Di hari ketika seluruh mimpinya hancur, Lin Yuan divonis memiliki Akar Roh Rusak Total dan diusir dari Sekte Awan Langit.
Tunangannya meninggalkannya, sahabat menjauhinya, dan musuh-musuhnya memilih membunuhnya agar tak menyisakan ancaman.
Namun di ambang kematian, sebuah sistem kuno terbangun.
**Sistem Pemakan Takdir.**
Selama mampu mengalahkan lawannya, Lin Yuan dapat melahap takdir, bakat, keberuntungan, bahkan kesempatan hidup mereka untuk menjadi miliknya.
Sejak malam itu, seorang "sampah" yang ditertawakan seluruh dunia mulai menapaki jalan yang belum pernah dilalui siapa pun.
Jika langit menolak memberinya takdir...
Maka ia akan memakan takdir langit itu sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14: Petir Menempa Tubuh
Petir ungu mengalir liar melalui meridian Lin Yuan, membuat seluruh tubuhnya bergetar tanpa mampu dikendalikan sepenuhnya.
Rasa sakit itu berbeda dari terobosan sebelumnya. Seolah-olah aliran panas dan ribuan jarum bergerak bersamaan di dalam tubuhnya.
Lin Yuan mengatupkan gigi dan menjaga kesadarannya tetap jernih meski keringat dingin mulai membasahi punggung.
【Pemurnian Buah Roh Petir berlangsung.】
【Meridian sedang diperkuat.】
【Kecepatan sirkulasi Qi meningkat.】
Energi Takdir yang digunakan melalui Ekstraksi Takdir membuat kekuatan Buah Roh Petir sedikit lebih mudah dikendalikan.
Namun Lin Yuan segera menyadari ada sesuatu yang tidak seharusnya berada di antara energi petir tersebut.
Sebuah jejak hitam muncul dari aliran energi dan bergerak perlahan menuju pusat kultivasinya.
"Itu lagi."
Lin Yuan langsung mengenali energi asing yang sebelumnya dilihat menggunakan Mata Takdir.
Ia mengendalikan Energi Takdir untuk membungkus jejak hitam tersebut, berniat memisahkannya dari energi Buah Roh Petir.
【Ekstraksi Takdir dilakukan.】
Beberapa saat kemudian, pemberitahuan berbeda muncul.
【Ekstraksi gagal.】
【Sumber energi tidak berada dalam cakupan Takdir yang dapat diekstraksi.】
Lin Yuan mengerutkan kening.
Belum sempat memikirkan maknanya, jejak hitam tersebut mendadak mempercepat gerakan menuju Akar Roh yang tersegel.
DUM!
Segel di pusat kultivasinya bergetar keras.
Lin Yuan membungkuk dan memuntahkan seteguk darah ke lantai gua.
Jejak hitam itu seolah ketakutan oleh reaksi segel. Gerakannya berhenti sebelum perlahan kembali bercampur dengan energi petir.
Lin Yuan tidak mengejarnya.
"Aku akan mencari tahu nanti."
Prioritasnya sekarang adalah menyelesaikan pemurnian sebelum energi Buah Roh Petir justru merusak meridiannya.
Ia mengatur kembali napas dan mengarahkan energi petir untuk bergerak mengikuti jalur sirkulasi Qi.
Setiap putaran membawa rasa sakit, tetapi meridiannya perlahan menjadi semakin kuat setelah dilewati energi tersebut.
Fondasi Roh Tidak Terklasifikasi juga terus menyerap energi tanpa menunjukkan tanda kehilangan kestabilan.
Waktu berlalu.
Kilatan petir pada kulit Lin Yuan perlahan berkurang sampai akhirnya hanya tersisa beberapa percikan tipis.
【Pemurnian Buah Roh Petir selesai.】
【Meridian mengalami penguatan.】
【Kecepatan sirkulasi Qi meningkat.】
【Jejak Petir diperoleh.】
Lin Yuan membuka mata.
Ia segera mengalirkan Qi menuju lengan dan merasakan perbedaannya hampir seketika.
Qi yang dahulu membutuhkan beberapa saat untuk mencapai telapak tangan sekarang bergerak jauh lebih cepat melalui meridian.
Lin Yuan berdiri dan mengambil pedangnya.
Ia tidak langsung meninggalkan gua.
Gambaran pertarungan dengan Zhao Feng masih terus muncul dalam pikirannya, terutama saat Teknik Pedang Awan Jatuh berubah.
