Pernikahan yang didasari cinta belum tentu selamanya akan abadi. Akan ada badai yang akan menghampiri, apakah sang nahkoda bisa mengatasinya atau tidak tergantung kesiapan diri.
Begitu juga dengan rumah tangga Ima, kebahagian yang ia nikmati hancur lebur saat suaminya punya Wanita lain dan lebih menyakitkan mertuanya ikut andil atas pengkhianatan putranya.
Ima yang sakit hati bertekad dalam hati akan membalas semua pengkhianatan suami dan mertuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
Wajah Aldi tiap hari nampak kusut, bertolak belakang dengan Ima yang semakin hari semakin bersinar. Omelan dan hinaan dari mertua sama sekali tak dianggap angin lalu.
"Ma, aku kok merasa aneh ya sama Ima!" ujar Tuna pada martuanya.
"Aneh gimana?" tanya mama.
"Kerjaanya tiap hari kluyuran mulu dan mama liat ga makin hari penampilan Ima jauh berubah." ungkap Tina iri dengan perubahan madunya.
"Mama ga terlalu perhatiin sih, tapi wajahnya makin glowing mama liat."
"Pasti tiap hari ngabisin uang mas Aldi untuk perawatan dan shopping." hasut Tina.
"Awas aja kalau benar, mama akan paksa Aldi menstop semua uang untuk Ima."
"Betul itu, ma. Kalau tak di beri uang sama mas Aldi ga mungkin ia kluyuran terus." Tina mengompori mertuanya agar semakin membenci Ima.
"Pulang nanti, awas saja." wajah mama Aldi memerah menahan amarah. Hasutan Tina berhasil membuatnya murka.
Tina tersenyum puas, ia paling demen saat melihat betapa mertunya semakin membenci Ima. Jika seperti ini keadaanya, mertunya pasti akan memaksa mas Aldi untuk medepak Ima dari rumah ini. Tina semakin senang saat membayangkan rumah, cafe dan aset lain akan jadi miliknya.
"Mama aku mau keluar dulu sebentar." pamit Tina.
"Mau ngapain kamu keluar? Udah di rumah aja temanin mama." larang mama.
"Aku mau ketemu teman sebentar. "
"Suruh aja kesini!"
"Jangan ma, ga enak sama yang lain."
"Laki atau wanita?"
"Dua - duanya, ma."
"Tapi jangan lama - lama, mama kesepian sendirian di rumah."
"Iya, ma. Aku pergi dulu." pamit Tina yang sudah siap dengan tas salempang kecilnya. Tina langsung naik taxi online yang sudah ia pesan dari aplikasi.
"Mbak Tina."
"Hmm...."
"Sesuai aplikasi, mbak?"
"Hmmm....." sepanjang jalan Tina nampak asik dengan ponselnya hingga sampai di tujuan.
"Udah sampai, mbak." ujar driver.
"Ooh iya, pak. Udah bayar di aplikasi ya pak." Tina turun dan berjalan menuju gedung yang tinggi menjulang. Saat masuk lobby nampak petugas mengangguk karna sudah mengenal Tina.
Tina langsung menuju lift dan memencet nomor yang ingin ia sambangi. Lift berhenti di lantai sepuluh, Tina keluar dan menuju pintu paling pojok. Tanpa mengetuk terlebih dahulu langsung membuka pintu.
"Sayang." panggil Tina manja pada seorang lelaki yang tengah duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.
"Kok baru datang sih? Ga kangen sama aku." lelaki itu merajuk. Tina tanpa malu langsung duduk di pangkuan lelaki iti dengan tangan di kalungkan di leher lelaki itu.
"Kangen dong, sayang. Tapi aku kan harus cari waktu buat bisa temui kamu." Tina mensentil hiding mancung lelaki itu.
"Kenapa kamu ga cerai aja sih? Kita mulai hidup berdua."
"Nanti kalau aku sudah mendapatkan semuanya."
"Aku bisa kok hidupi kamu, meski tak semewah suamimu."
"Kasih aku waktu, sayang. Sedikit lagi aku bakal mendapatkan harta suamiku, baru setelah itu aku akan menceraikannya."
Rupanya Tina punya kekasih sebelum menikah dengan Aldi. Kekasihnya memang tak sekaya Aldi makanya Tina menerima tawaran Aldi berharap hidup enak dan menguasai semua harta suaminya itu baru setelah itu pergi meninggalkan Aldi yang bodoh.
...****************...
Assalamualaikum kk terimakasih supportnya dan jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen serta vote yang banyak biar thor semakin semangat untuk melanjutkannya bab berikutnya 😘🙏🙏