Indonesia
NovelToon NovelToon
Batas Obsesi Cegil

Batas Obsesi Cegil

Status: tamat
Genre:Obsesi / Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:54.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rofiwan

Livy adalah definisi nyata dari "cegil". Selama dua tahun di SMA Wijaya, dia melakukan segala cara ekstrem untuk memenangkan hati Galang, kapten tim basket yang sedingin es. Livy menempel padanya bak perangko, membuatkan bekal setiap hari, hingga melabrak siapa saja yang mendekati Galang. Namun, Galang selalu merespons dengan tatapan sinis serta perkataan yang menyakitkan.

Puncaknya terjadi di hari ulang tahun Galang yang ke-17. Hadiah rajutan tangan Livy dibuang ke tempat sampah di depan umum. Malam itu, Livy sadar dia telah kehilangan harga dirinya. Dia memutuskan untuk berhenti mengejar Galang secara total.

Galang menyadari dia merindukan kehadiran Livy, semuanya sudah terlambat ketika teman masa kecilnya Livy datang ke sekolah sebagai murid pindahan. Livy sudah menutup hati pada Galang, dari situ giliran Galang yang harus menurunkan harga dirinya, mengejar Livy yang telanjur menjauh.

Sebuah pertanyaan, apakah Galang mampu merebut hati Livy?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengorbanan Livy 07.

Jarum jam di dinding kamar Livy sudah menunjuk ke angka tiga pagi. Di bawah temaram lampu belajar, kamar itu tampak seperti kapal pecah.

Gulungan benang wol merah tua berhamburan di lantai, beradu dengan bungkus camilan kosong dan cangkir kopi ketiga yang sudah dingin.

Livy meringis saat jarum rajutnya kembali menusuk ujung jari telunjuknya. Tetesan darah kecil muncul. Tanpa peduli, ia mengulum jari itu sebentar untuk menghentikan perih, lalu menempelkan plester luka baru. Itu adalah plester ketujuh di tangannya minggu ini.

Jari-jarinya kaku, pegal, dan kapalan. Namun, matanya yang menghitam karena kurang tidur berhari-hari tetap menatap tajam pada syal wol yang hampir selesai di pangkuannya.

"Sedikit lagi," bisik Livy pada diri sendiri, suaranya parau. "Galang harus pakai ini di ulang tahunnya. Cuma punya saya. Nggak boleh ada yang lain."

Obsesi.

Orang-orang di SMA Wijaya menyebutnya cegil—cewek gila—karena caranya mencintai Galang yang berada di luar batas wajar. Tapi Livy tidak peduli. Baginya, menyelamatkan Galang dari bahaya adalah tugas suci. Terutama sekarang, saat ancaman nyata itu datang dalam wujud Kiara.

Kiara. Murid baru yang baru dua hari kemarin menginjakkan kaki di SMA Wijaya, tapi sudah bertingkah seperti ratu. Livy tidak bodoh. Informasi yang ia dapatkan dari memata-matai rumahnya itu tidak salah: Kiara sengaja dipindahkan ke sekolah ini atas perintah ayahnya. Misi Kiara jelas, masuk ke dalam lingkaran terdalam Galang untuk memanfaatkan posisi keluarga cowok itu.

Livy tahu ia harus bertindak cepat sebelum Galang masuk ke dalam jebakan Kiara. Dan pesta ulang tahun Galang malam minggu adalah medan perangnya.

**

Matahari pagi belum sepenuhnya terik saat Livy tiba di sekolah. Dengan lingkaran hitam di bawah mata yang disamarkan concealer tebal dan plester di sekujur jarinya, ia berjalan tegap menyusuri koridor. Di tangannya, sebuah kotak kado beludru hitam didekap erat.

Langkah Livy terhenti di dekat loker koridor utama. Pemandangan di depannya membuat darahnya mendidih.

Kiara sedang berdiri di depan Galang. Gadis baru itu tersenyum manis, memegang sebuah kotak bekal yang dihias pita merah. Galang, dengan sikap cueknya yang biasa, hanya mendengarkan sambil sesekali mengangguk.

"Galang, ini saya buatin sandwich untuk sarapan. Dimakan, ya?" suara Kiara terdengar manja, cukup keras untuk didengar orang-orang di koridor.

Livy maju beberapa langkah, menyipitkan mata. Jiwa protektifnya langsung mengambil alih. Ia tidak akan membiarkan ular bermuka dua itu menyentuh Galang.

Sebelum Galang sempat menerima kotak itu, Livy sudah menyelinap di antara mereka berdua. Ia merebut kotak bekal dari tangan Kiara dengan gerakan kilat, lalu melemparnya ke dalam tempat sampah besar di sebelah loker.

BRAK!

Suasana koridor mendadak hening. Beberapa murid yang lewat langsung berhenti untuk menonton.

"Livy! Apa-apaan sih kamu?!" Galang terkejut, alisnya menukik tajam menatap Livy.

Kiara langsung memasang wajah terzalimi, matanya berkaca-kaca dalam hitungan detik. "Livy... kamu kok jahat banget? Saya cuma mau ngasih sarapan ke Galang..."

Livy mendengus remeh, menatap Kiara dari atas ke bawah dengan pandangan menghina. "Sarapan? Atau racun dari bokap kamu?" Sembur Livy langsung, membuat wajah Kiara sempat pias sedetik sebelum kembali ke mode korban.

Livy kemudian berbalik menghadap Galang. Ia meraih tangan cowok itu, tidak peduli pada tatapan risih Galang. "Lang, dengerin saya. Jangan pernah makan apa pun dari dia. Jangan pernah deket-deket dia. Dia itu cuma disuruh ayahnya buat manfaatin kamu!"