"Titik perubahan..."
Lin Yuan mengangkat pedang perlahan.
Setiap teknik membutuhkan perpindahan kekuatan dari satu gerakan menuju gerakan berikutnya.
Pada saat perpindahan itulah aliran Qi mengalami perubahan paling jelas.
Jika pedangnya mampu mencapai titik tersebut terlebih dahulu, mungkin ia tidak perlu menghadapi seluruh kekuatan sebuah jurus.
Lin Yuan menebas batu di hadapannya.
SRAAAK!
Bekas pedang muncul, tetapi tidak ada sesuatu yang berbeda dibandingkan tebasan biasa.
"Gagal."
Ia mengulanginya.
Kali ini Lin Yuan membayangkan sebuah aliran Qi bergerak melalui batu, kemudian mencoba menebas titik tempat aliran tersebut berubah.
Pedangnya tetap hanya meninggalkan bekas biasa.
Lin Yuan tidak kecewa.
Konsep yang benar belum tentu dapat langsung berubah menjadi jurus.
Ia baru hendak mencoba untuk ketiga kalinya ketika rasa dingin tiba-tiba menjalar di belakang leher.
【Mendeteksi niat membunuh.】
【Naluri Tempur aktif.】
Lin Yuan menjatuhkan tubuh tanpa berpikir.
SRET!
Sebuah anak panah menembus tanaman merambat yang menutupi pintu gua dan melintas tepat di atas kepalanya.
DUK!
Anak panah menancap dalam pada dinding batu.
Lin Yuan langsung berguling ke samping sambil menarik pedangnya.
"Keluar."
Suara tawa terdengar dari luar.
"Indramu cukup tajam."
Tiga orang memasuki gua secara perlahan.
Lin Yuan mengenali salah satunya sebagai kultivator yang berada di lembah ketika Buah Roh Petir muncul.
Pria di depan membawa pedang lebar. Rekannya menggenggam tombak, sementara orang terakhir tetap berdiri dekat pintu dengan busur.
Tatapan mereka menyapu gua sebelum berhenti pada Lin Yuan.
"Buah Roh Petir."
Pria berpedang mengulurkan tangan.
"Serahkan."
"Sudah kumakan."
Senyumnya menghilang.
Ia memperhatikan bekas darah di lantai dan sisa kilatan ungu yang sesekali muncul pada kulit Lin Yuan.
Beberapa saat kemudian, pria itu mendengus.
"Kalau begitu, bunuh dia."
Pemegang tombak langsung menerjang.
Ujung tombaknya melesat menuju dada Lin Yuan, sementara pemanah di belakang sudah memasang anak panah kedua.
Lin Yuan bergeser untuk menghindari tombak.
Namun pada saat bersamaan, tali busur berbunyi.
SRET!
Anak panah menutup arah menghindarnya.
Lin Yuan mengalirkan Qi menuju kedua kaki.
Jejak Petir dalam tubuhnya tiba-tiba bereaksi.
CRACK!
Kilatan ungu tipis muncul pada telapak kakinya.
Tubuh Lin Yuan melesat lebih cepat daripada yang diperkirakannya sendiri.
Anak panah hanya menyentuh ujung pakaiannya sebelum menancap pada tanah.
Pemegang tombak terkejut.
Lin Yuan tidak memberikan waktu untuk bereaksi.
Pedangnya sudah bergerak menuju sisi tubuh lawan.
CLAAANG!
Pria berpedang lebar akhirnya turun tangan dan menahan tebasan tersebut.
Benturan membuat keduanya mundur.
Lin Yuan menatap kilatan petir yang perlahan menghilang dari kakinya.
Buah Roh Petir ternyata tidak hanya memperkuat meridian.
Jejak yang ditinggalkannya dapat mempercepat ledakan Qi untuk sesaat.
Namun sebelum Lin Yuan sempat menguji batas kemampuan itu, pria berpedang sudah kembali mengangkat senjatanya.
Qi berkumpul pada bilah lebar tersebut hingga tekanan tajam memenuhi gua.
"Kau cukup cepat."
Pria itu tersenyum dingin.
"Mari kita lihat apakah pedangmu juga secepat kakimu."
Lin Yuan mempererat genggamannya.
Benih Jalan Pedang dalam kesadarannya bergetar.
Naluri Tempur mulai menunjukkan lintasan serangan lawan.
