Indonesia
NovelToon NovelToon
Laki-laki Penghuni Hutan Tanggamus

Laki-laki Penghuni Hutan Tanggamus

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri
Popularitas:12.1k
Nilai: 5
Nama Author: SitiMamay

Bagaimana cinta dapat mengembalikan kehidupan manusia ke dalam kebahagiaan? Jika bukan dengan perjuangan dan kesungguhan doa.

Dengan kekuatan perjuangan dan doa segala yang mustahil menjadi mungkin. Segala yang muskil menjadi mustajab.

Cerita ini tentang seorang perempuan dan laki-laki yang berjuang untuk mendapatkan cinta seutuhnya. Cerita diawali dengan matinya banyak gadis sesaat setelah dinikahi Aabid. Itupun saat malam pertama sehari setelah pernikahan.

Tiada yang tahu sebab musabab matinya para istri Aabid. Walau ada banyak rumor yang berseliweran, namun semuanya belum dapat dipastikan kebenarannya.

Ya, ada yang bilang bahwa matinya istri Aabid karena guna-guna. Ada juga yang bilang karena dijadikan tumbal. Ada juga yang bilang karena dibunuh Aabid sendiri. Semua cerita yang beredar baru sebatas rumor yang lagi-lagi belum dibuktikan kebenarannya.

Dan cerita ini berlanjut di saat pernikahan ketujuh Aabid dengan seorang gadis bernama Neha....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SitiMamay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 12. Pertarungan dengan Penunggu Hutan Tanggamus

Neha sedikit kepayahan menghadapi banyaknya makhluk astral yang terus bermunculan. Mungkin inilah yang disebut patah satu tumbuh seribu. Pun demikian, ternyata jurus-jurus Neha belum lah pupus harapan. Ia terus berusaha sekuat tenaga.

Dan saat kedua keris bergetar hebat, segera saja Neha mengerti isyarat itu. Kali ini pendarnya saling bertautan. Dan akhirnya Neha pun menyilangkan kedua keris tersebut sekaligus mengarahkannya pada makhluk astral yang mengelilinginya.

"Allahu Akbar....!!"

Seraya menyilangkan kedua keris, kaki Neha menjejak bumi. Dan ajaib...

BOOOMB......!!

Wal hasil suara dentuman pun terdengar di barengi oleh hembusan keras angin. Pendar kedua keris membentuk lingkaran dan menyapu makhluk astral dengan cepat.

HOS.

HOS.

HOS.

Nafas Neha berkejaran. Matanya menatap waspada, sekiranya makhluk astral akan datang lagi.

Di kejauhan tampak Kunto terkekeh menyaksikan perlawanan Neha. Walau ia sendiri kepayahan menghadapi Baroon, namun tawanya menandakan bahwa ia puas atas Neha.

"Bangs**...!!" ucap Baroon geram.

"Bangsa dedemit mu masih dapat dikalahkan oleh bocah ingusan sekelas Neha. Tunggu saja kehancuran mu, Baroon. Haha...." ucap Kunto disela batuk darahnya.

"Kau jangan lupa, Kunto. Sebentar lagi aku akan terlahir kembali setelah lima tahun..."

"Dan Aabid yang akan menggantikan mu di sini?Hah...sungguh picik isi kepalamu itu, Baroon. Kau tega sekali dengan darah daging mu sendiri...! Dasar manusia terkutuk...!"

Baroon terkekeh pongah. Ia tidak menggubris ucapan Kunto. Ia lebih fokus pada Aabid kembali. Tangan Baroon bergerak cepat. Pergerakannya mengarah pada Aabid yang masih tergantung. Bibirnya pun komat-kamit tiada henti. Rupanya ia tengah merapal mantra. Ia memantrai Aabid sehingga sedikit demi sedikit tubuh Aabid tertutup, dimakan jaring putih bak kepompong. Dan saat ini sudah sampai pada dadanya.

"Neha....!" teriak Kunto sesaat sebelum ia tak sadarkan diri.

Sebelah tangannya berisyarat. Sontak Neha mengalihkan perhatiannya seperti isyarat yang diberikan Kunto. Nanar mata Neha menatap Baroon. Langkahnya kian cepat menghampiri laki-laki yang nyatanya adalah ayah mertuanya. Neha melancarkan serangan yang cukup mematikan.

