Indonesia
NovelToon NovelToon
Terpaksa Menjadi Ibu Pengganti

Terpaksa Menjadi Ibu Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Nasib Kyarra, Kakanya yang meninggalkan suami dan juga putrinya. Kyarra harus menikah dengan kakak iparnya demi keserakahan ibunya.
Kyarra melakukannya demi keponakannya yang membutuhkan kasih sayang seorang ibu. Tetapi banyaknya pertentangan dalam pernikahan mereka, belum lagi Kakak iparnya menganggap bahwa dia menerima pernikahan itu semata-mata hanya ingin memeras.
Kyarra benar-benar terjebak dalam pernikahan yang seharusnya tidak terjadi dan apalagi kontrak yang pasti pengetahuannya antara ibunya dengan Kakak iparnya.
Lalu bagaimana Kyarra yang awalnya hanya menjalankan peran sebagai seorang tante yang menyayangi keponakannya dan saat ini harus menjadi istri dari mantan Kakak iparnya, di tengah banyaknya mimpi yang ingin dia tuju?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 10 Canggung

"Tante...."

Suara Kelly yang terdengar membuat Alvino dan Kyarra sama-sama tersadar dan refleks Kyarra mendorong Elvino hingga menjauh dari atas tubuhnya.

Barulah Kyarra bisa duduk dan Alvino sudah kembali berdiri dengan nafas tampak tidak teratur, keduanya terlihat salah tingkah.

"I-iya Kelly...." Kyarra sengaja menjawab dengan keras untuk mengalihkan kecanggungan di antara mereka.

Dengan kegugupan Kyarra yang akhirnya pergi begitu saja melewati Alvino yang menghalangi jalannya.

"Huhhhh....."

Alvino menarik nafas panjang dan membuang perlahan ke depan, Alvino juga tidak percaya dengan apa yang terjadi barusan di antara mereka, Alvino sama gugupnya dengan mengusap wajahnya menggunakan kedua tangan.

Kyarra memasuki kamar Kelly dan tidak lupa menutup pintu dengan memejamkan matanya, Kelly ternyata hanya mengigau dan terlihat dia masih tetap tertidur.

"Huhhhh...!"

"Kyarra kenapa tadi kamu begitu bodoh? kenapa juga hal seperti itu harus terjadi? Benar-benar ya," ucapnya mencoba untuk tenang.

"Sudahlah lupakan saja apa yang terjadi barusan, lagian dia kenapa menyeramkan seperti itu, benar-benar sangat menakutkan!" ucap Kyarra dengan kesulitan menelan ludah.

Kyarra kemudian menyusun buku-buku yang berada di atas meja belajar tersebut, memasukkannya ke dalam rak dan juga tidak lupa melipat meja belajar itu dan Kyarra langsung berbaring di atas karpet seperti biasa dengan menarik selimut dan kemudian langsung memejamkan mata tanpa ingin memikirkan apa yang terjadi barusan.

******

Pagi-pagi seperti biasa Kyarra sudah menyiapkan sarapan untuk Kelly karena memang Alvino sudah mengingatkan berkali-kali tidak ingin di masakan apapun dan tidak akan memakan apapun yang di Kyarra.

Dari pada mubajir lebih baik dia menyiapkan hanya untuk Kelly saja. Kelly menikmati sarapan itu.

"Tante....." tegur Kelly.

"Kenapa?" tanya Kyarra.

"Memang mama tidak akan pernah pulang lagi?" tanya Kelly.

Kyarra terdiam, menghentikan sarapannya, pertanyaan Kelly sudah beberapa hari ini tidak diucapkan dan pertanyaan itu kembali dilontarkan yang bersamaan dengan Alvino keluar dari kamarnya.

"Memang mama ke mana Tante? Kenapa sudah lama sekali tidak pulang?" tanya Kelly.

"Siapa bilang mama tidak pulang, mama sedang sibuk dengan pekerjaan, pekerjaannya tidak boleh ditinggal dan nanti kalau pekerjaan mama ditinggal, mama bisa dimarahi atasan, jadi Kelly terus terus berdoa sama Allah agar pekerjaan mama diberi kelancaran dan bisa pulang ke rumah," ucap Kyarra memberi jawaban yang bijak.

"Benarkah seperti itu?" tanyanya memastikan.

"Memang Allah pernah tidak mengabulkan doa Kelly?" tanya Kyarra.

"Allah memang sering mengabulkan doa-doa Kelly, kalau Kelly ingin sepatu baru seragam baru dan pasti diberikan," jawabnya benar-benar polos.

"Nah, kalau begitu Kelly harus lebih berdoa lagi banyak lagi lebih diperbanyak lagi agar secepatnya dikabulkan oleh Allah, nanti Mama pasti akan pulang," ucap Kyarra.

"Baik Tante," sahut Kelly.

"Ehemmm...." Alvino menghampiri mereka berdua dengan berdehem.

Kyarra tiba-tiba saja tidak berani menoleh ke arah Alvino, ketika mengingat kejadian tadi malam, Kyarra seperti menghindar yang memiliki kesibukan tersendiri.

"Kelly sudah selesai makannya? Kalau sudah selesai kita langsung saja ke sekolah," ucap Alvino.

"Papa kenapa sih buru-buru terus, Kelly masih makan Papa," jawabnya dengan mengayun suaranya.

"Ya sudah kalau memang Kelly masih makan, maka dilanjutkan, Papa akan tunggu," sahut Alvino.

"Lalu papa sendiri kenapa tidak pernah sarapan di rumah? tante Kyarra mengatakan kalau makan di luar itu belum tentu sehat," sahut Kelly.

Kyarra menelan salivanya mendengar anak kecil yang jujur apa adanya, pasti pemikiran Alvino Kyarra dianggap sok tahu.

