Indonesia
NovelToon NovelToon
Annekke Van Beek (Ibuku Bukan Gundik)

Annekke Van Beek (Ibuku Bukan Gundik)

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa pedesaan / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Anna

Rusaknya beberapa hektar tanaman padi yang tiba-tiba menguning, membuat penduduk desa yang khawatir akan gagal panen menyerbu balai desa. Mereka menuntut kelompok tani yang dipimpin Anneke Van Beek untuk bertanggung jawab.

Keadaan semakin pelik saat masa lalu sang ibu—Sulastri yang dianggap sebagai gundik kembali merebak, ditambah kedekatannya dengan Hans Williams, membuat Anne terjebak dalam pusaran tuduhan keji itu.

Mampukah Anne menyelesaikan kemelut ini dan membongkar dalang di balik terancam gagal panennya pertanian desa?

“Putra mu memanglah tampan paras rupa, bersahaja dalam tutur kata, tapi dia tak lebih dari keledai dungu yang bersembunyi di balik ketiak ibunya.” Anneke Van Beek.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AVB 12

Matahari hampir tergelincir di barat saat kuda yang ditunggangi Anne sampai di sungai kecil kaki bukit, aroma daun padi yang masih menghijau terbawa hembusan angin bersama kumpulan burung pipit tembang rendah kembali ke sarangnya.

Anne menghela napas berat seraya turun dari punggung temon, membiarkan kuda jantan hitam berjalan liar di sekitar aliran sungai. Gadis terbiasa menghisap kretek itu mengeluarkan cigarette case pipih berbahan kuningan dari lipatan pinggang, mengambil satu batang, lalu menyulutnya, pandangannya terlempar jauh pada hamparan padi dan beberapa petani.

Anne masih terpaku di tempatnya menikmati semilir angin sore saat seseorang mengejutkannya dari arah belakang.

“Kita dipertemukan lagi dalam ketidaksengajaan, Nona. Apa ini pertanda sebuah jodoh?” Argono berjalan mendekat, wajah tampannya mengulas senyum manis.

“Bukan sebuah ketidaksengajaan, tapi memang sudah direncanakan,” sahut Anne, tanpa menoleh ke lawan bicaranya.

Tawa kecil terbit dari bibir Argono, tanpa meminta izin menarik satu batang kretek di genggaman Anne. “Kau cukup mengagumkan ternyata. Tegas, berani dan cerdik. Aku tak menyangka kau senekat itu mengambil keputusan hanya demi membuat penduduk diam.”

Sudut bibir Anne terangkat sebelah, jemarinya memainkan kretek telah terbakar setengah. “Hidup memang harus nekat jika kau ingin hasil yang gemilang.”

“Tapi, bukankah yang kau lakukan berlebihan, bagaimana jika gagal panen benar melanda desa ini?” pancing Argono, sengaja ingin melihat ekspresi gadis ayu di sebelahnya.

“Kenapa harus mengkhawatirkan kemenangan yang sejak dini sudah ada dalam genggaman?” Anne membuang asal kretek di jarinya, bersiul nyaring memanggil si kuda jantan, lalu melompat ke punggungnya. “Aku bernapas bersama tiap batang padi di desa ini, Tuan. Bagiku, sawah bukan hanya sekedar tanah yang ditanami benih, melainkan bagian dari hidup yang tumbuh bersama tetesan keringat. Kau akan tau siapa Anneke Van Beek setelah panen raya tiba.”

Ia menyeringai lalu menghentakkan kakinya, mengkode kuda jantan itu untuk berlari menyusuri hutan belantara menuju rumahnya, sebelum pergi ia sempatkan mengedipkan sebelah mata ke arah Argono.

“Benar-benar angkuh, tapi aku semakin penasaran ingin menaklukkannya,” gumam Argono seraya menatap punggung Anne yang menghilang di rimbunnya hutan.

.

.

.

“Piye putusan kumpulan kemarin, Yah?” tanya seorang pedagang sayur pada sebuah pasar pagi yang berada di persimpangan desa, hanya ada saat pasaran senin wage saja.

“Tulah, balak akibat desa ini pernah menampung gundik,” sahut Rodiyah sambil memilih beberapa ikat bawang merah.

“Seng bener kamu kalau ngomong, Yah. Mosok zaman wes maju masih ada tulah, paling-paling serangan wereng gur belum sempat menyebar wes kedisikan konangan.” Si pedagang tak percaya sampai beranjak dari dingklik tempatnya duduk. (Kedisikan konangan\= keduluan ketahuan)

“Lah, Mbokde iki takok opo mbedek i jan jane, ‘ki,” balas Rodiyah masih terus fokus memilih bawang merah.

