Indonesia
NovelToon NovelToon
SISI LAIN SUAMIKU, DEAN GALANG WIJAYA

SISI LAIN SUAMIKU, DEAN GALANG WIJAYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Park ha

Sinta Aniswari (23) dulunya adalah mahasiswi kedokteran paling ceria dan cerewet se-FK.
Sampai ayahnya bangkrut dan satu-satunya cara menyelamatkan rumah sakit keluarga adalah dengan menikahi Dean Galang Wijaya (30).

Pengusaha muda, perfeksionis, kaku seperti robot, dan sedingin kulkas dua pintu.

Dua tahun menikah tanpa cinta. Sinta berubah menjadi Nyonya Wijaya yang anggun dan penurut. Dari luar, semua orang mengira ia adalah istri yang tidak disayang. Pernikahan yang kaku seperti dua orang asing yang tinggal di rumah yang sama.

Sampai mereka tau sisi lainnya.

Bahwa Dean yang kaku itu ternyata menjadwalkan segalanya. Bahkan untuk menyentuh istrinya. Satu bulan empat kali. Setiap tanggal 5, 12, 19, dan 26. Jam 21.00 tepat.
Dan selalu diawali dengan kalimat yang sama, dengan wajah datar yang sama:

"Apa mau main?"

Sinta pikir pernikahan ini hanya soal peran. Sampai Dean yang kaku itu mulai membuatnya bingung, berubah menjadi lebih aktip.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Park ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SISI LAIN SUAMIKU_DEAN GALANG WIJAYA BAB 27 — INVESTIGASI ANITA DAN INTEGRASI

SISI LAIN SUAMIKU_DEAN GALANG WIJAYA

BAB 27 — INVESTIGASI ANITA DAN INTEGRASI JANTUNG DI PERPUSTAKAAN

Langkah kaki Sekretaris Anita terdengar cepat dan memburu di atas lantai marmer premium koridor lantai tiga puluh lima. Wajahnya yang semula merah merona kini pucat pasi. Map biru di pelukannya diremas begitu erat, seolah menyalurkan rasa malu dan kesal yang bergolak di dalam dadanya.

"Tolong panggil istri saya Nyonya Wijaya. Dia tidak lagi menggunakan nama belakang keluarganya di lingkungan kerja ini."

Suara bariton Dean yang dingin dan tanpa kompromi itu terus terngiang-ngiang di telinganya. Kalimat itu bukan sekadar koreksi biasa, melainkan sebuah barikade baja yang sengaja dibangun Dean untuk menegaskan posisi wanita tersebut.

"Nyonya Wijaya... dari keluarga Aniswari," bisik Anita ketat saat sudah kembali ke meja kerjanya. Dia melirik sekilas ke arah pintu ruang kerja sang CEO yang tertutup rapat, lalu beralih pada instruksi pemindahan mejanya besok pagi. Itu adalah hukuman mutlak karena dianggap terlalu mencampuri urusan domestik atasan.

Rasa penasaran dan gengsi yang terluka membuat jemari Anita bergerak di atas kibor komputernya. Sebagai sekretaris utama, dia memiliki akses terbatas ke manifes kurir eksternal. Dia membuka data pengiriman barang dari Rumah Utama pagi tadi.

Nama Pengirim: Kediaman Utama Aniswari.

Nama Penerima: Dean Galang Wijaya (Pribadi).

"Tidak ada nama lengkap istrinya di sini," gumam Anita sambil menggigit bibir bawahnya. Nama keluarga Aniswari di kalangan konglomerat memang dikenal sebagai salah satu dinasti di bidang medis dan jaringan rumah sakit swasta. "Jadi, Pak Dean menikahi salah satu putri dari keluarga Aniswari? Tapi siapa? Setahuku putri mereka ada yang masih kuliah."

Anita menyipitkan mata. Jiwa kompetitifnya yang tidak sehat mulai merancang rencana baru. Jika dia tidak bisa mendekati Dean secara langsung di kantor karena pembatasan jarak satu setengah meter itu, maka dia harus mencari tahu titik lemah dari "Nyonya Wijaya" misterius ini melalui koneksi keluarga Aniswari.

Sementara itu, ratusan kilometer dari gedung Wijaya Group, atmosfer di dalam perpustakaan lantai tiga Fakultas Kedokteran terasa jauh lebih tenang, namun tidak bagi Sinta.

Gadis itu masih menelungkupkan wajahnya di atas meja kayu perpustakaan. Kedua telapak tangan menangkup pipinya yang terasa sangat panas. Pesan singkat dari "Mas Robot"-nya benar-benar merusak konsentrasi belajarnya tentang sistem kardiovaskular.

"Semua direksi melihatnya. Sesuai instruksimu, saya sudah mengonfirmasi kepada mereka bahwa itu adalah stempel resmi dari dokter anak."

"Aduh, Mas Dean... kenapa malah diikutin beneran sih?!" bisik Sinta frustrasi campur gemas, kakinya bergerak-gerak kecil di bawah meja. Membayangkan seorang CEO bertangan besi dengan setelan jas miliaran rupiah mengatakan kalimat absurd itu di depan belasan direksi senior membuat Sinta ingin menghilang dari bumi saking malunya.

"Sin? Kamu kenapa sih? Dari tadi gelisah banget kayak pasien gagal ginjal akut," celetuk Rhea, sahabat karib Sinta yang duduk di seberang meja sambil mengunyah ujung pulpennya.