"Oh iya, belum tentu seperti itu Kelly, meski makan di luar tetapi Papa juga tidak makan sembarangan, Papa makan di restoran yang higienis dan sudah pasti bersih dan sehat," sahut Alvino memberi penjelasan.

"Tetapi makan di Restoran besar belum tentu makanannya higienis dan sehat dan makan di pinggir jalan belum tentu juga makanannya tidak sehat, iya, kan Tante!" Kelly bahkan melempar pertanyaan itu kepada Kyarra.

"Hehehe ... Iya sayang," jawab Kyarra tersenyum getir.

"Kamu lanjutkan sarapannya, nanti kita terlambat ke sekolah," sahut Alvino.

"Oke. Pak!" sahut Kelly kembali melanjutkan makannya.

******

Saat ini Kyarra berada di kampus yang terlihat menyusun lembaran kertas yang cukup tebal.

"Kyarra!" seorang wanita menegurnya yang menghampiri mejanya.

"Iya Dinda," sahut Kyarra.

"Itu naskah yang akan kamu serahkan kepada Pak Teddy?" tanya Dinda.

"Benar! besar harapanku naskah ini bisa diterima di perusahaan produksi company," jawab Kyarra.

"Tetapi kamu tahu sendiri, saingan kita sangat banyak, kampus-kampus di Indonesia ini juga mengirim naskah mereka ke perusahaan itu dan kamu yakin jika kampus kita akan terpilih?" tanya Dinda terlihat ragu.

"Insyallah, kampus kita bukan hanya mengirim satu naskah, tetapi ada puluhan naskah yang kita kirim, kita sama-sama berdoa semoga saja salah satu naskah dari kampus kita bisa diterima, mau itu dari manapun dan siapa yang membuatnya," jawab Kyarra.

"Aku juga berharap seperti itu," sahut Dinda.

"Eh, setelah selesai kuliah Kita makan yuk?" ajak Dinda.

"Sorry banget ya Dinda, aku nggak bisa makan sama kamu, aku harus menjemput keponakanku," ucap Kyarra.

"Kakak kamu belum pulang juga?" tanya Dinda membuat Kyarra menggelengkan kepala.

"Ya sudah, kita makan saja bersama Kelly, aku tidak masalah sama sekali," sahut Dinda.

"Aku tidak mungkin mengajak Kelly untuk makan bersama, Kelly berbicaranya semakin lama semakin lancar, bagaimana jika dia mengatakan bahwa aku tinggal satu rumah dengan ayahnya," batin Kyarra terlihat begitu khawatir.

"Hmmmm, aku harus langsung pulang bertemu dengan Mama, kita ada janji soalnya," ucap Kyarra ternyata memberi alasan.

"Ya sudah kalau begitu nanti lain kali kita akan makan bersama," ucap Dinda.

Kyarra menganggukkan kepala.

*****

Tok-tok-tok

Kyarra berdiri di depan salah satu ruangan rektor di kampusnya yang tidak lupa mengetuk pintu, setelah mendengar sahutan dari dalam memerintahkan untuk masuk yang akhirnya Kyarra membuka pintu tersebut.

Kyarra perlahan masuk ke dalam ruangan rektor, tetapi tiba-tiba langkahnya harus terhenti, ternyata bukan hanya rektor yang ada di dalam ruangan tersebut melainkan Alvino bersama dengan Alex asistennya.

Melihat keberadaan Alvino membuat Kyarra kesulitan menelan ludah, sementara Alvino seperti biasa memperlihatkan wajah dingin dan tidak tertarik untuk melihat dirinya, walau Alvino sudah mengetahui bahwa yang datang itu adalah Kyarra.

"Ayo Kyarra kamu silakan duduk!" pria berkacamata itu memerintahkan Kyarra membuyarkan lamunannya dan kemudian duduk dengan rasa kurang nyaman.

"Pak, Alvino ini adalah Kyarra. Kyarra mahasiswi yang sangat berprestasi di universitas ini, beliau juga merupakan salah satu menerima beasiswa secara utuh," rektor tersebut tidak lupa perkenalkan mahasiswi favoritnya kepada Alvino

"Saya Alvino," sahut Alvino mengulurkan tangannya untuk berkenalan, seolah-olah mereka berdua belum pernah bertemu.

"Kyarra," Kyarra menyambut uluran tangan itu dengan keduanya saling bersalaman.

Jika pria itu bukan muhrimnya dan sudah pasti Kyarra tidak akan bersentuhan.

"Kyarra pasti sangat mengenal siapa Pak Alvino. Beliau pernah menjadi dosen pengganti dan mungkin sudah beberapa kali masuk ke dalam kelas kamu, video ini juga pengusaha muda yang bergerak dalam film," ucap rektor.

Kyarra hanya merespon dengan menganggukkan kepala, sudah jelas dia mengetahui karena memang tidak banyak orang tahu bahwa pria tersebut adalah kakak iparnya dan lebih parahnya lagi saat ini sudah menjadi suaminya.

Bersambung....

1
Oma Gavin
gimana alvino mau kamu bunuh kelly kamu dan ortu mu memang goblok oon sok paling bener dan pinter malah mau bikin kelly mati
Herman Lim
ga mungkin ga jatuh cinta u nanti Alvino yg ada mah bucin bgt sama kharra
Oma Gavin
keluarga toxic bikin gendeng mega matre goblok alvino psikopat gila, melani pasti kabor sama selingkuhan
Ma Em
mampir Thor semoga sukses , Melani pasti menyesal karena sdh meninggalkan suami dan anaknya , semoga setelah kyyara menikah dgn Alvino , Alvino nya baik dan akan jatuh cinta pada kyyara .
Anonim
Lwnjut
Anonim
Menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!