Galang menghela napas berat, melepaskan cengkeraman tangan Livy yang dipenuhi plester luka. Mata Galang sempat tertuju pada jari-jari Livy yang rusak, ada kilat rasa aneh dan kasihan di sana, namun ia tutupi dengan kekesalan.

"Liv, stop bikin drama gila di sekolah. Kiara itu anak baru, dia nggak tahu apa-apa," kata Galang dengan nada dingin yang menusuk. "Dan tangan kamu... kenapa lagi itu? Kamu nyiksa diri kamu sendiri lagi?"

"Ini demi kamu, Lang! Cuma saya yang peduli sama keselamatan kamu!" seru Livy, suaranya mulai bergetar karena frustrasi dan lelah yang menumpuk.

"Saya nggak pernah minta, Livy," ucap Galang datar. Ia kemudian menatap Kiara. "Sorry soal bekalnya, Kiara. Nanti saya ganti di kantin." Galang berbalik dan berjalan pergi, meninggalkan Livy yang berdiri mematung di koridor.

Kiara mendekat ke telinga Livy, senyum manisnya berubah menjadi seringai penuh kemenangan yang hanya bisa dilihat oleh Livy. "Udah gila ya kamu? Mau segila apa pun kamu usaha, Galang tetep bakal masuk ke kantong saya," bisik Kiara teramat pelan, lalu berjalan menyusul Galang dengan langkah anggun.

Livy mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga plester di jarinya hampir terlepas. Rasa perih di fisiknya tidak sebanding dengan gemuruh di dadanya.

"Kita lihat malam minggu di pesta ulang tahun nya Galang, Kiara," desis Livy, matanya menatap tajam punggung Kiara yang menjauh. "Saya bakal pastiin kamu hancur sebelum kamu sempat nyentuh Galang lebih jauh."

Livy memeluk kotak beludru hitamnya lebih erat. Di dalamnya, syal wol rajutan tangannya yang penuh darah dan peluh sudah siap. Pesta ulang tahun Galang lusa nanti bukan sekadar perayaan, melainkan awal dari perang yang akan Livy menangkan.

......................

...****************...

To be continue,

1
Syifa Azhar
Karin siapa nih?? kok tiba-tiba muncul nama beda typo kah😂
kadang temen nya livy juga sering ganti nama dari fanya jadi lazma😂😂
Rofiwan: karin tokoh sampingan baru yang muncul sesaat kak, circle livy ada 3 kak. Fanya, Lazma dengan Mayang.
total 1 replies
memei
saya saya kurang enak bgt di bacanya
memei
kata saya saya saya ,gak enak banget di bacanya
Rofiwan: iya maaf kak, kalau kurang enak dibaca🙏 di bab pertengahan cerita sudah jadi bahan evaluasi dan panggilan saya kamu udah diganti.
total 1 replies
memei
sebenarnya pasti banyak cowok yg iri PNGN jadi Galang yg di cintai cewek secara ugal ugalan
𝐈'𝐦𝐄𝐥𝐥𝐢𝐞𝐍𝐨𝐭𝐋𝐢𝐞🔮
HO OH! kek begituu jadi cewekk, laki-laki nggak cuma dia piwisss
𝐈'𝐦𝐄𝐥𝐥𝐢𝐞𝐍𝐨𝐭𝐋𝐢𝐞🔮
Ulalala....
𝐈'𝐦𝐄𝐥𝐥𝐢𝐞𝐍𝐨𝐭𝐋𝐢𝐞🔮
Ya jujurr aja, kalau gue jadi Galang juga gue risih bjirr.
Syifa Azhar
sering typo kadang kelas XII kadang kelas 9🙄
Rofiwan: aku nulisnya tengah malam kak🤣
total 1 replies
Syifa Azhar
kalau sudah tiada baru terasa 💃💃
Syifa Azhar
ini kan yang kamu harapkan terus kenapa harus merasa aneh Galang?
Syifa Azhar
good jadi wanita kudu harga diri👍👍👍
Syifa Azhar
nah gitu dong,👍👍
berdirilah dimana kamu dihargai💪
Syifa Azhar
jika tidak di harapkan jangan datang💪
Syifa Azhar
jangan jatuhkan harga dirimu sedemikian rupa Ivy,cinta boleh bodoh jangan😂
Syifa Azhar
peduli boleh tapi gak gitu juga vy🙄
Syifa Azhar
gimana Galang gak ilfil sama kamu Ivy,kalau sikapmu seperti emang bener Galang bilang kamu cewek psikopat 😬
Syifa Azhar
siapa lagi Rangga???salah nama apa ceritain pemeran baru?
Syifa Azhar
susah memang kalau berurusah sama orang yang sudah kategori "obsesi jiwa"😂
Syifa Azhar
ceritanya menarik,cuma terlalu formal untuk bahasa sehari-hari dilingkungan sekolah, kata-kata saya bisa di ubah aku,kamu mungkin biar lebih enak cerita nya 😂
Rofiwan: iya kak, aku akui emang formal dan kaku banget, tapi bab bab kesananya udah ku ubah kok. yang bab-bab awal pondasi cerita aku memang memilih ga revisi bab nya😄
total 1 replies
Syifa Azhar
jiwa muda yang masih penuh tantangan,dimana ego dan gengsi saling beradu😂
coba kita lihat seberapa keras perjuanganmu Ivy sampai kamu menyadari arti perjuangan mu benarkan cinta atau hanya sekedar obsesi🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!