menyalurkan rasa lega yang tak terhingga. Aruni membalas pelukan sahabatnya itu dengan tubuh yang masih sedikit gemetar.

"Ada apa sebenarnya ini, Run? Kenapa kamu bisa sampai diculik begini?" tanya Rena penasaran setengah mati setelah melepaskan pelukannya.

"Nanti aku ceritakan, Ren... tapi tidak di sini," ujar Aruni pelan seraya merapikan pakaiannya yang sempat berantakan akibat gesekan tali.

Kompol Rama Nugraha melangkah mendekat, menyandarkan senjata laras panjangnya seraya menatap Aruni dengan raut wajah hangat namun tetap berwibawa.

"Syukurlah kami datang tepat waktu menyelamatkanmu," ujar Rama lembut.

Aruni menatap sejenak ke arah perwira polisi berbadan tegap itu. Dahinya berkerut tipis.

‘Rasanya aku tidak asing dengan wajahnya...’ batin Aruni menerka-nerka.

Melihat kebingungan di wajah sahabatnya, Rena tersenyum tipis. "Ini Kak Rama, Run... Dia kakakku!"

"Kak Rama?! Ya ampun... pantas saja wajah Kakak sangat familiar! Terima kasih banyak atas bantuannya, Kak!" ujar Aruni sambil menundukkan kepalanya dalam-dalam sebagai bentuk rasa hormat, diikuti oleh Bik Sumi yang ikut membungkuk mengucap syukur.

Aruni lalu menoleh kembali ke arah Rena dengan raut heran. "Tapi... bukankah kamu bilang kakakmu bekerja di Singapura, Ren?"

Rama menepuk pelan bahu adiknya sebelum menjawab pertanyaan Aruni. "Nanti akan kami ceritakan semuanya di kantor polisi. Sekarang, mari ikut kami terlebih dahulu untuk memberikan laporan dan keterangan mengenai para pelaku."

Aruni dan Bik Sumi mengangguk setuju. Mereka pun dibimbing keluar menuju mobil patroli untuk dibawa ke markas kepolisian demi keamanan sekaligus melengkapi berkas pemeriksaan.

*

*

Sementara itu, di sudut kota Jakarta lainnya, ketegangan lain tengah membara. Edgar bergerak sangat gencar mengerahkan seluruh sumber daya kekuatan Ganendra Group. Puluhan anak buah disebar ke seluruh sudut kota mencakup terminal bus, stasiun kereta api, bandara internasional, hingga pelabuhan kapal laut. Namun, hingga matahari kian meninggi, hasilnya tetap nihil.

Edgar berdiri bersandar pada kap mobilnya di area luar salah satu stasiun besar. Wajahnya yang biasa kaku kini diliputi frustrasi mendalam.

Jemari Edgar membelai lembut pasfoto ukuran sedang milik Aruni yang tadi ia ambil dari kediaman Darmawan.

"Aruni... kamu sebenarnya pergi ke mana?" gumam Edgar lirih, tatapannya membendung penyesalan dan kerinduan yang asing. "Aku sangat ingin bertemu denganmu... Aku... ingin menikahi mu!"

Harry yang berdiri di sampingnya menatap wajah sang atasan dengan rasa prihatin yang mendalam. Belum pernah ia melihat Edgar Ganendra sedemikian rapuh dan bertekad kuat hanya demi seorang wanita.

Di tempat terpisah, suasana di kediaman Paman David justru berbalik menjadi kepanikan hebat. Ponsel di genggamannya berdering nyaring dari sebuah nomor tak dikenal, yang merupakan salah satu anak buahnya yang berhasil meloloskan diri dari penggerebekan di Tanjung Priok.

"Lapor, Bos... tempat penyekapan digrebek polisi! Nona Aruni dan wanita tua itu berhasil diselamatkan oleh tim khusus kepolisian!" bisik suara di seberang telepon sebelum sambungan terputus.

PRANG!

David melempar cangkir di mejanya hingga hancur berkeping-keping. Wajahnya pucat pasi ditelan kepanikan. Jika sampai Aruni buka suara di hadapan penyidik polisi tentang ancaman dan niat jahatnya, maka seluruh kekuasaan dan impiannya merebut Ganendra Group akan musnah seketika.

"Sialan! Bagaimana bisa polisi bergerak secepat itu?!" umpat David seraya berjalan bolak-balik dengan napas memburu.

Matanya berputar liar, otak liciknya memutar strategi darurat. "Aku harus bergerak cepat... Aku harus menemukan seseorang yang bisa dijadikan kambing hitam untuk menanggung semua ini! Polisi tidak boleh sampai tahu kalau aku yang berada di balik penculikannya!"

