Indonesia
NovelToon NovelToon
Jodohku, Tuan Muda Angkuh

Jodohku, Tuan Muda Angkuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan
Popularitas:621
Nilai: 5
Nama Author: Diah Nation29

Update Setiap Hari dijam yang sama 12.00 WIB


Bagaimana jika jodoh ternyata bukan pilihan sendiri, tetapi dari kiriman ayah?

Reina Lunox harus menghadapi Tuan Muda Angkuh dari anak sahabat ayahnya. Meski, awal ia menolak untuk perjodohan itu. Reina tidak bisa menolak kemauan ayahnya.


Apa yang akan Reina lakukan untuk menaklukkan Tuan Muda Angkuh, Jino West? Ikuti kisah mereka!!


Karya Author// DILARANG PLAGIAT//

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Nation29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Atap yang Sama, Aturan yang Berbeda

Dua minggu setelah malam pertunangan yang melelahkan dan penuh drama itu, Reina Lunox harus kembali menelan pil pahit. Alih-alih diizinkan tinggal bebas di apartemen pribadinya dekat kampus seperti biasa, sebuah keputusan mutlak kembali dijatuhkan oleh Tuan Demian Lunox dan Tuan William West. Dengan dalih mempererat hubungan dan mempersiapkan diri menjelang pernikahan yang akan dipercepat setelah kelulusan, Reina dan Jino resmi dipindahkan ke sebuah penthouse mewah berlantai dua di jantung kota.

Penthouse itu megah, luas, dengan dinding kaca transparan yang menawarkan pemandangan gemerlap lampu kota dari ketinggian lantai empat puluh. Segala fasilitas kelas atas tersedia di sana. Namun, bagi Reina, tempat ini tidak lebih dari sebuah sangkar emas berteknologi tinggi yang membelenggu kebebasannya.

Terlebih lagi, ada satu aturan mutlak yang membuat darah Reina mendidih sejak hari pertama ia menginjakkan kaki di sana: mereka tinggal di bawah satu atap yang sama, meskipun tidur di kamar yang terpisah.

Malam itu, jam dinding besar di ruang tengah penthouse menunjukkan pukul delapan malam. Reina baru saja keluar dari kamarnya dengan mengenakan pajamas katun bergambar karakter kartun kesayangannya dan rambut yang diikat asal-asalan. Ia melangkah menuju dapur terbuka untuk mengambil segelas air dingin demi meredakan tenggorokannya yang kering.

Baru saja ia menepis tutup botol air mineral, suara langkah kaki berat terdengar mendekat dari arah koridor utama. Jino West muncul dengan balutan kemeja putih formal yang bagian atasnya sudah terbuka dua kancing, memperlihatkan sedikit kulit lehernya yang kokoh. Jas kerjanya tersampir di lengan kiri, sementara tangan kanannya melonggarkan ikatan dasi sutra dengan gerakan yang tampak begitu elegan sekaligus melelahkan.

Pria itu menghentikan langkahnya begitu melihat keberadaan Reina di dekat pulau dapur. Manik mata kelamnya menyapu penampilan Reina dari ujung rambut hingga ujung kaki—melihat kaus longgar bergambar beruang konyol dan celana piyama pendek yang dikenakan gadis itu. Sudut bibir Jino perlahan terangkat membentuk senyuman miring yang sangat menyebalkan.

"Penampilan calon nyonya besar keluarga West saat menyambut kepulangan tunangannya sungguh... luar biasa berantakan," komentar Jino dengan nada rendah dan sarkastis, berjalan mendekati meja dapur untuk menuangkan air ke dalam gelas.

Reina, yang tadinya berniat mengabaikan kehadiran pria itu, langsung mendengus keras. Ia membanting gelas plastiknya ke atas meja marmer hingga menimbulkan bunyi nyaring. Gadis itu menoleh tajam, melotot ke arah Jino dengan sorot mata menyala-nyala.

"Hei, Tuan Muda yang terhormat! Asal kau tahu ya, ini rumah pribadiku—eh, maksudku sangkar emas kita! Dan di dalam rumahku sendiri, aku berhak berpakaian sesuka hatiku, mau pakai piyama bergambar beruang atau karung goni sekalipun, itu bukan urusanmu!" semprot Reina tanpa saring.

Jino meneguk air di gelasnya perlahan, menikmati setiap detik emosi yang terpancar dari wajah cantik Reina. Ia meletakkan gelasnya kembali, lalu melangkah lebih dekat, mempersempit jarak di antara mereka hingga Reina mau tidak mau harus mundur sedikit sampai punggungnya membentur tepi meja dapur.

