Indonesia
NovelToon NovelToon
Kutukan Mbah Golok Sakti

Kutukan Mbah Golok Sakti

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Epik Petualangan / Sistem
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Soobin Chan

Reno Alvarez (25 tahun) punya visual secakep Yeonjun TXT, tapi statusnya tragis: PEngangguran JAkarta BARat yang hobinya cuma rebahan.

Nasib Reno mendadak korslet setelah nekat membuang golok warisan kakeknya ke tong sampah. Bukannya hilang, golok penuh daki itu malah auto-summon balik ke bawah bantalnya.

Reno resmi terkena kutukan Mbah Golok Sakti! Jiwanya mulai disedot paksa masuk ke berbagai dimensi absurd setiap kali tidur. Mulai dari dikejar zombie modal kolor Doraemon, operasi tenggorokan singa di Afrika, sampai debut dadakan jadi member TXT gara-gara Yeonjun asli lagi diare di toilet!

Setiap misi emang dapet cuan, tapi kalau Reno harus pindah dimensi terus nyawa bisa jadi taruhannya. Mampukah sang beban negara ini bertahan?

Warning: Jangan baca sambil minum, rawan nyembur! 🤣🔥

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soobin Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18. Boxer Garis-garis

"Sshh... aduh, asem bener dah ah! Area hidung gue yang ukurannya sudah minimalis begini bisa makin amblas ke dalam kalau keseringan jatuh!"

Reno meringis kesakitan sambil kedua telapak tangannya sibuk memegangi bagian tulang hidungnya yang terasa berdenyut-denyut ngilu.

Ia mulai mendongakkan kepalanya ke atas, lalu sedetik kemudian menyadari kalau pemandangan di hadapannya kini bukan lagi hamparan lautan tongkat cahaya lightstick MOA, melainkan barisan gantungan baju kemeja mewah seharga motor yang berjejer rapi di dalam lemari. Ia resmi telah ditarik kembali pulang ke dalam area kamar walk-in closet apartemen milik Radit.

Sisa-sisa luapan adrenalin tinggi sebagai sesosok "Yeonjun KW" masih terasa sangat nyata meraba kulitnya, namun realitas kehidupan pahit justru kembali menampar wajahnya lewat dinginnya permukaan lantai.

"Woy, si Golok Botak penuh daki!! Baru aja gue ngerasain nikmatnya jadi bintang idol terkenal, dipuji-puji penonton, baru mau dapet sesi tepuk tangan standing applause, lo dengan enaknya aja maen cut sepihak pindahin jiwa gue ke sini! Mana kalau ngejatuhin orang nggak pernah pakai acara aba-aba dulu lagi!" teriak Reno emosi meluapkan kemarahannya pada udara kosong di dalam ruangan pakaian.

Ia benar-benar merasa dirinya saat itu seperti habis diterbangkan paksa ke langit ketujuh, lalu sedetik kemudian tali jiwanya ditarik kencang hingga jatuh terperosok ke dalam selokan air got.

Tiba-tiba, sesosok suara berat yang sarat akan hawa magis nan berwibawa kembali bergema memantul di dalam tempurung kepalanya.

"Selamat wahai anak muda bernama Reno Alvarez, kamu dinyatakan telah berhasil menyelesaikan tugas darurat ketiga dariku dengan sangat baik. Sebagai upah kemenanganmu, kamu berhak mendapatkan hadiah tambahan uang tunai sebesar 5 juta rupiah."

Reno seketika tertegun mematung di lantai. Kobaran amarahnya yang tadi sempat meluap-luap ingin membakar dunia, mendadak langsung surut seketika seperti fenomena air laut yang mau dilanda bencana tsunami.

"Hah? Apa lo bilang tadi? Hadiah duit? Gue di sini nggak lagi salah denger, kan? Lubang kuping gue nggak kemasukan debu bedak panggung kan tadi pas di Korea?"

"Iya, kamu tidak sedang salah mendengar petunjukku. Kamu bakal selalu mendapatkan bonus uang tunai setiap kali sukses menyelesaikan tugas darurat dariku. Uang tunaimu saat ini sudah tersimpan rapi di dalam kotak kayu tua tempat penyimpanan golok warisan milik kakekmu."

Sepasang mata Reno seketika langsung berbinar-binar cerah, memancarkan aura makhluk mata duitan yang sangat hakiki dan alami.

"Awas aja ya lo kalau sampai berani bohongin gue! Pulang dari sini gue bakal langsung cek itu isi kotak kayu daki. Kalau beneran ada lembaran duitnya di dalam, oke deh, kita resmi berdamai. Besok-besok sering-sering aja ya lo kasih gue tugas darurat jadi idol K-Pop lagi, atau minimal jadi sultan minyak kek. Tapi inget satu syarat penting dari gue! Jangan pernah kasih gue tugas yang bernuansa horor berdarah kayak di dunia zombie kemarin, bisa copot beneran ini jantung gue!"

