Sekte Puncak Keabadian

Sekte Puncak Keabadian

Bab 1: Sekte yang Hancur dan Sistem yang Bangkit

​Angin musim gugur berhembus membawa bau amis darah yang menyengat. Di puncak Gunung Bintang Jatuh, puing-puing bangunan megah yang dulunya menjadi kebanggaan sekte kini hanya tersisa sebagai tumpukan abu dan kayu hangus.

​Lin Xuan memegangi dadanya yang terasa seperti dibakar oleh besi panas. Dia terbatuk keras, meludahkan seteguk darah hitam kental ke atas tanah berbatu.

​"Di mana aku? Bukankah aku baru saja tertidur di depan meja kerjaku sehabis membaca novel?" batin Lin Xuan kebingungan. Pandangannya kabur, menatap pilar-pilar batu yang runtuh dan mayat-mayat bergelimpangan di sekitarnya.

​Sebelum ia bisa memproses situasi gila ini lebih jauh, sebuah rasa sakit yang menusuk menghantam kepalanya. Ingatan asing membanjiri otaknya bagai air bah.

​Benua Langit Surgawi.

Sekte Bintang Jatuh.

Dan dirinya... adalah Ketua Sekte generasi ke-99.

​Pemilik tubuh asli ini juga bernama Lin Xuan, seorang pemuda berusia 19 tahun yang baru saja diangkat menjadi Ketua Sekte darurat. Sayangnya, pengangkatan itu bukanlah sebuah kehormatan, melainkan kutukan. Sekte Bintang Jatuh baru saja diserbu habis-habisan oleh musuh bebuyutan mereka, Sekte Serigala Darah. Tetua agung terakhir baru saja mengorbankan nyawanya, meledakkan inti spiritualnya demi memindahkan Lin Xuan ke aula leluhur di puncak gunung ini agar ia bisa kabur.

​Namun, tubuh asli ini sudah menderita luka fatal dalam pertempuran dan akhirnya mati, memberi jalan bagi jiwa Lin Xuan dari bumi untuk mengambil alih.

​"Hahaha! Lin Xuan, bocah ingusan! Berhenti bersembunyi seperti kura-kura pengecut!"

​Suara parau yang dipenuhi niat membunuh menggelegar dari udara. Seorang pria berjubah merah darah melayang di atas sisa-sisa aula leluhur, memancarkan tekanan spiritual yang menyesakkan dada. Di kakinya, sebuah pedang terbang berukir kepala serigala berdengung pelan. Dia adalah Zhao Wu, salah satu Tetua dari Sekte Serigala Darah yang berada di puncak Ranah Pembangunan Yayasan.

​Di belakang Zhao Wu, puluhan murid musuh yang menunggangi burung iblis bersorak-sorai dan tertawa meremehkan.

​"Serahkan Plat Inti Sekte, dan aku mungkin akan berbaik hati menyisakan mayat yang utuh untukmu!" teriak Zhao Wu dengan senyum buas. Tangannya membentuk segel, bersiap melepaskan mantra api mematikan untuk membakar aula leluhur tersebut rata dengan tanah.

​Lin Xuan mengepalkan tangannya kuat-kuat, merasakan keputusasaan dari pemilik tubuh asli. Ia baru saja bertransmigrasi, apakah ia harus mati lagi detik ini juga? Di hadapan seorang kultivator Pembangunan Yayasan, dirinya yang saat ini hanya berada di tahap awal Kondensasi Qi tidak lebih dari seekor semut.

​Tiba-tiba, suara mekanis yang dingin namun terdengar seperti malaikat keselamatan bergema di dalam tengkoraknya.

​[Ding!]

[Mendeteksi jiwa inang yang memenuhi syarat. Sistem Pembangunan Sekte Abadi sedang diaktifkan...]

[10%... 50%... 100%. Integrasi Selesai!]

[Misi Pemula Selesai: Bertahan hidup hingga sistem aktif.]

[Hadiah Diberikan: Wilayah Tak Terkalahkan (Sect Domain Invincibility).]

