Herlina adalah seorang gadis lugu, yang belum mengenal jatuh cinta hingga dia di pertemukan dengan mike, laki laki dingin yang merupakan pemilik dari perusahaan tempat Herlina bekerja, bagaimana kisah dua manusia yang berbeda karakter ini,dimana ternyata mike adalah Alex cinta lamanya, yuk simak kisah nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pie Yana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tingkah absurd Herlina & desy
Seorang gadis yang berketurunan Tionghua sunda dan ayah blesteran perancis itu berdiri di depan pintu kamar pasien VIP.
Herlina merupakan gadis keturunan dari seorang wanita Tionghua Sunda yang menikah dengan lelaki blesteran perancis namun tak di restui, sehingga pernikahan mereka kandas di saat wanita itu mengandung Herlina.
Sang ibu meninggal saat melahirkan nya,bibi Herlina yang di panggil bunda oleh Herlina adalah adik dari ibu nya.
Herlina besar dalam asuhan bibinya namun karena bibi nya menikah dengan seorang cogan dari dubai akhirnya Herlina di asuh oleh nenek nya sampai saat ini, walau kadang Herlina juga masih suka berkunjung ke rumah sang bibi yang dulu merawat diri nya saat bayi.
Herlina dan desy segera masuk ke dalam kamar perawatan VVIP itu.
" Hai lex... ", Herlina terlihat canggung menatap alex yang juga menatap nya.
" Hai juga lin"
"Gimana kondisimu lex, udah baikkan? ", ujar Herlina yang beberapa hari ini benar benar terus kepikiran akan kondisi alex.
" gue sudah lumayan baikan lin"
Herlina tidak berani berkata loe gue karena menyadari ada orang yang lebih tua di sana.
seorang laki laki ber penampilan bilek bodyguard ada di dalam ruangan alex. aura dingin dan seram yang Herlina dan desy rasakan saat menatap lelaki itu.
menyadari hal itu alex memberikan isyarat pada pengawal itu agar keluar dari ruangan kamarnya.
"loe sendiri gimana, loe baik baik aja kan? "tanya alex dengan niat mengalihkan perhatian Herlina agar tak curiga dengan bodyguard yang di utus sang ayah untuk mengurus nya.
Alex tersenyum, senyum termanis yang tidak pernah Herlina lihat sebelum nya.
Herlina menatap alex dengan perasaan heran,
"apa dia tahu aku yang telah mendonorkan darah ku padanya", batin Herlina bermonolog sendiri,
Herlina merasa aneh saja, melihat sikap alex yang tidak seperti biasanya,Alex terlihat lebih ramah dan baik juga.
" Aaaaaakh senyum nya itu, gila manis sekali"Herlina bukan nya menjawab perkataan alex malah terlihat melamun menatap dengan kekaguman.
Desy sampai melongo melihat Herlina yang di ajak bicara malah bersikap konyol dengan terdiam melongo menatap alex tak berkedip.
"Hei bestieee Herlina anin nurmina Lie,elo baik baik aja kan? " , desy berbisik sambil menepuk lengan Herlina,berusaha menarik sahabat nya dari dunia fantasi, agar segera kembali ke alam nyata.
desy mengusap wajah nya dengan resah, menyadari kekonyolan yang di lakukan Herlina yang bertingkah bilek archa bloon di depan alex.
"Loe kenapa lin, kok bengong?? Tuh si alex nanya sama loe", desy menyadarkan Herlina yang terlihat masih saja stay Oon.
"Diih siapa juga yang bengong, gak perlu ngadi ngadi dech! ", sinis Herlina, menyadari dirinya malah terlihat seperti gadis konyol di depan alex,
"Halah elo udah ketahuan aja,pake acara ngeles...", cibir desy pada Herlina
" Basi loe...!!", Herlina melotot pada desy menutupi malu.
"Hmm ok gue yang salah "
"Ya yaaa... Gue yang salah karena udah bikin loe malu di depan alex", guman desi pelan yang nyaris tak terdengar oleh yang lain nya.
Alex hanya mengulum senyum melihat tingkah absurd mereka berdua.
"Gimana kabar mu lex?? ",Herlina kembali menanyakan kabar nya alex.
"Gue baik lin,trima kasih ya untuk semua kebaikan loe"
Herlina hanya bisa tersenyum senang melihat alex sudah sedikit ramah padanya.
"Gue yang seharusnya berterima kasih sama loe lex, gara gara loe bantuin gue, sekarang loe harus berbaring disini".
Herlina tertunduk sedih, mana bisa alex berterima kasih padanya sedangkan bagi Herlina dialah penyebab alex terluka.
Alex mengalihkan tatapan nya pada jendela kamarnya, menatap keluar dengan segala fikiran yang berkecamuk.
desy berjalan meninggalkan alex dan Herlina duduk di sofa yang tersedia di ruangan kamar itu.
"Loe kok malah duduk di sana sih des, sini dong gabung bicara sama kita ", alex memanggil desy yang malah menjauh dari mereka berdua.
" Idiihh dari tadi juga gue di sana, mana gue di ajak ngomong sama loe berdua,yang ada loe berdua yang seperti orang lama tidak berjumpa",
TUUUUIIIINNGG
Sebuah anggur melompat cantik dan menghantam pipi desy di sertai pelototan yang Herlina tujukkan untuk desy
"Heeeeii satuy bu gak usah pake lempar lempar segala,kasian nih anggur harus nya di makan malah ibu buang buang! ", seru desi dengan acuhnya mengambil anggur yang jatuh dengan selamat di pangkuan nya, dan memasukkan nya pada mulutnya, meski sadar mendapatkan pelototan dari Herlina,tanpa kedua nya sadari,kekonyolan mereka yang tidak lepas dari pengawasan alex.
"Heeei sudah.. Sebenernya Kalian mau nengokin gue atau mau pindah tempat berantem di kamar ini, kalau loe mau berantem baik nya kalian pulang aja dech, gue mau istirahat", ujar alex mengubah posisi duduknya lalu merebah meluruskan persendian tubuh nya lalu menarik selimut dan memejamkan mata.
"loooh....!!!! "
jangan lupa mampir juga ya ke karyaku, mari kita saling mendukung satu sama lain🌷
mari saling mendukung ya.
tp aku sllu merasa bgtu😭😭😭
mangkanya jangan terlalu cuek ataupun apa entar bakal kena batunya 🤣🤣🤣