"1 salah 5 ciuman"
"Enak aja lo,gak gue gak mau!"
"Terserah"
"Ehh lo mau apa!?"
"Ngelaporin lo ke pak bima"
"Ehh setan jangan! iya udah iya! gue mau"
***
Fika lavina maureen. murid yang terkenal bodoh dalam pelajaran matematika, nilai nya yg selalu anjlok dan jauh dari kkm, membuat dirinya harus les privat matematika bersama seorang murid yg terkenal pintar, namun seorang itu tak lain adalah tetangga nya sendiri.
Arkan keano. tetangga Fika, menurut Fika sifat Arkan berbeda dengan nya, jika Arkan disekolah sangat sangat menyebalkan, namun bersama dirinya sifat nya berubah total.
lalu bagaimanakah kisah kedua nya?
apa mungkin mereka tidak menjalin hubungan?
"SUMPAH SUMPAH GUE BAKAL STRESS!"
***
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aniya Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11. Diam diam
Ting!
Suara notice line.
Seorang gadis yang tengah berselfie di kamarnya dengan gaya yang berbeda-beda, mengernyitkan dahinya.
Siapa yang menggangunya? Ck.
ArkanKeano_ cpt ksini.
Lahlahlahhh?? Ini apa-apaan coba?
Tu anak dari mana line gue njir?
Terus gue kesana? Yakin?
Etdah keknya gue bakal dikasi donat deh asekk..
Yuhuu mending otw kesana!
Tapi gue pake kaos kek gini doang. Celana pendek sepaha? Ahhh bodoamat!
Fika langsung turun dari kamarnya dan melewati Mamanya yang sedang menonton serial? Apa coba? Drama Korea.
“Ma..! Fika ke rumah Tante Kia!!” teriaknya ketika sudah sampai di pintu.
Mamanya tidak menjawab, matanya terfokus pada tv, tangan yang sibuk mengambil cemilan, mulut yang beroyang menyantap cemilan. Astaghfirullah.. Punya emak gitu banget gue.
Tok..tok..tok
10 menit Fika menunggu di depan rumah Arkan dengan bergigit jari. Ini rumah ada penghuninya kagak si?
“ARKAN!! KAK VINA!! FIKA DILUAR!! BUKAIN PINTUNYA!!!” teriaknya.
Tidak ada cara lain.
"WOOOY....." teriakan Fika kian melirih.
Cklekk..
Pintu terbuka, menampilkan kak Vina.
“Fika ngapa teriak-teriak?” suara Vina, Fika mendonggakan kepalanya.
“Fika dari tadi ngetok pintu, ehh gak ada yang bukain, otak Fika berfikir keras.. jadikan lumayan, Fika kan punya suara yang… Beuuhhh, jadi Fika teriak pinter kan?” pujinya pada diri sendiri.
Vina yang melihat dan mendengar kelakuan Fika, memukul jidatnya pelan. Ni anak bego banget sumpah. Batinya.
“Astaghfirullah Fika.. Fika, ya pantes gak kedengaran kamu ngetok pintunya. Noh ada bel, ngapa kagak di pencet?” lirik Vina ke samping pintu.
Fika yang melihat ke arah Vina melihat, membulatkan matanya sempurna!
“Sejak kapan rumah ini ada bel?” gemingnya.
“Dari lu di dalem perut Fika.. Fika, yodah gih yuk masuk” ajak Vina.
Vina masuk deluan, sedangkan Fika menatap tajam ke arah bel rumah Tante Kia.
“Sejak kapan lo disini??!” ucapnya kepada bel tersebut, menunjuk-nunjuk ke arahnya.
“Bukannya ngasi tau gue ya! Gue dah teriak-teriak… ish!!”
“Kalo lo manusia gue injek lo ampe penyet kek ayam penyet.., Dua singit.. Dua singit..” ucap Fika meniru gaya Mail dikartun Upin dan Ipin.
“Fika!!”
“Eh iya kak!”
***
“Tante..” sapa Fika ke Tante Kia yang berada di dapur.
“Ehh Fika, sini nak” ucapnya.
Fika mengangguk dan mendekat ke Tante Kia.
“Tante masak apa?”
“Kue cemilan, Fika mau?” tawar tante Kia.
Pas banget perut gue laper dari tadi bunyi huhff emang rezeki anak pinter.
“Em.. Fika dah kenyang Tante…”
lah anjir kok ngomongnya beda sama dihati?
