Indonesia
NovelToon NovelToon
Masa Berlaku Cintaku Sudah Habis

Masa Berlaku Cintaku Sudah Habis

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / CEO / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:251.4k
Nilai: 4.6
Nama Author: Yam_zhie

Selama sua tahun, Kiara menjalin hubungan dengan Vino, hubungan mereka berjalan dengan sangat baik, bahkan sampai bertunangan. Namun tiga bulan terakhir semua perhatian Vino beralih kepada wanita bernama Shela. Wanita yang katanya adalah keponakan Vino yang baru datang. Kiara meredam cemburu, menelan kekecewaan, dan terus percaya bahwa cinta bisa mengalahkan segalanya.

Namun, pengorbanan ada batasnya. Kebohongan yang terus dikemas rapi akhirnya terkuak saat Kiara menemukan fakta bahwa kedekatan Vino dan Sheila melampaui ikatan keluarga yang selama ini digembar-gemborkan. Di titik itulah Kiaramenyadari, dia bukan sekadar dikhianati, melainkan tak pernah benar-benar dijadikan yang utama.

Tanpa amarah yang meledak-ledak, Kiara memilih meletakkan kembali seluruh perasaannya. Dia mengembalikan semua kenangan dan melangkah pergi. Saat Vino akhirnya tersadar dan mencoba mengejar, Kiara hanya menyisakan satu kenyataan dingin. Masa berlaku cintanya telah habis, dan tidak ada kesempatan kedua

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kiara 4

Keheningan kembali menguasai ruangan setelah suara teriakan Shela perlahan lenyap ditelan pintu lift. Vino mengusap wajahnya yang terasa kaku, mencoba menata napas yang masih berantakan.

"Maaf atas keributan ini, Pak. Saya akan pastikan hal seperti ini tidak terulang lagi." ucap sekretarisnya hati-hati dari ambang pintu.

"Bukan salahmu," balas Vino datar. Dia memijat pangkal hidungnya yang berdenyut hebat.

"Satu hal lagi. Tolong atur pertemuan dengan bagian HRD besok pagi. Saya mau status kerja Shela ditinjau ulang, atau sekalian dipindahkan ke divisi lain yang tidak ada hubungannya dengan saya. Saya tak ingin ada prasangka buruk soal profesionalisme di kantor ini."

"Baik, Pak Vino. Akan langsung saya jadwalkan."

Setelah sekretarisnya berpamitan dan menutup pintu, Vino tidak membuang waktu. Rasa cemas dan penyesalan yang membakar dadanya jauh lebih besar daripada tumpukan berkas di atas meja. Dia tahu, jika dia membiarkan hari ini berlalu begitu saja tanpa kepastian, Kiara mungkin benar-benar akan menghilang dari hidupnya. Dan dia akan kehilangan Kiara untuk selamanya. Dia tak akan pernah mau kehilangan Kiara.

Sore menjelang terasa begitu lama bagi Vno, bahkan dia sampai tak bisa fokus dengan pekerjaannya. Beruntung hari ini tak ada meeting atau bahkan tak ada hal yang terlalu penting selain memeriksa berkas-berkas. Vino membereskan barang-barangnya, menyambar kunci mobil, lalu melangkah keluar.

Sore itu, Vino sudah memarkirkan mobilnya di tempat parkir kantor Kiara, setengah jam lebih awal dari jam pulang kerja yang biasa. Sudah lebih dari tiga bulan ini dia jarang menjemput Kiara. Karena dia lebih sibuk bersama dengan sepupunya itu. Bahkan tiga bulan terakhir juga waktu dia untuk Kiara hanya sedikit. Tidak seperti sebelumnya, bahkan pesan dari Kiara sering dia abaikan atau lambat di balas karena Shela yang selalu menempel dan mengambil semua perhatiannya.

Pikirannya melayang pada momen-momen manis bersama Kiara. Wanita itu tidak pernah meminta hal-hal yang rumit. Kiara hanya menginginkan kehadiran dan ketegasan dari Vino. sesuatu yang justru kerap Vino abaikan demi rasa kasihan yang salah tempat pada Shela. Kiara hanya ingin kepastian hubungan mereka. Jangan tanyakan hatinya, karena hatinya jelas milik Kiara, wanita yang sangat dia cintai namun tanpa sadar sekarang sering dia sakiti.

