Indonesia
NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta, Istri Kecilku..

Mengejar Cinta, Istri Kecilku..

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Cintamanis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:403.6k
Nilai: 5
Nama Author: TereLiye21

warning 🚫 21+

Apa jadinya, jika Isabella. Gadis berumur 17 tahun, harus menikah dengan Daniel, lelaki berumur 28 tahun karena sebuah alasan..

Namun sebuah insiden terjadi, hingga menghanguskan semua harta peninggalan Bastian, Kakak Bella. Membuat Bella terpaksa tinggal di rumah tua milik Daniel.

"Apa ATMnya tidak bisa di selamatkan Kak?" Tanya Bella dengan wajah panik.

"Semua sudah hangus sayang.."

"Bagaimana ini.." Gumam Bella berkaca-kaca menatap rumahnya hangus terbakar.

Sebenarnya jika rumah saja, itu tidak jadi masalah. Namun semua ATM dan tabungan untuk biaya hidupnya ikut terbakar sementara Daniel sendiri baru akan membangun usaha barunya..

Apa Bella sanggup hidup menemani Daniel yang sedang mengalami masa berat?

Dan bagaimana cara Daniel mempertahankan Bella agar senang tiasa di sisinya?


Dukung cerita dengan cara like, vote dan share sebanyak-banyaknya 🥰
Terimakasih...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TereLiye21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 14

"Apa ini Kak!!" Bella meletakkan kasar surat di atas meja. Daniel memungut surat tersebut lalu membacanya." Apa ini semua rencanamu!!" Imbuh Bella ketus.

"Rencana apa? Aku tidak merencanakan apa-apa." Tutur Daniel dengan santainya.

"Lalu maksudnya apa? Kenapa Kak Bas tiba-tiba memberikanku wasiat gila itu!!" Daniel menarik nafas panjang dan membalas tatapan Bella dengan teduh.

"Dia tidak ingin kamu jatuh ke tangan yang salah."

"Lalu menurutmu kau merasa benar!!" Sahut Bella terlihat sangat marah. Bagaimana mungkin dia menjalankan wasiat itu, jika nyatanya dia masih bersekolah. Apalagi, dia harus menikah dengan orang yang baru di kenal beberapa hari lalu.

Gadis kecil yang tegas... Aku semakin ingin memilikinya meski dia mungkin akan membenciku...

"Bagaimana lagi. Jika Kakakmu memang menginginkan itu."

"Itu pasti paksaan darimu!!" Bella menunjuk Daniel kasar namun Daniel balas dengan senyuman hangat." Kau merasa menang sekarang!!" Imbuh Bella berpaling sebab merasa muak dengan senyuman Daniel, meski dia mengakui jika Daniel, Tampan.

"Aku bukan orang seperti itu Bella. Aku tidak pernah memaksa apalagi mengancam." Tarikan nafas panjang berhembus. Bella merasa jika tidak ada gunanya dia melawan. Meskipun dia terkadang membantah, namun sejak dulu hingga Bastian meninggal, Bella selalu melakukan semua keinginan Bastian.

"Tunggu aku lulus." Jawab Bella seraya berdiri.

"Tidak. Kita akan segera menikah." Bella kembali menoleh ke arah Daniel.

"Tunggu aku lulus! Aku masih sekolah."

"Itu bukan masalah. Lucas bisa mengurus semuanya jika hanya masalah itu. Maaf Bella, sebelumnya Bastian sudah meminta tolong padaku untuk menikahimu. Jadi, aku tidak mau mengecewakannya dengan tidak menuruti perkataannya."

Bukan tanpa alasan Daniel berkata demikian. Awalnya, Daniel memang berniat menikahi Bella setelah lulus sekolah. Tapi setelah mendengar laporan dari Lucas bahwa Marko menginginkan Bella, membuatnya ingin segera menikah dengan Bella.

"Ini gila Kak! Aku masih sekolah!"

"Besok hari Minggu. Kita menikah di depan pusaran Kakakmu.."

