Berawal dari kisah cinta Ihsan dan Fiona wanita siluman ular mendapat pertentangan dari warga.karena datangnya beberapa musibah di karena kan hubungan beda alam tersebut.
yang pada akhirnya mereka harus memilih siapa yang harus mati? Fiona atau ihsan?
ada apa 50 tahun kemudian?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna BM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 12 50 tahun kemudian
50 tahun kemudian
"Bagaimana Farel hari ini kamu sudah lulus sekolahmu" tanya Sinta mama Farel.
"Sudah dong mah nggak lihat nih Coretan di baju Farel?"
"Oh iya, selamat ya Nak.. baguslah kalau begitu" ucap Sinta.
"Ya sudah kamu mandi dulu sana, Habis itu makan" suruh Sinta.
"Ma.. habis ini aku mau ke depan dulu ya, mau ke minimarket dulu"
"Ya sudah, tapi kamu makan dulu baru keluar lagi "
"Siap komandan!" ucap Farel dengan Berdiri tegap. lalu ia masuk ke kamar mandi.
Sedangkan Sinta merapikan meja makan. 10 menit kemudian Farel keluar kamar mandi langsung meraih kaosnya di lemari,melangkah ke meja makan
"Papa belum pulang Ma?"
"Papa lagi ada meeting di kantor, mungkin sebentar lagi pulang kok" ujar Sinta ke Farel anak semata wayangnya yang baru menyelesaikan sekolah sma-nya.
sedangkan Farel menghabiskan makanan buatan mamanya yang memang pandai dalam memasak,apalagi kalau memasak kan untuk Farel dan papanya yang sama seleranya.
"mah Farel ke minimarket seberang dulu ya "
"Ya sudah kamu hati-hati nyeberangnya"
"ah sudah biasa kok" jawab Farel bergegas pergi.
Sesampai di dalam minimarket ia mencari sesuatu untuk hadiah Keisha ulang tahun besok.
Belum sempat Ia mendapatkan apa yang dicari,tiba-tiba ia bertabrakan dengan seorang gadis.
membuat barang-barang yang di tangan Gadis itu jatuh berantakan.
Farel langsung mengambil barang-barang Gadis itu yang terjatuh.
"maaf ya, aku nggak sengaja"ucap Farel membuat Gadis itu menebarkan senyuman.
Namun Farel sontak saja terpaku di tempatnya ia berdiri.
matanya yang memandang senyuman Gadis itu langsung memikat hatinya senyuman itu begitu indah, belum pernah ia melihatnya selama ini.
Entah kenapa senyuman yang ditebarkan Gadis itu langsung membuat mata Farel Terkesima, dan tak dapat ia bicara lagi. hanya menatapnya dengan diam l.
" Hei..Halo..Masih dengar aku?"tanya Gadis itu tertawa membuat Farel gelagapan.
" Eh..iya..anu..ka..kamu..ka.."
"kenapa?"tanya Gadis itu makin melebarkan senyumannya.
" ka..kamu cantik sekali..."ucap Farel tanpa sadar.ingin ia menarik kembali kata-katanya itu."memalukan"batinnya.
"Biasa saja kali..hehehe" senyum sumringah gadis cantik berambut kuning dan berkulit kuning bening.
"boleh aku kenalan?"tanya Farel memberikan tangannya yang langsung disambut gadis itu.
"boleh, aku Lina kamu siapa?"
"aku Farel,boleh minta Wa kamu?" tanya Farel tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada di hadapannya saat ini.
"Boleh..nih,"Rina memberikan ponselnya ke Farel langsung mengetik di ponsel gadis itu .
"miscall sekarang ya" ucap Farel Soraya menyerahkan kembali ponsel Lina yang langsung Farel mendapat miscall dari Lina.
Entah kenapa Farel mengurungkan niatnya untuk membelikan sesuatu di ulang tahun keisa. Ia langsung bergegas pulang. sesampainya di rumah ia langsung menelusup masuk ke kamar,tidak menghiraukan papanya yang sudah pulang.
""Hai, Farel" Panggil Papa Farel, karena aneh melihat Farel yang tidak seperti biasanya. dan tidak menyapa dengan papanya.
Farel memberikan badan"Oh iya,Papa sudah pulang? Farel masuk dulu ya Pa"
"Kenapa anak itu Ma?"
"Entahlah, Padahal baru saja tadi dia nanyain Papanya,Kenapa kok jadi aneh begitu" Sinta mengernyitkan keningnya.
