Indonesia
NovelToon NovelToon
Cermin Yang Retak

Cermin Yang Retak

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:14.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Aisyah pernah percaya bahwa pernikahannya dengan Raka akan bertahan selamanya. Selama lima belas tahun, mereka membangun keluarga sederhana dari nol, melewati susah dan senang hingga dikaruniai dua anak yang menjadi sumber kebahagiaan mereka.

Sampai suatu hari, suaminya mengaku telah jatuh cinta pada Nabila, sahabat Aisyah sendiri, dan meminta izin untuk menikahinya. Dengan hati yang hancur, pada akhirnya Aisyah mengizinkannya.

Namun, Aisyah tidak ingin menjadi.lemah. Demi anak-anaknya, dia mulai menyusun strategi. Hasil keringatnya bertahun-tahun, ia tak rela dinikmati oleh wanita lain yang sama sekali tak ikut berjuang.

Setelah Aisyah pergi, barulah Raka menyadari tak ada yang lebih baik dari Aisyah. Raka menyesal dan ingin kembali.

Namun, mampukan Aisyah melupakan luka ketika lelaki yang paling ia cintai pernah memilih wanita lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16

.

Aisyah yang baru saja akan menutup pintu depan menghentikan gerakannya ketika melihat mobil Raka memasuki halaman. Wanita itu mengangkat wajah jangan kening berkerut saat melihat Raka turun dari mobil.

Bukankah baru kemarin pria itu pergi?

Aisyah kemudian berjalan ke teras, menatap kedatangan Raka dengan wajah bingung. Apalagi ketika melihat Raka sudah lebih dulu tersenyum lebar ke arahnya.

"Kenapa kamu datang lagi? Bukankah sekarang masih giliranmu bersama Nabila?" tanya Aisyah tanpa basa-basi.

Raka tidak langsung menjawab. Beberapa detik lamanya wajah pria itu bagai tertegun. Bahkan sekarang pulang ke rumah sendiri pun harus menunggu giliran? Tapi pria itu mencoba untuk mengabaikannya lalu memasang senyum lebar di wajahnya.

"Aku ingin menunjukkan sesuatu kepadamu," jawabnya sambil menggandeng tangan Aisyah menuju kursi di teras. "Ayo duduk dulu."

Aisyah mengerutkan kening. Namun, ia tetap mengikuti ajakan itu dan duduk di salah satu kursi kayu.

Raka kemudian duduk di hadapannya lalu menyerahkan sebuah kunci dan.map berwarna coklat ke atas pangkuan Aisyah.

"Ini untukmu," ucapnya sambil tersenyum lebar.

Aisyah menerima benda itu dengan wajah heran kemudian membuka map perlahan, dan dan mengeluarkan beberapa lembar dokumen di dalamnya. Matanya bergerak membaca tulisan yang tertera di bagian atas. Sertifikat kepemilikan rumah.

Aisyah mengangkat wajahnya. "Apa ini?" tanyanya bingung.

Raka tersenyum semakin lebar. "Rumah."

“Aku tahu ini rumah, tapi apa maksudnya?" ulang Aisyah.

"Aku membelikan rumah untukmu." Raka menunjuk sertifikat yang berada di tangan Aisyah. "Rumahnya besar. Sama besarnya dengan rumah yang kubelikan untuk Nabila. Aku ingin kamu juga memiliki sesuatu yang sama."

Aisyah terdiam beberapa detik kemudian menganggukkan kepala. "Oh... terima kasih."

Hanya itu reaksi yang terlihat di mata Raka. Tidak ada senyum lebar. Tidak ada mata berbinar. Tidak ada pelukan ataupun ucapan terima kasih berkali-kali seperti biasanya ketika ia memberikan hadiah. Aisyah bahkan kembali memasukkan sertifikat itu ke dalam map dengan tenang.

Raka yang sejak tadi menunggu reaksi bahagia dari wajah Aisyah akhirnya mengerutkan kening. "Kamu tidak senang?" tanyanya.

Aisyah menatap pria itu sekilas. "Biasa saja."

"Biasa saja?" Raka mengulang perkataan itu dengan nada tidak percaya.

Aisyah mengangguk. "Cuma sebuah rumah. Apa yang aneh?"

Raka tertegun, benar-benar tidak menyangka Aisyah akan menjawab seperti itu.

