"Saya akan berikan kamu satu milyar, jika kamu bisa melahirkan anak laki-laki untuk saya!"
Demi kesembuhan sang ibu, malam itu Aluna mengambil keputusan yang begitu besar dalam hidupnya
Arjuna Bimantara, pengusaha ternama yang ingin mencari seorang wanita untuk melahirkan penerus bagi Bimantara sebab istrinya yang super model menolak memberikan anak
Akankah kesepakatan Arjuna dan gadis muda itu menghadirkan cinta? Atau selamanya Aluna hanya akan menjadi istri rahasia pria bernama Arjuna?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TIGA PULUH
Brak
Kedatangan yang sangat tidak tepat, sepasang insan yang tengah berada dipuncak kenikmatan segera menarik diri
William dan Zoya sama-sama terkejut, bahkan keduanya menarik selimut agar dapat menutupi tubuh yang berkeringat
"Ar-Arjuna?" Zoya tergagap, selama ini ia tahu jika suaminya mengetahui perselingkuhan ini, tapi hari ini, Arjuna memergoki keduanya
Sementara William diam membisu, ia adalah ayah yang paling buruk didunia. Bagaimana bisa ada seorang ayah yang menghancurkan rumah tangga putranya sendiri
Namun Arjuna tidak peduli dengan apa yang ia lihat, rasanya begitu menjijikan. Kini ia membayangkan bagaimana saat itu ibunya yang menyaksikan hal menjijikan ini
"Arjuna aku akan jelaskan"
Pria tampan itu mendekat, kemarahan terpancar jelas dari sorot matanya yang setajam elang
Dengan sekuat tenaga Arjuna menarik lengan istrinya hingga wanita yang masih dalam keadaan polos itu terpaksa berdiri
Arjuna tidak peduli, bahkan pria itu terkesan jijik melihat tubuh yang baru saja dicicipi oleh ayah kandungnya sendiri
"Kamu jangan marah beib, aku bisa jelasin ini semua..." Zoya meringis saat lengan putihnya dicengkeram, rasa sakitnya bahkan menembus hingga ke tulang
"Dimana istri saya?" Tanyanya dengan suara teramat dingin, tatapannya menghunus tajam seolah mampu mengoyak tubuh istrinya
"S-siapa? A-Aku gak ngerti" Ketakutan seketika mendera Zoya, wanita cantik itu merasakan cengkraman suaminya yang terasa meremukkan lengannya
"Jangan pura-pura bodoh, dimana Aluna?"
William yang menyaksikan itu tidak berani melakukan pembelaan, terlihat dari wajahnya Arjuna siap menghabisi siapa saja
Pria paruh baya itu turun secara perlahan, memunguti pakaiannya lalu meninggalkan kamar
Terserah saja jika Arjuna ingin melenyapkan istrinya, Zoya bukan satu-satunya wanita cantik di dunia ini
"Kamu akan dapat bagian mu nanti William" William tidak peduli teriakan itu, pria paruh baya itu keluar
"Saya tanya sekali lagi, dimana istri saya?" Zoya diam, sial sekali dirinya karena ketahuan secepat ini
"Dasar anak buah tidak berguna, bisa-bisanya dia mengungkapkan identitas ku!" Batin Zoya
wanita cantik itu yakin sekali jika orang suruhannya telah tertangkap atau mungkin saat ini sudah mati ditangan suaminya
"Jangan mencoba berbohong, mata-mata kamu sudah tertangkap"
Zoya meluruh, tubuhnya kini berada dibawah kaki suaminya berharap Arjuna akan memaafkan dirinya
"Ampuni aku Arjuna, aku melakukan ini karena aku cemburu. Aku tidak ingin kamu dimiliki wanita lain"
Arjuna berdecih, tubuh indah yang tidak berbalut apapun itu tersungkur saat Arjuna melayangkan kakinya
"Lalu saya harus bersama dengan wanita mura____ seperti kamu? Saya tidak sudi" Pria tampan itu menekuk sebelah lututnya, lalu mencengkram kedua pipi istrinya membuat wanita cantik itu meringis
"Saya tidak suka berbagi dengan siapapun, saya tidak menceraikan kamu karena Opa saya, tapi kamu sudah benar-benar menguji kesabaran saya kali ini"
Wanita cantik itu menggeleng, manik indahnya sudah mengeluarkan cairan bening
Arjuna melepas cengkraman nya, membiarkan wanita menjijikan itu bicara
"Ini yang terakhir Arjuna, aku janji ini yang terakhir. Aku akan memperbaiki semuanya kita bisa bersama lagi seperti dulu"
Zoya berharap suaminya ini luluh, dulu Arjuna akan luluh jika dirinya sudah menangis
"Dengar!" Arjuna bangun dari duduknya "Jika saya tidak menemukan istri dan anak-anak saya, maka saya pastikan kamu dan baji____ William itu akan menerima akibatnya"
Setelah mengatakan itu pria tampan itu berlalu, Zoya sendiri dilanda ketakutan namun disisi lain amarahnya memuncak karena istri lain suaminya
"Kamu harus mati Aluna! Kamu tidak akan bisa bertemu dengan istri kamu karena aku akan menyingkirkan wanita itu lebih dulu"
Zoya menyesal karena mendengar ucapan ayah mertuanya, harusnya sejak awal ia menghabisi wanita itu bukannya malah membuatnya pergi
Zoya meraih ponselnya, pakaiannya masih berserakan di lantai kamar yang begitu luas itu
"Saya akan kirimkan kamu foto! Cari wanita itu dan habisi! Saya hanya ingin dengar kematiannya saja, mengerti!"
