Indonesia
NovelToon NovelToon
Kaisar Langit Abadi

Kaisar Langit Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Epik Petualangan / Action
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Chen Xuan

Saat Dewa Turun ke Dunia

"Satu jari... cukup untuk memusnahkan satu kota."

Dalam sekejap, Kota Tai berubah menjadi lautan abu. Jutaan nyawa lenyap tanpa perlawanan. Di antara seluruh penduduk, hanya seorang anak kecil berusia tujuh tahun yang selamat—Li Tianxuan.

Sebelum menghilang, sosok dewa memasuki tubuhnya.

Sepuluh tahun kemudian, Li Tianxuan melangkah keluar dari Kota Tai yang telah tersegel oleh Formasi Kuno. Namun dunia di luar seolah tak pernah mengetahui kehancuran kota itu. Demi mengungkap kebenaran, ia menempuh jalan kultivasi yang dipenuhi darah, pengkhianatan, reruntuhan kuno, dan peperangan melawan para jenius dari sekte-sekte terkuat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chen Xuan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 — 10 Murid Ranah Inti Roh

Jian Wushuang menggertakkan giginya.

Tatapannya tertuju tajam kepada pemuda yang berdiri di hadapannya.

"Yang Hu..."

Pemuda itu adalah Yang Hu, Tuan Muda Keluarga Yang.

Keluarga Yang merupakan salah satu keluarga besar yang menguasai beberapa wilayah di Daratan Timur. Dengan sumber daya yang melimpah, keluarga tersebut sejak awal telah memberikan perhatian besar kepada Yang Hu.

Bakatnya telah terlihat sejak usia muda. Bahkan seluruh sumber daya keluarga diprioritaskan untuk membantunya berkultivasi. Dan hasilnya sangat mengejutkan. Saat ini, Yang Hu telah mencapai Ranah Istana Langit Tingkat 8 Puncak. Hanya selangkah lagi sebelum mencapai Tingkat 9.

Bisa dikatakan, kekuatannya telah berada di ambang Ranah Istana Langit Tingkat 9.

Jian Wushuang menatap Yang Hu dengan ekspresi serius.

Dia pernah bertarung melawan pemuda itu.

Dan hasilnya, dia kalah. Namun, kekalahan itu bukan alasan baginya untuk menyerah.

Di sampingnya, Liu'er juga mengamati Yang Hu dengan tenang.

Sementara itu, Li Tianxuan berdiri beberapa langkah di belakang mereka. Tatapannya tetap dingin. Tidak ada sedikit pun rasa takut di matanya. Dia menoleh kepada Jian Wushuang dan Liu'er.

"Apakah kalian bisa menghentikannya?"

Jian Wushuang dan Liu'er saling memandang. Keduanya kemudian mengangguk.

Liu'er menggenggam pedangnya lebih erat.

"Kekuatan Yang Hu telah mencapai Tingkat 8 Puncak." Dia menatap Jian Wushuang. "Wushuang, mari bekerja sama sekali lagi."

Jian Wushuang mengangguk. Dia kemudian melangkah maju, tatapannya tertuju kepada Yang Hu.

"Yang Hu!" Suaranya menggema di sekitar.

"Meskipun kau pernah mengalahkanku..."

Energi spiritual yang kuat mulai meledak dari tubuhnya.

"Itu tidak berarti aku akan kalah darimu selamanya!"

BOOM!

Dalam sekejap, Jian Wushuang berubah menjadi bayangan.

WUSHHH!

Tubuhnya melesat seperti cahaya. Dalam beberapa tarikan napas, dia telah muncul tepat di hadapan Yang Hu.

Pedangnya menebas lurus menuju leher Yang Hu.

SWUSSSH!

Namun—

Yang Hu tetap berdiri di tempat. Bahkan tidak ada sedikit pun perubahan pada ekspresinya.

Ketika bilah pedang Jian Wushuang hampir menyentuh lehernya, tangan Yang Hu bergerak.

