demi mendukung karier suaminya Arga Prasetyo, Ariana rela menikah selama delapan tahun secara diam-diam. Ariana menemani Arga berjuang di perusahaan nya tapi balasan yang didapatnya adalah perselingkuhan, bahkan pelakor itu terang-terangan menantang nya.
setelah menyiapkan perceraian dan pergi dengan tenang ternyata Arga menolak untuk melepaskan nya. hingga seorang laki-laki lain datang membuka babak baru untuk nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
"sayang aku mencintaimu". Arga langsung memeluk Ariana begitu erat, tapi dengan cepat Ariana mendorong Arga begitu kuat hingga Arga mundur ke belakang.
Ariana berbalik langsung naik ke kamar mereka, Arga yang mendapat penolakan langsung menghela nafas panjang kesal, tapi tetap mengikuti sang istri dari belakang.
ketika sampai di dalam kamar, Arian langsung mulai membersihkan makeup nya didepan cermin. Didalam walk in closet.
"biar aku bantu sayang". Tawar Arga pada istrinya yang sedang melepas antingnya.
"tidak usah, aku bisa sendiri". Tolak Ariana berbalik menatap Arga dengan tatapan datar.
'kalau kamu berani menyentuh ku lagi dengan tangan kotor mu dan bekas wanita pelakor itu, aku jamin akan mencampurkan racun di kopi mu'. Batin Ariana mulai membuka satu antingnya lagi.
"kalau begitu aku tunggu di tempat tidur, kalau butuh bantuan segera panggil aku yah". Ariana tidak menjawab bahkan tidak menganggukkan, Arga hanya tersenyum dan langsung beranjak dari sana.
"meskipun aku butuh bantuan, tapi aku tidak akan pernah memanggil mu, walau mati sekalipun". gumam Ariana menatap kepergian suaminya.
Setelah semuanya selesai dan berganti pakaian dengan baju tidur, Ariana segera berjalan ke tempat tidur, tapi Arga mencegatnya dengan membawa sebuah handuk ditangannya.
Tatapan Arga begitu dalam menatap Ariana, dengan perlahan ingin mengelap badan Ariana menggunakan handuk kecil yang sudah dibasahi itu tapi sebelum menyentuh, Ariana langsung menepis tangan Arga.
Tak tinggal diam, Arga langsung memeluk Ariana dari belakang sambil membenamkan kepalanya pada leher Ariana, Aroma khas Ariana tercium di hidung Arga hingga pria itu memejamkan matanya menikmati bagaimana harum nya sang istri.
mata Arga sudah kabur karena gairah, tapi Aruna menghentikannya.
"pinggang ku sakit, jadi Jangan macam-macam. Aku tidak bisa meladeni mu". kata Ariana Ingin melepaskan pelukan Arga tapi Arga memeluknya begitu erat seakan tidak ingin melepaskan nya.
"kalau begitu aku akan pelan-pelan sayang". Bisik Arga tepat ditelinga Ariana, hal itu membuat wanita itu merinding karena sepertinya Arga sudah dipenuhi gairah liar nya.
"lepas!!!" Ariana terus mencoba melepaskan dirinya dari pelukan Arga.
"aku pengen sayang". Lirih Arga nyaris tak terdengar.
"aku tidak mau disentuh dari bekas perempuan lain, aku juga tidak mood. Jadi cepat lepaskan aku". Ariana mencoba memajukan kepalanya kedepan agar Arga tidak terus mencium leher nya.
Dan hal itu berhasil, Arga langsung melempar handuk kecil yang dipegangnya. "tidur lah...aku juga tidak mood karena selalu saja membahas hal yang tidak penting". Arga langsung keluar kamar meninggalkan Ariana yang masih membelakanginya.
Ariana berbalik melihat kepergian Arga, tangannya terkepal kuat menahan jijik yang sejak tadi melanda nya.
'sebelum masa tunggu selesai, jangan sampai Arga tau jika dia sudah menandatangani surat perjanjian perceraian itu, aku tidak mau semua usahaku akan berakhir sia-sia'. batin Ariana.
Dengan rasa jijik Ariana melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, sesekali tangannya di gosok di leher nya menghapus bekas Arga yang sempat tadi mengendus nya.
Ariana langsung melepaskan pakaian tidur nya dan menyalakan air untuk mandi agar bekas Arga hilang dari tubuhnya.
* * *
"bagaimana tadi malam ? Arga tidak macam-macam dengan kamu kan ?". Tanya Mery yang saat ini duduk didepan Ariana di sebuah cafe.