*

*

Setibanya di kantor polisi, Aruni dan Bik Sumi dibawa ke ruang pemeriksaan yang aman dan tertutup. Di sana, Aruni akhirnya menumpahkan seluruh beban yang mengimpit dadanya kepada Rena dan Kompol Rama, mulai dari jebakan di malam naas itu, tes kehamilan pagi tadi, hingga sosok pria di balik semua kejadian tersebut.

"Apa?! Jadi kau hamil dan pria pada malam itu adalah Tuan Edgar Ganendra?!" panggil Rena histeris, matanya melotot lebar seraya menelan ludah dengan susah payah. Di kota ini, siapa yang tidak mengenal nama besar keluarga konglomerat nomor satu itu?

Aruni menunduk, mengusap perutnya yang masih datar. "Aku juga masih tidak percaya kalau pria pada malam itu adalah dia... Dan orang yang tadi menculik ku dan Bik Sumi adalah pamannya, bernama David."

Mendengar nama tersebut, Rama menyeringai tipis, sebuah senyum dingin khas seorang perwira intelijen. "Paling sulit memang berurusan dengan orang-orang berkuasa seperti itu. Mereka pasti pandai berkelit dan sebentar lagi akan berusaha mencari seseorang untuk dikambinghitamkan."

Rama kemudian menanyakan detail percakapan di gudang tadi. Aruni pun menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupi, tentang paksaan David agar Aruni bersaksi palsu bahwa Edgar impoten, hingga ancaman pembunuhan yang menyamakan nasibnya dengan Desi.

"Sebaiknya kau dan Bik Sumi berada di tempat yang sangat aman, tapi jelas bukan di kota ini," tegas Rama mengambil keputusan.

Bik Sumi menyela pelan, "Saya berniat membawa Non Runi ke kampung halaman saya di pelosok Jawa Tengah, Pak Polisi. Di sana sepi dan jauh dari keramaian."

Rama berpikir sejenak, lalu menatap Aruni dengan raut penuh pertimbangan. "Boleh, tapi Aruni harus mengganti identitasnya. Namanya saat ini sudah menjadi buruan orang-orang yang haus akan kekuasaan!"

"Jadi... aku harus mengganti identitas?" tanya Aruni cemas, meremas jemarinya.

"Iya, Aruni. Tapi kamu tenang saja, aku akan melindungi mu," ujar Rama lembut. Tatapannya memancarkan rasa iba yang mendalam, ia sudah mendengar banyak kisah penderitaan Aruni dari adik kandungnya. "Sebagai sahabat baik adikku, kau sudah ku anggap seperti adikku sendiri. Sebaiknya kau bergegas pergi bersama Bik Sumi ke kampung halamannya. Di sana, kau bukan lagi Aruni... Aku akan mengelabui semua orang dan mengubah identitasmu menjadi Seruni. Bagaimana, apakah kau setuju?"

Demi keselamatan dirinya dan janin yang baru tumbuh di rahimnya, Aruni mengangguk mantap. "Aku setuju, Kak Rama. Terima kasih banyak..."

Untuk menghindari kecurigaan pihak luar dan jaringan mata-mata David maupun Edgar, Rama menyiapkan kendaraan dinas tak bertanda khusus dari kepolisian untuk mengawal keberangkatan Aruni dan Bik Sumi menuju pelosok Jawa Tengah.

Saat Aruni bersiap melangkah ke dalam mobil, Rena memegang lengan kakaknya dengan raut memohon. "Kak, aku ikut ya?"

"Jangan, Rena," tolak Rama tegas namun tenang. "Biar Kakak yang mengantar Aruni. Kau harus tetap di sini untuk mengawasi situasi. Kakak sudah menugaskan beberapa anak buah untuk menjagamu secara rahasia. Ingat, kau pasti akan menjadi sasaran incaran Tuan Edgar berikutnya. Pria itu pasti akan melacak dan menginterogasi mu."

"Lalu aku harus menjawab apa, Kak?" tanya Rena panik.

"Katakanlah sebisamu, berpura-puralah tidak tahu apa-apa dan anggap peristiwa ini tidak pernah terjadi," instruksi Rama.

Rena menarik napas panjang dan mengangguk mantap. "Baiklah, Kak. Aku akan coba melakukan hal itu. Semoga saja pria itu percaya kalau aku tidak tahu keberadaan Aruni."

