Indonesia
NovelToon NovelToon
INDIGO

INDIGO

Status: tamat
Genre:Spiritual / Mata Batin / Horor / Tamat
Popularitas:533k
Nilai: 5
Nama Author: ARSY AL FAZZA

Penglihatan menembus dimensi ghaib. Tidak hanya di alam nyata, dalam pandangan lain bahwa sosok Indigo ketika berada alam bawah sadar itu sukmanya bisa terlepas keluar dari badannya. Berjalan-jalan menembus ruang dan waktu dunia lain. Setiap malam dirinya di kejar kematian yang mengancam. Para Indigo yang meninggal nanti ada dua kemungkinan. Yang pertama takdir dari Yang Maha Kuasa atau yang kedua karena tidak dapat kembali ke wujud tubuhnya di alam dunia. Simak kisahnya..!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARSY AL FAZZA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#Tabir Jin Kuda

Di pagi hari, Rasmi merapikan kamarnya yang berantakan. Esti melihat kamar anaknya, dia juga melihat penampilan Rasmi setiap hari memakai syal di lehernya. Memasuki kamar mendekatinya, dia memegangi syal, gerakan tubuhnya menjauh.

“Kamu masih sakit? Terus kamar kamu kenapa?”

“Saya sudah mulai baikan bu. Kamar saya mau di tata ulang.”

Suara Rasmi terdengar sangat dingin, dia melengos membanting pintu. Kursi kosong, meja makan hanya ada Esti yang melahap masakan kesukaannya. Ayam rebus potongan paha, dia melihat pintu kamarnya yang tertutup.

Malam ini Esti tidak kembali ke ruangan khusus. Pekerjaannya merapikan setengah lagi sisa benda-benda di dalam ruangan tertunda karena dia sedang sakit. Berbaring di atas tempat tidur. Sedari tadi dia batuk namun panggilan suaranya memanggil Rasmi tidak mendatangkan anaknya.

Rasmi mendengar jelas ibunya berharap dia membawakan segelas air dan obat. Tidak setelah kebenciannya akan kematian kedua anak dan suaminya. Suara batuk ibunya tidak lagi terdengar, Rasmi membuka pintu. Kamarnya remang-remang, tirai membentang tertiup angin dari jendela yang terbuka.

Sosok jin kuda melompat pergi, tampak ibunya duduk di atas kasur menatap ke depan. “Bu, ibu nggak apa-apa kan?” Tanyanya dengan senyuman.

Esti kembali batuk, dia mengeluarkan tumpahan darah kental. Dia merasa nafasnya akan terputus. Dokter yang memeriksa tidak menemukan penyakit yang serius di tubuhnya. Bik Upik di suruh memanggil mbah Kasina, si dukun duduk di dekat kasurnya. Dia menggeleng kepala melihat Esti menyodorkan sisa perhiasannya yang terakhir.

“Semua ini tidak akan membuatmu sembuh. Perjanjian tetap perjanjian, kau harus menanggung semua resiko atau kau akan sakit-sakitan, bangkrut dan jatuh miskin.”

“Saya akan segera memberikannya tumbal dan menyediakan lebih banyak sesajian sebagai permintaan maaf akan masalah ruangan itu mbah. Uhuk, uhuk.”

“Jangan tunda lagi. Tuan mu si jin kuda iblis itu menunggu. Sebelum akhir tahun berakhir kau harus memberikannya tumbal.”

......................

Esti menulis surat untuk anak dan cucunya yang ada di kota. Kertas itu terkena tetesan darahnya yang keluar dari hidung. Dia memanggil Rasmi untuk memasukkan surat di dalam amplop dan menyisipkan beberapa lembar uang di dalamnya.

“Uang ini tidak usah bu. Pabrik Tempe sedang mengalami penurunan. Para pekerja banyak yang ibu pecat karena tidak sanggup menggaji. Kemungkinan sebentar lagi pabrik kita akan tutup.”

“Kau jangan bicara seperti itu, susah payah aku merintisnya setelah ayah mu pergi. Uhuk, uhuk! Kirimkan surat ini dan tanyakan uang hasil penjualan ke bu Geo.”

“Ya bu. Dengan senang hati.”

Rasmi bersiap-siap pergi keluar. Dia mengoleskan luka di lehernya yang tidak kunjung sembuh. Mengemudikan mobil berhenti di pinggir jalan membuka surat. Dia membuangnya dan mengambil uang di dalamnya.

💀

💀

💀

Kepada anak dan cucu ku tersayang.