(Lah, bude ini bertanya apa ngasih tebakan sebenarnya)

“Balak iku ndak mandang zaman, kalau sudah tiba titi mangsa ne, yo tetep akan datang, memberi peringatan,” timpal wanita paruh baya dengan kerudung panjang bersulam benang perak pada rendanya.

Rodiyah tersentak, bibir dengan gincu merah merona melengkung lebar. “Sampeyan kemarin minggat kemana, lo Mbokde, aku masih mau bertanya malah menghilang, ganti mbah tuwek mambu gramoxone.”

Si wanita mengulas senyum, tersembunyi di balik kerudungnya, matanya berbinar sampai sedikit menyipit. “Kemarin tiba-tiba pengen ke WC, jadi mundur sebentar, pas mbalik, kursi ne sudah ada yang menduduki, terpaksa berdiri di belakang sambil mendengarkan.”

Pedagang sayuran semakin mendekat, matanya bergerak cepat menelisik sekitar. “Dadi bener gara-gara tulah?”

“Bisa jadi begitu, apalagi ….” wanita berkerudung sengaja menggantung ucapannya, melirik sekilas wajah-wajah penasaran di sebelahnya.

“Apalagi opo, Mbokde? Ojo setengah-setengah, to kalau memberi informasi buat orang penasaran saja!” protes Rodiyah tidak sabaran.

“Apalagi kalau darah keturunannya masih berkuasa di tanah ini,” sambung wanita berkerudung.

“Tapi heran juga sama mbak Anne itu, masih muda udah sukses, opo-opo bisa, kenalane di mana-mana ada, sampai juragan desa Wingit, etan gunung kono, lo yo kenal,” Seorang wanita muda, kira-kira seusia Anne turut bergabung, wajahnya mungil, sedang hamil enam bulan.

Tak lama datang ibu-ibu juga ikut nimbrung, datang berniat membeli sayuran, namanya—Munaroh. “Di mana-mana kalau namanya juragan, yo pasti kenalannya banyak, srawung sama siapa aja, kalau nggak gitu piye mau jual hasil panenan nya?” (srawung\=kumpul)

“Iyo sih bener, tapi koyo ora sewajarnya. Roto-roto juragan desa sebelah itu tunduk sama dia, nggak cuma di desa, di kota iku, lo kalau mbak Anne dateng langsung di kerubungi, cepak i kopi,” lanjut wanita hamil enam bulan.

Wanita berkerudung melirik samar, sudut bibirnya terangkat sedikit. “Yo gimana ndak tunduk, lawong lambene lamis, pintar merayu. Anak lanangku saja kemarin hampir khilaf dirayunya.”

Para wanita desa yang memang gemar bergosip, semakin mendekatkan telinga, terutama Rodiyah yang terkenal sebagai pembawa berita tanpa berpikir benar atau tidaknya.

“Kok bisa anakmu dirayu, piye ceritane, Mbakyu?” Si bakul sayur memajukan kepalanya, mengabaikan beberapa pembeli.

“Kemarin pas ndak sengaja ketemu di gubuk dekat rumah, gadis itu meminta anakku datang ke rumahnya kalo malam tiba. Katanya biar kami bisa dapat sawah garapan lebar,” ucap si wanita berkerudung sedikit berbisik.

Sontak semua orang membelalak, bawang merah di tangan Rodiyah sampai jatuh ke tanah.

“Sawahe siapa yang mau di garap? Sawah bengkok (tanah kas desa) punya anak buahnya saja sudah digarap orang, kecuali sawahnya dia pribadi,” sahut Rodiyah.

“Sawah sing endi, Yah? Sawah sak kedokan opo …?” Bakul sayuran menggantungkan ucapannya, lalu terkikik.

(Sawah yang mana, Yah? Sawah satu petak apa …? →sawah sak kedokan bisa juga merajuk pada alat kelamin wanita🙏)

“Kalau nyuruhnya dateng malem, jelas sawah dia lah yang minta digarap,” timpal Munaroh.

Tutik—ibu hamil enam bulan, mengelus perutnya seketika, bibirnya komat-kamit. “Amit-amit, jangan sampai anakku koyo ngunu, ayu paras ternyata bejat kelakuannya.”

“Ya mau bagaimana lagi, turunannya begenggek (pelacur) mau tak mau, ya akan mengikuti jejak ibunya,” sambung wanita berkerudung ada gurat kebencian di nada bicaranya.