Namun kali ini, Lin Yuan tidak hanya melihat ke mana pedang tersebut akan datang.
Ia memperhatikan bagaimana Qi mengalir di dalam jurus itu.
Dan untuk sesaat...
Lin Yuan kembali melihat sebuah titik perubahan.
Pria berpedang lebar menginjak tanah dan menerjang, membuat debu tipis terangkat dari lantai gua.
Pedangnya bergerak dari bawah ke atas. Qi yang terkumpul pada bilah membuat udara di sekitarnya bergetar.
Lin Yuan tidak langsung mundur.
Naluri Tempur memperlihatkan lintasan serangan, sementara Benih Jalan Pedang menangkap perubahan aliran Qi sebelum kekuatan lawan mencapai puncaknya.
Ada satu titik.
Sangat singkat.
Lin Yuan menebas.
CLAAANG!
Pedangnya menghantam sisi pedang lebar tepat ketika aliran Qi lawan sedang berpindah menuju ujung bilah.
Cahaya pada pedang lebar langsung bergetar.
Jurus yang seharusnya meledak dengan kekuatan penuh mendadak kehilangan sebagian besar momentumnya.
"Apa?"
Wajah pria itu berubah.
Lin Yuan sendiri tidak memiliki waktu untuk merasa senang.
Benturan tersebut tetap membuat lengannya mati rasa, bahkan kulit antara ibu jari dan telunjuknya pecah hingga mengeluarkan darah.
Ia terdorong mundur tiga langkah.
Namun matanya justru semakin terang.
Berhasil.
Belum sempurna, tetapi pemikirannya benar.
Sebuah jurus tidak harus dihancurkan setelah mencapai kekuatan penuh.
Jika titik perubahannya dapat ditemukan, ia bisa memutus aliran kekuatan sebelum jurus benar-benar terbentuk.
"Apa yang baru saja kaulakukan?" tanya pria berpedang.
Lin Yuan mengangkat pedangnya kembali.
"Aku juga sedang mencari tahu."
Wajah lawannya menggelap.
"Kalau begitu, bawa jawabanmu ke kuburan!"
Pemegang tombak menyerang dari samping.
Pada saat bersamaan, pemanah kembali melepaskan anak panah menuju kaki Lin Yuan untuk membatasi gerakannya.
Lin Yuan segera mengalirkan Qi.
CRACK!
Kilatan ungu muncul tipis pada kakinya.
Tubuhnya melesat ke depan, bukan mundur seperti yang diperkirakan ketiga lawannya.
Anak panah melewati punggungnya.
Ujung tombak juga kehilangan sasaran.
Lin Yuan sudah berada di depan pemegang tombak.
Pedangnya menusuk.
Pria itu buru-buru memutar gagang tombak untuk menahan.
CLAAANG!
Lin Yuan tidak memaksakan benturan.
Ia menarik pedang dan berputar melewati sisi lawan, lalu menendang lututnya hingga keseimbangan pria tersebut terganggu.
"Belakangmu!" teriak pemimpin mereka.
Terlambat.
Gagang pedang Lin Yuan menghantam tengkuk pemegang tombak dengan keras.
Pria itu jatuh.
Lin Yuan langsung bergerak lagi karena anak panah berikutnya sudah datang.
SRET!
Anak panah menggores bahunya.
Rasa panas menjalar dari luka, tetapi Lin Yuan tidak menghentikan langkah.
Pemanah mulai memasang anak panah berikutnya.
Lin Yuan tidak memberinya kesempatan.
Jejak Petir kembali digunakan.
CRACK!
Jarak beberapa langkah terlewati jauh lebih cepat daripada gerakan biasanya.
Wajah pemanah berubah pucat.
Ia membuang busur dan mencoba menarik pisau pendek dari pinggang.
Pedang Lin Yuan sudah berhenti di depan tenggorokannya.
"Pergi."
Pemanah membeku.
Lin Yuan tidak berniat membunuh orang yang sudah kehilangan kemampuan melawan jika tidak diperlukan.
Namun pria berpedang lebar ternyata memiliki pikiran berbeda.
"Jangan dengarkan dia!"
Qi kembali meledak dari tubuhnya.
Lin Yuan berbalik.
Pria itu menggenggam pedang menggunakan kedua tangan, lalu mengangkatnya tinggi di atas kepala.
Kali ini aliran Qi jauh lebih padat daripada serangan sebelumnya.
"Aku akan membelahmu bersama gua ini!"
