Indonesia
NovelToon NovelToon
Ternyata Aku Pewaris Ilmu Medis Kuno

Ternyata Aku Pewaris Ilmu Medis Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Balas Dendam / Penyelamat
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Arif Wicaksono, pewaris ilmu medis kuno dan ketua organisasi rahasia Biro Akasa, turun gunung hanya untuk dihina dan ditolak mentah-mentah saat menagih janji perjodohan dari Keluarga Baskoro. Namun, nasib justru membawanya bertunangan dengan Shinta Liem, gadis bawel berenergi Yin murni penawar racun di tubuhnya, sekaligus memulai perjalanannya membuat orang-orang sombong yang meremehkannya berlutut menangis darah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Lutut dan telapak tangannya sudah lecet dan mengeluarkan darah segar menodai lantai marmer.

Benar-benar tangisan darah seperti yang dijanjikan Arif lima hari yang lalu.

Arif mencondongkan tubuhnya ke depan dan menatap wajah Hana yang bersimbah air mata.

"Ke mana perginya Nona pewaris Baskoro yang berteriak-teriak di pesta pernikahan waktu itu?" tanya Arif dingin.

"Bukankah kau bilang aku tidak pantas menjadi keset di rumahmu?"

"Lalu kenapa sekarang kau merangkak di bawah kakiku menjadi kesetku yang paling kotor?"

Hana menggelengkan kepalanya dengan cepat.

"Itu karena aku buta Tuan! Mulutku memang kotor dan pantas dihukum!" rintih Hana.

"Kau boleh menghinaku sepuasmu, kau boleh memukulku, tapi tolong obati ayahku hari ini!"

Arif mendengus sinis mendengar permohonan yang terdengar sangat putus asa itu.

"Guruku mempertaruhkan nyawanya menembus batas langit untuk memberi ayahmu waktu dua puluh lima tahun."

"Tapi balasan yang guruku terima hanya lembaran cek lima ratus juta dan robekan surat perjanjian."

"Kalian pikir, hanya dengan merangkak dan menangis sebentar di sini, semua pengkhianatan itu lunas?"

Hana dan Rizki seketika terdiam membeku.

Aura membunuh yang dikeluarkan Arif membuat udara di sekitar mereka terasa sangat dingin dan mencekik.

"L-lalu kami harus bagaimana Tuan? Kami akan membayar berapapun yang Tuan minta!" potong Rizki akhirnya bersuara.

Arif melirik Rizki dengan tatapan meremehkan.

"Menjual seluruh aset Grup Mahakarya kalian pun tidak akan cukup untuk membayar satu tetes keringat guruku," desis Arif tajam.

Rizki langsung pucat pasi mendengarnya.

Kalau harta tidak bisa menyelesaikan masalah, lalu apa yang pemuda iblis ini inginkan?

Nana dan Shinta yang menonton dari belakang hanya diam tidak berani ikut campur.

Ini adalah urusan pribadi Arif, dan mereka tahu Arif punya rencananya sendiri.

"Aku akan memberikan ayahmu kesempatan hidup, tapi dengan satu syarat yang tidak bisa ditawar," ucap Arif memecah ketegangan.

Hana langsung mengangkat wajahnya dengan mata berbinar penuh harapan.

"S-syarat apa Tuan? Katakan saja, kami pasti akan memenuhinya!" jawab Hana cepat.

"Aku tidak akan pernah sudi menginjakkan kaki di rumah kalian yang penuh kesombongan itu," ucap Arif mutlak.

"Bawa ayahmu yang sekarat itu ke sini, ke pekarangan rumah ini."

"Dan biarkan dia berbaring di atas tanah rumput ini untuk menerima pengobatanku."

Hana dan Rizki saling berpandangan dengan wajah syok.

Membawa orang yang sedang kritis dengan alat medis lengkap ke pekarangan rumah orang lain?

Dan meletakkannya di atas tanah berumput seperti mengobati hewan jalanan?

"T-tapi Tuan, kondisi ayah mertuaku sangat rapuh," bantah Rizki ragu.

"Memindahkannya ke sini bisa membuatnya mati di perjalanan!"

"Kalau begitu biarkan saja dia mati di kasur empuknya, aku tidak peduli," balas Arif langsung berdiri dan berbalik badan.

"T-tunggu! Jangan pergi Tuan!" jerit Hana panik menahan kaki Arif.

"Baik! Kami akan membawanya ke sini! Kami akan melakukan apa saja yang Tuan minta!"

Arif menepis tangan Hana dengan kasar dari celananya.

"Kalian punya waktu satu jam."

"Lewat dari satu jam, kalian hanya perlu memesan peti mati terbaik untuknya."

Tanpa menoleh lagi, Arif berjalan masuk kembali ke dalam rumah meninggalkan pasangan itu di teras.

Hana buru-buru berdiri dibantu oleh suaminya.

"Ayo cepat Rizki! Telepon ambulans terbaik! Kita bawa Ayah ke sini sekarang juga!" tangis Hana menarik tangan suaminya.

