Indonesia
NovelToon NovelToon
Cinta CEO Amnesia

Cinta CEO Amnesia

Status: tamat
Genre:CEO Amnesia / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:68.7k
Nilai: 5
Nama Author: swetti

Narendra Kusuma di pertemukan dengan Dara, gadis yang mau mengurusnya dalam kondisi seperti orang tidak waras. Ternyata keadaannya memang di sengaja oleh saudara Naren sendiri yang ingin menguasai hartanya.

Mengetahui hal itu Dara bertekad untuk melindungi Naren dengan cara menikahinya. Namun ternyata usahanya tidak semudah membalikkan telapak tangan karena Albert, saudara Naren justru jatuh hati padanya dan memintanya untuk menikah dengannya.

Bagaimana perjuangan Dara membuat Naren kembali normal seperti sebelumnya? Apakah ia berhasil menikahi Naren atau hanya sebagai iparnya saja? Apakah semua milik Naren akan kembali kepadanya?

Dukung dan ikuti kisahnya di

Cinta Ceo Amnesia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon swetti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketahuan Lagi

" Baiklah aku akan menikah denganmu." Dara menghela nafasnya pelan.

" Tapi Dara." Ucap nyonya Arkana.

" Tidak apa ibu, yang penting ibu dan Mas Naren bisa hidup bersama." Sahut Dara.

" Terima kasih sayang." Albert memeluk Dara.

" Jika memang ini takdirku, aku ikhlas menerimanya, yang terpenting bagiku adalah kebahagiaanmu Mas." Batin Dara mengusap air matanya.

" Dara merupakan malaikat dalam hidup Naren, andai saja aku bisa membatalkan pernikahan itu, aku pasti akan memintanya menikah dengan Naren." Batin nyonya Arkana.

" Aku akan segera mempersiapkan pernikahannya sayang." Ujar Albert melepas pelukannya.

" Tidak Kak, kita akan menikah setelah kau di tetapkan sebagai CEO perusahaan NK Group, aku tidak mau menyesal karena telah menikahi pria miskin yang gagal mendapatkan gelarnya sebagai CEO, aku tidak mau hidup miskin terus terusan." Ujar Dara.

" Heh ternyata kau matre juga Dara." Cebik nyonya Melinda.

" Bukankah seharusnya seperti itu? Kita hidup membutuhkan uang bukan hanya kasih sayang kan? Bagaimana anda jika hidup tanpa uang? Apakah bisa?" Dara menatap nyonya Melinda yang bungkam.

" Dan setelah kita menikah nanti, aku lah yang akan mengatur segala keuangan termasuk pengeluaran ibumu, gimana Kak?" Dara menatap Albert.

" Terserah kau saja." Sahut Albert.

Nyonya Melinda melongo, sedangkan Dara melirik nya dengan sinis.

" Ayo ibu kita ke kamar Mas Naren." Dara menuntun nyonya Arkana menuju kamar Naren.

" Gadis itu telah menguasai putraku, ini tidak boleh terjadi, bisa bisa aku tidak akan pernah bisa shopping lagi bareng teman teman." Geram nyonya Melinda menghentakkan kakinya.

Sampai di depan kamar Naren, Dara membuka pintunya. Ia masuk ke dalam menggandeng nyonya Arkana di ikuti Albert dari belakang.

Naren menatap ibunya penuh kerinduan, ingin sekali ia memeluknya namun Dara memberikan kode lewat matanya.

" Dara siapa wanita lusuh ini? Kenapa kau membawanya ke kamarku? Nanti kamarku kotor bagaimana Dara." Ucap Naren sambil memainkan jari jarinya.

" Heh dasar sinting." Umpat Albert.

" Ini....

" Dia ibu kamu, sama gilanya kan sama kamu? Kamu akan tinggal bersamanya di rumah belakang." Sahut Albert memotong ucapan Dara.

" Ibu?... " Naren menatap ke arah nyonya Arkana yang saat ini sedang menangis melihat kondisi putranya. Lebih tepatnya pura pura menangis.

" Aku tidak punya ibu, aku tidak punya siapapun kecuali Dara, aku tidak mau tinggal bersamanya, aku mau di sini bersama Dara." Naren mengapit lengan Dara.

" Jangan sentuh calon istriku!" Albert menepis tangan Naren.

" Calon istri?" Naren menatap tajam ke arah Dara. Dara menundukkan kepalanya.

