Indonesia
NovelToon NovelToon
Diabaikan Setelah Malam Pertama

Diabaikan Setelah Malam Pertama

Status: tamat
Genre:Angst / Ibu Mertua Kejam / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Poligami / Penyesalan Suami / Konflik etika / Tamat
Popularitas:86.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: annin

Assalamualaikum ....
Kembali lagi dengan karya baruku di Noveltoon. Ini adalah spin off dari novel AKAD TAK TERELAK. Kisahnya Naima, adiknya Arsya. Semoga syuka, ya. ☺️

~~~~~~~~~~~~~~~~

Naima tak menyangka jika ia akan diabaikan oleh sang suami setelah malam pertama.

Kehidupan pernikahan yang ia jalani pun tak membuatnya bahagia. Ia seperti berjalan di atas duri tajam pernikahan. Tak tahu ke mana bahteranya berlayar, Naima hanya terus mencoba kuat. Tuduhan mandul sampai di duakan oleh sang suami, ia terima meski harus berlinang air mata setiap hari.

Akankah hidupnya bisa menemui kebahagiaan, ataukah Naima hanya akan terus berkubang dalam kesedihan biduk rumah tangga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon annin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 15 Jengkel

Naima berjalan mondar mandir di kamarnya. Ia memikirkan apakah akan menghubungi Pak Hotman ataukah tidak.

Ia pun mengetikkan sebuah pesan, tapi ragu untuk mengirimkannya. "Kirim nggak, ya?"

Langkahnya berhenti tepat di kaca balkon. Ia menatap langit di luar sana. Ia pun teringat akan Faris dan pabrik yang tengah dibangun pria itu dengan modal dari kakaknya.

"Aku kirim saja. Mas Arsya harus tahu." Ia pun membuang jauh keraguan di hati. Sudah mantap untuk berpisah, dan tak ingin lagi Arsya memberikan bantuan finansial untuk pabrik milik calon mantan suaminya.

Setelahnya Naima bersiap untuk ke sekolah.

***

Faris menginap di rumah Diana semalam. Tentu saja hal tersebut membuat Diana senang, karena jarang sekali Faris mau menginap di rumah mereka. Tentu Diana tak melewatkan malam hari berlalu begitu saja. Bagaimanapun ia wanita normal yang menginginkan sentuhan seorang suami. Malam menggelora yang lama tak ia rasakan, tadi malam benar- benar ia wujudkan.

Diana bahagia sekali hari ini. Senyum di bibirnya bahkan belum hilang. Ia terus memandangi wajah Faris dengan kagum.

"Tampan," gumamnya.

Diana tak tahan untuk tidak memberi kecupan pada suaminya itu. Sebuah sentuhan bibir yang membuat Faris terbangun.

"Jam berapa ini?" tanya Faris lirih.

"Selamat pagi, Sayang," sambut Diana begitu Faris membuka mata. Mengabaikan pertanyaan Faris tentang waktu.

Faris yang tak biasa disambut seperti itu ketika bangun tidur kontan memaksa untuk membuka mata. Ia melihat senyum aneh di bibir Diana, lalu tatapannya beralih pada jam di dinding.

"Jam delapan?" pekiknya kaget. "Kenapa kamu nggak bangunin aku?"

"Kamu tidurnya terlalu nyenyak, Sayang," jawab Diana dengan suara manja yang dibuat-buat. Wanita itu bahkan masih sempat tersenyum semanis mungkin untuk Faris.

Bukannya suka, Faris justru merasa kesal. Ia sibak selimut yang menutupi tubuhnya. Lalu bergegas ke kamar mandi.

Diana hanya mampu terdiam. Merasa aneh dengan sikap Faris. Semalam mereka begitu bersemangat, tapi pagi ini sikap Faris justru terlihat marah. Bukankah seharusnya Faris bahagia karena Diana memasang raut penuh senyuman?

Faris selesai dengan aktivitas mandinya. Ia heran melihat Diana masih santai di atas tempat tidur. "Kok kamu masih di situ?"

"Terus aku harus ke mana, Mas?"

"Kamu nggak bikin sarapan, atau kopi mungkin?"

