Indonesia
NovelToon NovelToon
KENAPA KAMU AMBIL DIA?

KENAPA KAMU AMBIL DIA?

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami
Popularitas:24.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yasmin Al

Namanya Diandra,wanita berusia 27 tahun sudah menikah dengan suaminya yaitu Bagas berusia 30 tahun,dan usia pernikahannya sudah sampai di 4 tahun. Tetapi hingga kini mereka belum dikarunia seorang anak. Diandra dan Bagas bersabar karena mereka percaya semua itu adalah kehendak Tuhan. Tetapi tiba tiba Diandra merasa ada yang berubah dari suaminya terutama sikap Bagas. Diandra mencoba menepis perasaannya itu dan masih berpikir positif pada suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yasmin Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 Sinta hamil

"Di,,,sepertinya mobil Sinta sudah masuk ke area parkir,yuk kita ke resepsionis. Semoga aja petugasnya mau memberitahu kamar mereka" ajak Nina sambil bersiap siap keluar dari mobil.

"Iya Nin" jawab Diandra sambil bersiap siap juga keluar dari mobil Nina dan mereka berdua berjalan masuk kedalam hotel menuju ke meja resepsionis.

"Selamat sore,selamat datang di hotel kami" sapa sang resepsionis ramah,jelas resepsionis mengira dirinya akan chek in di hotel ini.

"Sore,maaf mbak saya minta waktunya sebentar. Kami berdua kemari bukan untuk chek in,tapi kami mau minta bantuan mbak" jelas Nina langsung saja ke tujuannya.

"Oh iya,apa yang harus kami bantu?"

"Tadi barusan ada laki laki yang chek in,baru saja namanya Bagas,boleh kami tau di kamar berapa dia?"

"Ohh,,yang barusan? Iya namanya bapak Bagas,Maaf apa mbak berdua janjian dengan bapak Bagas?"

"Ehhh,iya" jawab Nina berbohong,dan Diandra hanya diam saja mengikuti permainan Nina.

"Oh,,baik bapak Bagas menggunakan kamar nomor 14 ya di lantai 2" jelas resepsionis tanpa curiga.

"Baik mbak terimakasih" jawab Nina sambil bergegas menarik tangan Diandra untuk mengikutinya dan segera menuju ke lantai 2.

"Untung aja tu mbak gak banyak tanya dan curiga,biasanya kan hotel hotel di manapun akan menutupi identitas customernya"jelas Nina sambil terus berjalan menaiki anak tangga.

"Yaa ini udah dipermudah namanya sama Allah Di,,hal hal buruk tidak akan bisa disembunyikan terus" jelas Nina lagi.

Dan akhirnya sampailah mereka di lantai 2,kemudian mencari cari kamar nomor 14.

"Kira kira mereka sudah masuk apa belum ya ke dalam kamar?" tanya Nina ragu ragu.

Diandra hanya diam sedari tadi karena pikirannya terus berkecamuk dengan keadaan yang dia hadapi sekarang.dia biarkan saja Nina berbicara sendiri.

"Gimana Di? Ketuk pintunya sekarang?" tanya Nina memastikan saat mereka benar benar sudah sampai di depan pintu kamar Bagas dan Sinta.

Diandra menatap Nina tan menganggukkan kepalanya tanda setuju. Nina menghela nafas kemudian menyalakan ponsel mode video karena bersiap merekam kejadian kejadian yang akan terjadi nanti,agar mereka memiliki bukti kuat.

"Kamu siap kan Di? Gak apa apa kan?" tanya Nina lagi memastikan kesiapan Diandra.

"Iya aku siap,yang terjadi nanti aku sudah pasrah Nin" jawab Diandra pelan.

"Hhhhhh okeee" lagi lagi Nina menghela nafas berat. Karena dirinya pun merasa takut,dan tidak tega dengan sahabatnya ini.

Perlahan Nina mengetuk pintu,tetapi tidak ada sahutan. Jantung Nina dan Diandra berdegup kencang.

Kembali Nina mengetuk pintu,tetapi masih belum dibuka juga dari dalam.