​Penjelasan Kemampuan: Selama inang berada di dalam teritorial Sekte Bintang Jatuh, inang adalah Dewa. Anda memiliki kekuatan absolut yang setara dengan Kaisar Abadi. Hukum alam, ruang, waktu, dan kehidupan di dalam wilayah ini berada di bawah kendali mutlak Anda.

​Mata Lin Xuan yang awalnya dipenuhi keputusasaan kini berkilat dengan cahaya keemasan yang nyaris tak kasat mata. Rasa sakit di dadanya lenyap seketika. Luka-luka fatalnya menutup dalam sekejap mata, dan energi spiritual di dalam Dantian-nya melonjak, meski tingkat kultivasinya di luar tetap terlihat seperti Kondensasi Qi.

​Ia perlahan bangkit berdiri. Menepuk debu dari jubah putihnya yang bernoda darah, Lin Xuan mengangkat wajahnya dan menatap pria berjubah merah di langit malam dengan pandangan setenang danau yang membeku.

​"Menyisakan mayat yang utuh untukku?" Lin Xuan tersenyum dingin, suaranya kini tidak lagi bergetar.

​Melihat Lin Xuan masih berani tersenyum, amarah Zhao Wu tersulut. "Bocah mencari mati! Karena kau tidak mau menyerahkannya, aku akan mengambilnya dari mayatmu yang hangus!"

​Zhao Wu mengayunkan tangannya. Bola api raksasa berdiameter sepuluh meter terbentuk di udara, melesat turun seperti meteor yang siap menghancurkan Lin Xuan dan sisa aula leluhur menjadi abu. Para murid Sekte Serigala Darah tertawa kegirangan, menantikan pemandangan darah.

​Namun, Lin Xuan bahkan tidak berkedip. Ia hanya menyembunyikan satu tangannya di belakang punggung, sementara tangan lainnya diangkat dengan santai. Mulutnya terbuka perlahan, dan satu kata keluar dari bibirnya.

​"Hancur."

​WUUUSSS!

​Dalam sepersekian detik, bola api raksasa yang membawa kekuatan penghancur Pembangunan Yayasan itu padam tanpa suara. Bukan meledak, bukan ditangkis, melainkan terhapus dari eksistensi, seolah-olah bola api itu tidak pernah ada.

​Senyum buas di wajah Zhao Wu membeku. Mata tuanya melotot hampir keluar dari rongganya. "A-apa?! Benda sihir perlindungan apa yang kau gunakan, bocah?!"

​Lin Xuan tidak menjawab. Ia melangkah maju satu langkah. Tekanan tak kasat mata yang luar biasa kuno dan menakutkan mulai menyelimuti seluruh Gunung Bintang Jatuh.

​"Hanya seekor lalat kecil di Ranah Pembangunan Yayasan, berani menggonggong di gunungku?" Suara Lin Xuan tidak keras, namun entah mengapa bergema langsung di jiwa setiap orang yang mendengarnya, membawa paksaan dari surga itu sendiri.

​Mata Lin Xuan memancarkan kilat keemasan.

​"Berlutut."

​BOOOOM!

​Hukum alam di sekitar Gunung Bintang Jatuh terdistorsi secara brutal. Gravitasi di sekitar Zhao Wu meningkat jutaan kali lipat. Pria tua yang sebelumnya begitu arogan melayang di udara itu tidak sempat menjerit sedikit pun.

​Tekanan absolut menghantam tubuhnya, langsung menghancurkan pedang terbangnya, mematahkan tulang-tulangnya, dan menghancurkan organ dalamnya. Dalam satu tarikan napas, tubuh Zhao Wu terbanting ke tanah dan meledak menjadi kabut darah, meninggalkan kawah selebar lima meter.

​Lenyap tak bersisa.

​Keheningan seketika menyelimuti puncak gunung. Puluhan murid musuh yang masih berada di udara membeku. Burung iblis yang mereka tunggangi gemetar hebat, bulu-bulunya rontok, dan tak mampu lagi mengepakkan sayap akibat tekanan aura yang mengudara.