Ibu sangat merindukan kedatangan kalian. Ibu berharap kalian menjenguk ibu yang sedang sakit dan menginap dalam waktu yang lama. Kasih sayang ibu tidak akan pernah habis terutama untuk Jeri. Ibu menunggu kalian datang besok.

💀

💀

💀

“Kamu sudah mengirim suratnya Ras?”

“Sudah bu, oh ya tadi kata bu Geo kalau dia tidak lagi menerima penjualan Tempe.”

“Kenapa dia jadi seperti itu. Padahal dia adalah langganan tetap kita yang sangat lama dan__ uhuk!” ucapan Esti terputus.

Rasmi meninggalkannya, melihat anaknya seakan menyembunyikan rahasia. Dia mengutus bik Upik untuk menjemput anak keduanya bersama supir pribadinya. Membuka mata di akhir bulan, Esti sangat berharap Upik cepat menjemput anaknya.

Delim bersama Jeri duduk di tepi ranjang. Mereka memeluk menumpahkan rasa rindu.

“Ibu cepat sembuh ya. Aku dan Jeri sudah datang.”

“Apakah surat yang ibu kirim belum sampai?”

“Delim nggak ada menerima surat bu..”

Jawabannya terdengar jelas di telinganya.

Melihat Delim pergi bersama Jeri, amarah Esti yang tidak tertahan membuat dia menjerit memanggil Rasmi. Dia tidak tau mengapa anaknya sampai berbuat seperti itu. Kedatangan Rasmi mendorong tubuh Esti untuk berbaring.

“Kenapa ibu tida suka aku nggak mengirim surat sebagai tanda tumbal selanjutnya? Ibu belum puas atas kematian mas Banu, kedua cucu ibu Aji dan Pendeng? Atau jangan-jangan ayah juga jadi tumbal!”

“Kurang ajar kau Rasmi! Kau anak durhaka!” ucap Esti bernada pendek.

Bik Upik yang hadir menenangkannya, Rasmi membanting keras pintu belum puas menunggu ibunya menderita. Di sore hari yang masih memperlihatkan cahaya mentari, Esti mengumpulkan anak-anaknya. Dia menunjuk Delima sebagai pewaris semua kekayaannya. Hal itu membuat Rasmi semakin marah

Esti meninggal di makan jin pesugihan karena terlambat memberikan tumbal. Di depan makamnya, Rasmi tidak meneteskan air mata. Langkah terpisah antara dia dan Delim yang menggandeng tangan Jeri. Anak kecil itu berhenti menunjuk ke sisi bagian ujung pepohonan.

“Bu lihat ada Kuda”

“No baby, itu hanya halusinasi kamu saja. Yuk kita pulang menelepon Daddy.”

Tadi malam Delim bermimpi melihat kuda. Dia jadi was-was, malam yang mencekam di mulai pada asap hitam mengelilingi rumahnya. Di depan kaca bagian dapur dekat Jeri duduk, dia kembali menjerit melihat penampakan kuda. Delim berlari menutup tirai, dia membawa anaknya masuk ke dalam kamar.

Pemadaman lampu mengagetkannya, dia menjerit memanggil nama bik Upik dan kakaknya Rasmi. Peran kakak tiri yang datang beberapa tahun sekali itu malah mendatangkan perampasan harta kekayaan yang seharusnya jatuh di tangannya.

“Bi Upik, diam saja bi jangan di jawab panggilannya!” bisik Rasmi.

Delim menjerit ketakutan, sosok kuda jin mendekati anaknya. Dia menarik Jeri menjauh, berlari keluar rumah meminta tolong mengetuk rumah warga yang jaraknya agak dekat dari rumah ibunya. Wanita berambut putih yang jalannya sudah membungkuk melotot membuka pintu.

“Nek tolong saya dan anak saya nek!”

“Maaf, aku tidak berani berurusan dengan keluarga mu.”

“Kalau gitu saya menitipkan anak saya saja nek. Kasian dia masih kecil, kami di kejar setan” Delim memelas menyatukan kedua tangan.

“Cepat masuk!”

Dia menyuruh Delim dan Jeri jangan keluar rumah sampai pagi menjelang. Dari balik tirai mengintip sosok setan berwujud jin mengeluarkan suaranya yang meringkik.

Suara ayam yang berkokok, langit yang cerah dan matahari bersinar terang. Delima semalaman terjaga sambil memeluk anaknya.

“Sudah aman sekarang.”

“Terimakasih banyak nek. Saya mohon pamit pergi.”

“Cepat tinggalkan rumah terkutuk itu kalau kau dan anak mu mau selamat!”

