Indonesia
NovelToon NovelToon
Aku Bisa Tanpamu

Aku Bisa Tanpamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Patahhati / Balas Dendam / Konflik Rumah Tangga-Pembalasan dendam
Popularitas:333.5k
Nilai: 4.6
Nama Author: Pena April

Saat pertama Kali menikah dengannya, dia begitu menyayangi ku dan memperlakukan ku seperti ratu. Namun dua tahun terakhir sikapnya beruba. Dia selalu mengomentari penampilanku yang menurutnya tidak menggairahkan dan tidak bisa merawat diri. Dia selalu mempersalahkan penampilanku yang setiap hari memakai daster dan jarang dandan kadang bau dapur dan asap.

Bukannya aku tidak bisa berdandan atau tidak mau berdandan, tapi pekerjaan ku mengurus rumah tangga tak henti-hentinya, mana sempat aku berdandan dan mengurusi penampilanku, belum lagi uang yang dia berikan tak pernah mencukupi kebutuhan bagaimana aku bisa merawat diri.

Aku juga harus mengurus keluarga mas Deni yaitu ibu dan adiknya Sinta karena mereka juga tinggal bersamaku dan suamiku, mereka tak pernah menghargai ku. Mereka selalu menganggap ku pembantu. Aku selalu sabar menghadapi mereka, hingga akhirnya mas Deni pulang dengan membawa seorang wanita cantik dan sexy dan ternyata itu adalah selingkuhannya sekaligus calon istri barunya dan akhirnya mas Deni menceraikanku karena dia mendapatkan wanita yang lebih cantik dariku.

"Kamu bisa apa tanpaku?! Aku yakin kamu pasti akan jadi gelandangan hidup tanpaku!" Ucapnya tertawa mengejek. Akan ku balas sakit hatiku pada mereka yang pernah menghinaku akan ku buktikan dan akan membuat mas Deni menyesal karena sudah mencampakkan ku.

Aku bisa tanpamu mas!!! Aku akan membuat kalian semua menyesal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena April, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Panik

Aku masih menatap tajam kedua manusia yang tak punya hati ini. Entahlah rasa sayangku pada mas Deni menguap begitu saja, mungkin kemarin masih ada rasa sayang padanya walau sedikit. Tapi untuk kali ini entah kemana rasa sayang itu, yang ada rasa kesal dan benci kepada dia.

"Apa hak mu mengambil Lula?" tanyaku masih sambil melipat tangan di dada dan menatap tajam mereka.

Mas Deni menatap ku tajam. Dia tersenyum sinis padaku begitu juga ibu mertua. Anak sama ibu sama saja, benar kata pepatah buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Tapi aku berharap Lula tidak mewarisi sikap sombong keluarga ayahnya.

"Hei Arin, Lula juga anaknya Deni. Tanpa Deni Lula tidak akan ada. Jangan sembarangan kamu ngomong, dasar tidak tau diri!" sentak ibu mertua. Ups, salah maksudku mantan ibu mertua.

"Sejak kapan mas Deni mengakui Lula anak? Bukankah Lula hanya anak pembantu. Jadi kalian gak ada hak untuk membawa Lula. Lula anakku sampai kapanpun Lula anakku. Ayahnya sudah mati!" ucapku santai.

Terlihat mas Deni mengepalkan tangannya, wajahnya memerah begitu juga Bu Ratih--mantan ibu mertua. Mereka terlihat sangat kesal, pasti mereka tidak menyangka gadis lemah dan penurut bisa membangkang seperti sekarang.

"Kurang ajar kamu Arin!!" bentak mas Deni.

Aku masih tetap tenang. Menghadapi mereka tidak perlu pakai emosi. Jika api di lawan api, maka akan makin besar dan terbakar.

"Yang kurang ajar kamu itu mas. Anak sendiri tidak kamu akui, bahkan kamu tidak pernah menafkahinya. Tapi sekarang tiba-tiba ingin mengakuinya, apa tidak malu menjilat ludah sendiri? Kamu tidak pantas jadi ayah dan ayah Lula sudah mati!" ucapku tersenyum sinis.

Terlihat jelas sorot kebencian dari mereka, wajah mereka juga merah padam menahan amarah.

"Sebaiknya kalian pergi! Jangan ganggu aku. Sampai kapanpun kalian tidak akan pernah mendapatkan Lula. Karena kalian bukan siapa-siapanya Lula!" lanjutku.

Mas Deni dan Bu Ratih semakin geram. Aku tidak perduli dan masih menatap dengan tatapan tajam seolah menantang.