"Sabarrrr Di,,," Nina mencoba menenangkan Diandra agar sabar menunggu,padahal Diandra bersikap biasa saja.

Dan lagi Nina mengetuk pintu itu,,,agak lebih keras Nina mengetuknya karena dirinya ternyata yang sudah tidak sabar dan mulai emosi.

"Mereka sudah di dalam belum sih," tanya Nina setengah berbisik dan menahan rasa kesal.

Sebenarnya Diandra pun sudah memuncak emosinya tapi justru dirinya malah bisa menahan dibanding Nina.

Tiba tiba terdengar suara kunci pintu dan pintu terbuka,tampak Sinta berdiri digawang pintu.

Wajah sinta terlihat shock begitu juga Nina dan Diandra,meski mereka berdua sudah mempersiapkan diri tetapi tetap saja mereka pim juga sangat shock.

Sinta terlihat diam mematung. Dan terdengar suara dari dalam,suara seorang lelaki yang tentu saja Diandra mengenal suara itu.

"Siapa sayang?" pertanyaan itu terdengar mendekat,dan betapa manisnya panggilan sayang itu kepada Sinta.

Saat sampai juga digawang pintu Bagas pun tersentak,wajahnya pucat pasi saat tahu siapa yang ada didepan pintu kamar hotelnya.

Diandra menitikkan air matanya,menatap Bagas penuh kebencian.

"Diiii,,,," ucap Bagas memanggil Diandra yang menangis dihadapan Bagas dan Sinta.

Sinta masuk kedalam meninggalkan mereka bertiga. Diandra mengikuti menerobos Bagas begitu juga Nina.

"Kalian mau jelaskan apa? sudah siap menyangkal atau mengakui?" tanya Diandra saat mereka semua sudah berkumpul ditengah2 kamar.

Bagas duduk ditepi kasur dan sinta bersandar didinding kamar sambil matanya menatap keluar jendela yang tidak tertutup gorden.

"Kalian gak menyangka ya aku bakal ada di sini,memergoki kalian di dalam kamar hotel ini?"seru Diandra lagi sambil mencoba terus tenang,berusaha tetap mengkondisikan dirinya agar tidak tersulut emosi.

"Apa penjelasan yang akan kalian berikan ke aku? Apa mau bilang kalian sedang ada proyek berdua? Oh iya emang,mau ada proyek berdua" seru Diandra mukai agak keras dan dengan bibir bergetar.

"Sudah berapa lama kalian membohongi aku? Menghianati aku? Aku perhatikan kamu sering pulang larut malam sudah hampir 3 bulan ini mas"

"Apa memang sudah 3 bulan ini kalian berhubungan atau bahkan lebih malah?" tanya Diandra pada Bagas sambil menatap tajam suaminya yang menunduk sambil memangku tangan di atas paha dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

"Jawab mas?"

Bagas masih diam dan menghela nafas panjang dan berat.

"Sin,kamu temanku kan? Kamu tega ya Sin" kali ini Diandra mengarahkan pandangan pada Sinta yang juga terdiam dan masih menatap kearah luar jendela kaca.

"Kamu ingat kan waktu kita bertemu di Mall,Nina yang melihatmu,dia merasa aneh dengan sikapmu karena saat Nina memanggilmu kamu malah menghindar,dan kemarin entah kenapa kita bisa bertemu di taman kamu meminta maaf soal itu,kamu tau gak kalau aku dan Nina mengikutimu dan kami melihat kalian di basement,aku kaget Sin saat aku lihat Bagas masuk ke dalam mobilmu" jelas Diandra panjang mengingatkan kejadian di Mall waktu itu.

"Aku bertanya tanya kenapa bisa suamiku bersama kamu,apa yang sedang kalian lakukan,aku merunut kebelakang lagi,kenapa Bagas beberapa bulan ini selalu berangkat pagi tanpa sarapan dulu dan pulang sudah larut malam,oooohhhh ternyata ini jawabannya"

Diandra menghela nafas panjang dan berat,menatap Bagas yang masih menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

"Kenapa kalian diam?,kalian tidak juga menjelaskan apa yang kalian perbuat,dan kenapa kalian bisa berada di dalam kamar ini berdua? Yaaa aku dan Nina mengikuti kalian dan sengaja kami lakukan karena aku hanya ingin tahu apa yang sudah kalian berdua lakukan di belakangku"

"Diiii,,," panggil Sinta pelan sambil menatap Diandra dari kejauhan. Diandra menatap Sinta tajam.

