Xiao Lin seorang pemuda murid pelayan di sebuah sekte di bagian timur kekaisaran Angin Surgawi. terkenal sebagai sampah dan selalu di bully oleh murid lain.
Hingga suatu hari saat ia melihat teman nya hampir terbunuh. tiba tiba ia kalap mata dan membunuh murid luar tersebut. namun ia tak menyadari hal apa yang sudah terjadi.
nasib apakah yang di tanggung Xiao Lin di sekte setelah pembunuhan terjadi? mampu kah ia keluar dari masalah itu?
saksikan perjalan hidup Xiao Lin untuk menjadi kuat. membantai setiap musuh yang menghalangi jalan kultivasi nya. hanya di sini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tawaki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14: Keputusasaan
Di dalam kegelapan absolut Domain Isolasi Ruang, jeritan memilukan Wang Chen bergaung tanpa henti, memantul di dinding-dinding tak kasatmata yang memisahkannya dari dunia luar. Pakaian putihnya yang mewah kini telah basah kuyup oleh darahnya sendiri. Tubuhnya meringkuk di atas lantai batu, gemetar hebat menahan rasa sakit yang belum pernah dia bayangkan seumur hidupnya.
"M-mohon... ampuni aku..." ratap Wang Chen di sela-sela tangisnya. Keangkuhan seorang genius peringkat atas halaman luar telah menguap sepenuhnya. Di depan sosok di hadapannya, dia tidak lebih dari seekor cacing yang menunggu ajal. "Aku salah... aku tidak akan mengganggu Xiao Lin lagi... tolong..."
"Ampun?" "Xiao Lin" menatap Wang Chen dengan mata hitam pekatnya yang hampa. "Saat wadah fisiku memohon padamu untuk melepaskan sahabatnya, apakah kau memberinya ampunan? Kau justru ingin mematahkan kakinya dan membuatnya merangkak seperti anjing."
Sosok kejam itu melangkah satu kali lagi. Tekanan ruang di dalam domain mendadak berlipat ganda, mengunci tubuh Wang Chen hingga menempel erat di lantai batu, membuatnya bahkan tidak bisa menggerakkan satu jari pun.
"Kau bangga dengan bakat dan kultivasimu, bukan?" "Xiao Lin" mengangkat tangan kanannya, lalu mengarahkannya ke arah Dantian di perut Wang Chen. "Maka, aku akan menghancurkan fondasi yang membuatmu angkuh."
Jari telunjuk Sang Iblis mengetuk udara sekali lagi. Sebuah riak hitam kecil melesat menembus perut Wang Chen tanpa merusak kulit luarnya, namun langsung menghantam tepat ke pusat Dantiannya.
PRANG!
Suara seperti kaca pecah terdengar dari dalam tubuh Wang Chen. Danau energi Qi Gathering tingkat 4 puncak miliknya, bersama dengan sisa-sisa energi dari pil obat peringkat 2 yang ditelannya, meledak hancur berantakan. Seluruh meridian di tubuhnya putus seketika, mengalirkan rasa sakit yang luar biasa ke setiap ujung sarafnya.
"AAAAAHHHH!!! DANTIAN-KU!!! KULTIVASIKU!!!" Wang Chen melotot histeris, memuntahkan darah hitam pekat. Menghancurkan dantian seorang kultivator jauh lebih kejam daripada membunuhnya. Kini, dia telah resmi menjadi manusia cacat yang bahkan lebih rendah daripada pelayan fana.
"Dan sekarang, bayar apa yang kau lakukan pada kakinya," ucap "Xiao Lin" dingin.
SRAK! SRAK!
Dua distorsi ruang tak kasatmata menghantam lutut kiri dan kanan Wang Chen, menghancurkan tempurung lututnya hingga menjadi bubuk tulang. Wang Chen tidak bisa lagi berteriak; suaranya habis, dan pandangannya mulai kabur akibat syok rasa sakit yang teramat sangat.
