Indonesia
NovelToon NovelToon
Sekte Puncak Keabadian

Sekte Puncak Keabadian

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Epik Petualangan
Popularitas:13.2k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Lin Xuan, seorang pemuda modern penyuka novel web, tiba-tiba bertransmigrasi ke Benua Langit Surgawi. Sialnya, ia terbangun dalam tubuh Ketua Sekte termuda dari "Sekte Bintang Jatuh"—sebuah sekte yang dulunya merupakan penguasa benua, namun kini hanya menyisakan dirinya dan sebuah gunung usang karena diserang oleh aliansi musuh. Di saat musuh datang untuk mengambil alih tanah sektenya, Lin Xuan membangkitkan "Sistem Pembangunan Sekte Abadi".
​Mulai dari merekrut murid jenius yang dibuang klan, membangun paviliun ajaib, hingga memanggil naga penjaga, Lin Xuan memulai perjalanannya untuk mengubah sekte bobroknya menjadi kekuatan nomor satu di seluruh alam semesta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35: Gelombang Kiamat

​Tsunami hitam setinggi ribuan meter itu menghantam garis pantai Benua Langit Surgawi dengan kekuatan yang sanggup membelah kerak bumi. Kota-kota nelayan di pesisir timur lenyap dalam hitungan detik, terhapus oleh jutaan ton air asin dan serbuan siluman laut yang haus darah.

​Di Ibu Kota Kekaisaran Suci, jauh di pusat benua, Sang Kaisar Suci gemetar di atas takhtanya. Ia melihat proyeksi lautan iblis itu melalui cermin pemantau surgawi.

​"Tutup seluruh gerbang! Aktifkan formasi pertahanan tingkat tertinggi!" teriak Kaisar Suci panik.

​"Y-Yang Mulia, bagaimana dengan wilayah timur?" tanya seorang menteri dengan suara bergetar.

​"Biarkan saja! Laut Timur dan Sekte Bintang Jatuh sedang bertarung memperebutkan supremasi. Jika kita ikut campur, kita hanya akan menjadi remah-remah yang terinjak!" Kaisar Suci menelan ludah. Setelah kultivasinya diturunkan paksa oleh Lin Xuan, ia tidak lagi memiliki keberanian untuk menatap langit, apalagi menantang lautan.

​Daratan timur praktis ditinggalkan untuk mati.

​Namun, lautan kematian itu mendadak menemui jalan buntu ketika mereka mencapai batas radius seratus lima puluh kilometer dari Gunung Bintang Jatuh.

​DUAAARRR!

​Gelombang tsunami raksasa itu menabrak selaput keemasan transparan dari Wilayah Mutlak. Jutaan ton air laut terpecah belah, tidak mampu menembus masuk sejengkal pun. Namun, kali ini, serangan itu tidak langsung menguap seperti saat Utusan Ao Hai menyerang.

​Leluhur Naga Laut yang duduk di atas takhta karangnya di belakang pasukan mendengus dingin. Ia mengangkat tongkat trisulanya dan memukulkannya ke udara.

​"Hukum Penekan Surga! Mata Bor Pusaran Samudra!"

​Hawa murni dari tingkat Puncak Transformasi Dewa menyatu dengan sepuluh juta pasukan siluman. Air laut yang menabrak selaput pelindung itu tidak mundur, melainkan mulai berputar dengan kecepatan cahaya, membentuk jutaan bor air bertekanan miliaran ton yang mencoba mengebor paksa formasi Wilayah Mutlak Lin Xuan.

​Di dalam wilayah sekte, tepatnya di udara di atas Kota Perdagangan Bintang Jatuh, Ye Chen, Su Yue'er, dan Penatua Li Canggong berdiri menatap langit yang kini sepenuhnya tertutup oleh pusaran air hitam dari luar batas wilayah.

​"Mereka menggunakan kekuatan sepuluh juta pasukan untuk mengikis formasi Guru dari luar," ucap Ye Chen, menggenggam erat Pedang Bintang Merah-nya. "Jika formasi ini menahan seluruh serangan, kita tidak akan mendapatkan bangkai dan sumber daya yang Guru inginkan."

​Li Canggong menenggak araknya dan tertawa keras. "Bocah, Ketua Sekte sengaja membiarkan formasi pelindung ini hanya menahan airnya saja! Lihatlah ke depan!"

​Sesuai kata-kata Li Canggong, selaput keemasan itu mulai memisahkan materi. Air laut beracun ditolak sepenuhnya, namun jutaan siluman laut yang menunggangi gelombang itu justru dibiarkan menembus masuk, jatuh berhamburan dari langit layaknya hujan monster!