Dua jarinya terangkat.

TING!

Bilah pedang Jian Wushuang berhenti di antara dua jarinya.

Mata Jian Wushuang langsung melebar.

"Apa?!"

Hanya dengan dua jari, dia berhasil menghentikan serangannya.

Yang Hu mengangkat sudut bibirnya.

"Jian Wushuang..."

Dia menatap Jian Wushuang dengan tatapan meremehkan.

"Sepertinya kau tidak mengalami peningkatan berarti."

Jian Wushuang menggertakkan giginya.

"Kau..."

Dia segera menarik pedangnya dan melompat mundur.

SWUSHHH!

Tubuhnya kembali ke sisi Liu'er. Liu'er maju beberapa langkah.

"Yang Hu."

Tatapannya berubah tajam.

"Meskipun kekuatanmu meningkat pesat, apa kau benar-benar berpikir kami akan kalah?"

Yang Hu hanya tersenyum.

"Kalian bisa mencobanya! "

WUSHHH!

Jian Wushuang dan Liu'er bergerak bersamaan. Dua sosok melesat menuju Yang Hu dari arah berbeda.

Di sisi lain.

Li Tianxuan berdiri menghadapi kelompok murid dari berbagai sekte. Tatapan dinginnya membuat beberapa murid merasa tidak nyaman.

Seorang murid akhirnya berteriak.

"Serang!"

Dia menunjuk Li Tianxuan.

"Bunuh bajingan itu!"

WUSHHH!

Belasan murid langsung bergerak.

Li Tianxuan menggenggam pedangnya. Ketika sosok pertama muncul di hadapannya.

SWUSSSH!

Satu tebasan.

Tubuh murid itu langsung terlempar. Belum sempat murid kedua bereaksi—

SWUSSSH!

Tebasan berikutnya menghantam. Tubuhnya jatuh ke tanah.

Li Tianxuan terus bergerak. Langkahnya tidak pernah berhenti.

Satu tebasan.

Satu lawan tumbang.

Dalam waktu singkat, sebagian besar murid telah jatuh.

Namun...

Sepuluh orang masih berdiri. Berbeda dengan murid lainnya, mereka tidak terburu-buru menyerang.

Aura mereka jauh lebih kuat. Ranah Inti Roh Tingkat 1.

Li Tianxuan menyipitkan matanya. Dia telah mencapai Ranah Inti Roh Tingkat 2. Satu tingkat lebih tinggi dari pada mereka.

Namun, jumlah mereka mencapai sepuluh orang. Jika mereka bekerja sama, pertarungan ini tetap tidak mudah.

Salah satu dari mereka mencibir.

"Bocah, berhenti melawan."

"Kau bukan lawan kami."

Li Tianxuan hanya tersenyum tipis.

"Benarkah?"

Energi spiritual emas perlahan mengalir keluar dari tubuhnya. Kemudian menyelimuti pedangnya.

WUSHHH...

Cahaya emas mulai memenuhi bilah pedang.

Tekanan yang mengerikan perlahan menyebar.

Kesepuluh murid itu langsung berubah serius.

"Teknik apa itu?"

"Jangan beri dia kesempatan!"

"Serang!"

WUSHHH!

Kesepuluh murid bergerak bersamaan. Mereka menyerang dari segala arah.

Depan.

Belakang.

Samping kiri dan kanan.

Tidak memberikan ruang sedikit pun bagi Li Tianxuan untuk melarikan diri.

Namun Li Tianxuan tetap berdiri tenang, dia menutup kedua matanya.

Satu detik.

Dua detik.

Ketika kesepuluh murid itu telah berada dua meter di hadapannya—

Mata Li Tianxuan terbuka.

SHING!

Tatapannya berubah tajam, kakinya melangkah.

Satu langkah.

SWUSSSH!

Tebasan pertama dilepaskan.

Seorang murid terpaksa mundur.

Langkah kedua.

SWUSSSH!