“Itu rumah ibu saya nek. Mana mungkin saya meninggalkannya begitu saja. Maaf sebelumnya nenek tinggal sendirian?”

“Aku dulu bekas pekerja di pabrik itu dan hampir terbunuh setan di dalamnya. Aku tau ada iblis yang bersarang di dalam sana.”

Bola mata mengecil memutih, wajahnya berubah semakin mengerikan. Dia kerasukan mengeluarkan suara kuda. Delim menjerit mengangkat Jeri mencari pintu keluar.

1
Manda
selamat lebaran
milki
detik lebaran disini
Rina 〇△☆☂
♥️♥️
Rina 〇△☆☂
♥️
Komunitas basket SMANSA
indigo 😍😍😍
rindu
Kisah ini begitu menakutkan, membuat bulu kudukku berdiri sejak awal hingga akhir. Atmosfir gelap dan misterius benar-benar terasa, membuatku merasa seolah-olah aku sendiri berada di kerajaan Mandra Sukma. Saya benar-benar merinding membayangkan Aluna menghadapi semua rintangan mengerikan itu sendirian. Tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya sungguh membuatku merasa cemas. setaann
rindu
Aluna mendapati dirinya terperangkap di dalam ruangan gelap dengan bayangan menakutkan yang mengintai di sekelilingnya, saya hampir merasakan ketakutan yang sama seperti yang dia rasakan. Bola-bola api yang melayang di langit malam memberikan sentuhan supernatural yang menambah ketegangan cerita. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya berada di tempat Aluna, dikelilingi oleh kegelapan dan misteri.
𓆩❤𓆪
Ketika Aluna mendekati pulau yang dikelilingi oleh cahaya biru yang menyilaukan, saya merasa seolah-olah saya sendiri ikut terbawa dalam kegelapan dan ketakutan yang menyelimuti tempat itu. Saya hampir tidak bisa menahan napas menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. Sosok-sosok yang tak jelas bergerak di sekeliling Aluna membuat bulu kuduk saya merinding. Saya merasa seperti saya sendiri berada di sana, merasakan ketegangan dan ketakutan yang melanda Aluna.
zatu
Ketika Aluna akhirnya menemukan bangunan kuno yang menjulang tinggi di tengah pulau, saya hampir tidak berani membayangkan apa yang mungkin menantinya di dalamnya. Rasanya seperti sebuah pembukaan menuju neraka yang menakutkan. istana keramat yang menyeramkan membuat saya benar-benar merasa seolah-olah saya sendiri berada di sana, menghadapi semua ketidakpastian dan bahaya yang menyertainya. Sungguh cerita yang sangat menegangkan!
mella
Aluna menghadapi berbagai rintangan yang mengerikan dengan keberanian yang luar biasa, dan saya tidak bisa tidak terkesan oleh kekuatan dan keteguhannya dalam menghadapi situasi yang begitu mencekam. Saya hampir tidak berani membayangkan bagaimana rasanya berada di tempat Aluna, dihadapkan pada semua misteri dan bahaya yang mengancam. Cerita ini benar-benar berhasil membuat saya merasa takut dan tegang sepanjang perjalanan.
Febri
Saat Aluna mendekati pintu istana kuno yang menyeramkan, saya merasa seolah-olah saya sendiri berdiri di sana, menunggu dengan ketegangan yang tak tertahankan untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya. Sungguh pengalaman membaca yang memikat dan mendebarkan. Bayangan-bayangan menakutkan yang mengintai di dalam ruangan gelap dan sosok-sosok tak jelas di sekeliling Aluna benar-benar memberikan sentuhan horor yang membuat bulu kuduk saya merinding. Saya hampir tidak berani membayangkan berada di tempat Aluna, menghadapi semua ketakutan itu sendirian
Banyuwangi
Suara-suara aneh yang menggema di lorong-lorong gelap dan bola-bola api yang melayang-layang di langit malam benar-benar menambah intensitas ketegangan dalam cerita. Saya merasa seperti saya sendiri berada di dalam dunia yang misterius dan menakutkan itu. Ketika Aluna memutuskan untuk terus maju meskipun dihadapkan pada bahaya yang mengancam, saya merasa terinspirasi oleh keberaniannya. Cerita ini bukan hanya sekedar cerita horor biasa, tetapi juga memiliki pesan tentang keberanian dan keteguhan hati dalam menghadapi rintangan.
kapulaga