Rama tersenyum hangat, lalu mengusap lembut kepala adiknya. "Bagus. Kau memang adik Kakak yang paling pintar."

Dari balik kaca jendela mobil yang tembus pandang, Aruni menatap interaksi penuh kasih sayang antara Rama dan Rena. Ada rasa iri yang perlahan menggelayuti relung hatinya. Ia merindukan kehangatan keluarga seperti itu, sebuah usapan lembut di kepala yang dulu hanya pernah ia dapatkan dari mendiang ibu kandungnya, sebelum rumahnya berubah menjadi neraka.

Mobil kepolisian itu pun perlahan melaju menembus jalanan Jakarta, membawa Aruni yang kini menyandang nama Seruni menuju tempat perlindungan baru di tanah yang asing.

Bersambung...

1
Sri Rahayu
nyesel pak Marwan....anak kandung mu kamu usir demi iblis.Mona dan Dona...lanjut Thorr 😘😘😘
Lisa
Puji Tuhan Aldo cs udh ditangkap..salut banget sama Aruni yg mau memaafkan papa kandungnya .
fatmawati (pipit)
aruni hati kamu seluas samudra walau sakit tapi tetap memaafkan kesalahan nya 😍😍😍😍
untuk aldo, dona, nova dan david beri hukuman siksa dan mati🤭🤭🤭
fatmawati (pipit): 😍😍😍😍😍😍
total 2 replies
Ariany Sudjana
puji Tuhan, Aldo dan duo pelacur murahan itu sudah tertangkap dan siap-siap jadi gembel 🤣🤣😂😂

puji Tuhan, hubungan Aruni dan papa kandungnya sudah membaik
Ilfa Yarni
ya iyalah aruni gitu lho
Nar Sih
mantapp👍😂😂 kejutan yg luarbiasa untuk mu aldo ,
Nar Sih
berkat si kmbr yg jenius juga kerja sama antara edgar dan rama pasti aldo juga dona pasti end
fatmawati (pipit)
aldo bentar lagi kebusukan kamu dengan ayah kamu serta dona dan nova akan trending dan disaat yang sama papa kandung aruni akan shock melihat kelakuan dari istri kedua nova dan dona
Lucy
lanjut Thor, nanggung 😃😃😃
Lucy
hahaha niat menjatuhkan Edgar dan Aruni,eh balik Aldo yg diserang ,Nova ditangakap polisi tinggal Dona 😂😂
Teh Euis Tea
rasain km Aldo niat hati mau merebut kekuasaan Edgar malah kena jebakkan sendiri, kasian ibumu Aldo tambah hancur hatinya liat suami sm anaknya di penjara karna gila harta
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul kak 😊
total 1 replies
Lisa
👍👍 Good job twins..Aldo ga bisa berkutik lg tuh 😊😊
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul kak 🤣🤣🤣
total 1 replies
Ilfa Yarni
mampoos kau also many enkmalah kejahatan kalian yg terbongkar ini mah kerja an sikembar
Ariany Sudjana
hahaha niat hati ingin menyingkirkan Edgar supaya bisa jadi konglomerat, ujungnya kamu yang ditangkap 🤣🤣😂😂 itulah hukum tabur tuai Aldo, tugas kamu sekarang ya menjalani hukuman dalam penjara, dengan pelacur murahan kesayangan kamu itu 🤣🤣😂😂
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul 🤣🤣🤣
total 1 replies
Patrick Khan
bahaya ni aldo dendam nya sm si kembar..rama si gitu aja ngomong..hadehhhh
Ilfa Yarni
duh twins kalian jenius banger sih Kalah ayah edgar sama paman Rama Oleh kalian pekerjaan Rama jadi mudah krn dibantu kalian yg super hebat
Lucy
Aldo jgn merasa menang dulu🤣ntar kau yg akn hancur🤣🤣🤣sama seperti ayahmu🤣
Sri Rahayu
Aldo pikir dia akan menang dari Edgar.dan bisa menjadi CEO di Ganendra Group...ngimpi kamu Aldo...kejahatan mu uda terbongkar oleh Rayyan dan Zayyan 🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
Ariany Sudjana
kerjasama yang bagus antara Edgar, Rama dan duo detektif jenius ini. Aldo jangan bermimpi kamu sudah menang, tapi kamu akan menggali kuburan kamu sendiri, dengan duo pelacur murahan itu 🤣🤣😂😂
fatmawati (pipit)
aldo siap siap ya habis ini dapat kejutan lhooo yg sangat indah dari kedua bocah kembar ganendra🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!