Indonesia
NovelToon NovelToon
Karena Warisan, Anakku Mati Di Tanganku

Karena Warisan, Anakku Mati Di Tanganku

Status: tamat
Genre:Spiritual / Keluarga & Kasih Sayang / Roh Supernatural / Misteri / Tamat
Popularitas:25.6k
Nilai: 5
Nama Author: Hawa zaza

Boni, laki laki ambisius yang gila harta.
Hidupnya di habiskan untuk bersenang senang, saat Boni kehilangan harta karena tak mampu mengelola usahanya dengan baik, Boni meminta hak waris pada orang tuanya untuk diserahkan padanya tanpa terkecuali. Namun orang tua Boni menolak karena masih merasa sehat dan anaknya tidak hanya Boni saja.
Akhirnya Boni membuat rencana licik dan terjadi perselisihan yang membuat Geri mati di tangan ayahnya sendiri.

Itulah awal kehancuran hidup Boni, harinya tak pernah tenang karena terus di ikuti bayang bayang adiknya.

Yuuuk kak simak kisah Boni hanya ada di Noveltoon, dan jangan lupa kasih vote, like, love and komentarnya ya kak, karena itu sangat berarti buat author 🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hawa zaza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 15

"Maafkan aku mas!

Aku janji setelah ini tidak lagi ikut campur masalah keuangan kamu, aku akan terima berapapun pemberian kamu, dan lagi pula orang tuaku juga sudah tidak lagi ikut tinggal dengan kita." sahut Amira hati hati. Berusaha kembali mendapatkan simpati dari suaminya.

Boni terdiam, tak ingin banyak bicara lagi. Hatinya masih sakit dengan kebohongan Amira beserta keluarganya.

"Mas!

Kamu masih marah sama aku?" tanya Amira yang memasang wajah sendu, Boni hanya menatapnya sekilas. Perasaan cinta di hatinya memang tak mudah untuk di hapuskan. Amira adalah sosok yang berhasil membuatnya benar-benar merasakan cinta.

"Beri aku waktu untuk menenangkan diri." sahut Boni dengan wajah datarnya. Amira hanya bisa terdiam, terpaksa mengikuti apa yang Boni inginkan. Pura pura bersikap lemah lembut demi meraih Boni untuk kembali percaya padanya lagi.

☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️

Dua Minggu berlalu, Sikap Boni masih terkesan acuh pada Amira. Namun Amira tetap berusaha untuk bersikap biasa saja dan semakin menunjukkan sikap baiknya. Amira gak pernah keluar rumah, dan selalu membantu mengerjakan pekerjaan rumah. Amira menerima uang nafkah sebesar tak ga juta dari Boni tanpa banyak bicara.

Membuat Boni kembali menaruh simpati lagi pada sang istri.

Boni berpikir, jika Amira memang benar benar sudah berubah dan benar benar mencintai dirinya.

"Mira!" panggil Boni saat mereka tengah menikmati makan malam berdua.

"Iya, mas!" sahut Amira lembut sambil mengukir senyuman manis.

"Aku ingin memulai dari awal lagi, dan jujur aku suka melihat perubahan kamu yang sekarang, kamu tidak lagi banyak menuntut dan kamu lebih suka tinggal di dalam rumah, menungguku pulang kerja. Jujur, aku senang melihatmu yang seperti ini." Boni menatap dalam manik sang istri yang terlihat menunduk, tanpa Boni sadari terukir seringai licik di bibir Amira, batinnya bersorak riang karena usahanya berhasil. Boni kembali percaya dan menerimanya kembali.

"Makasih, mas!

Semoga, aku bisa jadi istri seperti yang kamu harapkan." lirih Amira yang masih menundukkan kepalanya.

Boni menghampiri sang istri dan mengangkat wajahnya.

"Jangan nangis, maafkan aku kalau sudah membuatmu sedih." ucap Boni yang merengkuh Amira dalam pelukannya.

Waktu terus bergulir, sudah tiga bulan Amira menjalani peran sebagai istri yang baik, membuat Boni makin cinta dan semakin menyayangi Amira.

Amira kembali mendapatkan uang nafkah dalam jumlah yang banyak, apa lagi setelah tau Amira tengah mengandung anaknya. Boni semakin memanjakan Amira.

Saat Boni tengah santai tiba tiba ada tamu dari pihak bank, yang mengatakan kalau ada tunggakan yang harus di bayar.

Boni yang tak mengerti langsung meminta penjelasan pada petugas yang datang. Dan setelah di jelaskan, Boni hanya bisa menahan kemarahannya.

"Berapa saya harus membayar cicilannya?" tanya Boni datar.

"Sepuluh juta dan ini sudah meninggal selama tiga bulan, jadi bapak harus membayar sebanyak tiga puluh juta." sahut petugas bank dengan ramah.

"Baik, saya akan menyelesaikan besok di kantor anda. Karena saat ini saya harus meminta penjelasan kepada istri saya, terus terang saya tidak tau menahu soal hutang ini. Tolong beri saya waktu, pasti saya bertanggung jawab, karena ini menyangkut rumah milik saya." tegas Boni dengan wajah memerah, tan menyangka jika istri dan keluarganya kompak menipunya habis habisan.

"Baik pak, kami akan tunggu di kantor. Kamu akan beri waktu hingga lusa." sahut petugas bank, lalu berpamitan untuk pergi.

Boni mengepalkan kedua tangannya, tak habis pikir kalau wanita yang dia cinta telah tega menusuknya dari belakang demi kenyamanan keluarganya, tanpa perduli susahnya sang suami.

"Kamu keterlaluan Mira!

Aku menyesal sudah memaafkan kamu!" lirih Boni dengan wajah mengeras menahan emosi yang ingin meletup.

☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️

jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.

#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)

#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)

#Coretan pena Hawa (ongoing)

#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)

#Sekar Arumi (ongoing)

#Wanita kedua (Tamat)

#Kasih sayang yang salah (Tamat)

#Cinta berbalut Nafsu ( ongoing )

New karya :

#Karena warisan Anakku mati di tanganku

#Ayahku lebih memilih wanita Lain

#Saat Cinta Harus Memilih

Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.

Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️

1
girlganggoodies
Authoooor~ hari ini wishlist aku cuma satu, yaitu mau tau kelanjutan cerita author!
Irma Purwanti
Fix ceritanya bikin aku kecanduan buat terus baca huah
TripleAdorable
rate bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ biar semangat 😇 saling mendukung ya Thor 😇
Diana Susanti
cus nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!