Indonesia
NovelToon NovelToon
Jadi Istri Ustadz, Bejo?

Jadi Istri Ustadz, Bejo?

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Beda Usia / Diam-Diam Cinta / Romansa
Popularitas:246.9k
Nilai: 5
Nama Author: Shuci Icuz

Seorang gadis yang menikah dengan seorang Ustadz paling populer di pesantren nya, Dia begitu tidak menyukai dengan pernikahnya itu di karenakan ia masih belum ingin membina rumah tangga, dialah Siti Maura Mubarokah, yang lebih akrab di sapa Sima, singakatan dari Siti Maura.

Akan kah dia bisa ikhlas menjalani dan menerima pernikahanya, atau kah dia memilih mangakhiri saja hubungan pernikahan nya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shuci Icuz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Balik SBY

Hari ini Maura dan Bejo berpamitan untuk kembali ke Surabaya, seperti apa yang Bejo bicarakan dengan Maura mereka akan balik ke surabaya setelah peringatan tiga harinya Abah.

dan akan kembali lagi saat peringatan hari ketujuhnya.

Kini Maura tengah mengetuk pintu kamar Abah yang hanya ada Ummik sendirian disana, ia ingin berpamitan sebelum berangkat, bersama Bejo di belakangnya Maura terus mengetuk pintu kamar Ummik.

karena tidak ada jawaban dari dalam, Maura memandang Bejo dengan tatapan yang kecewa, melihat hal itu Bejo merasa kasihan.

"Assalamualaikum Ummik, ini saya Bejo bersama Maura, ingin berpamitan dengan Ummi sebelum berangkat ke surabaya, bisakah Ummik membuka pintu sebentar?" tanya Bejo dengan suara yang agak keras berharab sang umik mendengar permintaanya itu.

tetap tidak ada jawabnya, Husni yang sedari tadi mengikuti mereka akhirnya menyuruh keduanya berangkat saja tanpa berpamitan pada Ummik.

"Gak papa kalian berangkat saja, nanti biar Mas husni yang bilangkan pada Ummik," ucap Husni.

"Tapi Mas, aku ingin pamitan sama Ummik," ucapat Maura dengan wajah yang sedih karena tidak bisa melihat langsung Ummiknya.

"Ummik mungkin sedang tidak mau di ganggu, Mas Harap kamu mengerti ya, sudah sanan Berangkat nanti ketinggalan pesawat loh."

"Ya sudah, kami pamit ya Bang, tolong sampai kan salam kami pada Ummik." Bejo menyalami serta memluk Husni.

"Pasti nanti akan aku sampaikan. kalian hati hati dijalan, dan ya, tolong jaga adik ku ya." Pesan Husni dengan mata yang berkaca kaca.

Biasanya ia akan tersenyum lebar saat melepas kepergian Maura ke pesantren bersama sang Abah, kini Ia harus melepaskan Adiknya itu dengan orang lain yang sudah menjadi suaminya.

"Mas, Maura pamit ya," ucap Maura dengan suara menahan tangis.

Husni memeluk Maura dengan sayang, tidak di pungkiri jika ia sangat sayang dengan adik angkatnya itu.

Kemudian mereka keluar rumah, sudah banyak orang yang menunggunya di samping mobil yang akan mengantarkan Bejo dan Maura ke bandara, Mereka berpamitan satu persatu pada beberapa orang disana, hanya ferdy yang ikut mengantar mereka ke bandara sekaligus Nanti Ferdy mampir kerumahnya yang dekat dengan bandara.

Sesampainya di bandara Ferdy tidak menunggu lama mereka masuk kedalam pesawat karena sepuluh menit mereka sampai pesawat juga sudah mau berangkat.

Didalam pesawat Ustdaz Zainal bertiga bersama anak dan istrinya di depannya Bejo bersama Maura duduk berdua sebelum seorang perempuan duduk di samping mereka.

"Dek, Dek Siti." Panggil Bejo sembari menoel noel hijabnya yang membuat Maura kesal.

Maura kesal karena lamunannya di ganggu oleh Bejo diman ia tengah menikmati pemandangan bandara dari jendela, karena memang Maura duduk tepat di samping jendela.

Maura menoleh dengan kerutan di keningnya.

"Ada apa sih?" tanya Maura heran.

Dengan kode mata Bejo seolah menyuruh Maura untuk melihat orang yang duduk di samping nya.

"Tuker tempat ya, Kamu yang duduk di tempat ku. " bisik Bejo pada Maura.

Maura langsung menganggukkan kepalanya ketika memahami situasinya.

Yah, Maura memahami betul, jika Suaminya itu orang yang imannya kuat, tidak mau berdekatan dengan lawan jenis ya super seksi seperti ini, bule lagi, duh Maura aja yang melirik pun merasa malu sendiri melihat pahanya yang putih mulus, apa lagi pria.

butuh sekitar dua jam lebih hingga pesawat mendarat di bandara juanda.

Maura yang ketiduran bangun bangun sudah berada di pelukan Bejo, sementara itu terlihat jelas di wajah Bejo yang kebingungan mencari alasan kenapa Maura berada di dalam pelukannya.

"Maaf, aku ketiduran," ucap Maura dengan cepat menarik kepalanya dari dada Bejo.

"Iya tidak papa, kita turun yuk, sudah sampai kok." Ajak Bejo yang sepertinya merasa salting.

kenapa salting, karena Dirinya yang berinisiatif untuk memeluk Maura, di saat kepala Maura terombang ambing karena kantuk, apa lagi wanita bule itu terus tersenyum melihat Bejo seperti ada ketertarikan padanya. untuk menghentikan wanita bule itu Bejo menarik Maura ke dalam pelukannya.