"mungkin lagi ada masalah dengan teman ya mah namanya juga anak muda"jawab Indra Papa Farel.
Sedangkan di kamar Farel langsung membuka ponselnya mencari kontak yang bertuliskan Lina.
akhirnya dia menemukan kontak yang dicarinya.
"Ya ampun Lina,kenapa aku langsung Mengagumimu, kenapa aku langsung tertarik padamu Lina ?"
Farel memandang foto yang ada di profil Lina.
"ya ampun cantiknya"gumam Farel memandang foto Lina dengan wajah cantiknya berkulit kuning dan berambut kuning dan hidung menukik ke atas sedang tersenyum, seakan sedang tersenyum ke arah Farel membuat Farel pun membalas senyuman foto itu.
"Aku tidak mengerti kenapa aku begitu langsung tertarik melihat dia"
Diberanikan dirinya menulis chat ke Lina.
"Selamat malam Lina,ini aku Farel yang tadi nabrak kamu"
"Hai Farel...Bukan kamu yang menabrak aku kok.. tapi aku yang nabrak kamu. maafin aku ya" Balas Lina.
"Oh tidak..tidak..tadi aku yang nabrak kamu..Yah sudah kamu sedang apa sekarang?"
"Aku sedang di kamar" balas Lina.
"Oh iya, aku boleh nggak ke rumah kamu?"
"aku tidak punya rumah, aku hanya tinggal di kos kecil"
"Oh iya?memang orang tuamu kemana?Banyak Farel.
"aku Sebatang Kara Farel,orang tua aku sudah meninggal"
"oh maaf"
"boleh aku mengenalmu lebih dalam lagi Lin.."
"ya boleh-boleh saja, tapi jangan dalam-dalam.bisa bahaya hahaha"kelakar Lina membuat Farel tersenyum-senyum sendiri.
"tapi boleh kan aku main ke tempat kamu?"
"boleh, Kapan kamu mau main ke sini?"
"besok ya, sekarang sudah malam"
""Oke, aku tunggu" jawaban Lina membuat hati Farel bersorak.
" Entah kenapa, selama ini aku sedang mengincar gadis pujaanku, Keisha, tapi kenapa sekarang aku tidak berniat lagi untuk mengejar Gadis itu? aku sekarang malah ingin mengejar Lina" gumamnya.
"Wajar saja sih, kalau aku mengincar Lina sekarang ini, karena ia jauh lebih cantik dan menarik dari pada Keisha. Tapi, apa dia sudah punya pacar ya? tidak mungkin, gadis secantik dia sampai sekarang belum punya pacar.Pasti sudah punya pacar, nanti aku akan tanya padanya, Siapa tahu belum punya pacar, aku bisa jadi pendampingnya, ngarep banget ya aku ini. hahaha"
Farel beranjak bangun keluar kamar, di situ, papa dan Mamanya masih di ruang makan.
"malam Pa.."sapa Farel tersenyum.
"aneh ini anak,tadi langsung nyelonong aja ke kamar tanpa nyapa Papa..Eeeh.. sekarang baru Papanya di sapa"ujar Indra mengernyitkan keningnya.
"Iya dong Pa..hehehe.."Farel menghentakkan pantatnya ke kursi makan.
"Kamu itu kenapa sih Farel? kok berubah-rubah gitu mood-nya?" tanya Sinta yang tak kalah herannya.
"ah nggak apa-apa Ma..Mama Papa aja kali yang sensian"
"Eh Farel,nanti hari Sabtu kan Papa libur tuh,bagaimana kalau kita pulang ke desa?tutur Sinta.
"boleh tuh Ma..boleh..Sudah lama kita nggak ke sana, boleh nggak kalau aku ajak teman Ma?"
"Siapa temanmu? cewek atau cowok?"
"cewek Ma..hehehe"
"Pastinya"Sela Indra apa Farel.
"papa tau aja sih"timpal Farel.
"Kamu sudah punya pacar ya Farel?"mata Sinta melirik ke mata Indra.
"belum Ma.. Baru perkenalan aja sih, itu pun Farel baru kenal tadi di minimarket"
"oooh..pantesan..mood-nya tadi beda sama Sekarang.berarti sudah ada pengharapan yah?sudah diterima yah?"mata Sinta membelalak.
"belum Ma.. baru diterima kenalan saja,belum diterima jadi pacarnya..hehehe"
"Astaga..anak mama sudah bisa cari pasangan yah..hahaha"
"Ya sudah Ma..biasa lah anak lelaki..biar saja"Timpal Indra