"Aku tuh nggak boleh minum kopi, Mas. Kan, lagi hamil," jawab Diana enteng.

Faris menggelengkan kepala. Tentu Faris tahu jika istrinya tidak minum kopi, tapi bukankah seharusnya Diana bangun dan membuatkan kopi untuknya. Ingin marah dan memberitahu istrinya itu, tapi nampaknya akan sia-sia.

Ah, sudahlah!

Faris bergegas merapikan diri. Kemudian pamit pada Diana. Sampai Faris pamit pun Diana tak beranjak dari ranjang. Sarapan yang Faris harapkan tak pernah Diana tawarkan.

"Aku pergi dulu," pamit Faris. Pria itu bahkan mendatangi Diana yang masih bergeming. Tak ada niatan bangun untuk mengantar suaminya pergi bekerja.

"Ati-ati, Mas!" seru Diana ketika Faris keluar dan menutup pintu kamar.

Menginap di rumah Diana ia harapkan akan membuat suasana hatinya lebih baik. Terlebih sambutan Diana semalam, membuat Faris sudah berekspektasi tinggi pada istri keduanya itu.

Nyatanya ia justru dibuat kesal dengan sikap Diana. Mulai dari tak membangunkannya hingga kesiangan, sampai tak dibuatkan sarapan walau sekadar kopi hitam. Sikap Diana benar-benar merusak awal paginya.

Rencananya kemarin ia akan ke sekolah Naima pagi-pagi sekali agar bisa bertemu wanita itu. Kini pupus sudah harapannya. Kendati demikian, Faris tetap menyempatkan diri melewati sekolah tempat Naima mengajar.

Ia bahkan turun untuk bertanya pada satpam.

"Bu Naima belum berangkat, Pak," jawab Satpam.

"Apa dia cuti?"

"Wah, kalau itu saya tidak tahu, Pak."

"Ya sudah kalau begitu, terima kasih, Pak."

Dengan raut kecewa Faris meninggalkan sekolah. Ia kembali melajukan mobilnya menuju pabrik.

Taksi yang ditumpangi Naima berhenti tak jauh dari sekolah. Begitu melihat mobil Faris terparkir di depan sekolah, Naima meminta supir taksi untuk mengentikan mobil. Dari dalam taksi Naima mengamati gerak-gerik suaminya itu. Ia baru turun ketika mobil Faris pergi.

Ia sengaja meminta ijin telat karena ada urusan sebentar. Pak Hotman yang tadi ia kirimi pesan singkat, rupanya langsung merespon. Pengacara itu menelepon dan menanyakan kebenaran pesan singkat yang Naima kirimkan.

Rupanya keterlambatannya justru membuatnya tahu jika Faris masih mencarinya. Tentu bukan karena peduli dan sayang, tapi karena pria itu punya tujuan tertentu terhadapnya. Begitu yang Naima pikirkan.

Naima langsung menuju ke kantor kepala sekolah. Mengutarakan niatnya untuk berhenti mengajar.

"Memang ada masalah mendesak apa sampai kamu ingin keluar mendadak begini?" tanya kepala Sekolah.

"Saya belum bisa menjelaskan, Buk, karena ini menyangkut urusan pribadi saya. Dan saya rasa urusan saya ini tidak akan selesai dengan cepat, karena itu jika Ibu ingin mencari guru pengganti untuk menggantikan saya, itu tidak masalah."

Naima sudah mempertimbangkan sejak di dalam taksi tadi. Ia tidak mau menghambat kegiatan belajar mengajar di sekolah hanya karena menunggu kehadirannya yang belum pasti. Sebab itulah ia meminta untuk resign saja.

Meski berat, kepala sekolah merelakan Naima untuk berhenti mengajar. Tapi dengan syarat, tunggu tiga hari sampai ia menemukan pengganti Naima.

Naima pun setuju, dan untuk hari ini ia meminta ijin lebih dulu sebab ada janji temu dengan pengacara.

Naima kembali ke hotel. Di restoran tempat ia menginap, di sana juga ia akan bertemu dengan Pak Hotman yang kebetulan posisinya ada di kota tempat tinggal Naima. Sembari menunggu, Naima memesan minuman lebih dulu.

