Indonesia
NovelToon NovelToon
Dimana Papaku, Ma?

Dimana Papaku, Ma?

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / CEO / Mafia
Popularitas:33.7k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

"Dimana Papaku, Ma?"

Pertanyaan seorang bocah cilik bernama Arka Daru Hutama itu membuat wanita dewasa bagaikan tersambar petir. Raut wajah perempuan bernama Ariska Sandra Hutami seketika pucat karena mendengar pertanyaan sederhana itu. Pada akhirnya pertanyaan itu takkan pernah mendapatkan jawaban pasti sampai takdir kembali mempertemukan Ariska dengan sosok seorang laki-laki yang mirip dengan Arka.

Siapakah sosok laki-laki itu? Apakah pertemuan mereka itu bisa menguak cerita masa lalu yang terjadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cucu

"Mama, ada tamu toh? Toko kan belum buka. Meleka mau ikut belsih-belsih toko dulu? Atau mau minta salapan?" ceplos Arka tanpa filter membuat Ariska menepuk dahinya pelan.

"Ar..."

"Kami ini adalah saudara Mamamu," sela Mama Anisa dengan santainya.

"Jangan ngaku-ngaku saudala. Lihat kita lagi ada duit saja, ngaku saudala. Kalau kita miskin, semua pada kabul." ucap Arka dengan ucapan pedasnya.

Mama Anisa yang dikatai seperti itu hanya bisa melongo tak percaya. Sedangkan Papa Bayu memilih memalingkan wajahnya. Dia berusaha untuk menahan tawanya agar tidak keluar setelah mendengar ucapan pedas itu. Baru kali ini ada orang yang bisa bersaing dengan ucapan pedas istrinya. Mama Anisa juga tidak mungkin bisa marah dengan cucunya itu. Mama Anisa menatap sinis pada Papa Bayu yang terlihat meledeknya. Papa Bayu malah semakin penasaran dengan bagaimana pertemuan antara Arka dan Frans.

"Ini Oma lho, Nak. Masa kamu bilang ngaku-ngaku," ucap Mama Anisa dengan muka memelasnya, seakan tengah berdrama.

"Ndak pelcaya Alka tuh. Sudah banyak olang yang mau jadi Oma dan Papanya Alka. Oma belalti yang ke selatus dua puluh lima," ucap Arka sambil memperlihatkan jari-jari mungilnya.

"Astaga... Banyak amat," Mama Anisa menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Dia bingung harus mengatakan apa lagi.

"Maaf sebelumnya, Tuan dan Nyonya. Kalian itu tersesat atau bagaimana? Oma, saudara, atau apalah itu. Saya jadi bingung," tanya Ariska dengan senyum canggungnya.

"Kami tidak tersesat, Nak." ucap Papa Bayu yang memang ingin datang ke rumah ini.

"Lalu?"

Sungguh Ariska tak mengerti dengan maksud kedatangan keduanya. Dia dan Nana juga sama sekali tidak mengenal pasangan paruh baya ini. Apalagi sedari tadi, Mama Anisa terus saja melihat ke arah Arka. Ariska tentu saja takut dan memilih untuk membawa Arka duduk di pangkuannya. Pikirannya sangat buruk dan berfikir bahwa Mama Anisa ini akan menculik Arka. Mama Anisa dan Papa Bayu juga tidak bisa asal mengatakan yang sebenarnya tentang keduanya orangtua dari Frans di depan Arka.

"Tenang saja, kami bukan penculik anak atau berniat menyakiti kalian. Kami ke sini ingin membeli perlengkapan bayi untuk hadiah," ucap Mama Anisa memberikan alasan dengan cepat. Walaupun dia berusaha menyembunyikan raut sendunya karena belum bisa memeluk Arka.

"Bisa, Nyonya. Biar dibantu sama Nana ya," Ariska meminta Nana untuk membantu Mama Anisa. Terlihat ada gurat kekecewaan pada mata Mama Anisa.

"Nggak papa. Kan emang niatnya kita cuma lihat cucu. Pelan-pelan saja. Jangan sampai Ariska salah paham dengan kedatangan kita," bisik Papa Bayu agar Mama Anisa tetap bersikap layaknya seorang pembeli.

"Bial Alka saja yang bantu," ucap Arka tiba-tiba membuat Ariska sedikit terkejut. Namun Ariska dan Nana membiarkan saja, walaupun keduanya ada rasa takut.

"Benar kah?" tanya Mama Anisa dengan antusiasnya.

"Iya. Tapi halganya jadi dua kali lipat ya soalnya toko belum buka tapi kami sudah kelja. Solly... Ini bisnis," ucap Arka sambil menepuk dadanya pelan.

Ariska dan Nana menahan tawanya melihat wajah cengo dari Mama Anisa. Sedangkan Papa Bayu, membiarkan saja istrinya itu mencoba menaklukkan cara bicara Arka. Walaupun keduanya adalah orang asing, ternyata Arka bisa menempatkan diri. Arka menjelaskan beberapa barang yang cocok untuk dijadikan hadiah. Sedangkan Mama Anisa hanya menganggukkan kepalanya saja. Dia menunjuk beberapa perlengkapan bayi yang nanti akan dirinya jadikan hadiah untuk temannya. Kebetulan sekali, anak temannya ada yang baru saja melahirkan.

