Indonesia
NovelToon NovelToon
Locked Away

Locked Away

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mafia / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:765
Nilai: 5
Nama Author: okolele

Alba lopez di dijodohkan keluarganya dengan pria yang tidak ia kenali,awalnya ia kesal dan ingin memberontak tapi di pikir-pikir tidak ada gunanya toh antek-antek ayahnya bisa dengan mudah menemuinya akhirnya ia ubah rencana dengan bersikap seolah menerima perjodohan itu setelah pernikahannya dengan pria asing dari keluarga mempuni itu terjalankan akan ia buat pria itu kesal dan illfeel agar cepat di ceraikan. Dan yang tak ia ketahui pria itu tak sesederhana yang ia pikirkan, dan tepat di saat ia mengetahui rahasia tergelap pria itu namun mulai sedikit luluh akankah ia tetap bertahan atau melanjutkan rencananya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon okolele, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apa itu anakku?

...⚠️ FICTIONAL CONTENT⚠️...

...Seluruh adegan, karakter, tempat, dialog, situasi, serta peristiwa dalam cerita ini merupakan hasil imajinasi penulis. Beberapa unsur sengaja dibuat, diubah, atau dikembangkan untuk kebutuhan alur cerita....

...Cerita ini tidak dimaksudkan untuk menggambarkan kejadian nyata, maupun menjadi acuan terhadap kehidupan atau perilaku di dunia nyata....

...Harap membaca dengan bijak....

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

PALOMA sedang menyiapkan makan dengan Roze, dia memang tinggal bersama Roze . Roze tidak mengizinkan dia untuk mencari apartement karena Roze paham betul akan perekonomian Paloma yang tak mencukupi.

Dan alasan Roze untuk Paloma tinggal dengannya karena Roze juga mau ikut andil dalam merawat janin Paloma.

Karena Roze di liputi rasa kasihan dan tanggung jawab karena anak yang Paloma kandung adalah anak kakaknya.

Roze ingin sekali memarahi kakaknya tapi pria itu yang paling Roze takuti di antara keluargannya yang lain, karena kaaknya itu dominan dan menyeramkan.

"Omg Paloma, jangan biar gye aja. Lo duduk aja. " Uhar Roze buru-buru merebut mangkok berisi sup dari tangan Paloma.

"Tar lo jatuh, atau tangan lo kenapa-kenapa gimana. " Imbuhnya lagi dengan raut wajah kuatir.

"Biasa aja kali, lo sama Alba aneh banget tau gak terlalu protektif. " Imbuh Paloma sembari mengusap perutnya.

(Ini contoh gambarnya Mommy Loma ya, cuman rambutnya itu pendek tapi tetap bisa di iket.)

Roze kegemesan sendiri melihat Paloma, lucu sekali.

"Lo baru pertama kali ngandung Lom, pasti lo punya banyak maunya, pasti kesusahan. Lo butuh banyak perhatian biar gak stress. Gue ama Alba tuh maunya tuh bayi tercukupi entah itu masih di perut maupun udah brojol nanti. " Tutur Roze sembari menata makanan di meja.

"Sialan lo brojol segala emang anak gue apaan?. " Kesal Paloma.

"Eh mulut di jaga ya gak boleh ngumpat waktu hamil. "

"Iya, Iya. " Malas Paloma berdebat.

"Gue pesaran tau Lom, jenis kelaminnya apa.Kalo cewe gue mau bawa shoping sepuasnya gue treat like a princess tuh ponakan gue. Kalo cowo gue bawa boxing Lom biar fia gak boti jaman sekarang kan banyak botinya Lom. " Ujar Roze dengan wajah tengil yang ia buat-buat serius.

"Anjing lo Ze, lu nyumpahin anak gue boti?. " Ujar Paloma sudah menimpuk Roze dengan tissue.

"Ampun deh udah di bilangin jangan ngumpat. Iya, iya sorry. " Kalah Roze tak mau lagi menjahili Paloma.

