sebuah kisah yang sangat menyentuh namun juga menyakitkan tapi tetap dijalani dengan cara yang kadang sulit untuk di terima. Akankah antara Aira dan Ridwan sanggup menjalani? dan bagaimana dengan Zaki. Apakah yang terjadi selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuli Zarti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 14 kedatangan mertua
Tak terasa kini lima bulan telah berlalu. Perlahan -lahan benih - benih cinta pun mulai tumbuh. Namun keadaan Zaki kian memburuk . Sampai saat ini dengan begitu rapat Zaki menyembunyikan penyakitnya dari keluarganya termasuk istrinya sendiri.
Pagi ini matahari menampakkan cahayanya di balik pohon yang begitu rimbun . Kebahagiaan Aira kini semakin lama semakin membuat dirinya melayang. Karena kasih sayang Zaki yang ia rasakan begitu tulus padanya.
Pagi ini ia kedatangan ibu mertuanya. Karena semalam ibu Hasna menghubungi Zaki untuk melihat bagaimana keadaan rumah tangga anaknya itu.
Saat sarapan pagi benar saja tiba-tiba bel rumah berbunyi.
"Mas, sepertinya ibu dan ayah sudah sampai deh, kalau gitu biar aku bukain pintu dul ya ?"
Oke sayang, Aira pun pergi membuka pintu rumahnya.
Saat membuka pintu rumahnya ternyata benar ibu dan ayah mertuanya datang .
Hai ibu dan ayah ? Sapa Aira begitu lembut.
Aira meraih tangan ibu mertuanya dan menciumnya dengan takzim dan begitu sebaliknya Aira pun meraih tangan ayah mertuanya dan menciumnya dengan takzim.
Mari ayah ibu masuk kebetulan kami lagi sarapan ayo kita sarapan sama-sama pagi ini.
Ibu Hasna yang masih belum menerima Aira sebagai menantunya itu hanya buang muka. Ayahnya Zaki pun menegur sang istri.
" Gak baik ibu bersikap seperti itu. Walaupun bagaimana pun dia menantu kita".
"Udah lah ayah mungkin ibu lagi capek Aira gak apa-apa kok" .
Ayahnya Zaki hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya itu.
Saat sampai di dalam sang ayah melihat anaknya ada perubahan.
Zaki pun menyalami ayahnya. "Ayah apa kabar ? Ya seperti yang kamu lihat. Ayah tetap sehat seperti keinginan kamu" . Tak berselang lama kemudian ia menyalami ibunya. "Ibu gimana kabar ibu ? "
"Baik kok nak . Yaudah kalau gitu mari kita sarapan sama-sama pagi ini" .
Keluarga kecil itu pun menikmati sarapan pagi. Aira sudah tahu ia akan kedatangan mertuanya sengaja ia memasak berbagai macam masakan pagi ini. Dan juga ada buah -buahan segar bersama roti dan susu kedelai.
"Wah sepertinya menantuku kerepotan pagi ini lihatlah ada macam-macam hidangan. Ternyata kamu benar-benar pintar memilih istri nak ?" , ucap sang ayah.
" Ah ayah bisa aja buat Zaki tersanjung pagi ini", ucap Zaki.
" Mas kamu mau makan apa ? Biar sini aku ambilin, ucap Aira . Apa aja sayang pilihan kamu itu kesukaan aku kok", ucap Zaki dengan lembut.
Melihat keharmonisan rumah tangga anaknya ayah Zaki merasa cukup bahagia. Namun ibunya Zaki masih saja kesal karena masih belum bisa menerima kenyataan bahwa saat Aira adalah bagian dalam hidu anak laki-laki satu-satunya itu.
Namun di saat sarapan pagi tiba-tiba saja Zaki kembali mimisan. Aira melihat semua itu .
" Mas itu hidungmu kenapa mimisan lagi dan kamu juga kelihatan pucat dari tadi".
" Gak apa-apa kok sayang".
" Bilang aja kamu gak becus mengurus Zaki" , ucap ibu Hasna.
Melihat Aira di marahi oleh ibunya Zaki pun kembali memarahi ibunya.
" Ibu apaan sih ! Kenapa ibu tidak suka dengan Aira . Pada hal ia telah menganggap ibu itu ibunya sendiri" .
" Sudah sudah kalian jangan berdebat Aira s karang kamu antar Zaki kekamar terus kamu kasih dia obat. Baik ayah maafkan Aira ya Bu" .
Ibu Hasna hanya buang muka.
Aku baik - baik saja Bu ! Bentak Zaki .
Aira pun memapah Zaki sampai kekamarnya.
Sesampainya di kamar Aira pun menidurkan Zaki di ranjang miliknya.
Mas kamu istirahat dulu biar aku ambilin sarapan dulu. Setelah itu kamu minum obat ya ?
Zaki hanya menganggukkan kepalanya. Saat ini Zaki merasakan kepalanya berdenyut keras.
Saat ini ia tidak bisa berbuat apa-apa. Saat Aira Keluar dari kamarnya Zaki pun menghubungi sahabatnya yaitu Adrian.
salam DUA SAHABAT DAN BAYI MISTERIUS 🙏🏻🤭