" Kalian mau menikah? Dara, kau berjanji kepadaku tidak akan meninggalkan aku, kenapa kamu mau menikah dengannya?" Tanya Naren masih dengan aktingnya.

" Dara kau handle mereka berdua, aku pusing melihat kelakuannya yang tidak waras itu." Albert meninggalkan kamar Naren.

Bi Minah langsung menutup pintunya. Naren mencekal tangan Dara lalu menatapnya dengan tajam.

" Apa apaan ini Dara? Kenapa kau melakukan ini?" Tekan Naren.

" Aku terpaksa melakukan semua ini demi ibumu Mas, aku tadi ketahuan nyonya Melinda saat hendak membawa ibumu keluar dari sana, aku tidak mungkin mundur setelah perjuanganku sampai di sini, tinggal sedikit lagi kita bisa memenangkan semuanya, aku mohon mengertilah." Ujar Dara.

" Tapi bagaimana dengan aku Dara? Aku tidak bisa hidup tanpamu." Ucap Naren.

" Biasakan semua ini dari sekarang Mas, kau tidak bisa menjadi milikku begitupun aku, ibumu telah menjodohkanmu dengan wanita lainnya." Ucap Dara meninggalkan kamar Naren.

Tubuh Naren mematung mendengar alasan Dara, ia menatap ke arah ibunya seolah meminta penjelasan.

" Maafkan ibu Nak, ibu memang sudah menjodohkanmu dengan anak teman ibu, ibu berhutang budi padanya dan untuk menebus hutang itu, kau harus menikahi putrinya." Ucap nyonya Arkana.

" Aku bahagia bisa bertemu dengan ibu, aku senang ibu masih hidup dan baik baik saja, tapi aku sedih karena pertemuan kita membuat perpisahan ku dengan Dara, aku tidak tahu harus berbuat apa, jika ibu berhutang budi pada teman ibu, lalu bagaimana dengan aku bu? Aku berhutang budi sangat banyak dengan Dara, tanyakan pada bi Minah apa saja yang telah Dara lakukan dan korbankan demi kita? Dia membahayakan nyawanya sendiri demi bisa membebaskan ibu, membuat aku sembuh, dan dia berencana mengambil surat kepemilikan harta kita bu, apa yang membuat wanita lain lebih penting dari itu?" Ujar Naren menarik kasar rambutnya.

" Tapi itulah janji ibu kepada teman ibu Nak, bagaimanapun ibu harus menepatinya, maafkan ibu Nak." Ucap nyonya Arkana.

" Terserah ibu saja lah, aku tidak mau membahasnya, sekarang lebih baik ibu membersihkan diri dulu." Ucap Naren tengkurap di atas ranjangnya.

Malam semakin larut. Jam dua pagi Dara tidak bisa tidur. Ia terus memikirkan bagaimana nasib akan membawanya kepada kebahagiaan.

" Sepertinya aku harus segera mengambil surat surat itu, setelah aku mendapatkannya, aku akan segera pergi dari sini, dengan begitu aku tidak perlu menikahi Albert dan melihat Mas Naren menikah dengan wanita lain." Monolog Dara mengusap wajahnya.

" Aku akan mencarinya sekarang di....." Dara nampak berpikir.

" Kalau di ruang kerja itu tidak mungkin, jadi ada kemungkinan di dalam brankas almari Albert, aku harus ke kamarnya sekarang." Ujar Dara.

Dara keluar kamar. Dengan pelan ia menaiki anak tangga menuju kamar Albert.

Ceklek.....

Dara membuka pintu dengan pelan. Ia masuk ke dalam menatap Albert yang sedang tidur. Ia menggerakkan telapak tangannya di depan wajah Albert.

" Sepertinya dia sudah tidur lelap." Gumam Dara.

Perlahan Dara membuka almari Albert, ia melihat sebuah brankas di dalam sana.

" Sepertinya dewi fortuna sedang memihakku." Lirih Dara.

Dara mencoba menekan enam angka yang ia yakini sebagai sandinya namun salah.

" Bukan tanggal lahirnya, lalu tanggal lahir siapa?" Gumam Dara.

Dara mencoba berpikir lagi, mencoba menekan angka tanggal lahirnya secara Albert kan bucin sama Dara.

Tit tit tit tit tit tit

Ajaib.... Pintu brankas terbuka. Dara segera mengambil beberapa dokumen yang tersimpan di sana. Ia membaca satu persatu sambil sesekali menatap ke arah Albert.

