Indonesia
NovelToon NovelToon
Balas Dendam Anak Terbuang

Balas Dendam Anak Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:10.3k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Dalam hidup Kyra, ia hanya ingin merasakan arti sebuah keluarga. Namun, keinginan sederhananya itu harus ia pendam, karena kedua orang tuanya tidak menginginkan kehadirannya yang dianggap sebagai pembawa sial.

Setelah banyaknya penderitaan, Kyra akhirnya melangkah keluar dari bayang-bayang trauma untuk menuntut balas pada orang tuanya yang telah membuangnya.

Namun, saat Kyra berhasil bertemu dan tinggal dengan kedua orang tuanya, ia justru dijadikan kambing hitam untuk menggantikan posisi sepupunya dalam sebuah pernikahan bisnis. Jebakan takdir ini justru dimanfaatkan Kyra sebagai senjata untuk menghancurkan keluarganya sendiri.

Bagaimana cerita selanjutnya? Apakah rencana balas dendam Kyra berhasil? Siapa pria yang harus Kyra nikahi? Mengapa kedua orang tua Kyra menganggap jika Kyra adalah pembawa sial?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35

Keesokan paginya, langit ibu kota mendung, seolah merefleksikan kehancuran yang kian nyata di kediaman keluarga Andreas. Di rumah megah yang kini mulai sepi dari para pelayan, Mama Dania duduk termenung di ruang tamu.

​Tiba-tiba, suara ketukan pintu depan mengalihkan perhatiannya. Dengan langkah gontai, Mama Dania membuka pintu, berharap itu adalah suaminya yang dibebaskan. Namun, yang berdiri di hadapannya bukanlah Papa Freddy, melainkan seorang kurir berpakaian rapi yang membawa beberapa kotak besar berlogo butik paling mewah di ibu kota.

​"Permisi, apakah ini kediaman Nyonya Dania Andreas?" tanya kurir tersebut dengan sopan.

​"Be-benar, ada apa ya?" jawab Mama Dania kebingungan.

​Kurir itu menyerahkan sebuah amplop berwana gading dengan segel emas kepada Mama Dania, sementara beberapa kotak belanjaan diletakkan begitu saja di teras rumah mereka. Tanpa menunggu jawaban, kurir itu langsung berpamitan pergi dan meninggalkan Mama Dania yang kebingungan di ambang pintu.

​Dengan jemari yang bergetar, Mama Dania membuka amplop tersebut dan menarik selembar kartu undangan berukir mewah di dalamnya, matanya membelalak lebar saat membaca tulisan rapi di atas kertas tersebut.

​Undangan Terbuka untuk Dania Andreas

Anda diundang secara khusus untuk menghadiri jamuan teh eksklusif para grup sosialita.

Tempat: Ballroom Hotel Grand Hyatt, Ruang VIP Utama.

Waktu: Malam ini, jam 7 malam.

"Aku diundang ke jamuan teh eksklusif grup sosialita? Siapa yang ngundang? Aku aja di keluarin dari grup," gumam Mama Dania bertanya-tanya, karena undangan tersebut tidak ada nama pengirimnya.

Meskipun diliputi rasa bingung dan curiga, binar penuh harap seketika terpancar di mata Mama Dania. Di tengah keterpurukan, kebangkrutan sang suami dan cemoohan orang-orang sekitar, undangan ini terasa seperti sekoci penyelamat di tengah badai.

​Mama Dania berpikir bahwa mungkin masih ada rekan-rekan sosialitanya yang berbaik hati atau ingin bersimpati pada nasib keluarganya. Tanpa pikir panjang, Mama Dania langsung membuka kotak-kotak kiriman tersebut. Di dalamnya terdapat sebuah gaun malam elegan berwarna champagne yang sangat mewah.

​"Wah, setidaknya masih ada orang yang peduli dan tahu standar penampilanku," gumam Mama Dania penuh percaya diri dan mengabaikan kenyataan bahwa pengirim gaun itu tidak mencantumkan nama sama sekali.

​Pukul tujuh malam, kemegahan Ballroom Hotel Grand Hyatt memancarkan pendar cahaya keemasan dari lampu gantung kristal raksasa yang menggantung di langit-langit tinggi, alunan musik orkestra klasik berpadu dengan denting gelas kristal menciptakan atmosfer kalangan atas yang begitu pekat.