​Siluman kepiting seukuran rumah, duyung bersenjatakan tombak racun, hingga hiu berkaki empat melolong buas saat mereka masuk ke dalam batas wilayah udara Kota Perdagangan.

​Empat puluh dua murid luar yang baru saja bergabung menatap pemandangan itu dari pelataran sekte dengan kaki gemetar. Ini bukanlah ujian, ini adalah kiamat!

​Namun, di kebun herbal gunung belakang, Mu Bai justru tidak menatap langit. Remaja kurus itu sedang sibuk melempar berbagai tanaman beracun ke dalam sebuah kuali batu yang dipanaskan menggunakan kayu spiritual. Matanya berbinar-binar penuh kegilaan seorang alkemis.

​"Sesuai instruksi Ketua Sekte! Hancurkan Serbuk Pelemah Sisik, gabungkan dengan Bunga Api Penyucian! Fisik Tungku Alam Semesta tidak butuh Hawa Murni untuk meracik, aku bisa menggunakan resonansi jiwaku!" batin Mu Bai, mengaduk panci racun pertamanya dengan tongkat kayu yang nyaris patah.

​Di garis depan, pertempuran akhirnya meletus.

​"Adik Seperguruan, tahan pergerakan udara mereka!" teriak Ye Chen, melesat ke atas layaknya roket emas.

​Su Yue'er tidak membantah. Ia menarik napas dalam-dalam, mengaktifkan Inti Emas Tingkat 3-nya hingga batas maksimal. Udara di sekitarnya berubah menjadi debu es kosmik.

​"Sutra Reinkarnasi: Tembok Ratapan Kutub Utara!"

​Gadis berambut perak itu merentangkan kedua tangannya. Sebuah badai salju raksasa menyapu ke atas, membekukan kelembapan udara yang terbawa oleh para siluman. Ratusan ribu siluman laut tingkat rendah yang baru saja menembus masuk langsung membeku menjadi balok-balok es raksasa di tengah udara, kehilangan momentum mereka dan jatuh menghantam bumi hingga hancur berkeping-keping.

​"Bagus! Sekarang giliranku! Seni Pedang Pelebur Bintang: Hujan Meteor Matahari!"

​Ye Chen mengayunkan pedangnya dengan liar. Pusaran apinya tidak lagi membentuk satu tebasan, melainkan terpecah menjadi puluhan ribu jarum api keemasan yang menghujani sisa siluman yang berhasil menghindari hawa es Su Yue'er. Sinergi panas dan dingin ini menciptakan ledakan termal di udara, menghancurkan barisan depan pasukan laut bagai sabit yang memotong ilalang.

​"AARRGHHH! Manusia daratan sialan!"

​Sepuluh komandan siluman laut, yang kultivasinya berada di Ranah Jiwa Baru Lahir, mengaum marah. Mereka mengabaikan Ye Chen dan Su Yue'er, melesat lurus ke arah pelataran utama Gunung Bintang Jatuh, berniat menghancurkan jantung sekte tersebut.

​Namun, sebelum mereka bisa mencapai jarak sepuluh mil dari pelataran, sebuah lolongan yang membuat jiwa bergetar terdengar dari arah Paviliun Binatang Buas Surgawi.

​AUMMMMM!

​Seekor anjing raksasa setinggi sepuluh meter, dengan bulu hitam legam yang terbakar oleh api neraka, melompat keluar. Xiao Hei telah menyelesaikan tahap awal evolusinya! Mata merah menyalanya menatap kesepuluh komandan siluman itu bagaikan menatap camilan.

​Xiao Hei membuka rahangnya, menembakkan pilar api neraka yang langsung menelan tiga komandan siluman, membakar Jiwa Baru Lahir mereka menjadi abu dalam hitungan detik.

​Sisa komandan siluman itu terbelalak ngeri. "B-binatang mutasi macam apa ini?!"

​Di saat yang sama, sebuah tawa mabuk bergema di dekat mereka.

​"Hic! Hei, anjing penjaga, sisakan beberapa ikan besar untukku. Aku butuh teman minum," ucap Li Canggong yang tiba-tiba sudah duduk santai di atas sebuah labu raksasa yang melayang tepat di tengah kepungan sisa komandan siluman tersebut.

​"Orang tua berbau alkohol! Mati kau!" Enam komandan siluman menyerang Li Canggong secara bersamaan dari segala penjuru.

