Indonesia
NovelToon NovelToon
Rama Dan Kemungkinan Kecil

Rama Dan Kemungkinan Kecil

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:324
Nilai: 5
Nama Author: Kanji Wara

Pada suatu malam minggu yang gerimis, hubungan asmara antara Rama dan Ratna resmi berakhir di sebuah kedai kopi yang sunyi. Ratna mengambil keputusan untuk menyudahi hubungan mereka karena menyadari adanya standar hidup dan perbedaan kelas sosial yang tidak mampu dipenuhi oleh Rama. Meski hancur, Rama menerima keputusan tersebut dengan ketegaran yang dipaksakan. Perpisahan itu menjadi semakin kontras dan menyakitkan ketika Ratna dijemput oleh sebuah sedan Eropa putih mewah yang merepresentasikan dunia barunya yang penuh kenyamanan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kanji Wara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pengakuan

Sesampainya dirumah, kemegahan bangunan bernuansa klasik itu menyambut kepulangan mereka dengan keheningan yang biasa. Pintu supercar tertutup, dan Rama melangkah masuk menuju ruang tengah paviliun. Rama pun duduk namun sedikit gelisah. Ia menaruh punggungnya di sofa, tetapi gerakan tubuhnya tidak serileks biasanya. Jari-jarinya mengetuk pinggiran sofa secara tidak beraturan, mencerminkan ada sesuatu yang sedang mengusik ketenangan otaknya pasca konfrontasi di kafe tadi siang.

Hal itu disadari putri. Sebagai wanita yang dibesarkan di lingkungan penuh intrik kelas atas, Putri memiliki kepekaan yang sangat tajam dalam membaca perubahan emosi seseorang. Ia tidak langsung memberondong Rama dengan pertanyaan, melainkan memilih duduk di sofa seberang dan mengamati gerak-gerik calon suami kontraknya tersebut.

Rama pun membakar rokoknya... Korek api berdenting, dan asap putih tipis segera mengepul membelah ruangan. Namun mata nya tak bisa berbohong dengan putri. Di balik kabut asap rokok yang meliuk-liuk, sorot mata Rama memancarkan kombinasi rasa bersalah dan kilasan masa lalu yang kelam.Lalu putri bertanya, memecah keheningan di antara mereka dengan nada suara yang lembut. "kamu kenapa ram?"

Rama pun menarik nafas yg dalam dan menghembuskannya... Ia menatap ujung rokoknya yang membara sejenak, lalu memandang lurus ke arah Putri. "maaf untuk hari ini... maaf sudah membuatmu melihat smuanya.." ucap Rama dengan nada suara yang sangat tulus.

Bagi Rama, menyeret seorang putri klan terpandang seperti Antasena ke dalam drama picisan masa lalunya dengan Ratna dan Tony adalah sebuah kesalahan moral. Ia merasa telah menodai reputasi dan kenyamanan wanita di hadapannya tersebut.

"kamu bicara apa ram?" kata putri, dahinya sedikit berkerut mendengar permintaan maaf yang tidak perlu itu. "aku sih g pp," lanjut Putri, menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak merasa terhina oleh ucapan Tony atau Ratna di kafe tadi. Baginya, level orang-orang itu terlalu jauh di bawah untuk bisa mengusik harga dirinya.

"tapi itulah kenyataan nya put," sanggah rama... "dan kamu pun pasti merasa tak nyaman...

"Rama menjeda kalimatnya, membiarkan asap rokok kembali keluar dari bibirnya sebelum melanjutkan pengakuan yang selama ini tersimpan rapat di dalam berkas rahasianya."ia sih," kata putri... bersiap mendengarkan kelanjutan kalimat Rama.

"bayangkan saja aku pada waktu itu... memakai sepeda bukan supercar.." tutur Rama dengan senyuman getir yang sangat tipis.

Mendengar hal itu, putri sedikit syok. Mata indahnya melebar selama beberapa detik, menatap Rama dengan pandangan yang tidak percaya. Informasi baru ini menghantam logikanya dengan sangat keras. Selama ini, ia mengira Rama dikalahkan oleh Tony karena urusan motor matic tua yang lecet-lecet seperti yang tertulis di dalam draf awal berkas pendaftaran. Namun kenyataannya jauh lebih brutal dari itu; saat menjalin hubungan dengan Ratna dulu, Rama bahkan berada di titik yang lebih rendah lagi—ia hanya mengandalkan sepasang kaki dan kayuhan sepeda untuk mengimbangi dunia.

Akhirnya dia mengerti smuanya. Potongan-potongan teka-teki tentang mengapa Ratna begitu tega membuang Rama demi sebuah sedan putih, dan mengapa Tony begitu percaya diri memanggilnya gembel, kini terjawab dengan sangat logis di kepala Putri.

Kekosongan emosi dan kepasrahan total yang ditunjukkan Rama selama proses seleksi Keluarga Antasena bukan lahir dari kelemahan, melainkan dari sebuah tempaan rasa sakit yang sangat masif di masa lalu. Putri menatap pria berambut sebahu di hadapannya dengan sudut pandang yang sepenuhnya baru; Rama bukan sekadar menantu kontrak yang penurut, melainkan seorang penyintas yang berhasil berdiri tegak dengan harga diri yang utuh setelah dihancurkan hingga ke dasar bumi.

1
sakura
.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!