Para istri pejabat, pengusaha ternama dan sosialita papan atas tampak anggun dalam balutan gaun malam terbaik mereka, saling bercengkerama dalam kelompok-kelompok kecil.

​Di tengah ruangan, pintu utama perlahan terbuka. Semua mata sontak teralihkan ke ambang pintu, Mama Dania melangkah masuk dengan dagu terangkat layaknya seorang nyonya besar yang terhormat, ia tersenyum lebar dan bersiap menyapa rekan-rekan lamanya yang berdiri di dekat pintu.

​Namun, langkah Mama Dania mendadak terhenti. Alih-alih sambutan hangat atau senyuman ramah yang ia harapkan, puluhan pasang mata justru menatapnya dengan tatapan asing, sebagian mencemooh, sebagian menatap dengan rasa jijik, sementara sisanya berbisik-bisik sambil menutup mulut dengan kipas tangan mereka. Nama baik keluarga Andreas kini sudah hancur total akibat kasus korupsi sang suami dan kehadiran Mama Dania di tempat ini bagaikan lelucon yang menyedihkan.

​"Untuk apa wanita itu berani datang ke sini?" bisik seorang wanita berkalung berlian tajam.

"Tau tuh, bukannya suaminya baru ditangkap polisi karena korupsi? Kok gak mali ya datang kesini," balas lainnya.

​Mama Dania menelan ludahnya susah payah, riasan tebal di wajahnya gagal menutupi rona pucat yang mendadak menjalar di kulitnya. Ia mencoba mencari wajah-wajah familiar, namun setiap kali ia melangkah mendekat, para sosialita itu buru-buru membuang muka atau bergeser menjauh, seolah ia adalah pembawa wabah yang menjijikkan.

​"Halo... Jeng Siska? Jangan Amber?" sapa Mama Dania dengan suara bergetar saat mendekati sekelompok wanita.

​Wanita yang dipanggil Siska menatap Mama Dania dari ujung kepala hingga kaki dengan tatapan meremehkan. "Maaf, sepertinya Anda salah tempat. Lingkungan di sini tidak cocok untuk orang-orang yang suaminya berstatus sebagai koruptor," ujar Jeng Siska telak tanpa butuh filter dan membuat tawa kecil lolos dari bibir para ibu-ibu di sekitarnya.

​Mendengar hal itu. Seketika, darah Mama Dania berdesir panas. Malu, marah dan rasa terhina bercampur aduk menghantam ulu hatinya, ia baru sadar bahwa dirinya telah dijebak untuk datang ke tempat ini hanya untuk diinjak-injak harga dirinya di hadapan orang banyak.

Di tengah keheningan canggung yang tercipta akibat insiden kecil itu, lampu-lampu utama di dalam ballroom perlahan meredup dan menyisakan satu sorotan lampu putih besar yang jatuh tepat di atas panggung utama di ujung ruangan.

​Musik orkestra berhenti seketika. Dari balik tirai panggung, seorang wanita melangkah keluar dengan anggun.

​Gaun malam emerald green yang membalut tubuhnya berkilau memantulkan cahaya dan memancarkan aura dominasi yang begitu kuat, rambut hitam panjangnya dibiarkan tergerai natural dan di leher jenjangnya melingkar kalung zamrud bernilai fantastis.

​Mama Dania membelalakkan matanya lebar-lebar, napasnya tercekat di tenggorokan karena wanita itu adalah Kyra.

​Kyra berdiri di depan mikrofon dengan senyuman tipis yang mematikan, matanya menyapu seluruh ruangan sebelum akhirnya berhenti tepat di wajah Mama Dania yang kini berdiri terpaku di barisan depan dengan sekujur tubuh gemetar.

​"Selamat malam, para tamu undangan yang terhormat, rekan bisnis dan para wanita terpandang di ibu kota," suara Kyra yang tenang, jernih dan berwibawa menggema ke seluruh penjuru ballroom melalui pengeras suara.