"Waktu itu Nabila begitu senang ketika aku membelikannya rumah," ujar Raka akhirnya. "Aku pikir kamu juga akan senang kalau aku memberikan rumah yang sama untukmu. Aku mencoba bersikap adil pada kalian berdua."

Aisyah tertawa kecil, namun tidak ada kebahagiaan di dalam tawanya.

"Nabila mendapatkan rumah, tentu saja dia senang," katanya sambil menatap sertifikat di tangannya. "Bayangkan saja, tidak harus bekerja apa-apa, lalu tiba-tiba mendapatkan hadiah sebesar itu. Siapa yang tidak senang? Sedangkan buat aku, apa yang istimewa?" lanjut Aisyah. "Rumah itu dibeli dengan uang yang sebagian juga dihasilkan dari hasil keringatku."

Kalimat itu membuat dada Raka seketika terasa sesak. Tadinya ia datang dengan keyakinan bahwa rumah itu akan membuat Aisyah tersentuh. Ia bahkan sudah membayangkan wanita itu langsung menghambur memeluk dirinya. Namun, kenyataannya justru berbeda..Rumah itu tidak menyembuhkan luka Aisyah. Sebaliknya, malah membuat luka Aisyah terbuka semakin lebar.

Kini pria itu hanya bisa menundukkan wajahnya penuh rasa bersalah..Aisyah begitu tenang, tidak marah, tidak berteriak, malah tersenyum. Namun senyum dan ketenangan itu membuat rasa bersalah dalam dada Raka terasa semakin menusuk.

Beberapa saat kemudian, wanita itu kembali menatap Raka. "Raka, boleh aku bertanya sesuatu?"

Raka mengangkat wajahnya, terkejut dengan istrinya yang tak lagi memanggil dengan sebutan ‘Mas’.

"Apakah kamu memberikan aku rumah, supaya kamu terlihat adil kepada kami?"

Raka mengangguk tanpa ragu, "Iya,” jawabnya karena memang itulah tujuannya.

Aisyah kembali tertawa getir. Gelengan kepalanya membuat Raka semakin tidak nyaman.

"Kalau kamu ingin bersikap adil, seharusnya kamu juga mengajak Nabila untuk hidup dan memulai semuanya dari nol," ucap Aisyah. "Kamu tahu apa yang membuatku kecewa?"

Raka menatapnya tanpa suara. Pria itu hanya menggelengkan kepalanya dengan mata menatap Aisyah dengan sorot sendu.

"Kamu membelikan rumah untuk Nabila menggunakan uang yang sebagian adalah hasil keringatku." Aisyah menarik napas panjang sebelum melanjutkan. "Tabungan yang kita kumpulkan selama bertahun-tahun. Uang yang seharusnya bisa kita gunakan untuk masa depan Rangga dan Fatimah."

Raka merasa tenggorokannya tercekat.

"Uang itu bukan hanya milikmu, Raka."

Kalimat sederhana itu menghantamnya lebih keras daripada kemarahan.

Selama ini ia terlalu sibuk memikirkan bagaimana caranya dirinya bisa menikahi Nabila. Dia terlalu mabuk kepayang hingga lupa bahwa setiap rupiah yang ia gunakan untuk membangun kehidupan barunya bersama Nabila memiliki cerita panjang tentang perjuangan bersama Aisyah.

Warung kecil, hari-hari melelahkan, bangun sebelum matahari terbit, tidur larut malam, menabung sedikit demi sedikit. Bahkan terkadang ingin membeli apapun mereka terpaksa menahan diri. Semuanya mereka lakukan bersama supaya bisa memiliki kehidupan yang lebih baik.

Dan sekarang, ia mengambil hasil dari semua perjuangan itu untuk membangun rumah bagi perempuan lain. Raka menelan ludah dengan susah payah. "Aisyah..."

Tanpa bisa melanjutkan perkataannya, pria itu tiba-tiba bergerak turun dari kursi. Menggenggam kedua tangan Aisyah, menatap wajah wanita itu dengan mata berkaca-kaca.

Aisyah terkejut ketika Raka berlutut di hadapannya. "Raka, apa yang kamu lakukan?"