"Hentikan...!Aku tidak menghabisi mu, karena aku masih menghargai mu sebagai ayah dari suami ku..." ucap Neha yang terus menyerang Baroon.

Namun bukan Baroon namanya, jika tidak bisa meladeni jurus-jurus Neha. Begitu mudah Baroon mematahkan setiap serangan Neha. Dan hal itu membuat Neha kalap.

Baroon terkekeh. Matanya menatap tajam Neha. Sesaat lalu, kengerian kembali terjadi. Yuph, tangan Baroon mulai memanjang dan mengarah kepada Neha. Tangan itu berusaha membuat perangkap tuk Neha.

Dan benar saja. Tangan panjang nan kokoh itu sukses mencekik leher Neha. Perempuan cantik itu meronta hebat. Ia berusaha melepaskan diri dari cengkraman Baroon. Namun sejauh ini usahanya gagal. Hampir habis nafas Neha. Terlebih Baroon mengangkat tinggi tubuh Neha.

Baroon terkekeh. Ia menatap tajam Neha yang sukses ia ombang-ambingkan di udara. Neha kian kepayahan. Nafasnya kian habis.

"Cukup, pak....Jangan sakiti, Neha. Dia istriku" ucap Aabid lirih.

Suaranya lirihnya begitu menyayat hati.

"Kak Aabid..." ucap Neha di sela sengalan nafasnya.

"Aku mohon, pak. Tanpa Neha, bapak sudah bisa kembali ke dunia. Aku yang akan menggantikan bapak di sini?" ucap Aabid lesu.

Sorot matanya pun terlihat lesu. Bak tiada energi.

"Jangan memohon, kak. Kau tidak patut memohon kepadanya. Karena ia bukan lah ayah mu lagi. Akh...!" ucap Neha yang diakhiri erangan karena Baroon mengencangkan cekikannya.

"Cukup, pak. Neha tidak bersalah. Lepaskan dia..." pinta Aabid lagi.

"Sebenarnya jika kau dan ibu mu membiarkan dia mati di tangan ku seperti keenam istri mu yang lain, kau tidak akan menggantikan mu. Dan aku akan tetap dapat kembali,.aku hanya membutuhkan satu korban lagi..."

"Aku yang meminta ibu untuk melindungi Neha. Karena aku mencintai Neha. Jika aku harus menggantikannya, aku rela..." ucap Aabid.

"Kak Aabid..." ucap Neha.

"Cengeng....!! Kau memang pantas dibinasakan, Aabid. Kau laki-laki yang lemah. Tidak sekuat aku..." ucap Baroon.

Mata Baroon beralih menatap Neha. Dan bibirnya mulai komat-kamit merapal mantra. Bersamaan dengan itu dari ujung kaki Neha muncul asal hitam. Perlahan asap itu bak memakan tubuh Neha. Neha histeris. Tubuhnya yang kini tergantung pada pohon melejit-lejit. Ia berusaha melepaskan diri.

"Neha maafkan aku..." ucap Aabid.

Suaranya kian lirih, terlebih lilitan itu sudah sampai pada lehernya. Sorot matanya pun melemah. Melihat itu, Neha kian panik. Ia kian berontak. Hingga pada suatu titik ia merasa tak sanggup lagi bertahan. Neha lunglai.

"Neha...."

Terdengar suara memanggil. Begitu lirih, namun begitu jelas di telinga Neha. Suara yang begitu khas bagi Neha.

Neha mengangkat kepalanya. Darah yang mengucur dari sudut bibirnya kian deras.

"Kiyai...." ucap Neha begitu lirih.

"Ingatlah pada Tuhan mu. Minta pertolongan-Nya. Tiada daya, selain atas kuasa-Nya...Berdoalah, lafadzkan kalimah-kalimah -Nya. Cepatlah, Neha..." ucap suara itu lagi.

Mendapat petunjuk itu, Neha kembali berenergi. Ia pun bersegera berdoa. Memohon kepada Tuhan YME.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

اللَّهُمَّ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ، عَالِمَ الغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ رَبَّ

كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي وَشَرِالشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ.

Allaahumma faathiras samawaati wal ardhi, 'aalimal ghaibi was syahaadah, rabba kulli syai'in wa maliikah, asyhadu an laa ilaaha illaa anta. A'uudzu bika min syarri nafsii wa syarris syathaani wa syirkih.