Dalam momen-momen seperti ini, penggunaan detail-detail sensorik menjadi sangat penting untuk membawa pembaca lebih dalam ke dalam aliran cerita. Dari suara gemetar Tumang hingga aroma tanah basah yang menciptakan suasana yang semakin mencekam, setiap detail memberikan warna dan nuansa yang mendalam pada narasi. Ini memungkinkan pembaca untuk benar-benar terhubung dengan perasaan dan pengalaman karakter utama, sehingga mereka bisa merasakan setiap getaran dari ketakutan yang dialami.
Bukan cilook
🌹Deskripsi yang mendetail dan cerita ini benar-benar menghadirkan pengalaman yang tak terlupakan bagi pembaca. Aq merasa seolah-olah saya sendiri berada di dalam kerajaan Mandra Sukma, merasakan setiap ketegangan dan ketakutan yang dirasakan oleh Aluna. Dari momen-momen gelap di lorong-lorong yang gelap hingga ketegangan yang melanda di dalam ruangan tersembunyi, aq tidak bisa tidak terhanyut oleh cerita ini. Bahkan ketika Aluna mendekati pulau yang dikelilingi oleh cahaya biru yang menyilaukan, saya merasa seperti saya sendiri ikut terbawa dalam perjalanannya, menunggu dengan napas tertahan untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya. Keberanian Aluna dalam menghadapi segala rintangan yang menakutkan benar-benar menginspirasi, dan cerita ini berhasil menangkap esensi dari horor psikologis yang membuat bulu kuduk merinding. Aq sangat terkesan dengan cara cerita ini membangun ketegangan secara bertahap hingga mencapai puncaknya di dalam istana kuno yang menyeramkan. Keseluruhan, cerita ini tidak hanya menawarkan hiburan yang menegangkan, tetapi juga mengajak pembaca untuk merenungkan tentang keberanian dan keteguhan hati dalam menghadapi ketakutan.
Tante godang
⭐⭐⭐⭐⭐
nobon
elemen-elemen mistis dengan ketegangan dan petualangan yang seru. Saya penasaran dengan nasib Aluna dan bagaimana dia akan menghadapi tantangan selanjutnya.
Penggambaran suasana dan detail dalam cerita ini sangat kuat, membuat pembaca seolah-olah ikut merasakan ketegangan dan ketakutan yang dirasakan oleh Aluna.
nobon
suka bagaimana cerita ini menunjukkan bahwa kekuatan tidak selalu membuat seseorang merasa aman, tetapi bisa menjadi beban dan tanggung jawab yang besar. Konflik internal Aluna juga menambah dimensi yang menarik dalam cerita ini. Dia harus berjuang antara melindungi dirinya sendiri dan membantu orang lain. Teman-teman hewan Aluna memberikan sentuhan yang menyentuh hati dalam cerita ini, menunjukkan bahwa dukungan dan persahabatan bisa datang dari tempat yang tidak terduga.
Zona nyaman
Teman-teman hewan Aluna memberikan sentuhan yang menyentuh hati dalam cerita ini, menunjukkan bahwa dukungan dan persahabatan bisa datang dari tempat yang tidak terduga.
Saya penasaran dengan bagaimana Aluna akan menemukan solusi untuk menghadapi bencana yang akan datang, dan apakah dia akan berhasil mengubah nasibnya.
Pesan tentang pentingnya keberanian, persatuan, dan harapan dalam menghadapi tantangan hidup sangat menginspirasi.
nina
Setiap langkah Aluna melalui kegelapan dan rintangan menghadirkan perasaan yang intens bagi saya. Saya bisa merasakan ketegangan dan keputusasaan yang dirasakannya, tetapi juga keberanian dan tekadnya untuk tidak menyerah. Cerita ini benar-benar membuat saya merenung tentang arti sebenarnya dari kekuatan. Saya belajar bahwa kekuatan sejati bukan hanya tentang kekuatan fisik atau magis, tetapi juga tentang keberanian, keteguhan hati, dan kemampuan untuk tumbuh dan belajar dari setiap pengalaman hidup.
Seroja
Ketika Aluna bertemu dengan wanita tua yang memberinya harapan dan kekuatan baru, saya merasa seperti ada sinar terang di ujung terowongan gelap. Deskripsi tentang keberanian dan ketulusan hati Aluna sungguh menggugah perasaan. Saya sangat terkesan dengan kekuatan Aluna untuk tetap berjuang meskipun dihadapkan pada kegelapan yang menakutkan. Dia adalah contoh yang menginspirasi tentang bagaimana kita bisa melawan ketakutan dan keputusasaan meskipun segala sesuatunya terasa sia-sia.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!