Kriukkk…Kriukkk…
“Bohong nih sama Tante, itu bunyi perut siapa coba?” ucap Kia terkekeh.
“Nih bawa ke kamar Arkan, barengan yah..” ucap Tante Kia menyodorkan nampan yang berisi makanan dan minuman.
“Oke siap Tante”
Tok..tok..tokk
Cklekkk
Fika mendonggakkan kepalanya. Melihat Arkan yang menatapnya datar.
Fika menyelonong masuk. Duduk di Ranjang king size milik Arkan. Memakan kue yang diberi Tante Kia tadi.
“Nih lo cari grafik di internet, gua nulis keterangannya ntar” ucap Arkan membawa laptop dan menaruhnya di samping Fika.
Mana donatnya? Tuhkan noh donatnya. Santap Fik laptopnya! Huh.
Fika mulai berbaring di atas kasur Arkan dan mengetik di pencarian laptopnya. Tiba-tiba kak Vina nonggol di pintu.
“Fika yok ke kamar gue sebentar, ada sesuatu yang mau gua kasih ke lo” ucapnya. Fika mendonggak. Dan mengangguk. Bangkit dari ranjang Arkan dan mengikuti Vina ke kamarnya. Sedangkan Arkan diacuhkan.
“Sesuatuu yang ada dihatimu, sesuatu…” nyanyi Fika. Lalu berlari mengikuti Vina ke kamarnya. Sedangkan Arkan diacuhkan.
“Fik lo tinggal milih, item atau putih?” Vina memperlihatkan dress yang berwarna hitam dan putih.
“Buat Fika kak?”
“Iya cepetan pilih soalnya soalnya gue emang sengaja beliin buat lo”
“Repot-repot amat kak, yaudah Fika ambil yang item” ucap Fika lalu diangguki oleh Vina.
“Kak Fika lanjut ngerjain tugas sama Arkan ya?”
“Oke” ucapnya.
Bagus! Fika milih baju yang serasi sama baju Arkan! Geming Vina.
“Lama” ucap Arkan ketika Fika sudah sampai di kamarnya.
“Ya ma’af”
Fika mulai mengetik mencari seni grafik dan hap ketemu!
“Nih dah ketemu” ucap Fika.
“Yaudah bagus, nih lo catet” ucap Arkan menyodorkan buku tebal.
Isss tau tulisan gue kaya cocor ayam!
1 jam berlalu. Fika mulai mengantuk. Ia tertidur di ranjang Arkan.
“Selesai juga nih tugas” geming Arkan, lalu mengalihakan pandangannya ke arah Fika yang tertidur.
Saat siap untuk memindahlan Fika, Arkan melihat Fika yang hanya memakai kaos tipis dan celana pendek.
Ujian.. sabar Ar lo bisa! Semangatnya.
Arkan mulai menggendong Fika, saat sudah menuruni tangga, seseorang menyentuh pundak nya, Arkan langsung berbalik kebelakang.
Ternyata Papi nya.
"Inget, tahan" Arkan mengernyit apa maksud Papi nya itu???
Seketika otak Arkan menyambung dengan perkataan Papi nya itu.
"Papi tau yg kamu rasain, boleh sedikit jangan kelewatan" ujar Papi nya itu, Arkan membulat kan mata nya.
"Sudah sana" Arkan langsung berbalik.
Sampai dirumah Fika, ia langsung masuk, mendapati Tante Mona. Mama Fika.
"Loh Arkan???"
"Fika ketiduran Tan" jawab Arkan.
"Ooh... dari kecil kamu seperti ini, gak berubah-ubah ya...Fika juga pake baju gini astagaaa... yasudah Ar, anterin dia kekamar nya" ucap Mona, Arkan dari kecil memang selalu memindahkan Fika jika Fika tertidur dirumah nya. Dengan pakaian Fika yg seperti itu, Arkan terus menahan sesuatu di tubuh nya.
Arkan mengangguk dan langsung membawa Fika ke kamar nya, membuka pintu kamar Fika dengan menendang nya.
Arkan menidurkan Fika diranjang nya, saat Arkan ingin melepaskan tangan Fika dari leher nya, Fika malah menguatkan nya sehingga wajah nya dan wajah Fika saling berdekatan.
Arkan menatap bibir Fika, menelan ssaliva nya gusar, tanpa sadar Arkan mencium Fika.
Dengan diam-diam. Tanpa sepengetahuan Fika.
serahknlah mlikmu kpda yg brhak n yg sdah halal.