Rizki mengangguk panik dan mereka berdua berlari kembali ke mobil mereka dengan tergesa-gesa.

Mobil sedan hitam itu melesat pergi meninggalkan gerbang Keluarga Liem dengan decitan ban yang nyaring.

Ciiiiittt!

Para pelayan yang sedari tadi menahan nafas langsung menghela nafas lega berjamaah.

Hanya dalam waktu singkat, halaman itu kembali sunyi.

Shinta masih duduk membeku di kursinya mencerna semua rentetan kejadian brutal tadi.

"Gila... dia benar-benar tidak kenal ampun," gumam Shinta bergidik ngeri.

Nana berjalan menghampiri adiknya dan menepuk bahunya pelan.

"Itulah hukum karma Shinta," ucap Nana bijak.

"Tuan Arif bukan orang jahat, dia hanya menegakkan keadilan bagi mendiang gurunya yang dikhianati."

Shinta mengangguk pelan menyetujui ucapan kakaknya.

Meskipun mulut cowok itu sangat menyebalkan dan suka berbuat mesum padanya, tapi prinsip hidupnya sangat kuat.

"Shinta, sebaiknya kau ganti bajumu sekarang," suruh Nana tersenyum melihat piyama adiknya.

"Sebentar lagi halaman rumah kita akan kedatangan pasien gawat darurat, tidak lucu kalau kau menyambutnya pakai baju kelinci."

Shinta baru sadar dia masih memakai piyama dan wajahnya langsung memerah malu.

"Ah iya! Aku lupa ganti baju!" seru Shinta berlari masuk ke dalam rumah.

Di dalam rumah, Arif sedang duduk santai di meja makan sambil memakan apel merah yang renyah.

Kres. Kres.

Dia terlihat sangat menikmati apelnya seolah tidak terjadi apa-apa di luar sana.

Shinta yang berlari melewatinya menghentikan langkahnya sejenak.

Gadis itu menatap punggung Arif dari kejauhan dengan tatapan yang sangat sulit diartikan.

Ada rasa kesal, penasaran, kagum, dan sedikit debaran aneh di dadanya.

"Hei udik," panggil Shinta pelan.

Arif menoleh sambil menggigit apelnya.

"Ada apa Nona cerewet? Kau mau menawarkan energi Yin gratis lagi padaku?" goda Arif menaikkan sebelah alisnya.

"Enak saja! Jangan ngarep kau dasar mesum!" bantah Shinta cepat dengan wajah merona.

Shinta menggigit bibir bawahnya ragu-ragu sejenak.

"Tadi itu... kau kelihatan lumayan keren," ucap Shinta dengan suara sangat kecil, nyaris seperti gumaman nyamuk.

Setelah mengatakan hal memalukan itu, Shinta langsung berlari kencang menaiki tangga menuju kamarnya.

Tap. Tap. Tap. Brak!

Pintu kamar Shinta tertutup rapat.

Arif berkedip bingung mendengar ucapan gadis tsundere itu barusan.

Karena pendengarannya sangat tajam, dia bisa mendengar jelas pujian kecil itu.

Arif menyeringai lebar dan menggelengkan kepalanya pelan.

"Gengsinya memang setinggi Gunung Slamet, tapi hatinya selembut kapas," batin Arif tertawa dalam hati.

Hubungan aneh di antara mereka pelan-pelan mulai berubah menjadi sesuatu yang lebih menyenangkan.

Namun Arif tahu, waktu bermain-mainnya harus ditunda dulu.

Satu jam lagi, Baskoro akan tiba di pekarangan ini.

Menyembuhkan penyakit akibat kutukan karma yang telah menumpuk bukanlah hal yang mudah.

Apalagi kondisi Racun Api di tubuh Arif belum sepenuhnya sembuh total.

"Aku harus bersiap, mengobati orang yang hampir masuk neraka butuh banyak energi Qi," gumam Arif menghabiskan gigitan apel terakhirnya.

Arif masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil gulungan jarum perak legendaris miliknya.

Pertarungan medis yang sesungguhnya baru akan dimulai di atas rumput Keluarga Liem siang ini.

1
Was pray
Shinta itu tipe wanita keras kepala tapi ceroboh dan agak lambat berpikir
Was pray
pemimpin naga hitam jenis biji-bijian kah Thor?
Was pray
gak apa2 Shinta.. anggap aja rekreasi ke pelabuhan tanjung Priok , kamu kan wanita hebat yg gak butuh nasehat orang lain.. 🤭
Was pray
emang Arif dan Shinta kuliahnya di rumah sakit? waduh .. ambil fakultas apaan Arif nanti?
Was pray
kenapa bos preman kalau gak plontos ya botak? gak ada yg ganteng kah si bos preman Thor? 🤭🤭
Was pray
cek cek.... 👎 MC nya kuat sih... tapi mulutnya perlu dipemak ulang
Was pray
kurang didikan Budi pekerti kah Arif?
kayra lubna
Cerita yang sangat unik,ada percintaan,pengobatan,seni bela diri,sangat memuaskan hati untuk dibaca...mantaaaap👍
kiyoe: terimakasih kak 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!