Indonesia
NovelToon NovelToon
Assassin Terkuat Di Dunia Murim

Assassin Terkuat Di Dunia Murim

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Action
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bonggiw01

Aku Assasin Terkuat yang tak terkalahkan, bahkan setelah menjadi seorang kakek tua, tidak ada yang bisa membunuh ku.
"Hidup ku bosan. aku harap... aku bisa bertemu dengan musuh yang lebih kuat dari ku..."
Tenyata keinginan ku Terkabul!

Setelah aku mati oleh serangan jantung, Aku di hidup kan kembali di dunia Murim... di dunia yang banyak sekali Petarung yang sangat kuat.

ini perjalanan ku sebagai Assasin Terkuat di dunia modern, sekarang hidup di dunia murim.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bonggiw01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

WUUUSSSHHH!

Ryan melesat bagai kabut, katana di tangannya berkilau.

Tanpa ragu ia menebas puluhan pendekar pedang dari Aliansi Pedang Tujuh Langit yang menghadang.

SRAAAK! SRAAAK! SRAAAK!

Dalam sekejap, tubuh-tubuh musuh terbelah. 

BYUR!

Tangan, kaki, bahkan organ dalam beterbangan, menghujani tanah yang sudah basah oleh darah.

“Ryan! Aku akan membantumu!” teriak Leo sambil melompat maju. 

Pedang panjangnya berkilat sebelum menebas tiga musuh sekaligus.

WUUSSHH! SRAAK! SRAAAK!

Tubuh mereka terpotong rapi, darah menyembur liar seperti hujan merah.

Ryan menoleh sekilas dan berteriak lantang.

“Semua bergerak sekarang! Jangan ada yang tertinggal! Kita harus segera meninggalkan tempat ini!”

“Laksanakan, Pemimpin!” jawab dua puluh bawahannya serentak, aura mereka membara.

WUUSSHH! WUUSSHH! WUUSSHH!

Mereka menerobos barisan musuh, saling melindungi satu sama lain. 

SRAAK! SRAAK! SRAAK!

Darah, teriakan, dan tubuh yang jatuh menjadi pemandangan kejam di sepanjang jalan pelarian mereka.

Namun para pendekar Aliansi Pedang Tujuh Langit tak tinggal diam. 

Dari belakang, suara marah membahana.

“Jangan lari, iblis keparat! Hadapi kami! Jangan jadi pengecut!”

Puluhan pendekar menyerbu, wajah mereka penuh amarah.

Ryan menghentikan langkahnya, berdiri tegap menghadang mereka.

“Semua terus maju! Aku akan menahan mereka!” teriaknya lantang.

Ia memutar katana, tubuhnya dipenuhi aura kabut dingin yang berdesir seperti badai.

"Teknik pedang Kabut Dingin - Badai Dingin!"

SRAAAK! SRAAAK! SRAAAAK!

Dalam satu teknik, puluhan pendekar itu tumbang.

BYUR!

tubuh mereka berhamburan menjadi potongan daging yang berserakan. 

Darah mengalir deras, memenuhi tanah yang sudah menjadi lautan merah.

Bawahannya menoleh dengan mata terbelalak.

“Luar biasa… Ryan benar-benar sangat kuat,” ucap Karl dengan kagum.

“Bodoh. Itu memang pemimpin kita,” sahut Barnett dingin. “Kalau dia tidak sekuat ini, mana mungkin dia bisa jadi pemimpin wilayah.”

“Aku menyaksikan sendiri,” Tarya menambahkan dengan nada bangga. “Dia kembali seorang diri setelah membantai tiga ribu anggota Clan Taring Naga. Malam itu, darah mengalir seperti sungai.”

“Benar!” Calvin mengangguk keras. “Bahkan dia yang menemukan pengkhianat di dalam Kultus. Tanpa Ryan, mungkin kita semua sudah mati!”

Bella mendengus. “Cukup bicara kalian! Kita harus segera melarikan diri sebelum mereka datang lebih banyak lagi!”

Mereka semua terdiam sejenak, lalu mengangguk, menyadari kebenaran ucapannya.

WUUSSHH! WUUSSHH!

Mereka melesat lagi, meninggalkan medan perang.

Ryan mengikuti di paling belakang, memastikan semua bawahannya selamat. 

Tatapannya menajam ke arah medan perang yang semakin jauh.

"Tidak ada yang berhasil mengejar kami… sepertinya kami sudah lolos,'

Namun pikirannya tak berhenti di sana. 'Apa aku harus kembali… membantai seluruh pasukan Aliansi itu? Dengan kekuatan ku, aku bisa menumpahkan darah mereka sampai habis. Tapi… untuk apa? Apakah aku harus terus berada di bawah kendali Kultus Iblis?'

Ia melirik ke arah dua puluh bawahan yang mengikutinya.

'Kalau aku membentuk kelompokku sendiri… mungkin aku bisa lebih bebas. Tapi kalau ada yang tidak setuju, aku akan dicap pengkhianat. Kultus Iblis pasti akan menjadi lawanku.'

Ryan mengerutkan kening, pikirannya penuh pertimbangan.

'Aku tidak masalah jadi musuh mereka. Tapi orang-orang ini… mereka yang mengikutiku akan ikut menanggung resikonya. Aku tidak bisa ceroboh. Aku harus menunggu, memikirkan semuanya lebih matang.'

WUUUSSHHH!

Ryan dan dua puluh bawahannya melesat cepat, meninggalkan medan pembantaian di belakang mereka. 