Jantung Bejo serasa mau copot, saat kepala Maura berada di dadanya, meski menggunakan hijab, wangi shampo yang Maura gunakan tercium jelas di hidung Bejo semakin menambah debaran dalam jantung Bejo.

sementara itu Ustadz Zainal beserta anak istrinya sudah turun terlebih dahulu.

"Em, kok aku ditinggal sih." Maura menggerutu karena ditinggal oleh Bejo.

"Wtat your name?" tanya wanita bule yang ternyata menunggu Bejo di bawah.

yah wanita bule langsung menghampiri Bejo begitu ia turun sendirian dari pesawat.

Bejo yang mendaat pertanya itu pun hanya mengerutkan keningnya.

"Aku Alana, nama kamu siapa?" tanya Bule itu lagi, kali ini dengan menyebutkan nama serta mengulurkan tanganya dengan mengganti bahasa indonesia.

"Nama saya Maura, senang berkenalan dengan mu Alana." Maura menyambut uluran tangan Alana yang seharusnya untuk Bejo suaminya.

Dari tangga pesawat melihat Suaminya di dekati wanita bule yang tadi duduk di sampingnya, ia langsung lari menuruni tangga al hasil ia bisa sampai tepat waktu.

"Maaf Alana Saya dan Suami saya harus melanjutkan perjalanan lagi, sampai jumpa." Potong Maura saat Alana mau membuka mulutnya sehingga Alana tidak jadi bersuara.

"Ayo sayang," ucap Maura dengan manjanya membuat Bejo melongo.

Sementara itu Alana si wanita bule yang seksi itu hanya tersenyum masam, karena ternyata Bejo adalah suami orang.

"Kalian ini lama sekali, ayo buruan naik, keburu lebih panas lagi nanti." Tegur Ustadz Zainal yang tengah menunggu Bejo dan Maura di depan trevel.

Ustadz Zainal sudah memesan trevel untuk mengantar mereka kerumah mereka yang jaraknya luamayan jauh sekitar dua jaman.

Dua jam kemudian mereka benar benar sampai di rumah ustadz Zainal, Bejo dan Ustadz Zainal langsung membersihkan diri kemudian bersantai dirumah menunggu para istri mereka mandi lalu shalat berjamaah di rumah. karena waktu sudah menunjukkan waktu dhuhur.

Rumah Ustdaz Zainal tidaklah kecil juga tidak sangat besar, cukup dengan tiga kamar tidur, satu dapur beserta ruang makan, satu ruang tamu yang berdekatan dengan ruang TV di sebelahnya barulah Musholla.

setelah shalat berjamaah, Aisyah mengajak semuanya makan bekal yang merek bawa dari rumah Maura.

sambil makan sambil ngobrol.

"Siti nanti tinggal disini aja ya, biar bibik ada temannya." Aisya memulai obrolan.

sementara itu Maura melirik Bejo. Seolah tau arti dari lirikan Maura Bejo yang menjawab tawaran sang Bibik.

"Tidak Bik, maura akan tinggal di asrama, lagian kan kami berdua masih butuh waktu untuk bisa menerima satu sama lain, ya seperti pacaran begitu kalau bahasa kerennya." Cengir Bejo yang langsung mendapat tampolan dari pamannya.

"Bagus bagus itu kalau kalian audah merundingkan semuanya, yah Paman tidak akan memaksa kalian untuk segera seperti suami istri tang saling mencintai, karena semua perlu proses, dengan kalian berhubungan baik pun Paman sudah senang, tapi ingat setatus kalian suami iatri punya tanggung jawab yang harus di jalan kan, jadi meskipun Maura masih mau di asrama, kamu tetap harus menjaganya." Tutur ustadz Zainal.

"Siap Paman, lagian Maura kan akan ikut pengajian ku kalau jumat, sabtu dan minggu, jadi tidak perlu khawatir."

"Oh, Maura kamu ternayata murid Bejo ya, berarti sebelumnya pernah bertemu dong, gimana kalau di pengajiaan Bejo genit gak sama santri santri lain," tanya Aisyah yang sudah lama penasaran dengan bagaimana reaksi para santri yang di ajar oleh kepnakannya itu.

Maura hanya menyengir saja, setra menggelengkan kepalanya.

"Maaf Bik, saya tidak tau, karena saya gak pernah ikut mengaji kitap yang di ajarkan oleh Ustadz Bejo."

"Hah?" Bejo, Ustadz Zainal serta Aisyah kaget, mendengar jawaban Maura. padahalkan semua santri di wajibkan ikut kok dia gak pernah mengikutinya.

1
fatmiatun sahono
Vampir ya...nulis nya🙏
Riski Saputra
lanjut thor
Ita Xiaomi
Ampun dah si kakek ambil gampang aja 😁
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi semoga apa yg dicari cpt ketemu ya maura
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi maura ini bikin demes 🤣🤣🤣
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi penculik nanti ketemu sama penculik juga 😂😂😂
manda_
lanjut maura ini hamil jd hormonnya gak stabil 🤣🤣🤣
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi kayaknya maura nyidam nih, waduh oma diculik
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi semoga ketauan ya dirmh oma nya maura ada mata2 nda rifat
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi semangat mas bejo lindungin keluarga maura dari si rifat sama ibunya itu
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi kok dikit sih thor
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi maura ini anak orang kaya ya
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi siapa sih yg nembak
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi ada masalah apa ya sebebernya
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi siapa tuh yang mau ketemu sama maura
Neni Neni
lanjut kk siap yg dicari cucuya
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi ya ditunggu thor siapa nih yg dicari cucunya
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi ya ditunggu semoga si rifan tuh cpt ketauan ya
Syukriah Alkaff
gantung ceritanya
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi ya ditunggu maura liat apa tuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!