Pedang turun.
Naluri Tempur segera memperlihatkan lintasan berbahaya.
Namun Lin Yuan tidak menghindar.
Matanya mengikuti aliran Qi lawan.
Dari kaki.
Pinggang.
Bahu.
Lengan.
Pedang.
Kemudian—
perubahan.
Mata Takdir mendadak aktif.
Untuk sepersekian detik, Lin Yuan melihat sebuah garis sangat tipis melintasi aliran Qi pada pedang lawan.
Benih Jalan Pedangnya bergetar hebat.
Di sana.
Lin Yuan maju satu langkah.
Pedangnya bergerak tanpa keraguan.
CLAAANG!
Dua senjata bertemu.
Cahaya Qi pada pedang lebar pecah sebelum serangan mencapai kekuatan penuh.
Namun kekuatan yang tersisa tetap menghantam Lin Yuan.
Tubuhnya terpental dan menghantam dinding gua.
Darah mengalir dari telapak tangannya.
Pria berpedang juga mundur dengan wajah pucat.
Ia menatap senjatanya sendiri, lalu Lin Yuan dengan ketidakpercayaan.
Jurus terkuatnya...
kembali dipatahkan.
Lin Yuan bangkit perlahan.
Konsep itu semakin jelas.
Tetapi dirinya masih terlambat.
Pedangnya mampu menemukan titik perubahan, namun tubuh dan pemahamannya belum cukup untuk memotongnya dengan sempurna.
Pria berpedang melihat dua rekannya yang sudah kehilangan keberanian.
Akhirnya ia menggertakkan gigi.
"Pergi!"
Ketiganya mundur dari gua tanpa berani melanjutkan pertarungan.
Lin Yuan tidak mengejar.
Begitu mereka menghilang, ia segera duduk dan mengatur napas.
Jejak Petir memang meningkatkan ledakan kecepatannya, tetapi penggunaan berulang membuat meridian pada kedua kaki terasa panas.
"Belum bisa digunakan sembarangan."
Lin Yuan baru hendak memeriksa luka ketika Mata Takdir tiba-tiba aktif dengan sendirinya.
【Perubahan Takdir terdeteksi.】
Lin Yuan mengangkat kepala.
Nama yang muncul berikutnya membuat ekspresinya berubah.
【Target: Zhao Feng.】
【Jalur Takdir target mengalami perubahan.】
【Peluang Takdir baru sedang terbentuk.】
Lin Yuan mengerutkan kening.
Baru beberapa jam berlalu sejak Buah Roh Petir direbut.
Takdir Zhao Feng sudah mulai membentuk jalan baru.
Informasi berikutnya membuat tatapannya semakin serius.
【Tingkat Peluang Takdir baru: tidak dapat dipastikan.】
【Peringatan: Jalur tersebut sebelumnya tidak ada.】
Lin Yuan perlahan berdiri.
Merebut Buah Roh Petir ternyata tidak sekadar mengambil sesuatu yang seharusnya menjadi milik Zhao Feng.
Tindakannya telah memaksa masa depan bergerak menuju arah yang berbeda.
Tiba-tiba—
BOOOOM!
Ledakan besar mengguncang Hutan Kabut Hitam.
Tanah di bawah kaki Lin Yuan bergetar.
Ia segera keluar dari gua.
Jauh di bagian terdalam hutan, sebuah pilar cahaya merah menembus kabut dan menjulang menuju langit.
Raungan Binatang Roh terdengar dari berbagai arah hampir bersamaan.
Burung-burung beterbangan meninggalkan pepohonan.
Kemudian sistem kembali bereaksi.
【Perubahan Takdir skala besar terdeteksi.】
Lin Yuan menatap pilar merah tersebut.
Garis Takdir Zhao Feng yang samar ternyata mengarah tepat ke sana.
Tangannya perlahan menggenggam pedang.
Di satu sisi, pemahaman mengenai tebasan barunya tinggal selangkah lagi mencapai bentuk yang dapat benar-benar digunakan.
Di sisi lain, Takdir yang baru saja diubahnya sedang melahirkan sesuatu yang bahkan tidak terdapat pada jalur sebelumnya.
Lin Yuan akhirnya memahami satu hal.
Memakan Takdir seseorang tidak berarti cerita orang itu berakhir.
Terkadang...
Takdir justru akan membalas dengan menciptakan jalan yang lebih berbahaya.
......................
Bersambung...