Indonesia
NovelToon NovelToon
ALENSKY

ALENSKY

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Action
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sinho

Kembali dengan kisah keluarga Nugraha, kali ini adalah generasi termuda, ALENSKY yang berpindah tempat kuliah untuk sebuah ketenangan, namun pada akhirnya kembali pada pertarungan antara Cinta, Persahabatan dan Kekuasaan.

Perpaduan kisah yang menyeret kita untuk menggunakan emosi dan hati saat membacanya, ada kalanya ketidak Adilan yang lama membelenggu akhirnya harus terlepas oleh seseorang yang punya keberanian.

Persembahan sebuah Novel dari Author Sinho, semoga memberikan kesenangan dan manfaat bagi para pembaca.

Salam, sehat, semangat dan jangan lupa bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alen 13

"Alen!"

Terdengar suara teriakan dari seseorang, rupanya Draja yang memanggilnya.

Alensky berhenti dari langkahnya, menunggu Draja yang senang berlarian ke arahnya, sebenarnya Alensky sudah tigak ingin berteman dengan laki-laki yang egois, tapi kali ini tak tega melihat Draja dengan peluh di wajahnya sedang menghampiri nya.

"Ada apa?" Tanya Alensky sambil melihat Draja yang menyeka keringatnya.

"Apa benar yang mereka bilang?"

"Soal apa?

"Tranaka"

Alensky hanya memutar matanya malas dan berbalik untuk melanjutkan perjalanan, tenaganya habis karena dari pagi berurusan dengan laki-laki yang sedang ingin di bahas oleh Draja.

"Tunggu Alen, aku mohon, jangan mengacuhkan ku lagi"

"Hem, terus?"

"Aku tau aku salah, aku terlalu egois dan tak peduli dengan yang lain, itu karena aku terlalu takut, tapi setelah aku pikir, jika aku berada di dekat mu, rasanya aman"

"Karena aku kekasih Tranaka?"

"Apa?, jadi itu semua benar?" Mata Draja bersinar.

Alensky semakin cepat melangkah menuju ke kantin, kali ini dia tak peduli harus berada di mana, baginya semua kantin sama saja, yang penting rasa haus dan laparnya segera teratasi dengan baik.

Saat Alensky mulai menginjakan kaki ke lantai kantin ekslusif, Draja berhenti, tak lagi melangkahkan kaki di samping Alensky.

"Ada apa?" Tanya Alensky saat menyadari Draja mengatur jaraknya jauh tertinggal di belakangnya.

"Maaf, aku tidak bisa kesana, aku ke kantin di belakang kampus saja"

"Jadi kau tidak ingin berteman lagi dengan ku?" Seketika Alensky mengatakannya.

"Bukan begitu, tapi tempat ini tidak untuk_"

"Tempat ini kantin untuk orang cari makanan dan minuman, sama saja, tidak ada yang berbeda, kau ingin terus jadi pecundang?, pergilah!" Alensky lama-lama kesal juga.

Ada keraguan, dan sepertinya Draja memilih jam aman dengan perlahan meninggalkan Alensky yang masih menunggunya.

Hanya ada gelengan kepala dari Alensky sebelum akhirnya melanjutkan langkahnya, memesan makanan dan duduk di tempat yang dia pilih, tak peduli dengan tatapan mahasiswa lain yang baru datang dan nampak terkejut melihatnya.

"Apa dia tidak salah tempat?"

"Entahlah, pasti sebentar lagi bikin geger tempat ini"

"Wanita kelas rendah tak tau malu"

"Dia mengandalkan Tranaka, mungkin juga sudah melemparkan tubuhnya"

Baru beberapa detik menikmati waktunya, segala perkataan buruk telah di dengarnya, dan Alensky berusaha untuk menahan diri, fokusnya hanya makan dan segera pergi.

Baru saja pesanan datang, Alensky juga belum mulai makan, tiba-tiba saja datang seorang wanita melemparkan piringnya hingga makanannya berserakan di lantai.

PRANK

Seketika suasana menjadi tegang, semua mahasiswa di sana menatap Alensky yang masih berdiam diri.

