"Di dunia kultivasi, kamu menjadi pecatur, atau berakhir sebagai bidak."
Mati akibat overwork di perusahaan gelap, Lian terlahir kembali sebagai pemetik batu spiritual kelas bawah. Di dunia baru yang dikuasai sekte-sekte pemeras, Lian bersumpah tidak akan pernah lagi diperalat.
Sumpah itu membangkitkan Sistem Sovereign Duplication—kekuatan menciptakan pasukan klon tak terbatas! Uniknya, setiap klon memiliki identitas dan bakat dewa yang berbeda. Lebih gila lagi, Lian mampu menyerap seluruh kekuatan klonnya sekaligus.
Di saat benua bergolak, faksi-faksi raksasa tak menyadari satu hal:
Jenius nomor satu Sekte Api Ilahi...
Komandan perang Kekaisaran Jiulong...
Raja informasi dari Paviliun Bayangan...
Semuanya adalah klon milik Lian!
Tanpa pernah tampil di garis depan, Lian memanipulasi para pahlawan dan menjatuhkan sekte tirani dari kegelapan. Satu jiwa mengendalikan jutaan bayangan—menaklukkan benua dari balik layar!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Omni Tales, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan Dua Anak Emas Takdir
Di atas kubah pelindung Sekte Pedang Ilahi, gelombang tekanan energi dari sepuluh kapal perang Sekte Suci Xuanyuan tertahan kaku.
Utusan Xuanyuan berwajah pucat pasi tatkala menyadari bahwa seluruh armada udara mereka terkunci dalam matriks formasi purba.
"S-Seksi Pertahanan Utama sekte ini... bagaimana bisa diaktifkan secara instan?!" teriak Utusan Xuanyuan penuh kebingungan.
Dari sudut tergelap koridor luar arena, sesosok pria ber jubah sutra hitam dengan kipas lipat emas melangkah keluar pelan.
Pria itu tersenyum bermuka dua seraya mengibaskan kipasnya, memancarkan aura licik yang sangat pekat.
Dia adalah Klon #03 "Baihu", sang penguasa jaringan Paviliun Bayangan yang dikirim Lian untuk Merajut Muslihat.
Melalui Sinkronisasi Jiwa, Lian mengarahkan setiap patah kata yang keluar dari mulut Baihu dengan Perhitungan Tanpa Kompromi.
"Tuan Utusan yang terhormat, tidakkah Anda menyadari ada hal yang janggal sejak tadi?" puji Baihu dengan nada memprovokasi.
"A-Apa maksudmu, Pengusaha Paviliun Bayangan?!" bentak Utusan Xuanyuan dari atas geladak kapal.
Baihu melirik lurus ke arah Lin Feng, menunjukkan gumpalan gulungan informasi ber stempel rahasia di tangan kirinya.
"Artefak Terlarang dan Batu Spiritual Tingkat Surga yang dicari sekte Anda... sebenarnya tidak lagi berada di tangan Ye Chen," ujar Baihu lantang.
Suara Baihu bergemuruh lembut, namun berkat penyaluran Qi khusus, pesan itu terdengar jelas di telinga semua orang.
"Pembudidaya jubah putih di sana, Lin Feng... Dialah yang mencuri seluruh sumber daya kultivasi rahasia itu dari makam kuno!" fitnah Baihu mantap.
Ye Chen yang sedang tersungkur di tanah mendadak menegakkan tubuhnya dengan mata membelalak lebar karena terkejut.
"A-APA?! LIN FENG MENCURI REZEKIKU?!" jerit Ye Chen dengan vokal melengking hysteris.
Rasa iri hati dan dendam yang menumpuk di dada Ye Chen seketika meledak tanpa terkendali.
Ye Chen mengingat betapa sulitnya Dia melarikan diri dari wilayah timur hanya untuk mendapati rezeki besarnya dirampas orang lain.
"Pantas saja kamu bertingkah sok hebat dan menghinaku tadi!!" raung Ye Chen seraya bangkit berdiri dengan napas memburu.
"Kamu memanfaatkan kekacauan di Situs Warisan Kuno untuk mengambil Artefak Dewa Pedang milikku, kan?!" tuduh Ye Chen brutal.
Lin Feng menoleh perlahan, menatap Ye Chen dan Baihu dengan sorot mata dingin tanpa emosi sedikit pun.
Arogansi Sumpah Suci yang dimiliki sang Reinkarnator Dewa Pedang membuat Dia enggan memberikan klarifikasi panjang lebar.
"Bocah sampah emosional seperti kamu sama sekali tidak layak memiliki sumber daya tingkat tinggi," balas Lin Feng acuh tak acuh.
"Jika aku memang mengambilnya, lalu kamu mau apa?" tambah Lin Feng dengan keangkuhan tanpa tanding.
Jawaban dingin dari Lin Feng seketika mengonfirmasi persangkaan palsu di dalam otak Ye Chen yang sudah tertutup emosi naif.
"K-KAMU MENGAKUINYA?!" jerit Ye Chen dengan mata memerah penuh amarah.
"DASAR PENCURI BAAAJINGAAAN!!" raung Ye Chen histeris.
'Bagus. Logika impulsif sang Protagonis Asli memang sangat mudah diprediksi,' batin Lian mengamati dari balik bayangan bukit.
Melalui cermin analisis sistem, Lian menyaksikan bagaimana dua Bidak Tanpa Wajah itu saling membakar gengsi masing-masing.
"Utusan Xuanyuan! Biarkan aku yang menghancurkan pencuri ini dan mengambil kembali hakku!" teriak Ye Chen kepada kapal perang di atas.