Kata-kata terakhir Daniel menggema di fikiran Bella yang saat ini sudah duduk bersama Lisa dan Erin. Kesedihan sudah hilang, musnah dan tergantikan dengan pernikahan gila yang harus di lakukan besok. Bella bahkan tidak di beri waktu untuk berfikir, sehingga menguatkannya akan dugaan jika Daniel memang sudah merencanakan semuanya.

"Sabar Bella.." Ucap Erin pelan." Masih ada kita." Imbuhnya merangkul kedua pundak Bella erat.

"Iya. Kita akan sering menginap jika kamu merasa kesepian."

"Kalian pulanglah! Aku ingin sendiri." Bella berdiri lalu membuka pintu rumahnya lebar.

"Kita akan menginap di sini malam ini."

"Tidak! Pulanglah." Sari dan Erin saling melihat kemudian berdiri lemah menghampiri Bella di samping pintu.

"Hubungi kami jika butuh sesuatu." Sari memeluk Bella sejenak kemudian mencium pipinya.

"Hm iya. Kami pulang ya. Jangan bunuh diri hanya karena merasa sendiri."

"Omong kosong. Pulang cepat." Bella menggiring kedua temannya keluar lalu menutup pintunya keras.

Braaaakkkkk!!!

"Kasihan dia.." Ucap Sari mulai terisak seraya memeluk Erin.

"Dia butuh waktu untuk sendiri. Sebaiknya kita pulang."

"Hmm.." Bella masuk ke dalam kamar Bastian setelah melihat Erin dan Sari pergi dari rumahnya. Dia menarik laci dan menemukan sebuah kotak berwarna hitam. Bella mengeluarkan kotak dan duduk di pinggiran tempat tidur lalu membukanya.

Ada tiga amplop coklat dan sebuah map. Bella mengambil map tersebut dan melihat jika rumah yang di tempati sudah beralih atas namanya. Sebuah kertas putih tidak sengaja jatuh, Bella memungutnya dan melihat sebuah surat wasiat asli.

"Dia membuat ini semalam." Bella mendengus, saat melihat isi surat wasiat asli juga sama dengan surat yang ditemukan dalam dompet. Bastian bahkan mengetik, jika dia menulis itu dengan kesadaran penuh dan tanpa paksaan." Kamu bahkan tidak tahu Daniel seperti apa Kak. Tega sekali!!" Imbuhnya beralih mengambil amplop coklat lalu mengeluarkan sebuah buku tabungan lengkap dengan ATMnya.

💌Untuk sekolah❤️

Bella melihat nominal pada buku tabungan yang tidak main-main jumlahnya. Darimana Kak Bas mendapatkan uang sebanyak ini? Bella beralih mengambil amplop satunya yang berisi buku tabungan juga.

💌Untuk biaya sehari-hari ❤️

Satu triliun? Bella mengambil lagi amplop ke tiga.

💌Untuk biaya pernikahan dan membeli kado keponakanku yang akan lahir nanti hehe❤️

"Sangat tidak waras!! Bagaimana bisa dia menulis ini. Dasar Kak Bas sialan!!!" Umpat Bella langsung berhenti mengumpat ketika dia menyadari jika Bastian sudah tidak ada di dunia ini." Kenapa kamu begitu jahat Kak.. Ini sama saja hukuman seumur hidup untukku." Bella mengembalikan semua ke kotak hitam dan meletakkannya pada tempatnya.

Tiba-tiba terlintas sebuah niat saat matanya menangkap laptop Bastian lengkap dengan mesin printer di meja kerjanya. Bella beranjak dari tempatnya dan duduk di kursi kerja Bastian. Dia membuka laptop lalu mulai menuliskan sebuah perjanjian, agar Bella bisa melanjutkan sekolahnya hingga kuliah meski sudah menikah.

**********

"Apa ini?" Daniel mengambil surat perjanjian yang di berikan Bella. Tentu dia tersungging membaca surat perjanjian tersebut.

"Aku malu jika sampai temanku tahu aku menikah denganmu. Kau harus melakukan itu hingga aku lulus kuliah!"