​Bruk! Bruk! Bruk!

​Satu per satu murid Sekte Serigala Darah jatuh dari langit, berlutut dengan keras di tanah berdebu, wajah mereka pucat pasi seolah melihat iblis kuno yang baru saja merangkak keluar dari jurang neraka. Beberapa dari mereka kehilangan kendali atas kandung kemihnya, membasahi celana karena teror murni.

​Ketua Tetua mereka... ahli tingkat puncak Pembangunan Yayasan... tewas hanya karena satu kata dari bocah Kondensasi Qi ini?!

​Lin Xuan melirik ke arah murid-murid yang gemetar di depannya. Ia mengangkat tangannya sedikit, dan dengan sebuah lambaian ringan yang membelah udara...

​SWUUUSH!

​Angin tak kasat mata menyapu seperti pedang tajam. Puluhan murid sekte musuh itu terbelah menjadi dua dalam sekejap, berubah menjadi abu yang tersapu angin malam sebelum darah mereka sempat menyentuh tanah.

​Gunung Bintang Jatuh kembali sunyi. Hanya menyisakan Lin Xuan yang berdiri sendirian di bawah cahaya bulan yang redup.

​Lin Xuan menatap tangannya sendiri, menarik napas panjang. "Sistem, ya... Kekuatan ini benar-benar tidak masuk akal. Di dalam gunung ini, aku memang Tuhan."

​[Ding!]

[Krisis berhasil diatasi. Panel Sistem Terbuka.]

[Nama Tuan Rumah: Lin Xuan]

[Sekte: Sekte Bintang Jatuh (Peringkat 9 - Bobrok)]

[Poin Sekte: 100 (Diperoleh dari membunuh penyusup)]

​[Misi Utama Pertama Diterbitkan: Sebuah sekte tidak bisa disebut sekte tanpa murid. Silakan turun gunung dan rekrut satu murid jenius dalam waktu 3 hari!]

[Hadiah Misi: Kartu Pembaruan Aula Utama Sekte, 500 Poin Sekte, Pil Pembersih Sumsum Surgawi.]

​Lin Xuan menyipitkan matanya melihat antarmuka transparan yang mengambang di depannya. Bibirnya melengkung membentuk senyuman misterius.

​"Merekrut murid? Baiklah.