"Maafkan aku Di,aku sudah menghianati kamu" ucap Sinta lirih

Bagas menatap Sinta sedikit terkejut,entah kenapa Bagas bersikap seperti itu,mungkin saja dia masih ingin menutupi hubungan itu.

Tampak Sinta menatap Bagas gelisah.

"Mas,kita gak perlu menutupi lagi,Diandra sudah mengetahui,jujurlah kenapa kamu mendekatiku dan mau berhubungan denganku" ucap sinta pada Bagas dan tampak seperti orang yang merasa tidak bersalah sama sekali.

Diandra menatap Bagas penuh kebencian dan amarah,dia sama sekali gak menyangka harga dirinya direndahkan oleh Sinta.

Air matanya menetes perlahan.

"Di,,Bagas ingin memiliki anak dan itu gak dia dapatkan darimu" tiba tiba Sinta mengucapkan kalimat yang semakin membuat Diandra merasakan sakit hati yang luar biasa.

" 4 tahun mas,baru 4 tahun usia pernikahan kita,dan kamu sudah menjadikan itu alasan untuk menduakan aku?

"Dan kamu memilih untuk berbuat dosa mas,astaghfirllahaladzim mas"

"Mas,,jujurlah pada Diandra,kamu ingin berpisah dengannya" lagi lagi Sinta yang berbicara dan hal itu semakin membuat Diandra marah dan menatap tajam pada Sinta. Begitu juga Nina yang sedari tadi menahan amarahnya melihat Sinta yang sangat percaya diri.

"Diam kamu Sin,kenapa kami dari tadi bicara seperti dirimu itu yang terbaik aja" seru Nina akhirnya mengingatkan Sinta.

"Aku dan Bagas tidak berbuat dosa,kami sudah menikah meski secara siri" jelas Sinta lagi.

Diandra semakin terhenyak mendengar penjelasan Sinta barusan,hatinya kali ini benar benar terluka,seperti diiris iris oleh pisau yang sangat tajam. Diandra merasa benar benar dicampakkan oleh Bagas,Diandra benar benar merasa tidak punya harga diri sama sekali dihadapan Sinta,merasa dilecehkan,dipermalukan,Diandra merasa sangat lemah kali ini karena ucapan Sinta tadi.

Diandra duduk ditepi ranjang,Nina cepat mendekati karena melihat Diandra yang mulai lemas. Tangan kanan Diandra mengelus dada pelan,air matanya menetes,dadanya mulai terasa sesak.

Bagas tampak juga mendekati Diandra,Diandra langsung menatap Bagas tajam dan penuh kebencian.

"Jauh,," ucap Diandra pelan tetapi tegas.

Dan Bagas menghentikan langkahnya untuk mendekat ke arah Diandra.

Nina memegang erat tangan Diandra untuk memberikan kekuatan kepada sahabatnya itu. Air matanya juga ikut menetes karena merasa iba dengn keadaan Diandra.

"Kenapa?kenapa kamu ambil Bagas Sin?Tanpa memperdulikan hubungan persahabatan kita,kamu memilih menghancurkan rumah tanggaku dan juga persahabatan kita" gumam Diandra pelan dan terisak.

"Aku dan Bagas saling mencintai Di,dan lagi pula Bagas sangat membutuhkanku,karena aku bisa memberikan anak untuk dia. Kamu harus tau,akupun sedang hamil sekarang" Sinta menjelaskan tanpa ada rasa bersalah sama sekali.

Lagi lagi Bagas terhenyak,menatap Sinta tidak percaya,Sinta balas menatap Bagas dan seakan tahu dengan reaksi Bagas yang terkejut itu.

"Ya mas,,aku hamil,,aku berencana akan memberi tahu kamu sekarang ini. Aku bisa memberi kamu anak" jelas Sinta.