"Lama sekali sayang." Bella melongok mendengar panggilan Daniel untuknya. Wajahnya memerah karena panggilan Daniel langsung menyentuh hatinya." Bagaimana jika lulus SMA saja. Umurku sudah 28 tahun, apa aku harus memiliki anak ketika sudah tua nanti." Imbuh Daniel menggoda padahal dia tidak masalah dengan isi perjanjian itu.

"Itu urusanmu Kak. Kenapa kau tidak menikah saja waktu masih muda dulu. Dan sekarang kau menekanku agar kau bisa cepat memiliki anak!!" Daniel terkekeh sementara Lucas tersenyum." Aku tidak sedang bercanda!!" Bella menyembunyikan wajah merahnya dengan cara berpaling. Walaupun Bella memang tidak setuju untuk menikah muda. Namun, sejak awal bertemu memang dia sudah tertarik dengan Daniel.

"Menikah itu untuk satu kali dalam seumur hidup. Jika aku belum menemukan seseorang yang pas, untuk apa aku melakukannya."

"Lalu kenapa kau mau mengiyakan permintaan Kakakku! Bukankah nantinya kau akan menyesal sudah menikah dengan bocah sepertiku!! Kau akan bosan lalu menceraikan ku..."

"Aku tidak akan bosan, karena aku mencintaimu." Bella menatap Daniel seraya menelan salivanya kasar." Ini memang terdengar gila, tapi aku benar-benar menyukaimu sejak awal kita bertemu." Imbuh Daniel membubuhkan tanda tangan pada perjanjian yang Bella buat." Aku menyetujui surat perjanjian ini. Ranjang terpisah, tidak boleh menyentuh dan pernikahan kita akan menjadi rahasia. Aku dengan senang hati akan melakukannya karena ini keinginanmu." Daniel menyodorkan lagi surat perjanjian seraya memperlihatkan senyum indahnya.

Aku merasa beruntung atas kejadian naas yang menimpaku..

Bella mengambil surat perjanjian lalu berdiri. Wajahnya terasa terbakar ketika dia mendengar jika sebenarnya Daniel mencintainya.

Meskipun cinta! Tidak seharusnya menikah secepat ini..

"Dan satu lagi Kak. Aku tidak mau tinggal di sini. Rumah ini menyeramkan seperti pernikahan yang akan terjadi besok!!" Tutur Bella ketus. Kakinya berayun melangkah keluar, dengan perasaan antara senang dan benci.

Riane

1
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru🙂
Ran Aulia
ceritanya bagus, no mewek full senyum2 😍😍😍😍😍

Terimakasih ya kak 👍👍👍❤️❤️❤️
Rosmati Intang
Luar biasa
Meryam Kusmiran
lanjut bagus kok ceritanya
Mari ani
stefan .... mau moroti
tris tanto
bc lnsng paling bwh stlh bc 5 bb kalo gk slh
tris tanto
nopel trpuuuanjng tiap bbnya jd maaf lngsng skip2 aja bcny
Ana Nurhasanah
cerita nya bagus
keong' racun 88
💖💖💖💖
Fitriyah Ariyanti
astaga kasian denielnya ,Bella GK dewasa² ditinggal baru tau rasa
Jihan Putri Khaerunnisa
bagus 😍😍😍
Jihan Putri Khaerunnisa
lanjut Thor☺️☺️
Jihan Putri Khaerunnisa
JD seru nih, ayo kadaniel semanggat tuk Bella jgn takut, enak loo
Jihan Putri Khaerunnisa
asik belah duren nih thorr🤭🤭🤭
Jihan Putri Khaerunnisa
saya udah kelar bacanya, seru dan ngabosenin, lanjut Thor💪💪💪
Mifilava JuTek
kok aku cari gk thor
Jihan Putri Khaerunnisa
semangat ya Thor, ini lebih seru JD nya
Jihan Putri Khaerunnisa
mau gmn lagi ya Bella, keadaan yg tak memungkinkan, bersabar dulu sja
Jihan Putri Khaerunnisa
semangat terus Thor, kapan perusahaanya berkembang
Rafa Daffa
▀▄▀▄lanjutkan thor▄▀▄▀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!