Roze mulai mengisi piring Palomadengan makanan sehat yang dibuatnya.

"Ntar minum ya vitamin sama susu lo, jangan lupa di minum lo nih harus di ingetin dulu kaya bocah. " Ujar Roze menyuapi makanannya.

"Iya bawel. "Paloma mulai memakan makanannnya dengan lahap.

...****************...

Roze dan Paloma tengah berada di halaman belakang. Dengan Roze yang menanami berbagai spesies bunga.

Hari ini Roze tidak bekerja, setela selesai dengan menanam bungannya Roze memangkas bunga lainnya yang tumbuh dengan baik.

Sementara Paloma dia menyirami tanaman, dengan kaki tak beralas tangan memegang selang.

Dan keduanya tak menyari kehadiran Maxim di sana yang tengah bersandar pada sisi pintu dengan tangan bersedekap.

Dia menatap Paloma. Jujur saja sorot matannya melunak saat melihat Paloma namun ia tak menyadarinya.

Sialan.

Perempuan itu lucu sekali, dengan rambut di ikat dan dress hitamnya, kakinya yang tak beralas menginjak tanah yang melembek, dan tangan memegang selang menyiram tanaman itu lucu sekali.

Roze duluan sadar akan kehadiran Maxim, ia mendongak menatap abangnya itu.

"Abang." Teriaknya nyaring.

Paloma membeku. Abang?, dia belum siap bertemu dengan Maxim kenapa pria itu bisa datang.

Maxim berjalan mendekat dan Roze langsug meleburkan pelukan pada pria itu, meskipun terbesit kekesalan dengan perlakuan abangnya dengan Paloma, Roze tetap merasa rindu pada abangnya ini karena pria itu sudah 2 tahun lebih tak ia jumpai karena Maxim sering tak menetap.

Maxim memeluk Roze sembari menatap nanar Paloma yang mematung melihat interaksi keduannya.

Perasaan yang hampir Paloma kubur untuk Maxim menguap naik.

Paloma menggigit bibir bawahnya, pertemuan terakhir mereka membuat Paloma sakit dan pria itu kembali muncul membawa luka dan rasa yang berusaha ia kubur.

Ia benci Maxim tapi ia juga mencintainya, entahlah ia ingin sekali di peluk pria itu sekarang.

Bibir Paloma mengerucut, dengan tangan terkepal.

Roze melepas pelukannya dan beralih menatap Paloma. Ia sadar kalau Paloma sedang dalam kondisi hormon ibu hamil yang ber ubah-ubah.

Lantas cepat Roze menuju Paloma, mengandeng tangan perempuan itu untuk masuk. Paloma menurut saja berjalan di belakang Roze dengan kepala tertunduk.

"Tunggu di ruang tamu bang. " Ujar Roze menoleh sedikit ke arah Maxim.

Maxim hanya mengangguk sembari menatap Paloma, tak sengaja pandangannya turun ke perut perempuan itu dia gagal pokus saat melihat peret Paloma.

Kenapa lebih besar, perasaan saat mereka berhubungan perut perempuan itu ramping dan tak buncit. Kenapa sekarang lebih mesar dan buncit?.

Apa dia hamil?.

Maxim duduk di sofa tunggal menunggu Roze dan Paloma tak lama keduanya muncul. Entahlah perasaan Maxim membuncah saat melihat Paloma tapi dia masih danial.

Sampai pada Roze dan Paloma muncul dengan keduannya yang sudah kembali bersih.

Roze duduk di sofa panjang dengan Paloma di ujungnya.

"Kamu hamil?. "

The do point, ia menatap Paloma menuntut perempuan itu untuk menjawab sejujur-jujurnya.

"Gak gue gak hamil. "Tutur Paloma dengan tangan saling meremat menahan gugup.