Seseorang diseberang sana terdengar mengiyakan, Zoya lalu menutup teleponnya dan berdiri sambil memunguti pakaiannya
"Dasar tua bangka gak bertanggung jawab, bisa-bisanya dia lari sendirian dan ninggalin gue ditangan monster"
Zoya menggerutu sambil melangkah menuju kamar mandi, seluruh tubuhnya sakit terlebih pada bagian lengan
Ia dapat melihat lengan putihnya yang memerah bekas cengkraman suaminya sendiri, kedua pipinya juga terasa sangat sakit
Arjuna memerintahkan semua anak buahnya untuk menyebar guna mencari keberadaan istrinya, wanita itu tidak akan pergi jauh
Ya, kenapa Arjuna tidak berpikir kesana, wanita itu jelas akan kembali kerumah orang tuanya, memangnya kemana lagi dia akan pergi
"Kamu akan menyesal Aluna, berani sekali kamu bermain-main dengan seorang Arjuna Bimantara" Arjuna memerintahkan Joseph untuk menuju sebuah alamat
Mobil tiba didepan sebuah rumah sederhana, disana ada seorang wanita paruh baya yang sepertinya hendak mengatur dagangannya
Diah terkejut saat melihat beberapa orang pria berbadan besar turun dari dalam mobil. Diah ingat salah satu dari mereka
"Dimana Aluna?" Tanya Arjuna tanpa basa-basi
"Aluna tidak ada disini! Dia sudah pergi" Diah marah, sekarang ia tahu siapa yang sudah membuat putri sulungnya hancur seperti ini
Arjuna menoleh pada para pengawal, total ada sekitar delapan orang pria dengan tubuh tinggi dan besar
Mereka semua masuk dan mulai menghancurkan barang, Diah menyusul sambil berteriak
"Apa yang kalian lakukan? Kalian siapa?" Teriak Diah saat rumahnya dihancurkan
"Jangan membuat kesabaran saya habis, Nyonya. Katakan dimana Aluna!"
Arjuna benar-benar tidak memakai hatinya, tatapannya dingin dan begitu mendominasi. Diah tidak tau jika putrinya telah berurusan dengan orang-orang seperti ini
Wanita paruh baya itu menangis, tetangga sekitar rumah tidak ada yang berani mendekat. Para pria berjas ini jelas bukan orang sembarangan
"Saya tidak tau dimana Aluna, tuan! Tolong jangan hancurkan rumah saya!" Diah memohon, menyatukan kedua tangannya didepan dada
Amarah sudah sangat menguasai diri pria itu. Arjuna tidak lagi menggunakan hatinya, bahkan pada seseorang yang usianya lebih tua
"Jangan mencoba menyembunyikan Aluna! Katakan dimana dia! Maka saya akan membiarkan kalian tetap hidup!"
"Semalam Aluna memang datang kesini! Tapi saya mengusir dia karena marah, sekarang saya tidak tau dimana dia"
Diah mengatakan semuanya, tubuh ringkih nya bergetar hebat karena rasa takut yang teramat sangat
"Nona Aluna tidak ada dirumah ini, tuan" Seorang pria datang melapor, tujuh orang lainnya juga kembali setelah mereka menghancurkan setiap sudut rumah sederhana ini
Arjuna mengumpat "Kemana kamu Aluna"
Tanpa mengatakan apapun lagi, pria kejam itu berlalu dari kediaman sederhana istrinya. Membiarkan seorang wanita paruh baya yang masih menangis ketakutan
Bertepatan dengan itu, seorang gadis baru saja tiba dirumah. Ia menatap lekat beberapa pria yang baru saja keluar dari rumahnya
"Siapa kalian?" Tanya Azzura tanpa rasa takut "Tuan? tuan kan majikan kakak saya, sedang apa tuan disini?"
Arjuna mengabaikan gadis remaja itu, ia hendak melangkah namun Azzura berdiri dihadapannya dengan merentangkan tangannya
"Apa yang kalian lakukan?"
"Urus gadis ini Joseph!" Titah Arjuna pada asisten pribadi nya
Pria bermata biru itu menarik gadis yang masih mengenakan seragam sekolah itu, mata birunya menatap sangat tajam namun gadis dihadapannya tidak merasa takut sedikitpun
"Mohon kerjasamanya Nona! Kami kesini hanya ingin mencari keberadaan nona Aluna" Jelas Joseph
"Dimana kakak saya? Apa yang sudah kalian lakukan! Kalian bahkan menghancurkan rumah saya" Azzura berteriak, seolah tidak ada ketakutan dimatanya
Joseph mengabaikan kemarahan gadis kecil ini, ia berlalu walaupun sumpah serapah terus keluar dari bibir tipisnya