Indonesia
NovelToon NovelToon
Calon Suami Pilihan Papa

Calon Suami Pilihan Papa

Status: tamat
Genre:Romantis / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:222.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sity Qhomariah

Viviana tidak menyangka jika hubungannya dengan Johan akan terhalang dengan perjodohan. Ia harus menikah dengan Raffi, putra tunggal rekan bisnis Ayah angkatnya.
Johan yang mengetahui perjodohan itu kemudian terpaksa melepaskan Vivi.

Pahit yang Vivi rasakan saat Ayahnya jatuh sakit dan meminta dirinya untuk segera menikah. Mereka terpaksa menikah di rumah sakit karena kondisi Ayah yang kritis.

Malangnya Ayah meninggal dunia. Pernikahan Vivi pun di ambang kehancuran karena Vivi begitu terpukul dan mengabaikan Raffi sebagai suaminya.

Bagaimana nasib pernikahan Vivi dan Raffi selanjutnya?

Selamat membaca! Jangan lupa like dan komennya ya?
Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sity Qhomariah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku suka kamu

Hari keempat Vivi berada dikampung, rencananya ia hanya satu minggu disana. Vivi masih terbaring di atas kasur, sudah empat hari ia tidak menghubungi Johan. Bukan karena ia sudah tidak mencintai Johan namun karena ia tidak memiliki pulsa. Ia lupa membeli pulsa ketika hendak ke kampung. Sebenarnya Vivi rindu dengan Johan namun Raffi begitu manis kepadanya. Membuat ia sedikit terhibur dan melupakan rindunya.

Entah mengapa semenjak dikampung Raffi menjadi sosok laki-laki yang penyayang dan romantis. Awalnya Vivi sangat membenci Raffi namun dengan sikap Raffi yang manis tersebut membuatnya berubah menjadi rasa nyaman. Raffi memang pintar mengambil hati Vivi.

“Vi, jalan-jalan yuk,” Tiba-tiba Raffi muncul didepan kamarnya. Vivi berpikir sejenak kemudian ia menganggukkan kepala tanda setuju.

Mereka berencana untuk liburan ke pantai. Mereka mengajak Farhan serta Papa namun ditolak dengan alasan sibuk melakukan kegiatannya masing-masing. Padahal tanpa mereka ketahui Farhan dan Papa memang sengaja memberikan waktu yang banyak untuk Raffi dan Vivi agar mereka mulai mencintai satu sama lain. Hal tersebut sudah direncanakan Papa dengan Papa Angga sebelum Vivi tiba dikampung. Selama ini Papa selalu melihat Vivi sangat tidak menyukai Raffi. Maka mereka membuat rencana untuk mendekatkan Vivi dengan Raffi, bekerja sama dengan Papa Vivi yang berada dikampung. Dan benar saja, tidak sia-sia rencana Papa. Benih-benih cinta di antara mereka sudah mulai tumbuh. Farhan yang selalu memperhatikan mereka pun mengiyakan perkiraan Papa.

Pantai yang indah dan cocok untuk dijadikan tempat liburan bersama pasangan. Pantai tersebut di rekomendasikan oleh Farhan tadi malam.

“Han, tempat wisata yang bagus didaerah sini itu dimana ya?” Tanya Raffi malam itu ketika hendak tidur.

“Di pantai aja, besok gue kasih tau alamatnya. Cocok tuh buat romantis-romantisan sama pasangan.”

“Hahah, oke. Makasih bro.”

“Yoi.” Begitulah percakapan mereka malam tadi.

Ketika tiba di pantai, Vivi mengucapkan terimakasih kepada Raffi. Vivi tidak bahwa ada tempat sebagus dan seindah ini disini.

“Makasih ya, lo udah bawa gue kesini. Gue seneng banget.”

“Iya, gue juga seneng kalo lo seneng.” Raffi tersenyum. Kemudian menarik tangan Vivi untuk berjalan lebih dekat ke arah bibir pantai. Vivi mengikutinya. Raffi membungkukkan badan, tangannya menyentuh air yang sejak tadi menjilati ujung kakinya. Di ambilnya air tersebut dalam telapak tangan kemudian di lemparkan ke arah Vivi. Vivi memekik. Kemudian ia berlari untuk membalas perbuatan Raffi. Raffi tertawa sambil membiarkan dirinya di kejar oleh Vivi. Vivi kelelahan, Raffi lari begitu kencang membuatnya sulit untuk mengejar. Melihat Vivi berhenti berlari sambil terengah-engah memegangi perutnya, Raffi pun menghentikan langkah. Jarak mereka sekitar 2 meter satu sama lain.

“Parah lo, larinya kenceng banget, mau runtuh jantung gue rasanya, hufft,” Keluh Vivi sambil terengah-engah. Dadanya terasa sesak.