Goblok kamu, Vin, maki Vino pada dirinya sendiri dalam hati. Jemarinya mencengkeram kemudi hingga membiru.

Tepat pukul lima sore, arus karyawan mulai mengalir keluar dari lobby gedung. Vino dengan cepat keluar dari mobil, berdiri tegak di dekat kap mesin dengan jantung yang berdegup kencang bak ditabuh drum. Wajahnya yang pucat dan matanya yang sembab menatap lekat-lekat ke arah kerumunan.

Dan di sana dia melihatnya.

Kiara berjalan keluar bersama seorang rekan kerjanya. Wajah cantiknya tampak lelah, dan tidak ada lagi binar hangat yang biasanya selalu terpancar tiap kali wanita itu bersiap untuk pulang. Kiara mengenakan blazer krem kesayangannya, hadiah ulang tahun dari Vino tahun lalu yang kini terasa seperti tamparan keras bagi pria itu.

"Kiara..." panggil Vino setengah berlari mendekat, memotong jalan Kiara sebelum wanita itu melangkah menuju area pangkalan taksi.

Kiara menghentikan langkahnya. Matanya bersirat terkejut untuk sepersekian detik melihat kehadiran Vino yang mendadak, lengkap dengan penampilan pria itu yang sedikit berantakan. Namun dengan cepat, ekspresi Kiara kembali membeku menjadi dingin dan tak tersentuh.

"Mau apa kamu ke sini, Vino?" tanya Kiara datar, tanpa ada sedikit pun kehangatan dalam suaranya.

"Aku... aku jemput kamu, Ra," suara Vino bergetar. Dia tidak peduli dengan beberapa rekan kerja Kiara yang mulai melirik penasaran.

"Tolong kasih aku kesempatan buat bicara. Cuma lima menit, Ra. Aku mohon..."

Kiara menghela napas pendek, menatap Vino dengan pandangan yang membuat dada pria itu makin terasa sesak.

"Nggak ada yang perlu dibicarakan lagi. Bukannya kamu sibuk ngurusin sepupu kamu? Jangan sampai dia kesepian atau kena hujan lagi, Vin."

"Aku udah blokir dia, Ra!" potong Vino cepat, suaranya sarat akan rasa putus asa.

"Aku putus semua akses dia ke aku. Aku bahkan minta HRD buat pindahin dia! Ke bagian lain yang tak berkaitan dengan aku!"

Kiara diam. Tidak ada reaksi histeris atau lega di wajahnya, hanya tatapan lelah yang makin dalam.

"Kenapa baru sekarang, Vin? Kenapa harus nunggu aku nyerah dulu baru kamu sadar?"

"Karena aku bodoh, Ra! Aku buta dan aku terlambat!" Air mata yang sejak tadi ditahan Vino akhirnya menetes juga di depan gedung kantor yang ramai itu. Pria yang biasanya selalu menjaga citra tegasnya kini berdiri pasrah dan hancur di hadapan tunangannya.

"Aku nggak minta kamu langsung maafin aku hari ini, tapi tolong... pulang bareng aku. Biarkan aku antar kamu pulang dengan selamat. Tolong jangan batalkan pernikahan kita, Kiara... Aku nggak bisa kalau nggak ada kamu. Aku sangat mencintai kamu, Kiara,"

Kiara memandangi Vino lama. Dia melihat mata sembab pria di hadapannya, mendengar nada keputusasaan yang jujur tanpa kebohongan, dan sadar bahwa Vino telah mengambil tindakan tegas yang selama ini selalu dia tuntut. Benteng pertahanan di mata Kiara perlahan retak, meski luka di hatinya belum sepenuhnya sembuh.

"Masuk ke mobil," bisik Kiara pelan, akhirnya memecah keheningan. "Kita bicara di rumah."