Bagas terdiam,dirinya sama sekali tidak menyangka kalau ini semua terjadi secepat ini. Sejujurnya dia tidak ingin meninggalkan Diandra. Tapi mengapa harus seperti ini jalan yang da hadapi.

"Kenapa mas? Kamu gak suka aku hamil,kamu bilang mau punya anak dariku,kamu bilang sudah gak bisa hidup bersama Diandra,kamu bilang akan meninggalkan dia,tapi kenapa sekarang kamu diam aja? Bukannya kamu harusnya senang akhirnya Diandra tahu hubungan kita,kita gak perlu lagi menutupi ini dari dia" jelas Sinta panjang lebar karena kesal melihat reaksi Bagas yang biasa saja.

"Sudah berapa lama sebenarnya hubungan kalian? Sudah terlalu lama kah dan aku baru tahu sekarang? Mudah sekali ya mas kamu berkhianat hanya karena aku belum juga bisa hamil. Aku pikir kamu masih bisa bersabar mas,aku pikir kita mau mengupayakan berdua agar kita bisa mengikuti program hamil,sebegitu enggak sabarnya kamu mas,kamu menyerah ingin punya anak dariku sebelum kita berusaha"ucap Diandra pelan dan bibirnya bergetar saat dia mengucapkan kalimat kalimat itu. Hati Diandra begitu sakit mendengar semua penjelasan Sinta dan baginya itu sudah cukup. Tidak perlu lagi dia mendengar penjelasan apapun dari Bagas,karena Diandra tahu itu hanyalah kebohongan dan tentu juga akan semakin membuatnya terluka.

"Sudah cukup,baiklah kalau itu yang kamu inginkan mas,aku yang akan pergi dari hidupmu,aku tidak akan mengusik kebahagiaanmu dan Sinta" ucap Diandra sambil menahan tangisannya,dia berusaha untuk tidak menangis lagi dihadapan Bagas,karena dia gak ingin terlihat lemah dan cengeng dihadapan 2 manusia jahat itu.

"Aku akan urus perceraian kita" ucap Diandra lagi sambil berdiri dan melangkah keluar kamar hotel diikuti oleh Nina.

"Diii," panggil Bagas,tapi Diandra tidak menghentikan langkahnya,Diandra sudah tidak ingin lagi menoleh kebelakang dan melihat lagi hal hal yang buruk,yang baru saja terjadi di dalam hidupnya.

1
Yuni Ngsih
Rasain lu bagas nikmati selingkuhmu itu ahkirnya bakal menjadi karma buatmu....si Sinta tdk sebaik istrimu rasain ...eh Thor ko ku ngenes pdhal ini cuma ceritra he abis ceritramu bgs bangeeeet ok lanjut
Ambar Trijasmine: terimakasih ya reader tersayangku,,,author bakal lanjut lg ceritanya 🥰
total 1 replies
Cha Libra
kapan karma bagas ma sinta thour ko hidupnya enak mlu
Ambar Trijasmine: mashaa Allah pembaca setiaku, terimakasih atas atensinya,,sabarrr yaaa sayang,,🥰
total 1 replies
falea sezi
jalang berlagak korban🤣
falea sezi
harusnya di jual lah bodoh🤣
Ratiabil Ibrahim
Thor up date nya kok.lama...
Cha Libra
enak bnget hidup s bagas ma sinta kga ada Karma nya thour ...
Ambar Trijasmine: cerita kita masih panjang 😍 kita buat yang seru nanti yaaa, tetep tongkrongin novel author yaaa ❤️
total 1 replies
falea sezi
🤣🤣 kapok rmh tanggamu hambar
Neng Anggun
gk up kh
Ambar Trijasmine: Ditunggu ya kelanjutannya 🥰
total 1 replies
falea sezi
lanjut banyak q kirim bunga lagiii🤭
Ambar Trijasmine: terimakasih yaaa
total 1 replies
falea sezi
lanjut donk tak ksih bunga🤭
Ambar Trijasmine: ditunggu ya kelanjutannya 🥰
total 1 replies
Neng Anggun
update
Ambar Trijasmine: siap, terimakasih atensinya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!