Indonesia
NovelToon NovelToon
Terikat Cinta Sang Mafia

Terikat Cinta Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Dark Romance / Nikah Kontrak
Popularitas:13.1k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

Celine butuh 200 juta untuk operasi ibunya. Dengan sisa harga diri, ia datang untuk memohon pada kekasihnya, Jason. Namun yang ia temukan justru Jason sedang meniduri wanita lain di atas meja kerjanya.

‎Saat dunia Celine runtuh, Damian Salvatore datang. Raja mafia yang satu tatapannya bisa membuat orang lumpuh ketakutan.

‎"Jadilah milikku. Teman ranjangku. Dan aku akan memberikan ibumu dokter terbaik." ~ Damian.

‎Celine mengira itu neraka. Padahal itu baru awal. Karena bagi Damian Salvatore, apa yang sudah ia klaim, tidak akan pernah ia lepaskan.


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 13 : Di balik kedamaian yang rapuh.

‎Damian tersenyum tipis, senyum yang tak sampai ke matanya yang gelap, namun terasa begitu jujur dan berarti di tengah segala kekacauan ini.

‎‎"Bagus," bisiknya pelan, suaranya penuh kepuasan lembut. "Setidaknya kau masih bisa merasakan. Merisaukan aku."

‎‎Tanpa menunggu, ia langsung menarik Celine masuk ke dalam pelukannya yang erat, tak peduli jasnya yang basah kuyup dan dingin itu membasahi gaun tidur wanita itu.

‎‎Namun sebelum Celine sempat memprosesnya, kedua lengan kekarnya sudah melingkar kuat di bawah lutut dan punggungnya, mengangkat tubuhnya mendadak tinggi ke udara begitu ringan, seperti mengangkat benda tak berat.

‎‎"Hei! Lepaskan!" Celine terkejut, langsung meronta sekuat tenaga, menepuk dada dan bahunya. "Damian! Turunkan aku! Aku belum selesai bicara!"

‎‎"Sudah selesai," potongnya datar, melangkah mantap menaiki tangga satu per satu tanpa terganggu sedikit pun oleh tendangan dan rontaannya. "Kau lelah. Aku juga. Kita istirahat."

‎‎"Aku tidak mau istirahat!" Celine masih mendorong bahunya, wajahnya memerah bercampur kesal dan malu karena dilihat pelayan tadi. "Kau belum selesai menjelaskan semuanya! Turunkan sekarang!"

‎‎Damian hanya menunduk sekilas, meliriknya yang masih sibuk meronta di pelukannya. Wajah kesal, mata berair, namun tetap hidup dan bersamanya. Sudut bibirnya terangkat sedikit lagi.

‎"Diamlah, istriku," gumamnya rendah, tak bisa dibantah. "Kau berat kalau terus bergerak."

‎‎Sesampainya di kamar, Damian langsung menjatuhkan tubuh Celine ke atas kasur empuknya dengan gerakan kasar namun tak menyakiti, membuat pegas ranjang berdentang pelan. Celine membalas berguling sedikit, duduk kembali dengan napas memburu, rambutnya berantakan.

‎‎Belum sempat ia meledak lagi, Damian sudah berbalik berdiri tegak di tepi ranjang, masih menjulang tinggi dan mendominasi. Air hujan menetes dari ujung rambut dan bajunya, membasahi lantai. Wajahnya kembali tenang, seolah baru saja melakukan hal paling wajar.

‎‎"Kau istirahat," ucapnya datar, menunjuk pintu kamar mandi di belakangnya. "Aku mandi dulu."

‎‎Celine langsung bangkit berdiri di atas ranjang, menunjuk ke arah pipinya yang masih berdarah samar.

‎‎"Mandi? Luka ini bagaimana?! Kita belum selesai bicara!"

‎‎Damian hanya menatapnya sekilas, lalu mulai membuka kancing sisa bajunya yang basah kuyup. "Masih ada waktu untuk bicara. Luka ini tidak akan lari ke mana‑mana. Tetap di sini."

‎‎Tanpa menunggu persetujuannya, ia berbalik dan berjalan masuk ke kamar mandi. Pintu tertutup rapat, disusul suara keran air yang segera mengalir deras.

‎‎Celine menghentakkan kakinya pelan di atas kasur, kesal bukan main. Pria itu benar‑benar… sulit dimengerti! Pergi begitu saja tanpa pamit, pulang terluka, lalu bersikap seolah tidak terjadi apa‑apa.

‎‎Ia duduk kembali di tepi ranjang, tangan terlipat di dada, matanya menatap pintu kamar mandi yang tertutup rapat itu dengan cemberut. Suara air mengalir terdengar jelas, menyembunyikan segala hal yang tak diucapkan. Tak lama kemudian suara air berhenti.

‎‎Pintu terbuka.

‎‎Damian melangkah keluar. Kini rambutnya basah menata rapi, membiarkan tetesan air menuruni leher kekarnya. Ia hanya melilit handuk putih rendah di pinggang, memperlihatkan sepenuhnya dada dan perut keras yang penuh bekas luka lama, bukti betapa keras dan berbahayanya hidup yang ia jalani. Goresan di pipinya sudah dibersihkan, namun bekas merahnya masih terlihat jelas, tak terobati.

‎‎Celine menelan ludah susah payah, buru‑buru memalingkan wajah agar tak terlihat betapa pipinya memerah panas.

‎‎"Luka… luka di pipimu itu…" ucapnya pelan, suaranya bergetar halus, matanya tak berani menatap lurus. "Itu harus diobati."