"Sudah berani menginjakkan kakimu disini?" Meriya Mawardi melipat tangannya sambil berdiri menatap Alensky yang masih duduk di tempatnya.

Alensky berdiri, tidak menatap Meriya sama sekali, menganggap orang di depannya itu tidak ada, lalu kakinya hendak melangkah pergi untuk memesan makanannya kembali.

Meriya tak terima, berani sekali ada orang yang berani-beraninya mengacuhkan keberadaannya, dan tentu saja dia tak akan membiarkan.

Dengan gerakan matanya, Meriya memerintahkan dua temannya, Nirina dan Soraya segera bertindak cepat, menyambar tangan Alensky dan mendorongnya kuat.

BRUG

Terjatuh, tidak ada yang berani menolongnya, semua orang hanya berdiri dan melihatnya, bahkan sebagian segera keluar dari kantin untuk menghindari insiden yang akan terjadi berikutnya.

Berdiri pelan, Alensky sempat mengumpat saya lututnya sedikit perih karena mendarat dadakan di lantai sesaat tadi, dan kini sudah berdiri kembali sambil menatap ke dua wanita yang menunjukkan senyum nya.

"Apa yang kalian lakukan?, kita tidak ada urusan" hanya itu yang ingin di katakan, sebelum akhirnya melangkah kaki kembali.

"Berhenti kau wanita Ja-lang!" Teriakan Meriya sungguh membuat kuping Alensky risih sekali.

Sementara Nirina dan Soraya sudah menghadangnya.

"Aku katakan sekali lagi, kita tidak ada urusan" ucap Alensky.

Meriya berjalan dengan gaya angkuhnya, menempatkan posisi di depan Alensky masih dengan melipat tangannya.

"Kalian semua dengar!, dia ini wanita yang tak tau malu sudah menjebak Tranaka, bahkan menggodanya dengan tubuhnya!" Teriak Meriya.

Alensky masih diam, hanya melihat Meriya yang sekarang tengah beraksi memfitnah nya, setelah ini sepertinya harus di beri pelajaran, batin Alensky.

Huuuu..

Terdengar teriakan dari beberapa mahasiswi mendukung apa yang dikatakan oleh Meriya tanpa mereka tau akan kebenarannya.

"Kau sudah puas melakukan hal itu Meriya?" Ucap Alensky, dan seketika membuat semua orang terdiam.

"Kalau kau tidak puas dengan keputusan Tranaka yang menolak perjodohan dengan mu, tolong selesaikan masalah itu dengannya, bukan dengan ku"

Deg,

Semua terkejut, mereka saling berbisik mendengar kabar yang terucap dari mulut Alensky, dan Meriya seketika merah padam menahan amarahnya.

"Dan semua itu karena kau!, merayunya, menjebaknya dan akhirnya Tranaka tidak bisa berbuat apa-apa!" Teriak nya.

"Oh ya?, bukankah Tranaka memang tidak menginginkan mu dari awal mula?"

"Brengsek!" Teriak Meriya makin tidak terima.

Dengan cepat melangkah maju dan tangannya hampir saja nyentuh wajah Alensky, disaat yang tepat, sebuah tangan mencegah hal itu terjadi.

"Hentikan!"

Terdengar suara, dan rupanya Galen sudah ada disana.

"Lepaskan Galen, jangan ikut campur!' teriak Meriya.

Galen melepaskan, lalu berkata dengan cukup tenang, "Kau tau siapa wanita itu sekarang bukan, kalau Tranaka tau kau menyakitinya, aku tidak tau apa yang bisa terjadi padamu Meriya"

Semua terdiam, kedua teman Meriya terkejut dengan apa yang di katakan oleh Galen, memangnya siapa Alensky bagi Tranaka saat ini?, Tapi Meriya tak menceritakan apapun selain Tranaka yang sudah di jebak oleh Alensky, lalu kenapa kata-kata Galen bisa membuat Meriya diam tak berkutik lagi.