Tebasan berikutnya menyusul.

Li Tianxuan terus bergerak.

Setiap langkahnya seolah mengikuti irama tertentu. Tubuhnya perlahan melayang. Pedangnya bergerak mengikuti tubuhnya.

Hingga akhirnya—

Li Tianxuan melompat ke udara. Tubuhnya berputar.

Sekali.

Dua kali.

Tiga kali.

Kesepuluh murid itu mulai merasakan bahaya.

"Apa yang dia lakukan?!"

"Serang sekarang!"

Mereka berusaha menerjang Li Tianxuan. Namun terlambat. Tubuh Li Tianxuan masih berputar di udara. Pedangnya bergerak mengikuti setiap putaran.

Kemudian—

Cahaya emas tiba-tiba muncul dari balik bayangannya. Li Tianxuan membuka kedua matanya.

"Tarian Pembunuh!"

SWUSSSHHHH!!

Tebasan emas meledak.

Dalam sekejap, cahaya pedang menyapu segala arah.

BOOOM!

BOOOM!

BOOOM!

Kesepuluh murid yang menyerang secara bersamaan langsung terpental. Beberapa tubuh mereka menghantam tanah. Sebagian lainnya terguling beberapa meter.

Debu memenuhi udara.

Li Tianxuan perlahan mendarat. Kakinya menyentuh tanah. Namun wajahnya terlihat sedikit pucat. Dia menarik napas panjang.

"Huh..."

"Huh..."

Li Tianxuan menatap pedangnya.

"Ternyata teknik ini menghabiskan energi spiritual sebanyak ini."

Sebelumnya Li Tianxuan telah menggunakan Teknik ini sekali, namun saat itu dia tidak merasakannya. Karena kadal Naga Kuno meraung keras hingga membuat tubuhnya. Tapi sekarang, Li Tianxuan benar-benar merasakan efek Teknik tersebut.

Tangannya sedikit mengepal.

Meskipun Teknik Tarian Pembunuh sangat mengerikan, konsumsi energi spiritualnya juga jauh lebih besar dibandingkan teknik biasa.

Jika digunakan berkali-kali dalam pertarungan panjang, Energi spiritualnya mungkin tidak akan mampu bertahan.

Li Tianxuan mengangkat kepalanya. Tatapannya kembali menjadi dingin.

"Sepertinya aku harus menguasainya lebih jauh."

Di kejauhan, kesepuluh murid yang baru saja terkena serangan mulai bangkit dengan susah payah.

Tatapan mereka dipenuhi ketidakpercayaan.

Sementara itu, pertarungan antara Jian Wushuang, Liu'er, dan Yang Hu masih berlangsung.

BOOM!

Gelombang energi kembali meledak.

Li Tianxuan menoleh.

Tatapannya tertuju pada Yang Hu.

"Dia... Benar-benar sulit dihentikan! "

1
Ilham Yono
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Slight/
Ilham Yono
cerdas..mengakui keunggulan lawan..
Ilham Yono
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Determined//Curse/
Ilham Yono
terbaik
Ilham Yono
hem/Proud//Proud//Proud//Chuckle/
Ilham Yono
hem/Facepalm/
Ilham Yono
/Determined//Determined//Determined//Determined/
Ilham Yono
good jobs
Ilham Yono
beuh orang sombong mah gosong
Ilham Yono
beuh☠️⚔️☠️⚔️☠️⚔️👻
Ilham Yono
hahaha..malah jadi pemicu terobosan /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ilham Yono
hahaha..malah jadi pemicu terobosan /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ilham Yono
banyak cakap..kemampuan senyap
Kadai Kecil
Lanjut lu woi thor/Curse/
Kadai Kecil
Kok habis /Curse/
Kadai Kecil
lanjut terus
Kadai Kecil
Tidak ada jeda nih
Kadai Kecil
semangat thor
Kadai Kecil
apa-apaan ini thor 🤣/Facepalm/
Kadai Kecil
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!