"Oma, Opa... Aku tahu kalau kalian datang bukan untuk beli hadiah baby kan? Kalian itu olangtua Papanya Alka," bisik Arka tiba-tiba saat dia berdiri di depan Mama Anisa dan Papa Bayu. Sedangkan Ariska dan Nana tengah membungkus semua barang yang diinginkan oleh Mama Anisa. Sehingga tidak mendengar ucapan Arka.

Deg...

"Ternyata kamu bocah yang cerdas. Pasti kamu sudah mencari semua informasi tentang kami," ucap Papa Bayu dengan pelan sambil mengusap rambut Arka. Mama Ariska menatap Arka dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Memang Alka ini celdas. Jadi ndak usah menyamal menjadi pembeli," sindir Arka dengan pelan membuat Papa Bayu tertawa.

"Tapi kami butuh barang ini untuk menjenguk cucunya teman Oma," ledek Papa Bayu bahwa dia tidak hanya sekedar menyamar.

Alka... Alka...

Tak berapa lama, muncullah Azura yang datang bersama Lina. Azura cengengesan melihat Arka yang sedang berbincang serius dengan Papa Bayu dan Mama Anisa. Sedangkan Lina, langsung membantu Ariska. Arka menepuk karpet di sampingnya agar Azura duduk di dekatnya. Azura menyerahkan sebuah permen lolipop kepada Arka.

"Gigimu tuh udah ompong dua begitu lho, makan pelmen telus. Sekali-kali makan batu depan itu. Bial sekalian giginya lontok semua," ucap Arka dengan raut wajah kesalnya pada Azura.

"Alka malah-malah telus. Dalahnya lagi setinggi halapan olangtua ya," seru Azura tak mau kalah.

Hahaha...

"Astaga... Mereka lucu sekali. Perhatian tapi pakai ngomel segala macam," ucap Mama Anisa sambil tertawa.

"Meleka meneltawakan kita, Alka? Malahin sana," suruh Azura pada Arka.

Arka hanya bisa menghela nafasnya lelah. Arka pun segera membuka bungkus permen lolipop itu kemudian memasukkannya ke dalam mulut Azura. Hal itu membuat Azura langsung terdiam dan makan lolipopnya. Ariska pun segera mendekati mereka kemudian menyerahkan satu bungkusan besar berisi perlengkapan bayi. Mama Anisa menatap Ariska dengan tatapan sendunya. Dia tak bisa membayangkan gadis remaja itu harus mengurus Arka yang sangat cerewet. Pasti sangat kesusahan.

"Maaf ya, Tuan dan Nyonya. Mereka kalau bertemu, sering ribut." ucap Ariska merasa tak enak hati.

"Tidak masalah, Nak. Mereka lucu sekali, kaya anak kembar." ucap Mama Anisa sambil terkekeh pelan.

"No... Kami bukan anak kembal. Kami pacalan," ceplos Azura dengan tatapan polosnya tak terima dengan ucapan Mama Anisa.

Eh...

"Giginya yang ompong itu dipasang gigi palsu dulu kalau mau jadi pacalnya Alka," ucap Arka dengan santainya.

"Padahal ini bagus lho. Gigi ompong tuh lagi hits,"

Azura berkaca di depan cermin di dekat etalase toko sambil berpose. Dia berulangkali memeriksa gigi ompong yang menurutnya sangat bagus. Arka yang melihat itu rasanya ingin menarik pipi gembul Azura. Semua orang dewasa yang ada di sana begitu terhibur dengan celotehan Azura. Walaupun kosa katanya sedikit susah diartikan tapi justru itu yang menghibur.

"Totalnya berapa, Nak?" tanya Mama Anisa bersiap mengambil uang dari dompetnya.

"Selatus juta, Oma. Bayal lewat tlansfel ya," seru Arka sebelum Ariska memberikan totalan harga barang yang dibeli oleh Mama Anisa.

"Arka, jangan bercanda. Itu merampok namanya," ucap Ariska menegur anaknya.

"Itu buat tanggungjawab lho. Ndak boleh kulang," ucap Arka dengan tegasnya.

"Tidak apa, Nak. Kami akan ba..."

Ini sebenarnya ada apa? Ariska kok jadi bingung,

1
Daplun Kiwil
🤣🤣🤣🤣,,
tia
Tamba lagi thor updatenya
ririen handayani
😄😄😄😄👍👍👍👍👍👍
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 pitnes itu
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 maksud tuh kata2
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 apa pula itu darah kuning
E F
tq thor🙏😍
lg ya thor byk2🤭😄💪
Puspa Sella
Ya Allah bacanya sampai ngakak
Novita Sari
Alhamdulillah tinggal nunggu ariska memaafkan Frans, semoga Azura dibawa arka kemana arka pindah..mm
E F
😄😄
tq thor🙏😍
lanjutttt💪😄
tia
ending nya ngakak 🤣🤣🤣
E F
mana thor lanjutttt?????💪😍
Aniza
sabar frans,jngan nyerah buat minta maaf
kmu tu dulu pas diap kejadian kurang usaha nyari keberadaan ariska
ririen handayani
baru tau🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
😄😄😄😄😄😄😄
ririen handayani
kejamnya🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 gk kuat ya carlo
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
tia
👍👍👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!