‎‎Damian tetap melangkah mendekat, tak terganggu sedikit pun. Tetesan air masih menetes dari ujung rambutnya jatuh ke bahu lalu ke lantai, menandakan betapa dekatnya ia berdiri di sana.

‎‎"Jadi?" bisiknya rendah, berhenti tepat di hadapan Celine hingga napasnya yang hangat menyentuh dahi wanita itu. "Kau mau mengobatinya… atau mau terus memelototiku seperti itu?"

‎‎"Obati saja sendiri!" balas Celine ketus. Ia segera berbalik, menyingkap selimut dan membaringkan tubuhnya memunggungi Damian, lalu menarik kain itu hingga menutupi dadanya rapat‑rapat.

‎‎Damian hanya tersenyum tipis melihat tingkahnya yang manja namun penuh perhatian itu. Tanpa bersuara, ia berbalik berjalan menuju lemari, mengambil piyama berwarna gelap, lalu memakainya dengan tenang.

‎‎Setelah selesai, ia berjalan kembali ke tepi ranjang, lalu berbaring perlahan tepat di belakang Celine. Tubuhnya yang besar dan hangat menyatu di belakang punggung wanita itu. Ia mengulurkan lengan kekarnya, melingkarinya perlahan di pinggang Celine, menariknya sedikit lebih rapat hingga punggung wanita itu menempel nyaman di dadanya.

‎"Tidurlah," gumamnya lembut, napasnya hangat menyentuh rambutnya. "Aku di sini. Aman."

Celine hanya diam mendengar kata-kata itu, matanya tidak benar-benar terpejam.

-

-

-

‎‎Matahari pagi menyelinap lembut, namun kedamaian itu pecah saat pintu depan terbuka keras. Valentina melangkah masuk dengan wajah masam dan tegap, tumit sepatunya berdentang tajam di lantai marmer.

‎‎"Mommy!" Leon langsung berlari kecil mendekat, memeluk kaki ibunya erat sekali, wajahnya berseri‑seri namun sedikit cemberut. "Mommy datang! Kemarin si cacing gangguin aku, Mom. Dia bilang Om Don tim dia!"

‎‎Valentina mengusap kepala putranya sekilas tanpa menunduk terlalu dalam, matanya langsung menatap pelayan yang sedang merapikan meja sarapan.

‎‎"Dimana Kakakku?" tanyanya ketus, suaranya meninggi dan penuh penilaian. "Dan wanita yang dia bawa masuk itu? Mana mereka?"

‎‎Pelayan itu menunduk hormat namun tegang, tangannya saling meremas di depan tubuh. "Maaf, Nona Valen... Tuan Damian dan Nyonya Celine belum turun. Mereka belum bangun."

‎‎Valentina mendengus kasar, tidak percaya sekaligus marah. ‎"Belum bangun? Sudah jam berapa ini! Pergi bangunkan mereka sekarang! Katakan aku menunggu di sini!"

‎‎Wajah pelayan itu langsung pucat pasi, menggeleng pelan tak berani. "Maaf... saya tidak berani, Nona. Tuan Damian pernah bilang, selama dia belum turun sendiri, tidak ada yang boleh mengganggu ketenangannya. Apalagi masuk ke kamar mereka..."

‎"Berani kau menolakku?" Valentina mendengus, matanya menyala marah. "Aku ini adik kandungnya! Lakukan sekarang, atau kau yang akan menyesal!"

-

-

-

Bersambung...

1
〈⎳ FT. Zira
sulit Cel... mana dia bos nya
🍓ADIRA🍓
Yuuhuuuuu 💃 selamat buat kalian berdua yang mau jadi orang tua 🤗
🍓ADIRA🍓
Etdah ini si nona,,, masih aja banyak bacot gak jelas 🙄🙄🙄 perlu diseruduk banteng dulu kayaknya 😂😂😂
🍓ADIRA🍓
bakalan ada Don junior kah 😱
〈⎳ FT. Zira
kecebong sudah berkembang beneran kann🤭
🍓ADIRA🍓
Kalaupun si Matt tak balik, masih ada yang nganggur di depan mu noh Val 😂😂😂
🍓ADIRA🍓
Masih aja dirimu Val /Proud/
〈⎳ FT. Zira
bales aja Cel.. doakan juga yaa sambil ngelus perut🤣
〈⎳ FT. Zira
ketika kekakuan berubah menjdi jelly🤭🤭
🍓ADIRA🍓
Kwkwkwkwk... diriku cuma intip dikit Thoorrr 🫣😂😂
🍓ADIRA🍓: Diriku masih polos Thorrrr 😂😂 janganlah kau nodai dengan kelakuan messyyumm si Revan 😂😂😂
total 2 replies
🍓ADIRA🍓
jawab apa hayo 😂😂😂
🍓ADIRA🍓
Seketika Val pun lupa dengan gengsinya 😂😂😂
🍓ADIRA🍓
Pamer 🤮🤮🤮
🍓ADIRA🍓
Oh si remote toh 😂😂
MamDeyh
Aku bukan bocil tp emak yg punya bocil, jadi boleh yaaa/Grin/
🔥Violetta🔥: boleh banget... diwajibkan malah /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
🍓ADIRA🍓
Siapa. pulak ini /CoolGuy/
🍓ADIRA🍓
Yeeee suka^ Oma donk /Tongue/
MamDeyh
Siapa itu yaaaa
🍓ADIRA🍓
Nah 👏👏👏
🍓ADIRA🍓
Semoga si Oma melunak kali ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!