Ia menikmati cappucino dingin yang baru saja di antar pelayan.

"Rupanya kamu di sini?" tanya seseorang yang kontan membuat Naima mendongak.

Ia kaget melihat pria yang berdiri di hadapannya. "Kamu?"

Pria itu justru tersenyum penuh arti. Sangat jelas kelicikan tergambar di senyumnya.

1
Yusmaniar
cerita nya bagus. 👍👍
annin: Terima kasih Kak Yusmaniar atas supportnya. Sehat selalu untuk Kakak dan keluarga. Jangan lupa baca karyaku yang lain, yak. Tengkyu.❤️❤️❤️
total 1 replies
ayu cantik
suka
annin: Terima kasih Kak Ayu Cantik. Lanjut yuk kak ke karyaku yang lain, ada yang baru juga judulnya ISTRI YANG TAK DIANGGAP.😄
total 1 replies
annin
Terima kasih juga Kak Marini Suhendar atas supportnya, sehat selalu untuk kaka dan keluarga.

Lanjut yuk kak ke karyaku yang lain. Yang terbaru ada MENDADAK JADI IBU SUSU.
Marini Suhendar
happy ending...
haturnuhun Thor😇
Dede Bleher
betuul tu.
jangan ucapkan kata candaan yg menjurus pd hal kurang baik!
krna terjadi pd pasangan muda.
suaminya punya ibu di kampung dan di bantu oleh seorang pemuda yg sudah di anggap sodara untuk mengurus hartanya.
si suami bilang kalau si pemuda suka sm istrinya ya ambil aja!
akhirnya terjadi si Istri jd korban!
annin: Ya Allah, ini real, Kak kisahnya?
total 1 replies
Lin
ceritanya bagus 👍
Lin: Doa terbaik jga buat author dan keluarga Aamiin ya Robbal'alamin 🤲🙏
total 2 replies
Arni
kk kmn y, g jg up
Trie
wah diana emang g tau malu,, bisa bisanya nerima uang dr mantan madunya...
untung si naima baik hati😍🥰🤭
Arni
Kejutan ! Pasti Faris sangat terkejut melihat Naima berbadan dua nyesek nyesek tuh pasutri 😆😆😆
Trie
kpn update nih kak?
annin: Tunggu bentar lagi kak, nunggu lolos review.
total 2 replies
Trie
bagus dan tdk bertele tele
annin: Terima kasih Kak Trie atas dukungannya. Sehat selalu untuk kakak dan keluarga❤️
total 1 replies
Arni
Jangan jangan Naima hamil, duh senangnya. Gimana reaksi keluarga mantan y
annin: Yang pasti kaget, dan kecewa kenapa dulu harus ninggalin Naima yang jelas2 keluarga beruang. Sekarang malah dapat Diana yang gak bisa kerja dan bisanya cm morotin duit aja. Hehehe
total 1 replies
mahira
di tunggu kelanjutannya author
annin: Terima kasih Kak Mahira atas supportnya, sehat selalu untuk kakak dan keluarga. Ditunggu ya, bentar lagi muncul🤗❤️❤️❤️
total 1 replies
Ria Balerante
luar biasa
annin: Terima kasih Kak Ria Balerante atas supportnya. Sehat selalu untuk kakak dan keluarga. 🤗❤️❤️❤️
total 1 replies
Rismawati Damhoeri
cepat ya lanjutannya thor....
annin: Ditunggu ya kak
total 1 replies
Arni
Semoga Naima bs diberi keturunan, biar mantan mertua yg punya mulut lemes tuh bungkam, enak aja ngatain mandul situ Tuhan!
annin: Semoga ya Kak. Semoga juga ibu Yuni segera bertaubat😅
total 1 replies
Yati Syahira
mertua nggak ada otak mau ngajar suruh rendang gila sama dgn anaknya cerai nai jgn bodohb
annin: Emang keterlaluan itu ibu mertua🤭
total 2 replies
kinaka
bagus
annin: Terima kasih supportnya Kak Kinaka❤️
total 1 replies
Arni
Semoga Naima menerima lamaran Devon dan hidup bahagia biar bs tunjukin ke si mantan
annin: Sudah terjawab ya Kak
total 1 replies
Arni
Akhirnya up jg, semangat kak lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!