Ariana meletakkan cangkir yang berisi kopi ke meja didepannya nya. "kamu tenang saja, walau sempat Arga ingin berbuat mesum tapi aku langsung mencegahnya. Tapi kali ini aku harus berpura-pura menjadi ibu rumah tangga yang baik. Setelah masa perceraian berakhir maka aku akan pergi meninggalkan nya. itupun dengan terpaksa aku tinggal lagi dirumah itu karena perjanjian dengan Bu Martha yang dua triliun itu". Mery mengangguk mengerti.
"astaga...dia masih memikirkan hal seperti itu saat bersama mu ? Apa dengan selingkuhan nya belum puas ?". Tanya Mery dengan heran bahkan sampai menggelengkan kepalanya.
"entahlah...". Ariana hanya mengangkat kedua bahunya tak tahu.
"oh iya...kamu kan sudah resign, bagaimana kalau kamu melamar pekerjaan di Atmajaya grup, tuan muda Adrian Atmajaya baru pulang dari luar negeri dan aku dengar dia sedang mencari sekretaris karena belum menemukan yang cocok". Mery meraih cangkir kopi dan meminum nya sambil menatap Ariana, setelahnya meletakkan cangkir itu.
Kening Ariana mengerut. "Adrian Atmajaya ?". seketika matanya sedikit membulat tapi langsung sadar jika sahabat nya memperhatikan nya.
"ummm..tuan muda Adrian Atmajaya sangat jarang muncul dan sangat misterius. Pokoknya kamu harus daftar juga sebagai kandidat, dia akan mencari sekretaris utama dan pastinya akan banyak bertemu dengan banyak relasi, itu juga akan membuat kehidupan mu kedepan akan cerah. lagi pula kalau kamu di sisi tuan muda Adrian Atmajaya dengan posisinya jauh diatas Arga, pasti di bisa melindungi mu dari Arga yang gila itu". Mery begitu bersemangat menjelaskan pada Ariana, agar Ariana mau mengikuti sarannya.
Ariana terdiam cukup lama, jari-jari nya saling bertautan. "tapi peluang seperti itu bagaimana bisa jatuh kepada ku, sangat mustahil. Apalagi banyak kandidat lainnya". Ariana terlihat cemberut.
"kenapa tidak mungkin, kamu sudah banyak berpengalaman bahkan Kamu dulu seorang manager dan banyak membangkang proyek. Prasetyo grup bisa maju karena atas jasa mu juga". bibir Mery maju kedepan.
"aku yakin banyak perusahaan yang mau menerima mu karena melihat kemampuan mu selama ini, Arga saja yang tidak bersyukur memiliki wanita sehebat kamu". Lanjut Mey lagi.
Ariana memperbaiki duduknya, dengan satu tangan membawa rambutnya ke belakang telinganya, tatapan nya lurus kedepan.
Mery langsung tersenyum menepuk pundak Ariana pelan. "kamu harus percaya diri dengan kemampuan mu, aku dengar dari teman ku dua hari lagi tuan muda Adrian Atmajaya akan bermain golf, aku akan menyuruh nya mengajak mu dan kamu bisa menunjukkan kemampuan mu". Mery kembali meminum kopinya. Kemudian mengajak Ariana bersulang.
dengan perasaan yang sedikit tenang, Ariana menyambut sahabatnya untuk bersulang. keduanya kembali mengobrol sesekali tertawa.
Sedangkan disebuah perusahaan Atmajaya, Adrian sedang berdiri menatap kendaraan dibalik kaca besar yang terlihat berlalu lalang di bawah sana, walau nampak kecil karena Adrian berada dilantai paling atas.
"tuan....". sang sistem membungkukkan badannya dari belakang.
"bagaimana ?". Tanya Adrian tanpa menoleh sedikit pun, tangannya dibawa kebelakang.
"kami belum menemukan kandidat yang cocok untuk menjadi sekretaris utama, apalagi persyaratan nya memiliki kualitas tinggi dan pengalaman yang cukup lama dan baik". Jawab asisten itu menatap Adrian walau membelakangi nya.
Adria berbalik menatap sangat asisten. "cari lagi".
"kami akan terus mencari nya tuan sampai menemukan yang cocok. Ada beberapa kandidat lagi yang mendaftar nanti saya akan mengirimkan identitas mereka kepada anda". Adrian mengangguk paham dengan apa yang dikatakan oleh asisten nya.
"ah iya...dua hari lagi anda akan bermain golf, ada satu kandidat yang akan bertemu anda disana. Saya sudah menyelidikinya, dia adalah nona yang pernah kita tabrak saat hujan". Lanjut asisten itu lagi.
"dia....".
Bersambung...