“Lo aja yang ga bisa lari, huu!” Ejek Raffi sambil memercikkan air ke arah Vivi. Vivi mendengus kesal. Wajahnya cemberut. Raffi mendekatinya.

“Istirahat disana yuk.” Sambil menunjuk ke sebuah gubuk kecil ditepi pantai. Tanpa menunggu jawaban Vivi ia pun segera melangkahkan kaki menuju gubuk tersebut. Vivi mengikutinya.

Mereka duduk di sebuah gubuk kecil di tepi pantai. Sepertinya tempat itu sengaja dibuat untuk beristirahat jika kelelahan bermain di pantai.

“Lo tau gak,”

“Enggak.” Jawabnya cepat.

“Eh gue belum selesai!” Vivi merengut manja. Raffi tertawa renyah.

“Bercanda.” Sahutnya. Vivi menunjukkan wajah kesalnya. Kemudian Raffi meminta maaf dan mempersilahkan Vivi untuk melanjutkan perkataannya.

“Gue tu hari seneng banget.” Kata Vivi sambil tersenyum lebar.

“Bagus deh.” Jawab Raffi.

“Lo suka?” Tanya Vivi.

“Suka.” Jawab Raffi sambil menganggukkan kepalanya.

“Gue juga suka banget sama pantai.” Kata Vivi. “Elo?” Tanya Vivi kemudian.

“Gue juga suka banget sama....” Raffi tak melanjutkan ucapannya. Vivi menoleh sambil mengangkat kedua bahunya. Memerintahkan Raffi untuk segera melanjutkan ucapannya tersebut.

“Sama lo.” Kata Raffi dengan suara pelan. Ia takut membuat Vivi marah. Vivi terpaku melihat Raffi. Ucapan Raffi terdengar ambigu ditelinganya. Ia tidak bisa menganggap ucapan itu serius. Bisa jadi Raffi hanya menjahilinya seperti biasa. Namun kali ini Raffi terlihat serius. Tidak ada tanda-tanda kebohongan di wajahnya.

“Haha,, Apaan sih lo, canda mulu.” Vivi menepis dugaan-dugaan yang muncul dipikirannya. Raffi terdiam sejenak, ditatapnya wajah Vivi selama beberapa detik. Kemudian ia tertawa dengan terpaksa sambil menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal. Ada perasaan sakit yang terselip dihatinya.

Mereka pulang dengan membawa perasaannya masing-masing. Perasaan yang sama-sama kurang menyenangkan. Raffi mencoba untuk bersikap biasa saja kepada Vivi begitu juga sebaliknya. Mereka berlomba-lomba untuk menjadi teman yang baik antara satu sama lain.

Entah sejak kapan Raffi mulai merasakan debaran cinta saat bersama dengan Vivi. Yang ia tahu Vivi adalah seseorang yang sangat jauh dan tidak ia kenal dan telah berstatus ‘calon istri’ nya. Namun seiring berjalannya waktu membuat hatinya menjadi sedikit terbuka. Vivi tak pernah memperlakukannya dengan baik bahkan lebih tepat dibilang kasar. Hal tersebut tidak membuatnya menjadi benci. Ia malah menganggap Vivi sebagai seseorang yang perlu ia lindungi. Vivi memang terlihat bahagia tetapi kebahagiaan Vivi hanya 90% dimatanya. Selebihnya lagi lah yang akan menjadi tugasnya untuk mencari kebahagiaan Vivi agar sempurna menjadi 100%.

Vivi tak pernah menyukai Raffi. Baginya Raffi hanya sebuah kesalahan Papa. Sebuah parasit dan batu sandungan dalam hubungannya. Hubungannya dengan Johan menjadi samar sejak kedatangan Raffi. Itulah mengapa ia sangat membencinya. Namun ketika Raffi tak pernah membalas kebenciannya ia mulai sedikit demi sedikit membuka hati untuk Raffi. Tapi hanya sebatas hubungan pertemanan. Vivi tak pernah mempunyai keinginan untuk menjadi pasangan Raffi. Jika diberi pilihan oleh Papa pasti ia akan memilih Raffi untuk menjadi sahabatnya. Memikirkan hal ini membuat Vivi menjadi teringat Johan. Kekasihnya yang tak pernah ia beri kabar. Terlintas dibenaknya untuk meminjam ponsel Raffi.

“Fi, gue pinjem Hp boleh gak?”

“Silahkan.” Kata Raffi sambil menyerahkan ponselnya kepada Vivi. Vivi mengambilnya dan mulai menelvon Johan. Beberapa detik kemudian terdengar suara dari seberang telepon.

“Halo?”

“Johan, ini Vivi.” Katanya dengan penuh kegirangan.

“Oh.”