Episodes
1 Bab 1: Sekte yang Hancur dan Sistem yang Bangkit
2 Bab 2: Jenius yang Jatuh
3 Bab 3: Keajaiban Penciptaan dan Pil Surgawi
4 Bab 4: Umpan Balik Kultivasi
5 Bab 5: Formasi Surga dan Kemurkaan Serigala Darah
6 Bab 6: Kedatangan Algojo Darah
7 Bab 7: Anak Anjing Neraka dan Pembangunan Paviliun Senjata
8 Bab 8: Manipulasi Waktu dan Inti Emas Sempurna
9 Bab 9: Reuni Darah di Kota Angin Hitam
10 Bab 10: Panen Hadiah dan Kedatangan Sang Permaisuri Es
11 Bab 11: Kebanggaan Sang Permaisuri dan Hukuman Dewa
12 Bab 12: Keterkejutan Sang Permaisuri dan Hadiah Alam Atas
13 Benturan Es dan Api, Peningkatan Sekte Tingkat 8!
14 Bab 14: Kompetisi Dua Jenius dan Persiapan Turnamen
15 Bab 15: Kedatangan Sang Penguasa dan Guncangan di Puncak Kuali Naga
16 Bab 16: Matahari Menghanguskan Serigala
17 Bab 17: Mitos Jiwa Baru Lahir dan Batu Misterius
18 Bab 18: Perubahan Vena Spiritual dan Kedatangan Pasukan Emas
19 Bab 19: Kehancuran Armada Emas dan Hukuman Wilayah Mutlak
20 Bab 20: Undian Kosmik dan Penatua Pedang Pemabuk
21 Bab 21: Tembok Pengalaman dan Pelajaran Berdarah
22 Bab 22: Sinergi Es dan Api, Runtuhnya Banteng Besi
23 Bab 23: Panen Darah dan Utusan dari Laut Timur
24 Bab 24: Gerbang Ruang-Waktu dan Tamu dari Lautan
25 Bab 25: Pedang Pemabuk dan Perangkap Sang Dewa
26 Bab 26: Murka Penguasa Wilayah dan Hukuman bagi Lautan
27 Bab 27: Ketenangan di Puncak Gunung dan Pencerahan Dao
28 Bab 28: Hutan Terlarang
29 Bab 29: Pencerahan Dao
30 Bab 30: Lautan Darah di Kota Angin Hitam
31 Bab 31: Hancurnya Segel Purba
32 Bab 32: Terobosan di Tengah Pembantaian
33 Bab 33: Vena Roh Bumi Baru
34 Bab 34: Persiapan Menjelang Badai
35 Bab 35: Gelombang Kiamat
36 Bab 36: Menguliti Penguasa Lautan
37 Bab 37: Batas Menara Waktu
38 Bab 38: Kota Puncak Besi
39 Bab 39: Angin yang Licik
40 Bab 40: Lembah Pedang Kuno
41 Bab 41: Sehelai Rambut Pembelah Langit
42 Bab 42: Danau Pedang Cermin Jiwa
43 Bab 43: Runtuhnya Makam Kuno
44 Bab 44: Pil Penstabil Jiwa
45 Bab 45: Tembok Hukum Ruang
46 Bab 46: Tarian Daun Kering
47 Bab 47: Pengadilan Ratusan Sekte
48 Bab 48: Harga Sebuah Kesombongan
49 Bab 49: Pemberontakan Ratusan Sekte
50 Bab 50: Ekstraksi Akar Bumi
51 Bab 51: Seratus Kehidupan Fana
52 Bab 52: Kebangkitan Jiwa Fana
53 Amukan Hutan Terlarang
54 Fisik Kekosongan dan Lahirnya Pasukan Inti Emas
55 Lahirnya Batalion Bintang Padam
56 Tempaan Api Kekosongan
57 Menyusup ke Dalam Perut Monster
58 Tunduknya Jenderal Naga Hitam
59 Menembus Batas Langit
60 Pijakan Pertama di Neraka Surgawi
61 Gerilya di Ambang Kematian
62 Napas Pertama Sang Dewa
63 Peta Menuju Puncak Langit
64 Ketenangan Sebelum Badai
65 Kepungan Pemakan Tulang
66 Menembus Batas Berat dan Bangunnya Pasukan Inti Emas
67 Tarian Meriam Spasial dan Kehancuran Armada Pengepung
68 Penyempurnaan Benteng
69 Pembangunan Sekte Bintang Jatuh
70 Denyut Nadi Pegunungan Spiritual
71 Ujian Pegunungan Spiritual
72 Fisik Kekosongan Unjuk Gigi dan Runtuhnya Bintang Besi
73 Asimilasi Legiun Baja dan Bangunnya Raja Naga Kuno
74 Lonceng Penelan Benua dan Dua Raja Naga Kuno
75 Dimensi Api Penyulingan
Episodes