Maxim beralih menatap Roze dengan bersedekap dada menuntut jawab dengan wajah mengeruh. " Dia hamil?. "Sekaki lagi ia ulangi pertanyaanya pada orong berbeda.

Gangmang Roze di buatnya, dia ingin mengaku iya Paloma hamil pada Maxim tapi di lain sisi dia takut mengecewakan Paloma dan Alba.

" Jawab jujur Roze atau kamu abang pulangkan. "Ancam Maxim telak pada titik lemah Roze.

" Iya Paloma hamil. "Ujarnya spontan membuat Paloma otomatis menoleh padannya dengan tanda tanya besar dan wajah kecewa.

"Kamu hamil anak saya?. " Ujar Maxim penuh percaya diri sembari menatap Paloma nanar.

"Bukan anak kamu. " Elak Paloma lagi sebisa mungkin agar Maxim tak menyadarinya.

"You lie. "Ujarnya seolah bisa membaca diri Paloma "Tell me the truth or your old sister who works in Russia will stop!. " Imbuhnya lagi penuh akan ancaman memojokan."Dan kamu hanya tidur bersama saya, jelas itu anak saya!. "Ujarnya lagi tak putus menanti jawab.

Paloma tersentak bagaimana bisa Maxim tahu kalau kakaknya bekerja di Russia?, kakanya itu tinggal bersama ibu mereka dan hampir tak pernah menemui Paloma bagaimana bisa Maxim tahu.

"Gak bisa gitu kak, itu namanya pengancaman. " Ujar Roze mencoba menjadi garda terdepan untuk Paloma.

"DIAM." Marah Maxim, membentak adiknya.Dengan mata tetap setia mengarah pada Paloma.

Paloma dan Roze tersentak mendengar bentakan Maxim.

"Iya ini anak kamu. " Aku Paloma memilih menuruti ketimbang semua menjadi semakin cheos ia memilih mengalah.

Maxim menghela nafas lega, sembari sudut bibirnya terangkat membentuk seringai tipis dengan mata yang semakin menggelap memancarkan sesuatu yang hanya ia tahu sendiri.

"Tinggal dengan saya. " Ajaknya.

"Gak bisa bang, dia udah tinggal sama gue. " Lerai Roze lagi, dia takut jika Paloma bersama abangnya takut gizi dan kesehatan bumil itu terganggu.

"Abang tidak berbicara dengan kamu Roze, diam di tempatmu. " Tekannya.

"Gue gak mau, gue mau tinggal sama Roze aja. " Elak Paloma sembari menggeleng menatap Maxim penuh harap.

"Tidak, tinggal dengan saya. " Utusnya tak mau di elakkan. Atau kamu memilih kakakmu binasa?. "Ancamnya kembali dengan dominasi mencoba membuat Paloma terberdaya.

Paloma meremas tangannya, ia tak biasannya mengalah seperti ini. Tapi entah kenapa semenjak kandungannya dia menjadi mudah baper dan letoy, akan ia balas pria itu nanti lihat saja.

"Diam mu berarti iya!. " Spekulasi Maxim sembari berdiri dan mengambil tangan Paloma membawanya untuk keluar menuju mobilnya.

Paloma hanya bisa diam, sembari menatap Roze yang juga tak bisa melakukan apa-apa.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...Terima kasih sudah membaca novel ini sampai akhir. Terima kasih karena telah meluangkan waktu untuk mengikuti setiap cerita dan perjalanan para tokohnya. Saya tahu cerita ini masih jauh dari sempurna, tetapi semoga tetap meninggalkan kesan bagi kalian. Mohon maaf jika masih ada kekurangan selama cerita berlangsung. Semoga kita bisa bertemu lagi di cerita berikutnya. Sampai jumpa, dan sekali lagi, terima kasih sudah menjadi bagian dari perjalanan cerita ini....

...THANK YOU FOR READING 🌸...

...For u, a dahlia. 🌺...

...— Author...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!