“Johan apa kabar? Maaf ya selama ini gak ngabarin karna aku gak punya pulsa. Kamu lagi ngapain? Aku pinjam telpon sama Raffi ni, Eh!” Vivi menutup mulutnya. Ia tidak sengaja keceplosan menyebut nama Raffi.

“Oke, udah ngomongnya? Aku tutup ya.” Kata Johan dengan suara datar.

“Maaf. Aku dan Raffi gak ada hubungan apa-apa.” Vivi berusaha menjelaskan dan terlihat begitu menyesal.

“Aku udah tau.”

“Maksudnya?”

“Mulai sekarang aku udah gak bisa lagi angkat telvon dari kamu. Aku sibuk.”

“Tunggu! Jelasin dulu maksud kamu apa?”

“Tanya sendiri sama Angga.” Tuut..tuut.tuuut.. Johan menutup teleponnya. Vivi kebingungan dan mulai merasa panik. Ia pun menelvon Angga.

“Halo, Raffi?”

“Ini Vivi. Tolong jelasin sama gue apa yang terjadi sama Johan?” kata Vivi dengan suara yang terdengar begitu berat.

“Vi, gue gak bisa cerita disini.”

“Terus?”

“Besok aja kalau lo pulang ya. Gue janji bakal cerita.” Tanpa basa basi Vivi segera menutup teleponnya. Dan mengembalikannya kepada Raffi yang duduk tak jauh dari dirinya.

“Nih, makasih.” Vivi melangkah pergi meninggalkan Raffi dengan perasaan tak menentu. Raffi merasakan ada sesuatu yang terjadi dengan Vivi. Namun ia tak ingin membuat Vivi terganggu. Ia pun mengurungkan niatnya untuk bertanya.

1
Fransiska Siba
klaai aku jadi Raffi udah aku kutuk Vivi, Istri durhaka
Muhibbah
lanjut tor 💪👍
Nelly Noor
apa arti maaf dengan sebuah nyawa tampa ada penyesalan yuni ma angga, tega
Furi Wijayanti Wijayanti
ringkas bgt ...GK ada adegan dewasa nya....tp cerita nya ky di kejar kejar apa gitu cepet.... hingga kurang paham
Keyvania Eleanor
IYAA BETULL....HRUSX JELKN DIKIT DONG GMNA SAAT VIVI BTUL2 MMBRIKN CINTAX K RAFF....YAAA KLO MAU D SKIP YAAA BOLEH,TPI NI GK JLES,MSAK LNGSUNG HAMIL....GK NYMBUNG...AT MUNGKIN KEPOTONG X YEE
Keyvania Eleanor
MUNGKIN DAH STRESS TINGKAT DEWA X YEEE
Keyvania Eleanor
INTIX MREKA BR2 SAKIT....SMGA HUB MREKA TETP BAIK NTIX & MNEMUKN KBHAGIAN MSING2
Keyvania Eleanor
IHHH JDI CEWEK TUHH PEKA DIKIT....MSAK NELPON PACAR....EHH MANTEN PAKE NO COWOK LAEN,YAA JLAS MARAH LAHH,MSAK SIHH GK BUSA ISI PULSA BRANG 20 REBU KEK,BUAT SMS AT PINJEM HP KK....ALASAN SJ...BILNG SJ KLO DH BHAGIA JDI LUPA SGLAX....KSIHAN JOHAN,BIAR GMNAPUN VI SALAH YG GK JUJUR SJ KLO DH D JODOHIN,KAN VI GK SLINGKUH,TPI TRPAKSA...NGAPAIN NGUMPET
....IHH JENGKEL KU
Gustina Hasibuan Hasibuan
vivinya koq klewatan ya
Asmawati Asty
😭😭😭
Lia Herliawati
g jls prsan blm mp ko dh hmil
mega keyna
rasanya terlalu lama kl mnggu 3 thn,mkn karna di novel aja x ya,,,, apa lg kl raffi/org udh cinta,jgn kan 3 thn 1 mggu aja katanya udh kyk 1 thn,,,
Dewi Dhewy
jangan2 kakaknya viviana nhi
Auriell Zeta
Bagus kak❤❤

Maaf baru bisa mampir
udah aku like dan juga fav
Semangat
jangan lupa mampir dikaryaku
Asiyah Aqila
vanillarose
Baca novel kedua yang berjudul 'Pernikahan di atas luka' dan chat story berjudul 'Kisah cinta Alana'
HotBabe
Yo ayo thor! aku selalu mendukungmu dalam doa hehehe
vanillarose: Hehe makasih :)
total 1 replies
Eny Ambarwati
kpn MP nya thooor...kasihan raffli
vanillarose: lanjutannya udah di up loh 😊 terima kasih sudah membaca ❤
total 1 replies
vanillarose
Selamat membaca...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!