Updated 75 Episodes

1
Bab 1: Sekte yang Hancur dan Sistem yang Bangkit
2
Bab 2: Jenius yang Jatuh
3
Bab 3: Keajaiban Penciptaan dan Pil Surgawi
4
Bab 4: Umpan Balik Kultivasi
5
Bab 5: Formasi Surga dan Kemurkaan Serigala Darah
6
Bab 6: Kedatangan Algojo Darah
7
Bab 7: Anak Anjing Neraka dan Pembangunan Paviliun Senjata
8
Bab 8: Manipulasi Waktu dan Inti Emas Sempurna
9
Bab 9: Reuni Darah di Kota Angin Hitam
10
Bab 10: Panen Hadiah dan Kedatangan Sang Permaisuri Es
11
Bab 11: Kebanggaan Sang Permaisuri dan Hukuman Dewa
12
Bab 12: Keterkejutan Sang Permaisuri dan Hadiah Alam Atas
13
Benturan Es dan Api, Peningkatan Sekte Tingkat 8!
14
Bab 14: Kompetisi Dua Jenius dan Persiapan Turnamen
15
Bab 15: Kedatangan Sang Penguasa dan Guncangan di Puncak Kuali Naga
16
Bab 16: Matahari Menghanguskan Serigala
17
Bab 17: Mitos Jiwa Baru Lahir dan Batu Misterius
18
Bab 18: Perubahan Vena Spiritual dan Kedatangan Pasukan Emas
19
Bab 19: Kehancuran Armada Emas dan Hukuman Wilayah Mutlak
20
Bab 20: Undian Kosmik dan Penatua Pedang Pemabuk
21
Bab 21: Tembok Pengalaman dan Pelajaran Berdarah
22
Bab 22: Sinergi Es dan Api, Runtuhnya Banteng Besi
23
Bab 23: Panen Darah dan Utusan dari Laut Timur
24
Bab 24: Gerbang Ruang-Waktu dan Tamu dari Lautan
25
Bab 25: Pedang Pemabuk dan Perangkap Sang Dewa
26
Bab 26: Murka Penguasa Wilayah dan Hukuman bagi Lautan
27
Bab 27: Ketenangan di Puncak Gunung dan Pencerahan Dao
28
Bab 28: Hutan Terlarang
29
Bab 29: Pencerahan Dao
30
Bab 30: Lautan Darah di Kota Angin Hitam
31
Bab 31: Hancurnya Segel Purba
32
Bab 32: Terobosan di Tengah Pembantaian
33
Bab 33: Vena Roh Bumi Baru
34
Bab 34: Persiapan Menjelang Badai
35
Bab 35: Gelombang Kiamat
36
Bab 36: Menguliti Penguasa Lautan
37
Bab 37: Batas Menara Waktu
38
Bab 38: Kota Puncak Besi
39
Bab 39: Angin yang Licik
40
Bab 40: Lembah Pedang Kuno
41
Bab 41: Sehelai Rambut Pembelah Langit
42
Bab 42: Danau Pedang Cermin Jiwa
43
Bab 43: Runtuhnya Makam Kuno
44
Bab 44: Pil Penstabil Jiwa
45
Bab 45: Tembok Hukum Ruang
46
Bab 46: Tarian Daun Kering
47
Bab 47: Pengadilan Ratusan Sekte
48
Bab 48: Harga Sebuah Kesombongan
49
Bab 49: Pemberontakan Ratusan Sekte
50
Bab 50: Ekstraksi Akar Bumi
51
Bab 51: Seratus Kehidupan Fana
52
Bab 52: Kebangkitan Jiwa Fana
53
Amukan Hutan Terlarang
54
Fisik Kekosongan dan Lahirnya Pasukan Inti Emas
55
Lahirnya Batalion Bintang Padam
56
Tempaan Api Kekosongan
57
Menyusup ke Dalam Perut Monster
58
Tunduknya Jenderal Naga Hitam
59
Menembus Batas Langit
60
Pijakan Pertama di Neraka Surgawi
61
Gerilya di Ambang Kematian
62
Napas Pertama Sang Dewa
63
Peta Menuju Puncak Langit
64
Ketenangan Sebelum Badai
65
Kepungan Pemakan Tulang
66
Menembus Batas Berat dan Bangunnya Pasukan Inti Emas
67
Tarian Meriam Spasial dan Kehancuran Armada Pengepung
68
Penyempurnaan Benteng
69
Pembangunan Sekte Bintang Jatuh
70
Denyut Nadi Pegunungan Spiritual
71
Ujian Pegunungan Spiritual
72
Fisik Kekosongan Unjuk Gigi dan Runtuhnya Bintang Besi
73
Asimilasi Legiun Baja dan Bangunnya Raja Naga Kuno
74
Lonceng Penelan Benua dan Dua Raja Naga Kuno
75
Dimensi Api Penyulingan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!