Utusan Xuanyuan yang panik karena terkunci formasi akhirnya mengangguk setuju tanpa berpikir panjang.
"Serang pemuda jubah putih itu!! Ambil kembali seluruh artefak kuno kita!!" perintah Utusan Xuanyuan memberi dukungan penuh.
Lin Feng memegang gagang pedang besinya dengan makin erat, merasakan gejolak Niat Pedang Purba yang kian memuncak di dadanya.
"Bahkan jika seluruh praktisi di benua bawah ini mengeroyokku... kalian semua hanyalah sampah yang menanti terbas," tegas Lin Feng dingin.
"JANGAN SOMBONG KAMU, LIN FEEEEENG!!" teriak Ye Chen seraya menghentakkan kedua tangannya ke udara.
Cahaya hijau keemasan mendadak meledak dari dalam dada Ye Chen tatkala artefak tua yang melekat di jiwanya terhempas aktif.
Sebuah cincin logam berukirkan simbol binatang purba memancarkan gelombang destruktif yang mampu menggetarkan fondasi marmer alun-alun.
"Aku akan merebut kembali milikku dan membuktikan bahwa akulah satu-satunya Jenius Takdir di dunia ini!!" seru Ye Chen penuh kegilaan.
Di sisi lain, Lin Feng menarik pedang besi tuanya keluar dari sarungnya sejengkal demi sejengkal.
Dentangan resonansi pedang yang teramat murni menggema di angkasa, memotong udara sekitar menjadi bilah-bilah cahaya mematikan.
"Mati di bawah Tebasan Dewa Pedang adalah kehormatan tertinggi untuk orang bodoh seperti kamu," ujar Lin Feng datar.
DZZZZT!
[Sovereign Duplication - Mode Perekaman Jiwa]
Subjek Terkunci:Lin Feng (Reinkarnator Dewa Pedang)
Status Resonansi:Mengaktifkan Hukum Pedang Purba Tingkat 3.
Proses Penyerapan Omni-Adaptation:12% ... 28% ... 45% (Sistem merekam struktur sirkuit Qi).
Lian di puncak bukit tersenyum sangat dingin seraya mengamati jendela data sistem yang terus terisi secara otomatis.
'Kalkulasi Dingin ini benar-benar tidak pernah meleset,' batin Lian seraya melipat tangannya di dada.
Sifat Mahakuasa Omni-Adaptation milik Lian bekerja sempurna, menyedot seluruh pemahaman teknik pedang tingkat tinggi milik Lin Feng dari jarak jauh.
Sembari dua anak emas takdir itu bersiap saling membunuh, Lian tidak perlu mengotori tangannya sendiri dengan setetes darah pun.
"Lakukan pertunjukan terbaik kalian, Bidak Takdirku..." bisik Lian penuh keangkuhan.
Ye Chen melompat tinggi ke udara, melapisi seluruh tubuhnya dengan gelombang energi hijau dari artefak purbanya.
"PUKULAN EMAS PENGHANCUR BUMI!!" jerit Ye Chen seraya menghempaskan tinjunya ke arah kepala Lin Feng.
Lin Feng tidak bergeming sedikit pun, hanya menggeser kaki kirinya ke belakang seraya menghunus pedangnya secara penuh.
SRAAAT!
Kilatan cahaya putih raksasa terpancar membelah arena, berbenturan langsung dengan ledakan energi hijau milik Ye Chen.
BUMMMMMMM!!
Ledakan gelombang kejut yang dahsyat meruntuhkan panggung batu melayang dan melontarkan ratusan calon murid ke belakang.
Asap tebal bermandikan percikan api dan niat pedang membumbung tinggi, menyelimuti dua figur yang kini saling bertarung hidup dan mati.
Xuanwu berdiri tenang di tengah badai energi tersebut, menjaga agar formasi pengunci tetap mengurung seluruh area tanpa celah.
Di atas kapal perang utama, para pengawal Sekte Suci Xuanyuan ternganga menyaksikan kekuatan luar biasa dari dua pemuda bawah tersebut.
"I-Ini bukan pertarungan pembudidaya biasa... Ini adalah pertempuran antar monster!" gumam Utusan Xuanyuan dengan bibir gemetar.
Dari dalam asap tebal, suara tawa meremehkan dari Lin Feng menggema sangat nyaring.
"Hanya sebatas ini kekuatan dari artefak tua milikmu?" sindir Lin Feng seraya memutar pedangnya dengan lihai.
"BELUM SELESAAAI!!" raung Ye Chen yang keluar dari asap dengan kondisi jubah robek-robek dan mata menyala merah.
Ye Chen menggigit jarinya sendiri dan meneteskan darah intinya ke atas cincin purba untuk memicu kekuatan terlarang.
'Kerusakan jiwa Ye Chen meningkat tiga puluh persen. Sangat ideal untuk mendorongnya semakin bergantung pada muslihatku,' batin Lian menganalisis.
Melalui jaringan Paviliun Bayangan milik Baihu, Lian telah menyiapkan propaganda palsu tahap kedua untuk disebarkan ke seluruh faksi Benua Tengah.
Pertarungan dua anak emas ini akan menjadi pengalih perhatian sempurna tatkala Klon #05 disusupkan langsung ke dalam perbendaharaan rahasia Sekte Suci Xuanyuan.
Papan Catur Dimensi milik Lian kini meluas dengan cepat, mencakup seluruh benua dalam jaring kontrol tanpa celah.
"Pertarungan yang sangat indah," gumam Lian seraya menatap langit yang mulai terbelah oleh benturan dua Hukum Purba.
"Saling hancurkan satu sama lain... dan biarkan aku memanen seluruh sisa kejayaan kalian..."