"Lula! Sayang ini ayah nak!" teriak mas Deni tiba-tiba.

Biarkan saja, Lula juga tidak menganggapnya ayah. Karena dia sendiri yang mendoktrin Lula kalau dirinya bukan ayahnya.

"Lula! Lula! Ayo pulang sama ayah!"

Mas Deni mengetuk pintu kamar yang terdapat Lula sedang bersembunyi. Tapi anak itu pintar pintu kamarnya di kunci. Anak Bunda memang pintar!

"Bahkan Lula tidak menganggap mu ayahnya. Karena kamu sendiri yang meminta mas!"

"Diam kamu!!" Bentaknya.

"Lula sayang, ayo kita pulang!!" teriak mas Deni di depan pintu kamar.

Aneh kenapa dia tiba-tiba mau mengambil Lula? Bukankah dulu dia tidak perduli dan dia juga bilang tidak akan pernah menafkahi Lula. Kenapa tiba-tiba sekarang dia menginginkan Lula? Dia juga bilang bakal punya anak dari Lisa.

Aku masih melihat mas Deni yang membujuk Lula. Tapi tak ada sahutan sama sekali dari putriku itu.

"Sudahlah mas, pulang saja sana. Lula tidak akan mau ikut dengan mu, laki-laki macam kamu tidak pantas di sebut ayah!"

Mas Deni hampir saja menamparku, namun dia tahan. Aku tersenyum sinis.

"Tampar aja mas, biar jadi bukti di pengadilan, kamu melakukan KDRT!" sentakku kesal.

"Lebih baik kalian pergi atau aku teriaki maling!" bentakku padanya. Kesabaran ku sudah mulai habis.

Wajah Bu Ratih memerah, mungkin menahan kesal. Biar saja hilang sudah rasa hormatku padanya. Padahal aku dan dia sama-sama perempuan tapi tidak ada rasa perdulinya sama sekali. Bagaimana jika Sinta yang mengalami ini.

"Sudah lah Den, ayo kita pulang. Kita pasti bakal menangin nanti di pengadilan, ibu yakin hak asuh akan jatuh ke tangan kamu!" ucap Bu Ratih beranjak dan berjalan keluar.

Mas Deni menurut, aku keluar untuk memastikan mereka benar-benar pergi.

"Awas kamu Rin. Kamu pasti akan menyesal, ingat itu!! Aku tidak akan membiarkan kamu hidup bahagia!!" ancam mas Deni sebelum melangkah pergi menyusul ibunya.

"Pergilah mas jangan ganggu kehidupan ku!!"

Astaghfirullah.. salah apa aku padanya? Kenapa dia sebenci itu? Padahal selama jadi istrinya aku berusaha menjadi istri yang baik dan juga penurut tapi ini balasannya.

Aku terkesiap saat melihat mas Tama mematung menatap ke arah ku. Sejak kapan dia ada di situ? Mas Tama berjalan ke arahku, tatapannya tak beralih sama sekali dariku. Duh kenapa aku jadi salah tingkah, dadaku juga tiba-tiba berdebar.

Ya Allah.. Aku gak boleh larut dalam perasaan ini. Dia bukan siapa-siapa aku. Kami juga baru mengenal, tidak mungkin aku suka dengan dia. Itu sangat tidak mungkin, aku juga takut akan terluka lagi.

"Rin!"

Aku terkejut saat tiba-tiba mas Tama sudah ada di depanku dan konyolnya aku malah memejamkan mata. Astaghfirullah ya Allah.. Apa otakku sudah oleng?

"I-iya mas!" jawabku gugup.

Kenapa juga wajah kami harus sedekat ini. Duh perasaan apa sih ini? Aku yakin ini bukan rasa suka, mungkin hanya mengagumi saja.

"Kamu gak apa-apa? Tadi itu suami kamu kan?"

Aku memberengut saat dia bilang mas Deni suamiku. Aku berbalik dan masuk ke dalam dia mengikutinya.

"Mantan mas, bukan suami!" ketusku.

"Eh maaf iya, maksudku mantan!" ucapnya salah tingkah.

"Tapi beneran kamu gak apa-apa? Dia tidak menyakiti kamu dan Lula kan?"

Aku menggeleng, kenapa dia seperhatian ini? Aku segera menepis pikiranku, aku tidak perlu memikirkan perasaan aneh ini. Aku harus fokus pada masa depan anakku.

"Oh iya aku ambil minum dulu mas!"

Aku beranjak ke dapur membuatkan kopi untuk mas Tama. "Ini mas!" Aku menaruhnya di atas meja.

"Makasih Rin!"