"Tsk... tubuh fana ini benar-benar tidak berguna," suara dingin di dalam kepala Xiao Lin tiba-tiba mendengus kesal. Danau energi tingkat 2 milik Xiao Lin mulai mengering drastis, tidak sanggup lagi menyokong Hukum Ruang yang dipaksakan. Retakan pada segel kuno di jiwanya mulai menutup kembali secara paksa karena kehabisan bahan bakar.
"Batas waktunya sudah habis. Tapi ini sudah cukup untuk memberi serangga ini pelajaran," gumam Sang Iblis.
"Xiao Lin" menatap tubuh Wang Chen yang kini terkapar sekarat dan cacat total di lantai. Warna hitam pekat di sepasang matanya mulai memudar dengan cepat, mengembalikan pupil jernih milik Xiao Lin yang polos.
Sebelum kesadaran aslinya kembali sepenuhnya, tangan Xiao Lin bergerak menyapu udara, membubarkan Domain Isolasi Ruang yang mengurung mereka.
WUSH!
Di dunia luar, bola kabut hitam raksasa yang tadinya menakutkan mendadak menyusut dan menghilang ditiup angin gunung. Sinar matahari senja yang memerah kembali menerangi Panggung Final.
Ribuan pasang mata, termasuk para penatua sekte yang sejak tadi memukul-mukul dinding pelindung dengan panik, langsung mengarahkan pandangan mereka ke tengah panggung.
Begitu debu menipis, seluruh arena sekte tersentak kaget hingga beberapa orang lupa cara bernapas.
Wang Chen, sang genius halaman luar yang tak terkalahkan, terbaring bersimbah darah di atas panggung. Lengan kanannya mengelupas hingga terlihat tulangnya, kedua lututnya bengkok ke arah yang mengerikan, dan aura Qi di tubuhnya telah lenyap sepenuhnya. Dia telah menjadi sampah cacat yang sekarat.
Sementara itu, beberapa meter di depannya, Xiao Lin berdiri dengan tubuh lemas. Begitu domainnya runtuh, seluruh rasa sakit dari luka-luka babak belur yang diterimanya dari Wang Chen tadi kembali menghantam tubuhnya sekaligus.
"Ugh..." Xiao Lin memuntahkan seteguk darah, matanya yang polos dipenuhi kebingungan luar biasa saat melihat kondisi mengerikan Wang Chen di depannya. "Apa... apa yang terjadi?"
Pandangan Xiao Lin menggelap dengan cepat. Tubuhnya ambruk dan jatuh pingsan di atas panggung batu yang dingin.
"Chen'er!!!" Penatua Wang berteriak histeris. Dia langsung melesat ke atas panggung, berlutut di samping keponakannya. Saat memeriksa tubuh Wang Chen dan mendapati bahwa Dantiannya telah hancur total, wajah Penatua Wang berubah menjadi merah padam penuh murka.
Dia berbalik, menatap tubuh Xiao Lin yang pingsan dengan mata berkilat penuh niat membunuh yang murni.
"Bocah iblis! Kau berani menghancurkan keponakanku! Mati kau!"
Penatua Wang mengangkat telapak tangannya yang dilapisi energi Foundation Establishment yang dahsyat, bersiap untuk menghantam kepala Xiao Lin hingga hancur berkeping-keping!
bossss
🐉🐉🐉🐉💪💪💪💪
wuss
🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉
👻👻👻👻👻👻
jedug
🐉🐉🐉🐉🐉
🐉🐉🐉🐉🐉
fgjkitrcv
🐉
🐉🐉
🐉🐉🐉
uh
kejam
kejam
7
🐉🐉🐉
pitu
bantai
🐉🐉🐉🐉
🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉
wolu
🐉👻🐉👻🐉
10
🐉
11
hukum Konoha
👻👻🐉🐉
9
🐉👻
8
🐉
12
🐉