Disaat yang sama, terdengar langkah kaki seseorang, mereka terkejut dan sebagian besar segera pergi untuk tidak berani ikut campur lagi.

Tranaka, terlihat berhenti dan melihat pemandangan yang cukup berantakan di depannya saat ini, lalu satu tangannya memberikan tanda hingga beberapa pelayan kantin datang dan segera membersihkan.

"Ada keributan apa disini?" Tanya Tranaka yang kini berjalan mendekati Galen.

"Makanan Alensky tumpah" jawab Galen, sementara Meriya dan kedua temannya masih diam di tempatnya.

"Sudah aku pesankan, dan makan bersamaku Alen" perintahnya enteng dan melanjutkan langkahnya.

Alih-alih melakukan apa yang di katakan, Alensky justru berbalik dan melangkah pergi meninggalkan kantin, bahkan Vito yang kebetulan berpapasan terkejut melihat bagaimana wanita itu melangkah seolah tak ada orang lain di sekitarnya.

"Tranaka, dia pergi" Galen berucap dan membuat Tranaka menghentikan langkahnya.

Vito yang baru mendekat ikut mengerutkan dahinya, "Dia pergi begitu saja?, ada apa?" Tanya nya.

Galen hanya mengangkat kedua bahunya tanda tak tau ada apa sebenarnya, sedangkan Tranaka menghembuskan nafasnya kesal, lalu berjalan cepat melewati mereka.

"Hei, Naka!" Teriak Vito.

"Sudahlah" cegah Galen saat Vito akan mengejarnya.

Apa nih yang akan terjadi dengan mereka, apa Tranaka keluar untuk mengejar Alensky?

Jawab dong!, jangan lupa LIKE dan VOTE ya.

1
Nurul Ambar
wah mungkin tranaka jodohx alensky
Sinho: Amin, semoga kak😍
total 1 replies
Mutia
Aduh Alen...knp jadi spt wanita murahan...dg gaun yg dibelah....
Sinho: Aken agak membuat sensasi kayaknya kak😍
total 1 replies
Mundri Astuti
dasar samanya berdua ... mang jodoh nya si Ale kali yak 😛
Sinho: makasih komennya kak
total 1 replies
Siti Aisah
kurang -kurang thor lgi seru udah habis aja.. pokoknya sehat selalu🤗
Sinho: makasih kak😍🙏
total 1 replies
Siti Aisah
ternyata naka tak bisa jauh-jauh dari ci cantik ,lanjut sampai begadang aku baca nya thor.... mengejar karya mu 🤗
Sinho: Makasih kak😍
total 1 replies
Siti Aisah
jangan di paksa nnti alensky nanti kabur😄
ismi
lanjut kak,,kok sekarang cuma satu babgk kayak dulu 2/3 bab 😭😭
Sinho: sabar kak, nanti ada Doble up lagi😍
total 1 replies
Siti Aisah
lanjut pinisiran.. awas kau naka ada rahasia antra kamu dan ibu marni😜
Siti Aisah
mulai ....membuat teka teki 🤭
Siti Aisah
belum kapok tu Mak Lampir belum di hajar sm ci cantik
Siti Aisah
naka tenang alen hanya menunggu waktu nanti ci memey bakal memohon ..
Siti Aisah
hajar alen hajar akupun sudah tidak sabar🤭
Siti Aisah
sekali kibas tamat kamu memey
Siti Aisah
tidak tahu saja kalau hati alensky dan tangannya sudah ingin mengacak-acak😜
Siti Aisah
sabar-sabar.. tahan nnti ledakan...
Siti Aisah
wah naka kamu pelecehan, mengambil kesempatan dgn alasan satu milier🤣
Siti Aisah
jeng..jeng Siapakah dia ??
Siti Aisah
ternyata alensky sudah tak perawan lgi bibir mu, bayangkan 2x ayo hajar itu pejantan🤭
Siti Aisah
aku mah ga kasian sma alensky.. pasti di hatinya sudah ingin menghancurkan.. kasian mah ci murni menderita nya kamu selalu di siksa😢
Siti Aisah
lanjut... dasar soplak ci alensky😜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!