Dia langsung menyeruput kopi itu, di akhir terdengar ucapan 'Ahhh' setelah dia menyeruput kopinya.

"Kopi kamu enak Rin!"

Aku hanya mengangguk dan tersenyum. Kenapa juga aku jadi malu di puji olehnya.

"Oh iya Lula mana Rin?"

"Astaghfirullah Al Adzim.."

Aku langsung berlari ke kamar. Aku lupa anakku masih di kamar, gara-gara mas Tama aku jadi lupa. Tapi pintu di kunci dari dalam, sepertinya dia masih ketakutan melihat ayah dan neneknya.

"Lula sayang buka nak, ini bunda sayang!" Aku mengetuk pintu berkali-kali, namun tak ada jawaban dari anakku itu.

"Kenapa Rin? Lula di dalam?"

Aku mengangguk panik, aku takut terjadi sesuatu dengan anakku. Ya Allah lindungi anakku!

"Lula buka sayang. Ini ayah sama bunda, buka cantik!" Mas Tama juga mengetuk pintu sambil terus memanggil Lula.

"Mas aku takut kenapa-napa dengan anakku. Tadi dia sangat ketakutan saat melihat ayah dan neneknya, jadi dia masuk kamar!"

Aku terisak takut sekali terjadi sesuatu. "Tenang Rin, Lula pasti baik-baik aja. Apa kamu tidak punya kunci cadangan?"

Aku menggeleng. "Gimana kalo aku dobrak?"

"Iya mas gak apa-apa, dobrak aja!"

Mas Tama beberapa kali menghantam pintu dengan tubuhnya dan akhirnya pintu pun terbuka saat sudah lima kali tubuh mas Tama menghantam pintu.

Saat pintu terbuka, aku merasa lega ternyata anakku sedang tertidur pulas sambil memeluk guling kesayangannya.

"Ya Allah nak, kamu bikin bunda panik!"

Aku menghampirinya dan mengecup kepalanya berkali-kali. Lula hanya menggeliat kecil lalu terlelap lagi.

Alhamdulillah.. Putriku baik-baik saja, mas Tama juga terlihat bernafas lega.

"Rin, boleh gak kita bicara?"

Aku menoleh ke arahnya. Mas Tama mau bicara apa ya?

bersambung..

1
Nana Kam
lanjuuttttt
Yati Syahira
aduiij orang setres lgi halu
Yati Syahira
jahat kejam anaknya tdk kelak nggak akan bisa punya lagi deni ,mandul kena musibah impoten
Yati Syahira
nyar akan terhiana pd waktunya deni dan lakor
Yati Syahira
semangat andini yakin sukses mantan nyungsep ntar
Yati Syahira
harus kuat alin verai peegi lebih baik ,laki egois arogan biasany ancur
yulia nisma
cukup sampai disini aja thor..klo dipaksakan ceritanya makin aneh..gak masuk akal
made astiti
di lanjutkan kalau bisa kak 🙏🙇
Herry Murniasih
Benar banget kak, sempat mikir sih ini cerita yang mana ya 😂😂, kalau saya sih sukanya Luna sama Adrian tetap bersama, tapi kalau memang Luna sudah ga sanggup ya pergi dari rumah itu ceritakan ya sebenarnya sama Ayah dan Bunda nya.
Shuhairi Nafsir
Arin. jangan jadi wanita yang goblok. Dibutakan oleh cinta mati sama suami mu. cerai aje daripada diri mu dijadikan babu oleh madu mu
Teddy Aktadi
Luar biasa
Herlina
klu bisa lanjut aja ya thor
made astiti
ayo lanjut dong 🙏
made astiti
lanjut dong
Mamanya Reza
walaupun tauu.. ini cuma sebuah cerita karangan author, tpi ttp aja suka jengkel, kesel, pengen maki klu pameran cewek nya bego bgini😂
sdh di bilangin tujuan nikahnya untuk apa, maasiiih aja batinnya brtanya2 , knapa orang yg di cintai ya seperti itu?? hadeeeh.. jdi pengen bilang taii Lo luna
Asyatun 1
lanjut
Putri Abdurachman
bela tu Istri'a Adrian, krn sakit2an mgkny dsuru Bella tuk nikah lg si Adrian biar bisa ksi kturunan....🤭
Putri Abdurachman
masa sblm mutusin nikah ma Adrian ga dtlUsuri asalusul calon'a jg, lg Bian koq diem aja klw tau gmn Adrian....hadehh
Parmikembar Kembar
Kecewa
Vivi Bidadari
Jadilah wanita tegar lebih baik tinggalkan. suami yg tak punya hati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!