Sinta tersentak dan langsung menegakkan tubuhnya, berusaha memasang ekspresi senormal mungkin. "Hah? Enggak, kok! Ini... ini cuma pusing liat grafik curah jantung di buku."

Rhea menyipitkan mata, menatap Sinta dengan penuh selidik. Tatapannya beralih pada ponsel Sinta yang layarnya masih menyala samar, menampilkan ruang obrolan dengan kontak bernama "Mas Robot".

"Mencurigakan," ujar Rhea, memajukan tubuhnya ke depan meja. "Aku tahu kamu emang udah nikah, Sin. Kamu sendiri yang bilang sebulan lalu pas dapet perjodohan mendadak dari keluarga kamu. Tapi sampai sekarang, kamu masih pelit banget ya gak mau kasih tahu siapa nama suami kamu."

Sinta menelan ludah, buru-buru menyembunyikan ponselnya ke dalam tas dengan gerakan kilat. "Kan udah aku bilang, Rhe... dia itu cuma pegawai biasa yang super sibuk di kantor korporat. Gak penting juga buat diumumin."

"Nggak penting gimana? Kemarin malam aku liat kamu dijemput pake mobil sedan hitam mewah di depan gerbang kampus! Plat nomornya bahkan nomor cantik yang biasanya punya pengusaha kelas kakap," desak Rhea, menaik-turunkan alisnya. "Pegawai kantoran biasa nggak bakal pake supir berjas rapi yang bukain pintu buat penumpangnya ya, Sinta Aniswari. Jujur deh, suami kamu itu sebenarnya siapa? Konglomerat tua ya?"

"Bukan tua! Dia masih muda kok!" sergah Sinta cepat karena tidak terima ketampanan suaminya dihina. Bayangan garis rahang kokoh dan proporsi tubuh tegap milik suaminya langsung melintas di kepala. Namun sedetik kemudian, Sinta langsung menutup mulutnya rapat-rapat saat menyadari dirinya kembali keceplosan.

Rhea langsung tersenyum kemenangan. "Nah, bener kan! Masih muda, kaya raya, dan misterius. Kenapa sih harus dirahasiain banget? Takut aku rebut, ya?"

"Ih, bukan gitu! Pokoknya ada alasan internal keluarga," elak Sinta asal, langsung berdiri dari kursi untuk menghindari interogasi lebih lanjut dari sahabatnya yang tahu status pernikahannya namun buta akan identitas sang suami. Ponsel di dalam tasnya kebetulan kembali bergetar, memberinya alasan sempurna untuk kabur. "Eh, Rhe, aku ke toilet sebentar ya! Ada telepon penting!"

Di koridor perpustakaan yang sepi, Sinta menyandarkan punggungnya ke dinding pembatas. Dia mengembuskan napas lega, lalu membuka pesan baru yang masuk. Ternyata ada sebuah notifikasi dari rekening banknya.

Transfer Masuk: Rp 50.000.000

Berita: Dana operasional domestik dan suplemen sodium.

Sinta membelalakkan mata melihat nominal angka nol yang berjejer di layarnya. Sedetik kemudian, sebuah pesan menyusul dari nomor Dean.

[Mas Robot]: Dana operasional untuk pengganti bekal hari ini. Tolong kurangi takaran garam pada ayam teriyaki selanjutnya untuk menjaga stabilitas tekanan darah.

Sinta yang tadinya tegang karena Rhea hampir mengorek informasi, kini malah menahan senyum lebar sampai matanya menyipit.

"Kaku banget sih jadi orang," gumam Sinta pelan, jemarinya dengan cepat mengetik balasan.

[Sinta]: Ih, itu kebanyakan, Mas! Lagian itu kan bekal permohonan maaf, gak usah diganti pake uang juga kali. Tapi makasih ya, suamiku yang super efisien. Nanti takaran garamnya aku hitung pake timbangan analitik laboratorium sekalian! 😝

Di lantai tiga puluh lima, Dean yang baru saja akan melangkah masuk ke ruang kerja utamanya menghentikan langkah. Dia menatap balasan pesan dari Sinta. Kata "suamiku" yang tertulis di sana memberikan stimulasi aneh pada denyut jantungnya—sebuah anomali medis yang tidak bisa dia jelaskan dengan rumus matematika atau analisis efisiensi manapun.

"Sistem yang sangat tidak logis," bisik Dean pada dirinya sendiri. Namun, pria dingin itu tidak menghapus pesan tersebut, melainkan menyimpannya di dalam folder terenkripsi khusus di ponselnya.

1
Park ha
libur dulu... gi gak ada ide wkwkwk🙏🤭
falea sezi
🤣🤣malu yeee q kirim hadiah biar up makin banyak🤣
falea sezi: lah kenapa libur thor🤭
total 2 replies
mamah fitrilia
🤣🤣🤣🤣🤣
Park ha
🤭🤭🤭
falea sezi
lanjut q krim hadiah
falea sezi
🤣🤣 lempeng amat pakk dean🤭
falea sezi
nyimak bagus q kirim hadiah nih
Lea
Lanjut 🥳🥳🥳🥳🥳🥳🥳
mamah fitrilia
🤣🤣🤣🤣🤣
Park ha: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
mamah fitrilia
wkwkwkw... asli ngakak dengan karakter pak Dean.. lucu banget sih ya🤣🤣🤣🤣
Park ha: 🤭🤭🤭🤭🤭 jangan lupa like ya kak oh ya boleh kasih ulasan hehehe ... tar aku update sehari 1 bab dulu.. soalnya masih nulis yang Toxic and control juga...hehehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!