"Tentu saja itu urusanku, gadis desa," bisik Jino tepat di depan telinga Reina, suaranya berat, rendah, dan begitu memikat. "Kau adalah tunanganku. Di depan publik, kau harus menjaga imej keluarga West. Tapi di dalam rumah ini..." Jino menundukkan sedikit wajahnya, menatap lurus ke dalam manik mata cokelat Reina yang menegang. "...kau tetaplah kucing liar yang harus diawasi agar tidak merusak perabotan mahal."

Kucing liar lagi?! Sialan, lama-lama kepala pria ini ingin kupecahkan dengan wajan! batin Reina menggebu-gebu.

Tanpa gentar sedikit pun meski jantungnya berdegup kencang karena jarak mereka yang terlampau dekat, Reina mendongakkan dagunya tinggi-tinggi. Ia menatap tajam manik mata kelam Jino tanpa berkedip.

"Dengar ya, Jino West!" geram Reina, menaikkan satu jari telunjuknya tepat di depan dada bidang pria itu. "Jangan mentang-mentang kita tinggal di tempat yang sama, kau bisa berbuat sesuka hati padaku! Kita punya batasan. Kamarmu di sebelah barat, kamarku di sebelah timur. Dan selama kita di sini, anggap saja kita ini seperti tetangga asing yang kebetulan nyasar di atap yang sama!"

Jino menatap jari telunjuk Reina yang menempel di dadanya, lalu beralih menatap mata gadis itu dengan kilat aneh di manik matanya. Alih-alih mundur, Jino justru meraih pergelangan tangan Reina, menariknya pelan namun tegas hingga jari gadis itu turun dan mendekap erat di telapak tangan Jino sendiri.

Sentuhan hangat itu membuat Reina tersentak kecil. Kulit mereka bersentuhan langsung tanpa penghalang, mengirimkan aliran sengatan listrik aneh yang langsung merambat ke seluruh saraf pertahanan Reina.

"Tetangga asing?" ulang Jino dengan suara berbisik yang begitu lembut namun berbahaya. Ia melangkah lebih maju lagi, membuat tubuh Reina semakin merapat ke tepi meja. "Mana ada tetangga asing yang cincin pertunangannya melingkar di jari manis satu sama lain? Mana ada tetangga asing yang berbagi atap mewah seharga puluhan miliar rupiah?"

Reina menelan ludahnya susah payah. Tenggorokannya mendadak tercekat. Ada aura dominasi yang begitu pekat menguar dari tubuh Jino, membuat akal sehatnya seolah menguap begitu saja. Namun, harga dirinya menolak untuk tunduk.

"Itu... itu kan karena paksaan orang tua kita!" elak Reina dengan suara yang sedikit bergetar, berusaha sekuat tenaga mempertahankan nada galaknya. "Kalau bukan karena Ayah, aku tidak akan pernah sudi satu atap dengan pria arogan sepertimu!"

Jino tidak menjawab secara langsung. Ia mengangkat tangan kanannya yang bebas, perlahan merapikan helaian rambut Reina yang menutupi pipi gadis itu, menyelipkannya dengan sangat hati-hati di balik telinga. Sentuhan itu terasa begitu kontras dengan lidahnya yang selalu tajam, menyisakan kelembutan asing yang sukses membuat pertahanan emosi Reina goyah seketika.

"Mulutmu boleh terus mendebatku, Reina," bisik Jino pelan, matanya menatap lekat bibir Reina sebelum kembali naik mengunci manik mata cokelat gadis itu. "Tapi matamu tidak bisa berbohong. Kau tahu persis... kau tidak bisa mengabaikanku semudah itu."

Sebelum Reina sempat membalas ucapan sombong itu dengan makian pedas, Jino sudah melepaskan tangannya, berbalik begitu saja, dan berjalan meninggalkan dapur menuju kamarnya di ujung koridor dengan langkah santai yang menyisakan aroma parfum woody di udara.

Reina berdiri terpaku di tempatnya. Napasnya memburu, dadanya naik-turun menahan sisa-sisa emosi yang bercampur aduk menjadi satu. Ia mengangkat tangannya, menyentuh dadanya sendiri yang berdegup kencang di luar batas normal.

"Sialan... sialan, sialan!" maki Reina pada dirinya sendiri dengan suara berbisik, menggigit bibir bawahnya dengan frustrasi. "Pria itu benar-benar penyihir arogan! Awas saja, lihat pembalasanku besok pagi!"

Malam semakin larut, namun di dalam penthouse megah itu, dua hati yang sama-sama keras kepala tengah bergelut dengan perasaan asing yang perlahan-lahan mulai tumbuh di balik dinding permusuhan buatan mereka sendiri. Dan Reina tahu pasti, hari-hari kedepan tidak akan pernah lagi sama seperti dulu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!