​Li Canggong bahkan tidak mencabut pedangnya. Ia hanya melepaskan Niat Pedangnya (Sword Intent). Ratusan ribu pedang hantu tak kasat mata meledak dari tubuhnya dalam bentuk badai.

​SYING! SYING! SYING!

​Enam komandan di ranah Jiwa Baru Lahir itu terpotong-potong menjadi ratusan bagian yang sangat rapi sebelum senjata mereka bahkan sempat menyentuh sehelai rambut Li Canggong. Darah mereka menetes ke daratan, di mana para boneka kayu dari Paviliun Senjata mulai memunguti inti siluman mereka sesuai instruksi Lin Xuan.

​"Pertahanan yang rapi," sebuah suara tenang terdengar dari atas Aula Utama.

​Lin Xuan melangkah keluar, menatap hasil panen dari atas balkon. Pasukan baris depan musuh dihancurkan dengan efisiensi tinggi oleh murid-murid dan bawahannya. Tidak ada satu pun bangunan sekte atau penduduk fana di kota yang terluka.

​Namun, Lin Xuan tahu hidangan utamanya belum dihidangkan.

​BOOOOOOM!

​Sebuah ledakan yang memekakkan telinga merobek batas wilayah seratus lima puluh kilometer. Selaput pelindung keemasan itu akhirnya retak, bukan karena kehabisan energi, melainkan karena ditekan paksa oleh Hawa Murni murni dari Puncak Transformasi Dewa!

​Dari celah retakan itu, Leluhur Naga Laut melangkah masuk secara perlahan. Wujudnya kini bukan lagi manusia raksasa, melainkan sesosok makhluk setengah naga setengah dewa dengan sisik biru kosmik yang memancarkan badai petir di setiap inci tubuhnya.

​Di belakangnya, seratus Leviathan raksasa meraung, siap menenggelamkan daratan.

​"Memotong-motong pasukanku seperti rumput liar," suara Leluhur Naga Laut membuat udara di dalam wilayah itu terasa seberat baja. Ye Chen dan Su Yue'er langsung terhempas ke tanah, tubuh mereka gemetar menahan tekanan mutlak yang jauh lebih mengerikan daripada Iblis Darah sebelumnya.

​"Kalian memiliki sedikit kemampuan, manusia daratan," Leluhur Naga Laut menatap lurus ke arah balkon Aula Utama, matanya mengunci sosok pemuda berjubah putih yang berdiri dengan santai. "Tetapi di hadapan murka lautan purba, sedikit kemampuan tidak akan menyelamatkan kalian dari kepunahan."

​Leluhur Naga Laut mengangkat trisulanya. Langit di atas seluruh Benua Langit Surgawi menggelap seketika.

​Lin Xuan memiringkan kepalanya sedikit, merapikan lengan jubahnya, lalu mengambil satu langkah ke depan.

​Satu langkah itu membawanya berpindah ruang, muncul tepat di hadapan Leluhur Naga Laut, memisahkan monster purba itu dari sektenya.

​"Kau membawa sepuluh juta pasukan, merusak pemandangan di batas pekaranganku, dan berteriak tentang kepunahan?" Lin Xuan mendengus pelan, seulas senyum dingin terukir di wajahnya. Mata keemasannya menyala, memancarkan Otoritas Transformasi Dewa yang baru saja ia peroleh.

​"Aku membiarkanmu masuk karena pasukanku butuh bahan untuk membuat pil dan jubah. Dan kau... Naga Tua, kulihat kau memiliki sisik yang sangat indah. Kurasa itu akan menjadi karpet yang sangat nyaman untuk ruang tamu Aula Utamaku."

1
Hadi Hadi
bantai😄😄
Hadi Hadi
lanjut😄😄
Hadi Hadi
is good
Hadi Hadi
bantai😍😍😍
Fajar Fathur rizky
cepat bikin mcnya bantai pria tua itu masak dia
Arinto Ario Triharyanto
yoiii lanjutken 👍
Hadi Hadi
semangat💪💪
Hadi Hadi
mantap💪💪
Hadi Hadi
bantai🤭
Hadi Hadi
up up💪
Hadi Hadi
is good💪💪
Hadi Hadi
is good💪💪💪
Hadi Hadi
lanjut💪💪
Hadi Hadi
mantap💪
Hadi Hadi
mantap🤭🤭🤭😄
Hadi Hadi
semangat💪💪
Hadi Hadi
up up up💪
Hadi Hadi
lanjut💪💪
Hadi Hadi
sikat💪💪
Hadi Hadi
semangat💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!