​"Terima kasih telah meluangkan waktu untuk memenuhi undangan saya malam ini, kehadiran Bapak dan Ibu sekalian adalah saksi bisu dari sebuah perjalanan hidup yang panjang...," Kyra berhenti sejenak, manik matanya menatap tajam ke arah Mama Dania.

​"...perjalanan dari seseorang yang dulunya dianggap tidak ada, disingkirkan dan diinjak-injak oleh keluarganya sendiri," lanjut Kyra.

​Bisik-bisik langsung mendadak riuh di antara para tamu undangan, mereka mulai menyadari siapa wanita muda yang berdiri di atas panggung megah tersebut yaitu menantu keluarga Raymond.

​"Kalian semua tentu mengenal keluarga Andreas," lanjut Kyra dengan nada suara yang semakin menusuk tajam.

​"Sebuah keluarga yang selama ini diagung-agungkan karena kemewahan dan topeng kesempurnaan sosial mereka. Namun di balik topeng itu... tersimpan sejarah kelam tentang kekejaman, pengabaian dan penindasan,"

​Mama Dania menggelengkan kepalanya panik. Ia ingin berteriak, ingin membela diri, namun tenggorokannya terasa tercekat. Kakinya lemas seolah kehilangan seluruh tulangnya.

​"Malam ini, saya tidak berdiri di sini untuk meminta belas kasihan kalian. Saya hanya ingin berbagi cerita saja," ucap Kyra dengan senyuman penuh kesedihan karena teringat bagaimana hidupnya dulu.

.

.

.

Bersambung.....

1
Aidil Kenzie Zie
jangan mudah luluh Kyra 🤭🤭🤭
erviana erastus
LOL ..... emang kyra mau nolongin kalian 🤣
sunaryati jarum
Hanya demi keponakan dan anaknya mau mengemis,dulu saat bergelimang harta putranya malah dibuang.Semoga Kyra dan suaminya mau menolong, itulah balas manis namun membuat terjun bebas harga diri yang dibalasnya 🤣🤣🤣
sunaryati jarum
Hubungi Kyira semoga dia dengan lapang dada membantu
erviana erastus
itulah kalian sombong nggak ketulungan eh .... skrng jd pengemis kan, baru sadar stlh nggak pny apa2 🤭
Aidil Kenzie Zie
emas berlian sama barang branded mereka apa sudah disita semua 🤣🤣🤣🤣
Aidil Kenzie Zie
kok si jalang anaknya Dania🤔🤔🤔🤔 salah ketik tor
sunaryati jarum
Kelahiran prematur, dan tidak punya biaya perawatan, biarlah Kyra mengulurkan tangan membantunya itu balas dendam yang membawa kebaikan untuk diri dan keluarga barunya
Aidil Kenzie Zie
nikmati kehancuran kalian
erviana erastus
pastix keguguran tuh Sherly keluarga toxic anak hamil tnpa suami kok bangga😏
Aidil Kenzie Zie
lah cepat kali Brian datangnya 🤔🤔🤔 nonton video di kursi kerja tau-tau udah nongol aja jemput istrinya 🤭🤭🤭
sunaryati jarum
Kehancuran kalian tidak sebanding penderitaan Kyra selama dua puluh delapan tahun itu.Lebih menderita Kyra.
sunaryati jarum
Ny Dania dikuliti anak kandungnya yang menderita dua puluh delapan tahun karena dianggap pembawa sial
erviana erastus
bertahun-tahun menyiksa anak kandung 🤬 sekarang dgn satu kali tepukan kalian hancur semua .... sdh jatuh baru ngaku ibu kandung ckckck wanita apa ini 🤬
erviana erastus
ckckck makax jeng jd orang jgn kepedean 🤣
Aidil Kenzie Zie
mereka udah dibuang oleh teman sosialita nya
semangat balas dendam
Aidil Kenzie Zie
si jalang iri sama Kyra 🤣🤣🤣🤣
salah sendiri ngapain doyan ngangkang sama orang yang tidak jelas 🤣🤣🤣🤭🤭🤭
sunaryati jarum
Semoga berhasil
sunaryati jarum
Tanpa pembalasan dari Kyra ,Papa Fredy hancur juga,tapi itu mungkin dari berkas yang diambil Kyra, sebelum pernikahan.
sunaryati jarum
Sudah mulai akrab dan saling bercanda
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!