" Ini dia ketemu, hah syukurlah Mas Naren belum menandatanganinya." Dara bernafas lega.

Dara memasukkan dokumen itu ke dalam bajunya. Ia menutup kembali brankas dan almari itu dengan rapi.

Saat Dara beranjak hendak menuju pintu tiba tiba....

Grep....

Albert memeluknya dari belakang. Jantung Dara berdetak sangat kencang.

" Tamatlah riwayatku kalau sampai ketahuan, ayo berpikir Dara, cari alasan yang paling tepat untuk membodohi Albert." Gumam Dara dalam hati.

" Apa yang kau lakukan di sini sayang? Apa kau mencoba mencuri sesuatu?" Albert mencium tengkuk Dara.

" Eh iya." Sahut Dara.

Albert memutar tubuh Dara.

" Matilah kau Dara, kenapa keceplosan sih." Gumam Dara merutuki kebodohannya.

" Apa yang hendak kau curi dari kamarku? Katakan Dara!" Albert menatap tajam ke arahnya.

" E... Itu.... Itu..... " Dara bingung ingin menjawab apa. Tidak mungkin kan dia mengatakan yang sebenarnya.

" Itu apa sayang? Kau ingin mengambil apa dari sini hmm? Kenapa kau gugup seperti itu?" Selidik Albert.

Penasaran selanjutnya?

Tekan like koment vote dan hadiahnya ya...

Miss U All...

TBC....

1
falea sezi
bn er laki g tau trima kasih biarin aja dlu dia gila jangan tolongin dara
VANESHA ANDRIANI: oke siap maksih suportnya
total 1 replies
Evy
usia 23th sudah S2.genius juga si Albert...
VANESHA ANDRIANI: hhh iya... makasih suportnya
total 1 replies
Evy
pastinya....tokoh utamanya memang berjodoh....
VANESHA ANDRIANI: hhh bisa aja.. makasih suportnya
total 1 replies
Lucy christiana Dewi
suka dengan sifatnya dara thor👍👍👍
walau masih muda tp cara berpikirnya waaahhh👍👍👍👍
VANESHA ANDRIANI: Terima kasih.... yuk gabung di grup FB Swetti Lovers... DM FB author ya, Vanesha Andriani nanti inbox aja kalau mau gabung... Terima kasih
total 1 replies
Lucy christiana Dewi
Luar biasa
VANESHA ANDRIANI: Terima kasih... yuk gabung di grup FB Swetti Lovers... nanti dm akun author ya Vanesha Andriani, terus inbox kalau mau gabung
total 1 replies
Fika
Ini bukan Zelin yg dlu ketemu Albert dirumah Naren pas pernikahan Naren-Dara ??
Via
lah apa sih yg g egois sih naren bnr bnr bngke
VANESHA ANDRIANI: sabar sabar hhh makasih suportnya
total 1 replies
sella surya amanda
chapter bonus nya jangan lupa
VANESHA ANDRIANI: insya Allah ya, makasih suportnya
total 1 replies
Aliyah
lanjut ..
VANESHA ANDRIANI: siap makasih suportnya
total 1 replies
Aliyah
lanjut
VANESHA ANDRIANI: siap makasih suportnya
total 1 replies
sella surya amanda
next
VANESHA ANDRIANI: ok makasih suportnya
total 1 replies
Aliyah
lanjut
VANESHA ANDRIANI: siap makasih suportnya
total 1 replies
sella surya amanda
next
VANESHA ANDRIANI: ok makasih suportnya
total 1 replies
sella surya amanda
lanjut
VANESHA ANDRIANI: siap makasih suportnya
total 1 replies
Jatmiko Ipunk
semangattt
VANESHA ANDRIANI: makasih suportnya
total 1 replies
Jatmiko Ipunk
lanjutttt
Jatmiko Ipunk
semangatttt
VANESHA ANDRIANI: makasih suportnya
total 1 replies
Jatmiko Ipunk
lanjuteee
VANESHA ANDRIANI: makasih suportnya
total 1 replies
Jatmiko Ipunk
lanjut
VANESHA ANDRIANI: siap makasih suportnya
total 1 replies
Aliyah
jangan,,,,ayahnya dara meninggal
VANESHA ANDRIANI: iya kali ya.. makasih suportnya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!