Rodiyah menggaruk tengkuknya yang tak gatal, matanya berkedip cepat, lalu berpindah menatap wanita berkerudung yang belum ia ketahui namanya. “Sek, Mbokde, sampean itu siapa? Kok koyok e tau benar dengan den ayu Sulastri, terus kui kok kerudung e mesti nutupi mulut, opo gigi ne sampeyan merongos apa kepiye?”

Ucapan Rodiyah langsung memancing gelak tawa ibu-ibu yang sedang bergosip, termasuk si wanita berkerudung.

Dengan suara lembut dan intonasi terjaga, tak terdengar tersinggung, wanita itu pun menanggapi pertanyaan Rodiyah. “Kekasihku dulu orang sini, zaman masih muda, kerudung ini juga permintaan dari beliau karena ndak suka kalau ada orang lain yang melihat wajahku, sayangnya ….”

Ia berhenti sejenak, mengamati reaksi para biang gosip dengan saksama, senyumnya tertahan di sudut bibir.

“Sayange opo, Mbokde? Mesti lek setengah-setengah ngei infone,” sungut Rodiyah.

“Sayangnya keduluan direbut gundik anyaran,” lanjut si wanita berkerudung, mata berbinarnya berubah sendu.

Alis Rodiyah terangkat mendadak, tatapannya membeku sesaat menerka-nerka ucapan wanita yang hanya dikenalnya sebagai mbokde. “Opo mbokde iki mantan gadis yang dulu pernah dikabarkan sedang di dekati tuan londo, aku pernah dengar mbok ku cerita jare tuan Petter itu punya kekasih, orang pribumi, Jawa. Jangan-jangan—”

“Ck, kamu ini kalau bicara asal mangap saja, mana mungkin—”

“Mungkin saja lawong ….”

Bersambung.

1
rama Rasyidin
waduh... pantes cerita ndoro begitu mencekam para Raiders... ternyata hantu.... 🤭
Anna: Kebetulan saya ketua mereka. 🫢
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
bulan hantu ..?
apakah vampire nya bakallan bangkitt
Anna: Dia sedang mengetik naskah bab berikutnya.
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
tuluss ngga sihh hans kamuu
Anna: "Buktikan diakhir cerita," kata Hans.
total 1 replies
Cen
oh,,, otor chines kah??
Anna: Bukan. Cuma kebetulan lagi kerja sama orang Cina.
total 1 replies
rama Rasyidin
waduh.... Anne.... d panggul sopo koe ndo
Anna: tebak.
total 1 replies
Muhammad Arifin
menghayallah kak...semakin kakak menghayal,semakin semangat AQ bacanya 😆😆😆
Anna: Kakkk kamu kenak virus sintingku kayaknya 😭😭
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
Alhamdulillah hari ini baik thor,
aku pencett sesuaii mandattt yooww🙏
Anna: 🫶🫶🫶🫶🫶
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
eeeh, sopoo kuii wani wani nee nyulik anne ,
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
woaaalaahhh , rusli anake kasman
jgn2 pakde broto berucap
istrine ruslii jadi teman penghangatt kasmaan donkk 🤣
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀 : kan tua tua keladii 🤣🤣
total 2 replies
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
heeeehh,
ngertio ngunuu
di potong habisss burunge kasman sama pak dokter dlu
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
durung sadare kuwe ,
di kasih racun ibu mu wae langsung ditenggak kog,
mana punya pendapat km gono
Ratih Tupperware Denpasar
masih betah banget kak sama ceritanya... saya suka. semangat ya kak
Anna: Terima kasih sudah selalu memberi dukungan, Kak. 🫶
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
anne pamer kekayaan kartijo
spy argono paham ,harta yg di incar nya
padahal itu jebakan terselubung
☠ SULLY𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
argono memang tak pandai menyimak keadaan ...
marni cuma mau memperalat nya saja
demi mengeruk kekayaan kartijo
anne dgn gamblang menjelaskan ke kamu argono , fakta nyata yang tertimbun doktrin busuk mbok mu Dewe
Ratih Tupperware Denpasar
1 vote unt anne
Muhammad Arifin
kena Kowe Anggono 😏😏
Anna: Arep kok kapakne, Kak? 😭
total 1 replies
☠ SULLY𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
kondho muu kuii sak njeplakee , Jane mangane opo kuii Rodiyah ora Ono asupan gizi untuk kewarasan otak nyaa lhoooo
☠ SULLY𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
pastii piktorr ini argono , bisa keluarr itu pipiss nyaa 🤣
Anna: Rembesss 🫢
total 1 replies
☠ SULLY𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
keren bgt lhoo papa , bukan bapak , Romo ae wis keren kogg
☠ SULLY𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅: itu mahh , doktrin buk nee
total 2 replies
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
aaahhh
siapa yg nyulikk marni
kasman uduu kuii
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!