Hening tanpa jawaban. Jiwa Sang Golok Sakti tampaknya beneran enggan meladeni proses transaksi negosiasi ala pasar tumpah yang diajukan oleh Reno, dan lebih memilih untuk langsung menghilang memutus frekuensi dari jalur pikiran pemuda itu.

Reno kemudian bangkit berdiri dari atas lantai, lalu tangannya sibuk membersihkan sisa debu yang menempel di bajunya. Ia melirik sejenak ke arah jarum jam tangan di pergelangan tangannya.

Kedua bola matanya hampir saja melompat keluar dari soketnya saat melihat jarum jam sudah menunjuk ke arah angka 16:00 sore hari.

"Hah?! Jam dinding di sini udah sore aja?! Perasaan tadi di dalam lemari baru jam sembilan lewat dikit pas jiwa gue ditarik paksa. Apa skema waktu di dunia idol sama di kota Jakarta ini punya perbedaan zona waktu yang signifikan ya? Mana baju ganti gue sekarang otomatis balik lagi jadi setelan jaket Varsity milik Adit yang ukurannya kegedean ini," gumamnya heran sambil meraba-raba permukaan kain jaket tebalnya.

"Tapi ya sudahlah syukur deh, daripada gue dipaksa pulang ke rumah pake baju Hanbok ketat penuh taburan payet-payet berkilau, bisa-bisa dikira habis narik odong-odong keliling komplek gue sama orang rumah nanti."

Reno pun mulai melangkah lebar keluar dari dalam ruangan walk-in closet dengan gaya jalan santai tanpa beban, seolah-olah tidak pernah terjadi tragedi supranatural apa pun pada dirinya.

Namun nahas, langkah kakinya mendadak terhenti total saat pandangan matanya menangkap sosok seorang pria yang sedang asyik melakukan aksi buka-bukaan pakaian di tengah area kamar tidur utama.

Adit, sang pemilik apartemen elite tersebut, kebetulan baru saja selesai pulang dari kantornya. Saat itu, ia sedang sibuk melepas kemeja kerja dan celana panjangnya, hingga hanya menyisakan selembar celana boxer ketat bermotif garis-garis hitam putih di tubuhnya.

Adit baru saja mau berbalik badan hendak melangkah masuk ke dalam walk-in closet untuk mengambil baju santai rumahan.

Degg!!

Kedua pemuda yang bersahabat sejak zaman sekolah itu seketika saling tatap-tatapan dalam sebuah suasana keheningan yang luar biasa canggung.

Reno mematung tegak di ambang pintu lemari, sedangkan Adit melongo sempurna dengan kain kemeja kerja yang masih menggantung pasrah di tangan kanannya.

"Eh buset dahlah!! Setan buduk! Ngagetin orang aja lo mah!" teriak Adit spontan hampir melompat saking terkejutnya.

"Lo ngapain masih betah nongkrong di dalam situ, hah?! Sejak kapan profesi lo berubah jadi hantu penunggu lemari pakaian gue? Untung aja gue di sini masih sempat pake celana boxer, kalau nggak, udah pasti ternoda suci itu mata malas lo!"

Reno hanya bisa menyunggingkan cengiran kuda andalannya, lalu tangan kanannya diangkat tinggi-tinggi memasang pose peace dua jari ala idol Korea yang tadi baru saja ia perankan di atas panggung.

"Gue tadi cuma lagi sibuk mencari inspirasi estetika di dalem, Dit, hehe. Gue sebenarnya tadinya mau langsung pamit pulang ke rumah, Dit. Tapi mendadak dunia di sekeliling gue rasanya berputar-putar ekstrem, gue pingsan tegak, terus jiwa gue kesasar lagi masuk ke dimensi lain. Dan lo harus tahu satu fakta sejarah penting malam ini... gue barusan aja didebutkan jadi idol K-pop top dunia, Dit! Gue melakukan aksi dance lincah sampai pinggang gue rasanya mau encok di hadapan ribuan penonton!" cerocos Reno dengan nada bicara yang menggebu-gebu penuh semangat, sementara kedua tangannya sibuk memeragakan gerakan tari dance patah-patah yang jatuhnya malah terlihat lebih mirip seperti sesosok orang yang lagi kesetrum aliran listrik tegangan tinggi.

Adit mendadak mematung kaku di tempat, masih dalam posisi minimalis hanya mengenakan celana boxer . Ia mengernyitkan dahinya dalam-dalam, lalu sepasang matanya menatap lekat ke arah Reno dari ujung rambut sampai ke ujung kaki dengan tatapan mata yang penuh dengan rasa prihatin sebadan-badan.

"Lo... sampai detik ini sebenarnya masih berstatus waras kan, Ren? Atau tadi pas lo pingsan, bagian kepala lo sempat kepentok keras sama besi gantungan baju gue di dalam?" tanya Adit dengan nada sangat sangsi.

"Jangan-jangan lo sekarang lagi mengalami gejala geger otak ringan, makanya level halusinasi harian lo udah melompat jauh sampai ke level Korea-Koreaan gini."

1
Ed Troivan
lanjut thor 💪
Ed Troivan
💪💪💪👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!