Raka tidak menjawab. Ia hanya menggenggam kedua tangan Aisyah dengan erat kemudian mencium punggung tangan wanita itu berkali-kali.

"Maafkan aku," ucapnya dengan suara bergetar. "Aku benar-benar minta maaf. Aku tidak pernah berpikir sejauh itu. Aku terlalu yakin bahwa aku pasti bisa bersikap adil kepada kalian.” Raka mengusap punggung tangan Aisyah. "Aku salah."

Aisyah menarik tangannya perlahan, tetapi Raka tetap menundukkan kepalanya. "Bangunlah, Raka.”

"Maafkan aku, Syah… Maaf. Aku benar-benar menyesal. Aku akan bekerja lebih keras lagi. Aku berjanji pasti bisa mengganti semua yang telah aku ambil darimu.”

Raka mengangkat wajahnya dan kembali menatap wajah Aisyah. Ada penyesalan yang begitu jelas di matanya. “Aku sama sekali tidak berniat mengambil hakmu.”

Aisyah memandang pria itu cukup lama. “Tapi kamu sudah melakukannya.”

Raka kembali menundukkan kepala. Air mata yang sejak tadi ia tahan kini jatuh berderai. Namun, sebelum ia sempat mengatakan apa pun, sebuah suara perempuan terdengar dari arah depan rumah. Suasana teras yang semula begitu sunyi, seketika menjadi tegang.

"Oh... ternyata kamu di sini, Mas?”

1
〈⎳ FT. Zira
up nya mana ini miii
Ayuk Witanto
bagus Aisyah
Patrick Khan
rangga aja sadar dan paham kelakuan bapaknya yg gila itu..apa lg ponakan q yg keluarga nya jg gitu..milih nekat😭😭😭
vania larasati
lanjut
ahs@
tunjukan,kamu mampu tanpa bantuan suamimu..wow pasti iri lagi tuch madu mu jika madumu tahu kamu membuka usaha baru 🤣🤣🤣
Ilfa Yarni
bagus aisyah ber usaha lah sendiri dgn uangmu sendiri walaupun itu kau dpt kan Dr menyisihkan Dr uang belanjamu itu adalah hak km Dan semoga usaja km sukses melebihi dua usaha yg kalian bangun bersama
〈⎳ FT. Zira
baru nyadar??
Muft Smoker
skraaang waktu ny km berdiri dg kaki mu sndri aisyah ,,
demi kedua ank mu ,,
kalo msh ngandelin raka ,, tkut nenek kebayan d sebrang sana jd tantrum🤭🤭😒😒😒😒
Muft Smoker: duuh kak si Anu lgi sibuk ,,
🤭🤭🤣🤣
total 7 replies
Hary Nengsih
semangat aisyah💪
falea sezi
cpet cerai sat set g sabar liat laki doyan selingkuh kena karma🤣🤣
ahs@
percuma Raka,kamu telah menyakiti hatinya Aisyah begitu dalam,apa mungkin Aisyah mau menerima kamu kembali seperti sebelum kamu menikah dengan Nadila...
Ayuk Witanto
Rangga sudah mengerti ayahnya tak seperti dulu lagi
vania larasati
lanjut
Ilfa Yarni
kok aku ga sabar liar raka hancur ya Dan aisyah bahagia bisa ga ya begitu ceritamya aku paling benci liat laki2 baru jadi orang kaya Udah mendua
Aditya hp/ bunda Lia: sama aku juga biasa laki2 ada uang pasti nyari yang lain
total 2 replies
Hary Nengsih
rangga dh ngerti klo ayah nya dh berubah
ahs@
ya, untuk jaga" siapa tahu nanti keuntungan rumah makan itu mengalir ke Nadila 🤣🤣
ahs@
Nadila pasti gigit jari 🤣🤣🤣
ahs@
apakah kamu akan bertahan Nadila,kalau tahu Raka tidak punya apa-apa... wkwkwk
Nabila belum tahu aja semua surat-surat berharga harta Raka selama perkawinan dengan Aisyah sudah di amankan Aisyah...
ahs@
PD banget tuch laki...sama" gak tahu dirinya sama c Nadila...
ahs@
wow luar biasa,Raka berani memakai tabungan untuk resepsi pernikahan yang ke 2 memakai uang hasil usaha bersama Aisyah..apa sich keistimewaan Nabila......
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!