Menceritakan tentang seorang wanita, yang bernama Hesti,ia menjadi korban dari balas dendam seorang pria arogan.
a tak menyangka, niat hati ingin hidup mandiri, dan keluar dari kekejaman ibu tiri nya malah bertemu dengan seorang pria yang sangat ingin menyakiti dirinya.
Namun kekuatan cinta yang sederhana,mampu membuat benteng yang mereka bangun runtuh seketika.
Awal yang penuh air mata dan penyesalan,berakhir dengan tawa bahagia selama nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mima ah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 11
hai tersayang jangan lupa vote n like nya ya!!!
lope u full
lanjut...
"Ahhh apa yang harus ku lakukan?" teriak Samuel frustasi.
Disatu sisi ia sangat ingin bertemu Hesti tapi disisi lain ia tak mungkin membantah Mama nya.
Samuel terpaksa kembali ke apartemen nya,ia mengendarai mobil nya sendiri.Sampai nya disana ia menghubungi Ben karena melihat banyak panggilan terlewat darinya.
"Halo tuan",
"Hem bagaimana?"tanya Samuel to the point.
"Saya ingin mengantarkan berkas tentang penyelidikan nona Winda tuan."jawab Ben di seberang.
"Antarkan ke Apartemen ku sekarang!"ujar Samuel di seberang tanpa menunggu jawaban Ben, ia langsung mematikan panggilan tersebut.
Ben hanya mendengus kesal, karena tingkah bos nya yang tak pernah berubah.
Tak berapa lama Ben telah tiba di apartemen Samuel.
"Permisi tuan, ini berkas yang anda minta." ucap Ben sambil menyerahkan amplop coklat kepadanya.
Samuel mengambil nya dan membuka amplop tersebut,rahang nya mengeras ia mengepalkan tangan nya menahan emosi.
Di dalam laporan tersebut, mengatakan kalau Winda selama ini berhubungan dekat dengan kekasih nya waktu sma dulu.
Padahal setahu Samuel, Winda tak pernah dekat dengan pria manapun selain diri nya dan ada foto saat Winda bermesraan dengan pria tersebut.
Di ketahui juga pada malam sebelum kejadian, Winda berduaan dengan pria tersebut di kamar hotel.Mereka berdua bertengkar karena Winda meminta pertanggung jawaban atas kehamilan nya.
Karena pria tersebut tak mau bertanggung jawab, Winda berniat bunuh diri kebetulan saat itu Hesti lewat hingga Winda langsung menabrakan diri nya di mobil Hesti.
"Jadi selama ini aku di bohongi oleh Winda?" tanya Samuel.
"Apa Mama sudah mengetahui ini semua?"tanya Samuel lagi.
"Iya benar tuan, Nyonya sudah mengetahui tapi beliau ingin tuan yang mencari tahu sendiri." jawab Ben.
"Tapi kenapa saat di rumah sakit dokter tak mengatakan soal kehamilan Winda?" Samuel penasaran.
"Sebenarnya dokter ingin menjelaskan tapi dilarang oleh Nyonya, karena nyonya yakin tuan tak kan percaya dan malah melakukan hal yang tak di inginkan."jelas Ben.
"Ahhhhh, itu artinya aku selama ini salah menuduh dia?"teriak Samuel frustasi ia mengacak rambut nya sampai terlihat seperti orang yang tak di urus.
"Oiya tuan satu lagi kalau perbuatan Winda selama ini di ketahui oleh Mama nya." jelas Ben lagi.
"Maksud mu, Tante Nela selama ini tahu perbuatan Winda di belakang ku dan tak melarang nya sama sekali?"tanya Samuel.
"Iya tuan bisa di bilang seperti itu." jawab Ben.
"Haha dia mungkin dia lupa siapa Samuel Alfonso."Samuel tersenyum devil.
"Ben kau bawa wanita tua itu ke tempat biasa, seperti nya aku butuh sesuatu untuk menyegarkan otak ku."perintah Samuel.
"Baik tuan". Sahut Ben.
Ben pun keluar apartemen Samuel dan menuju kediaman Nela mamanya Winda.
Saat melihat Ben pelayan menyuruh nya masuk, karena mereka telah mengenal nya.
"Nyonya Nela ada bik?" Tanya Ben dengan senyum semanis mungkin.
"Ada tuan, silahkan masuk, saya panggilkan nyonya."ujar pembantu tersebut.
"Makasih bik."sahut Ben.
tok tok tok
"Nyonya ada tuan Ben menunggu di ruang tamu." kata pembantu tersebut di depan pintu.
"Ahhh, Ini mantap sekali." desah Nela.
"Ahhh, nikmat banget tapi siapa sih yang nungguin di depan?" ujar pria yang tengah me****pa tu*uh nya.
"Ahhh.dikit lagi Sayang aku mau ny**pe ni".Desah Nela.
Keduanya tak peduli jika ada yang sedang menunggu di depan,karena bagi mereka yang terpenting adalah sekarang.
"Ahhhhh."Teriak Nela dan meraih puncak Kenikmatan.
"Makasih Sayang, Aku p**s banget sama kamu."ucap Nela yang meng**up b**ir pria di samping nya.
"Emang suami kamu nggak bisa kasih kamu keni****an?" jawab pria tersebut menggoda Nela.
"Aku lebih suka sama kamu ."jawab Nela sambil membelai paha pria tersebut.
"Ya udah sayang kamu tunggu disini aku kebawah dulu ya setelah itu kita main lagi sampe puas." kata nNela sambil tersenyum genit.
Nela ke kamar mandi dan membasuh dirinya,setelah itu memakai pakaian nya dan berlalu ke bawah.
"Hai Ben, udah lama ya?" tanya Nela sambil tersenyum.
"Belum terlalu Nyonya."jawab Ben ikut tersenyum juga.
"Hemm, ini orang meskipun miskin tapi boleh juga kayanya kalo di ajak main". gumam Nela dalam hati sambil menatap penuh harap pada Ben.
Oh my god kalo bukan karena di suruh bos, mana mau aku dekat sama ondel ondel in." batin Ben
" mmm, kamu ada perlu apa ya"? tanya Nela sembari membuka kancing baju nya hingga terlihat belahan d**a separuh.
" maaf ya abis gerah sih ."ujar Nela sambil terus membuka kancing baju nya hingga b*a penutup area sensitif d*da nya terlihat jelas.
" mmm, nyonya bisa ikut saya, karena ada hal yang mau saya omongkan mungkin di hotel" ajak Ben