Sudah tiga tahun berlalu semenjak Randy menerima sepenuh dirinya menjadi perempuan kini dia menerima hidupnya yang baru dan mengubah namanya menjadi Risa.
Namun meski begitu masih ada keraguan di dalam hati Randy apakah dia memang harus menerima semua ini?
Novel ini merupakan sequel dari series sebelumnya.
P.S AUTHOR: update sesuai mood sekarang gak jadi setiap rabu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gusti m.Ainnur f., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
"Ya aku rasa dia akan baik-baik saja memang memancing cukup lama kan" ucap Lina.
"Kau benar" jawabku dan setuju.
"Moga aja mereka membawa banyak ikan nanti walau sepertinya cukup lama, ngomong-ngomong Lina apakah aku boleh bertanya sesuatu?" pintaku.
"Tentu saja boleh tidak perlu khawatir jadi apa yang kau ingin tanyakan?" tanya Lina.
"Sebenarnya pertanyaan sederhana saja kenapa saat aku menyanyikan lagu saat kita di dalam mobil, kenapa kau diam dan seperti terlihat sangat khawatir?" tanyaku dengan bingung.
"Diam memangnya siapa yang diam?" balas Lina dan terlihat seperti gugup.
"Jangan coba berbohong padaku Lina, tolong katakan dengan jujur apa yang terjadi padamu saat itu?" Pintaku dengan khawatir.
Lina hanya diam beberapa saat bahkan dia seperti tidak melihat ke arahku. Melainkan melihat ke arah bawah hingga dia lalu menghela nafas dan melihat ke arahku.
"Jika aku boleh jujur aku merasa bingung saat itu" balasnya.
"Bingung, bingung kenapa?" tanyaku dengan heran.
"Pokoknya bingung aja gitu, kau tau Risa maksudku setiap kali aku dengar nyanyian dan irama mu sebelumnya, itu seperti sebuah kesedihan dan keputusasaan entah kenapa aku merasa cukup prihatin mendengarnya" jelasnya.
"Sedih iya" ucapku.
"Iya saat aku mendengar lagu dan liriknya bahkan semua nada yang terkandung di lagu tersebut, membuat hatiku merasa sakit dan aku cukup sulit menjelaskannya tapi apa kau baik-baik saja?" tanya Lina dengan khawatir.
"Tenanglah ok kau tidak perlu cemas akan diriku ok aku baik-baik saja" jawabku lalu tersenyum.
"Kau yakin?" tanyanya sekali lagi.
"Hmmph iya aku yakin" balasku.
Sejujurnya aku merasa tidak enak padanya karena harus berbohong seperti ini. Tapi bagaimanapun lagu itu kan menceritakan kehidupanku yang sekarang yang jauh lebih baik.
Walau rasanya apakah baik jika aku menerima hidupku ini bukankah cukup aneh semakin hari entah kenapa aku terbiasa. Menjadi perempuan seperti ini aku rasa aku bukan diriku yang dulu.
Kenapa semakin hari aku semakin menerima kehidupan ini bukankah ini tidak benar. Apa yang sebenarnya aku pikirkan tapi jika aku tidak seperti ini mungkin aku bisa kehilangan mereka semua.
"Risa kau yakin baik-baik saja, dari tadi seperti nya kau seperti orang yang sangat ketakutan begitu" Ucap Lina.
"Apa maksudmu bicara begitu aku bukan ketakutan kok, hanya saja dingin itu kenapa tubuhku menggigil dan bergemetaran seperti ini hehe" Aku berbohong padanya.
"Jika dipikir-pikir hutan ini memang agak dingin wajar sih udah mau malam" Jawab Lina.
"Nah kan" Aku sependapat dengannya.
Selamat untunglah apa mungkin suatu saat aku harus jujur pada mereka siapa aku sebenarnya. Tidak-tidak apa yang aku pikirkan lebih baik aku lupakan masa laluku ayolah Randy itu kan hanya aku yang dulu.
Lupakan itu ayolah aku ini Risa bukan Randy aku lalu memukul kepalaku dengan tanganku. Aku lalu menghela nafas saat kemudian lalu melihat Sivia dan Fira, hmm sepertinya mereka sudah selesai memancing.
"Hei Sivia, Fira bagaimana apakah kalian sudah mendapatkan ikannya?!" Aku memanggil mereka dan bertanya.
Keduanya lalu melihat ke arahku dan sepertinya mereka cukup murung. Aneh tidak seperti biasanya apakah ada sesuatu?.
"Sivia, Fira bagaimana kenapa diam apakah kalian mendapatkan ikannya atau tidak?" Lina lalu mulai bertanya pada keduanya.
Sivia dan Fira masih hanya diam dan aku cukup bingung apa yang terjadi disini. Mereka terlihat seperti sangat lemas apakah mereka tidak mendapatkan ikan satupun iya.
Aku harap semuanya baik-baik saja semoga saja sesuatu buruk tidak terjadi.