Sementara di kejauhan, perang besar antara Kultus Iblis dan Aliansi Pedang Tujuh Langit terus berkobar, mengguncang langit malam dengan darah dan api.

-----------

Malam semakin larut. 

Hutan itu tenggelam dalam kesunyian, hanya suara jangkrik dan desir angin yang menemani. 

 Dua puluh anak buah Ryan tidur pulas, tubuh mereka terkapar di tanah, kelelahan setelah melarikan diri dari perang besar.

Ryan yang bersandar pada batang pohon tinggi. 

Matanya tetap waspada, meski tubuhnya tampak santai. 

Ia tidak pernah benar-benar tidur.

Tiba-tiba...

“Bocah.”

Suara berat dan tenang terdengar tepat di samping telinganya.

Refleks Ryan secepat kilat.

WUUSSH!

Katana ditarik dan menebas ke arah suara itu.

TRANG!

Namun pedangnya tertahan… hanya dengan dua jari.

Mata Ryan membelalak. 'Dia menahan seranganku dengan jari kosong?! Mustahil! Meski seranganku tidak penuh tenaga, tapi tetap saja… seorang pendekar biasa tidak akan sanggup menahannya!'

Tak! Tak! BUAAAK!

Ryan melancarkan serangan beruntun, tebasan, tusukan, lalu tendangan berputar. 

Sosok misterius itu mundur beberapa langkah, tetap tenang, seolah tubuhnya tidak terpengaruh.

“Tenanglah Ryan” ucapnya datar. “Aku bukan musuhmu. Aku bagian dari Kultus Iblis.”

Ryan mengernyit, masih waspada. “Kau… dari Kultus Iblis?”

Pria itu melangkah ke dalam cahaya bulan. 

Wajahnya akhirnya terlihat.

mata tajam, rambut hitam panjang, aura tenang tapi menekan.

“Benar. Namaku Franz. Aku salah satu dari 13 Dewan Bayangan Kultus Iblis.”

Ryan terdiam sepersekian detik. 'Salah satu satu 13 Dewan Bayangan…?! Tidak heran dia bisa menahan seranganku dengan jari. Mereka adalah eksekutor tertinggi, tangan gelap yang menjaga rahasia terdalam Kultus. Tak ada satu pun dari para pemimpin wilayah yang sebanding dengan mereka. kecuali aku'

Ia menurunkan pedangnya, memasukkan katana ke sarungnya.

“Ada apa kau mencariku?” tanyanya datar, tanpa hormat berlebihan.

Franz tersenyum samar. “Ikut aku. Kita bicara jauh dari telinga orang-orangmu.”

WUUSSHH!

Tubuh Franz lenyap bagai kabut.

Ryan lalu ikut melesat. 

WUUSSHH!

Mereka berhenti di puncak tebing yang jauh dari tempat istirahat pasukan Ryan. 

 Franz berdiri membelakangi Ryan, memandang bulan.

“Aku sudah melihat kemampuanmu,” ucap Franz. “Bahkan saat kau bertarung melawan Risman dari Ordo Cahaya Senja itu. Aku tahu kekuatanmu hanya dengan sekali lihat, kau benar-benar kuat”

Ryan menyipitkan mata. 'Dia menyaksikan pertarunganku dengan Risman? Bagaimana mungkin aku tidak merasakan kehadiran nya saat itu? Tidak ada aura, tidak ada bayangan, seolah dia menghapus keberadaannya dari dunia ini. Dia berbahaya.'

“Lalu?” Ryan menanggapi dingin. “Apa yang sebenarnya ingin kau bicarakan?”

Franz menoleh sedikit, tatapannya dalam. “Ryan… potensi yang kau miliki sangat besar. Bahkan… aku merasakan potensi itu lebih tinggi dari Raja Kultus Iblis sendiri. Kau bisa jadi orang terkuat di benua ini di masa depan.”

Ryan tersenyum tipis. “Ho… apakah aku harus merasa tersanjung mendapatkan pengakuan dari salah satu Dewan Bayangan?”

Franz menggeleng pelan. “Tidak. Aku tahu kau bukan tipe orang yang mendambakan pengakuan. Kau adalah pembunuh berdarah dingin. Bahkan sekarang, aku bisa merasakan niat membunuhmu yang kau sembunyikan. Kau pasti berpikir untuk membunuh ku kan...”

Ryan terdiam sejenak. Lalu tersenyum dingin. “Instingmu tajam. Tak banyak orang bisa membaca isi kepalaku.”

Franz berbalik sepenuhnya, tatapannya menusuk. “Karena itulah aku datang. Aku ingin memperingatkanmu. Tinggalkan Kultus Iblis.”

Alis Ryan terangkat. “Keluar? Kenapa?”

Franz menarik napas panjang. “Aku akan memberitahumu rahasia… yang bahkan para jenderal tidak tahu.”

1
Endi Tu Endy
dari awal lagi kah
Terserah
gass thor 🍻
V.MaryGrace
lanjut thorr
Terserah
ninggalin jejak dulu
Ed Troivan
update terus💪👍
The Rizki: kenalan yuk
total 1 replies
Ed Troivan
Lumayan ceritanya thorku 💪
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
xebeck D ron
awal lagi nih?
ZAHRANI
keren mantap jiwa thor👍👍
Heroik gg
katanya season 2 bang kok balik season 1
Anonim
👍
Betesyon Betesyon
ini cerita nya di mulai dari awal lagi kah?
RR
lagi pindahan atau lagi tes ombak nih bang😁, semangat terus pokonya dahh
ZAHRANI: bang jangan sampek hiatus😭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!