Indonesia
NovelToon NovelToon
With You

With You

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Persahabatan / Masalah Pertumbuhan / Mata Batin / Tamat
Popularitas:15.2k
Nilai: 5
Nama Author: Violetta Slyterin

update hari Selasa, Rabu dan Jumat
pukul :13.00 Waktu Indonesia Barat.

Marsha gadis murung yang berjumpa dengan seorang teman baru pindahan di sekolahnya yang wataknya periang dan menyenangkan yang ternyata adalah anak adopsi dari pamannya yang sangat baik dan menyayanginya seperti anak kandung dari pamannya sendiri.


Sebastian Watson adalah anak adopsi dari kekasih pamannya Marsha yang datang dari Amerika untuk sekolah di Jakarta dan untuk pertama kalinya ia jumpa dengan gadis kecil yang paling aneh baginya namun Papanya selalu memintanya untuk menjadi sahabat bagi Marsha.

Selain itu ada rahasia besar yang mengelilingi mereka berdua dan identitas asli dari Sebastian yang sebenarnya..

Yuk ikuti kisah mereka!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Violetta Slyterin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14.

Los Angeles, USA.

Suara jam weker di meja kecil samping ranjang di kamar tidur yang tertutup rapat oleh gorden di sepanjang jendela kamar tersebut mengusik pria yang berbaring di samping seorang wanita muda berambut ikal untuk mengambil hpnya.

"Untuk apa Edison membangunkanku sepagi ini dari Indonesia?" tanya Henderson sahabat baik Edison yang tinggal di Los Angeles, USA.

"Sayang, siapa yang telah menelepon kamu di jam segini?" tanya istrinya yang bernama Rossi Calsey menggeliat di sampingnya lalu wanita itu turun dari tempat tidur dan berjalan keluar dari kamar.

Rossi Calsey berjumpa dengan putra bungsunya di Koridor menuju ke tangga.Ia pun merangkul anaknya untuk menemani anaknya turun dari tangga.

"📱Edison, ada apa kamu menelepon Aku?" tanya Henderson segera menerima telepon dari sahabatnya.

"📱Aku mau minta tolong darimu untuk cari tahu rumah sakit tempat Sebastian di lahirkan di kota Los Angeles tempatmu sekarang." jawab Edison di hpnya.

"📱Eh, kenapa? "

"📱Karena Aku ingin tahu siapa wanita itu yang menjadi Mama kandung anakku itu,sobat."

"📱Kenapa kamu tak tanyakan secara langsung kepada Cindy Watson pacarmu itu? Bukankah dia itu sahabat dari pacarmu sendiri? "

"📱Hubunganku dengan Cindy sudah buruk dan tak pernah bisa diselamatkan kembali bahkan Sebastian juga tidak pernah lagi mau berbicara dengannya, dan sekarang Aku juga baru tahu sebuah rahasia yang selama bertahun-tahun ini telah disembunyikan oleh Cindy dariku yaitu anak itu adalah anakku sendiri,Sobat."

"📱Ini sungguh gila sekali wanita itu.Hmmm baik kawan.Aku akan membantumu untuk mencari tahu dan menemukan wanita yang menjadi Mama kandung anakmu itu di sini secepatnya."

Henderson berjalan ke arah kamar mandi usai ia menonaktifkan hpnya. Ia memandang cermin di wastafel dan mengingat-ingat pasien cantik dan aduhai yang pernah melakukan konsultasi diri kepadanya di rumah sakit tempatnya bekerja sebagai Dokter spesialis kandungan.

"Hmm wanita itu blasteran Amerika Serikat dan Indonesia yang datanya pernah Aku baca di ruang Dokter spesialis anak."pikir Henderson.

*****

Rumah Sakit Cempaka Putih, Jakarta.

Cahaya matahari yang menyilaukan telah masuk ke kamar pasien nomor seratus lima dan kedua mata Sebastian terbuka melihat Papanya sudah datang kepadanya dengan membawakan botol susu yang sudah terisi penuh dengan susu rasa coklat kesukaannya.

" Selamat pagi sayang, yuk minum susu dahulu lalu kau akan Papa bersihkan sebelum kita rapi- rapi dan pulang ke rumah."kata Edison mencium kening anaknya yang sudah menghisap botol susu dengan meringkuk di tempat tidur.

"Ya,Papa.Aku juga sudah rindu dengan sekolah ku dan Marsha juga Galaksi di rumah." kata anak itu sambil menikmati susu coklatnya dan main robot- robotan.

"Anakku, kami akan pergi ke sekolah besok lusa setelah kamu benar-benar segar.Ohya, mainan barumu tolong kamu rapikan sendiri ya di kotak mainanmu karena Papa akan merapikan baju -baju kotor mu dan barang lainnya di kopermu di sini." kata Edison yang sudah sibuk merapikan semua barang anaknya yang berserakan di lantai kamar pasien nomor seratus lima tahun.

"Ya, Papa.Tian bisa merapikan mainan Tian."kata Sebastian yang sudah duduk di tempat tidur dan membantu Papanya.

Elisa datang ke kamar pasien dengan senyuman di bibir untuk memeriksa kesehatan anak itu lalu mencabut selang infus di tangan anak kecil yang sudah melompat-lompat di bawah tempat tidur di samping Edison.