Artinya: "Tuhanku, pencipta langit dan bumi, yang mengetahui hal yang gaib dan nyata, Tuhan dan penguasa segala sesuatu. Aku bersaksi tiada Tuhan selain Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan nafsuku, kejahatan setan, dan sekutunya."

Berulang Neha membaca doanya. Dan itu membuat kedua keris berpendar dan bergetar hebat. Keris itu berputar-putar mengelilingi Neha. Suara pendarannya begitu nyata sampai ke telinga, bak suara ratusan lebah.

Neha begitu khusyuk berdoa. Ia tak mempedulikan lagi asap hitam yang hampir menutupi seluruh tubuhnya. Begitu pun dengan Aabid.

"Allahu Akbar....?!" teriak Neha.

Seketika asap hitam itu pun menghilang. Neha pun terjatuh. Nafasnya berkejaran. Kemudian Neha bangkit kembali. Ia tak peduli dengan keadaannya yang penuh luka itu.

Neha berdiri dengan kedua keris di tangan. Matanya menatap Baroon yang masih memantrai Aabid.

"Lepaskan, Aabid....!" ucap Neha.

"Ow, boleh juga murid mu Abdullah. Tapi itu tiada arti, karena sebentar lagi Aabid akan siap untuk menggantikan ku. Lihatlah..." ucap Baroon.

"Itu tidak akan terjadi, Baroon...!" ucap Kunto yang tiba-tiba saja sudah menerjang Baroon.

Bukan itu saja, Kunto pun berhasil menyarangkan sebilah tombak pada tubuh Baroon.

"Neha, Aabid... sekarang?!" ucap Kunto.

Laki-laki paruh baya itu faham betul jika saat ini konsentrasi Baroon tengah terganggu.

Dan tanpa ba-bi-bu lagi, Neha pun langsung melantunkan doa hingga pendaran cahaya kedua keris kian membesar mencapai Aabid berada.

"Kak Aabid....!!"

Neha berteriak saat ia menyaksikan bola mata Aabid saja yang tersisa.

"Allahu Akbar...!!" ucap Neha.

HOS.

HOS.

HOS.

Nafas Neha berkejaran. Energinya habis. Ia kelelahan. Kemudian dengan sisa tenaga ia mendekati tubuh Aabid yang baru saja terjatuh.

Langkah Neha tertatih. Dan sesampainya di tempat Aabid berada, Neha menjatuhkan tubuhnya. Ia merobek jaring yang menyelimuti tubuh Aabid. Susah payah ia melakukannya, karena energi nya habis. Bulir bening yang sejak tadi mengerubuti matanya, kini tumpah sudah.

"Kak Aabid..." begitu ucap Neha di sela isaknya.

Baroon terkekeh. Langkahnya payah. Karena tombak masih terpancang di tubuhnya. Ususnya pun terburai. Namun ajaibnya ia masih dapat berdiri.

"Kau tidak akan mampu menyelamatkannya..." ucap Baroon.

"Tancapkan keris itu pada Baroon, Neha. Ia setengah manusia kini. Jadi kau dapat melukainya..." ucap Kunto di sela batuk darahnya.

Bersamaan dengan kata Kunto, justru Baroon lah yang kembali melancarkan serangan pada Neha. Asap hitam dengan cepat menyelimuti tubuh Neha dan mengangkatnya tinggi.

"Tidaaak...!!" teriak Neha.

1
Dewi Nurlela
nyimak
Novi Jahan
lnjut kk jngn lama"
Novi Jahan
lanjut kk thor di tunggu ,jngn lama"ya 🥰🥰🥰
Novi Jahan
mkin seru kk lanjut
Novi Jahan
sangat"bgus 🥰🥰🥰
Novi Jahan
mkin seru kk di tunggu kelanjutannya
Novi Jahan
di tunggu kelanjutannya kk ,mkin seru aja
Novi Jahan
di tunggu kelanjutannya kk ,mkin seru ceritanya ,kasihan neha
Velin Merang
update ya uathor..penasaran..makasih/Angry/ Tuhan beserta mu dan keluarga
Siti Mamay: Asyiaap....terima kasih,.kk. bahagia selalu tuk kk n keluarga.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!