Napas Vino yang sejak tadi tertahan akhirnya berhembus lega, meski rasa cemas masih membebat dadanya. Dengan sigap dia membukakan pintu penumpang depan untuk Kiara, melindunginya seolah wanita itu adalah hal paling rapuh dan berharga di dunia. Kiara masuk tanpa bersuara, memasang sabuk pengaman, dan memalingkan wajahnya menatap ke luar jendela.

Vino bergegas memutar ke kursi pengemudi. Begitu pintu mobil tertutup, keheningan yang serasa menekan dada langsung memenuhi kabin.

Vino melajukan mobilnya membelah kemacetan sore dengan sangat hati-hati. Jemari tangan kirinya beberapa kali gemetar, ingin menggapai jemari Kiara yang tertaut kaku di atas pangkuannya, namun dia menahan diri. Dia tahu batas. Dia tahu Kiara memberinya kesempatan naik ke mobil bukan berarti wanita itu sudah melupakan luka semalam dan mungkin hari-hari sebelumnya selama tiga bulan ini.

"Ra..." suara Vino memecah kesunyian, pelan dan sarat kecanggungan.

"Kamu mau makan dulu? Tadi siang juga kamu nggak jadi makan di luar kan?"

"Langsung pulang aja, Vin. Aku lelah," sahut Kiara singkat, matanya tetap terpaku pada bayangan lampu-lampu kota yang mulai menyala di balik kaca window yang basah oleh gerimis tipis.

"Baik," bisik Vino pasrah.

1
Parti Craz16
thor kalau bikin nama tu yg jelas ini gonta ganti mulu nama ibunya shela
𝐃ITA💋𝐀𝐍𝐍𝐈𝐕⑤🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
😎😎
𝐃ITA💋𝐀𝐍𝐍𝐈𝐕⑤🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
aneh nih authornya sejak kapan sheila jadinya pak heru..

trus ko vino jadi anak bungsu..
bukannya rania anak bungsunya..

udah gitu ibu sheila juga namanya gnti ganti mulu,, nama nya reni dadi rita.. coba autornya baca lagi deh..
Amalia 3
panas panas.. haredang 😎
Ellya Muchdiana
Nama bapak Vino kok ganti2 ada nama Heru ada juga Dimas, jadi yg benar yg mana?
Amalia 3
mau kondangan dulu ah.. mau ngucapin selamat sama Kiara & mas Gabriel 🥰
Yam_zhie: aseeekkkk💃💃💃
total 1 replies
Hurul Waton
nama tokohnya kok berubah2
pp vino itu pak didepan pak dimas tpi kok makin kesini berubah jadi pak heru
temannya kiara itu nadia di kantor pusat yang awal masuk nadia tpi pas mw makan bareng berubah jadi maya
trus mmnya shela didepan ibu reni tb2 berubah jadi ibu rika
yang benerx yg manah nech???
Ellya Muchdiana: Nama ibunya Sheila berubah2 ada nama Salma, Rika, Rini n Tika, jadi yg benar yg mana?
total 1 replies
Hadi Mulyono
kondangan yuk .sayangnya kita ga di undang
Parti Craz16
thor namany yang benar yang mana bingung yg baca ini
Hadi Mulyono
somplak vino otaknya
Hadi Mulyono
padahal vino pernah JD gembel tp ga ingat dia .malah belain trs ular
Hadi Mulyono
kata benci Shela ternyata masih ngasih duit ..ya tuhan dah ga ngerti pikiran vino .yg baca ikut di bodohin SM vino
Hadi Mulyono
ada orang kaya vino
Hadi Mulyono
capek sendiri liat akting Shela ga udah udah
Lupa Nama
oak nama bapaknya vino heru apa dimas
Hadi Mulyono
td BPK vino namanya pak Heru .sekarang pak Dimas ..Mak nya Shela Tika apa rini
Amalia 3
Mak Lampir lagi ngeluarin kartu as nya.. nah si vino pengen gw timpuk aja kepalanya pake batu.. ko ada org bego amat ya.. kelakuannya.. 😎
Hadi Mulyono
ceritanya agak flat ya Thor kurang ada greget .lurus aja ..kisah cinta Kiara jd lempeng
Amalia 3
vino Oneng, udah bawa aja Sheila ke kantor polisi
Surati
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!