"Wah,kau anak lincah sekali Tian.Ayo duduk dulu di kursi." kata Elisa menyuruh anak itu duduk di kursi dan diam di sana.

"Elisa,aku ucapkan terimakasih atas perawatan yang telah kamu lakukan untuk anakku sehingga ia bisa segera sembuh dan lincah seperti semula dan Akupun sangat senang." kata Edison setelah merapikan barang-barang anaknya lalu diberikan kepada Pak Udin yang sudah datang ke rumah sakit untuk menjemput mereka.

"Iya, Edison sama-sama. Aku sangat menyukai anakmu yang lucu ini." kata Elisa membelai dagu Sebastian dengan lembut.

"Tante Elisa, terimakasih sudah menyembuhkan Tian." kata Sebastian memeluk Elisa sebelum di gendong oleh Papanya untuk dibawa ke lantai bawah.

Setibanya mereka di lobi sudah terparkir mobil di depan mereka.Edison pun mengajak anaknya itu masuk ke mobil lebih dahulu sebelum dirinya, hal ini dikarenakan Ia melihat salah seorang teman yang baru saja keluar dari mobil di samping kiri mobilnya.

"Hai, Suwandi apa kabar? Kenapa kamu datang ke rumah sakit?" tanya Edison ramah kepada pria yang berjalan ke depannya.

"Hai juga Edison, ya Aku sih sehat cuma istriku yang sedang sakit dan dirawat disini." jawab pria berkacamata dengan raut wajahnya begitu kusut terlihat dengan jelas oleh Edison.

"Aku turut sedih mendengar istrimu sakit,kawan. Percayalah bahwa semua tim medis di rumah sakit akan menyembuhkan istrimu." kata Edison tulus kepada Suwandi temannya itu.

"Iya, Edison terimakasih banyak." kata Suwandi tersenyum ramah lalu berjalan masuk ke rumah sakit. Sedangkan Edison masuk ke mobil dan memeluk anaknya yang sudah menyandarkan kepala mungil di bahunya.

Marsha duduk di kursi makan menghadapi menu sarapan pagi di meja makan depannya dengan raut wajahnya begitu murung.Baskoro papanya di kursi sebelahnya sudah menikmati sarapan pagi tanpa memberikan kecupan selamat pagi kepadanya.

"Selamat pagi cucuku sayang, kenapa kamu tak menghabiskan sarapan pagimu?" sapa Oma nya yang datang ke ruang makan dan Papanya itu segera berdiri dan menyalami tangan Oma nya.

"Selamat pagi untuk Mama mertuaku.Oh Marsha sudah kenyang makan sarapan paginya." sapa Papanya yang melirik kearahnya untuk jawab Oma nya.

"Ya,Oma sekarang Marsha pergi ke sekolah." kata Marsha menyalami tangan Oma nya dan ia bisa merasakan kecupan selamat pagi di pipinya oleh Oma nya.

Marsha segera pergi ke sekolah dan berbaris di barisan paling belakang di lapangan sebelum masuk ke kelas. Ia disapa oleh Arsy Aurelia dan Angela yang berdiri di depan dan sampingnya.

"Pagi Masha. Gimana kabarnya Sebastian hari ini, apakah dia sudah sehat dan pulang ke rumah kalian? " sapa Arsy Aurelia yang berjalan di sisi kanannya untuk masuk ke kelasnya.

"Pagi juga Arsy, sudah dan hari ini Ia akan pulang ke rumah kami." jawab Marsha tersenyum ramah kepada kedua orang temannya.

"Syukurlah, Aku jadi ada teman untuk bermain di lapangan sekolah kalau Tian sudah sembuh dari sakitnya." kata Yosep yang telah mendengarkan percakapan antara Marsha dan kedua gadis di bangku depannya.

"Ya,Yosep,nanti siang kamu bisa kok jenguk Tian di rumahnya Marsha." kata Angela nada ramah kepada Yosep yang merona dengan sapaan dan suara ramah dari gadis kecil cantik itu.

Devan Samudera melototinya dari bangku yang berada di barisan belakang bangku Roby dan Gusur namun ia tak menghiraukan tatapan sinis dari Ketua kelas Lima A SD Wijaya.

Bersambung!!

1
Lies Atikah
suka cerita nya thor lanjut
Imamah Nur
Waduh gawat, Sebastian bersiap-siaplah!
Imamah Nur
Pasti ada keinginan terselubung
Imamah Nur
Waduh kenapa dibeda-bedakan
Elisabeth Ratna Susanti
top 👍
Elisabeth Ratna Susanti
lanjut 😍
🥑⃟G_ard
Sebastian ganteng marsha cantik
🥑⃟G_ard
Sebastian 🤗🤗
🥑⃟G_ard
auto jadi seleb 😂
Elisabeth Ratna Susanti
ku suka kota Malang di
lina
semngt nami chan
Elisabeth Ratna Susanti
lanjut 😍
Imamah Nur
Visual Marsha dan Sebastian, keren
Imamah Nur
Lebih baik gitu biar dekat dengan mamanya yang sakit
Imamah Nur
Waduh keras sekali papa Marsha
Imamah Nur
Kenapa takut?
Imamah Nur
Iri, bilang Bos🤣
Elisabeth Ratna Susanti
🌹 untuk semangat up 😍
Elisabeth Ratna Susanti
keren 👍
Imamah Nur
Galak amat si Cindy
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!