Bab 3: Keajaiban Penciptaan dan Pil Surgawi

​"Berhenti di sana!"

​Sebuah bentakan keras yang diiringi oleh fluktuasi Qi spiritual bertenaga tinggi meledak dari arah aula utama kediaman Keluarga Ye. Sesosok pria paruh baya dengan jubah ungu melesat ke halaman belakang layaknya elang yang menyambar mangsa. Dia adalah Ye Kuang, Kepala Keluarga Ye, seorang ahli di tahap awal Ranah Pembangunan Yayasan.

​Melihat putra kesayangannya, Ye Feng, pingsan dengan mulut berdarah di bawah pohon, mata Ye Kuang memerah karena marah. Pandangannya langsung terkunci pada pemuda berjubah putih yang berdiri dengan tenang di tengah halaman.

​"Siapa kau?! Beraninya kau masuk ke Keluarga Ye dan melukai putraku!" teriak Ye Kuang. Niat membunuh meluap dari tubuhnya, menekan udara di sekitarnya.

​Namun, saat Ye Kuang mencoba menggunakan indera spiritualnya untuk memeriksa tingkat kultivasi Lin Xuan, ia merasakan sensasi yang mengerikan. Kesadarannya seolah tenggelam ke dalam jurang lautan tanpa dasar, ditelan oleh kekosongan kosmik. Hawa dingin seketika menjalar dari tulang ekor hingga ke ubun-ubunnya.

​Ahli macam apa ini?! batin Ye Kuang panik. Niat membunuhnya langsung menyusut layaknya balon yang tertusuk jarum.

​Lin Xuan menoleh pelan, menatap Ye Kuang dengan pandangan meremehkan. Berkat Jubah Ilusi Surgawi, ia benar-benar terlihat seperti dewa yang turun dari kahyangan.

​"Keluarga Ye?" Suara Lin Xuan terdengar datar, namun bergema penuh keagungan. "Mulai hari ini, Ye Chen adalah Murid Utama Sekte Bintang Jatuh. Jika ada di antara kalian yang tidak terima, silakan datang ke Gunung Bintang Jatuh. Aku, Lin Xuan, akan menyambut kalian kapan saja."

​Lin Xuan tidak memberi kesempatan bagi Ye Kuang untuk membalas. Ia meraih bahu Ye Chen. Di dalam lengan bajunya, jari Lin Xuan menghancurkan Jimat Teleportasi Kilat.

​SWUUUSH!

​Cahaya perak melesat ke langit, menembus awan dalam sekejap mata. Lin Xuan dan Ye Chen menghilang dari pandangan, meninggalkan Ye Kuang dan seluruh anggota Keluarga Ye yang mematung dalam ketakutan. Ahli yang bisa merobek ruang dan berteleportasi... eksistensi macam apa yang telah memungut sampah Keluarga Ye itu?!

​Puncak Gunung Bintang Jatuh.

​Sebuah distorsi ruang terjadi, dan sosok Lin Xuan beserta Ye Chen muncul di atas tanah berbatu. Bau amis darah dan sisa-sisa kayu hangus langsung menyambut hidung mereka.

​Ye Chen membuka matanya yang masih pusing akibat teleportasi. Namun, ketika pandangannya menjadi jelas, raut wajahnya berubah kaku.

​Pilar-pilar batu patah berserakan. Atap bangunan bolong di mana-mana. Tidak ada murid, tidak ada tetua, tidak ada burung bangau abadi yang beterbangan seperti deskripsi sekte-sekte besar pada umumnya. Tempat ini lebih terlihat seperti sarang bandit yang baru saja digerebek.

​Di dalam pikiran Ye Chen, suara parau Gurunya kembali terdengar.

«Bocah... sepertinya kau baru saja ditipu. Tempat ini lebih miskin dari gubuk pengemis! Energi spiritual di sini sangat tipis. Apakah ini benar-benar tempat bernaung seorang ahli tiada tara?»

​Ye Chen menelan ludah. Ia menatap punggung Lin Xuan yang berdiri tegap di depannya. "Guru... ini... Sekte Bintang Jatuh kita?"

​Lin Xuan memunggungi Ye Chen, wajahnya sedikit merah karena malu. Namun, ia dengan cepat menguasai dirinya. Ini adalah wilayah sektenya. Di sini, dia adalah Tuhan yang sesungguhnya!

​Lin Xuan menoleh perlahan, menyunggingkan senyum misterius. "Chen'er, apa yang matamu lihat hanyalah ilusi kefanaan. Dunia fana ini dipenuhi dengan kemewahan palsu. Sebuah sekte sejati tidak diukur dari kemegahan bangunannya, melainkan dari Dao (Jalan Kebenaran) yang ada di dalamnya."

​Ye Chen tertegun. Kata-kata gurunya terdengar sangat filosofis dan dalam.

​"Namun," lanjut Lin Xuan sambil mengangkat tangan kanannya, "karena kau telah resmi bergabung, Guru akan menyingkirkan tirai ilusi ini dan menunjukkan wujud asli sekte kita padamu."

​Di dalam hati, Lin Xuan berteriak, "Sistem! Gunakan Kartu Pembaruan Aula Utama sekarang!"

​[Ding! Menggunakan Kartu Pembaruan Aula Utama Sekte...]

[Modifikasi realitas dimulai!]

​GEMURUH!

​Tiba-tiba, bumi di bawah kaki mereka bergetar hebat. Langit di atas Gunung Bintang Jatuh yang awalnya cerah, kini diselimuti oleh cahaya keemasan yang turun dari surga. Awan-awan spiritual berkumpul, membentuk pusaran energi raksasa.

​Mata Ye Chen melebar hingga nyaris keluar dari rongganya. Di depannya, puing-puing bangunan hangus itu tiba-tiba melayang ke udara dan berubah menjadi debu bintang. Dari kehampaan, pilar-pilar giok putih suci tumbuh menyundul langit. Dinding-dinding berukir naga dan burung phoenix terbentuk dalam sekejap, memancarkan cahaya keabadian.

​Atap aula yang terbuat dari kristal zamrud membiaskan cahaya matahari, membanjiri puncak gunung dengan energi spiritual yang tiba-tiba menjadi puluhan kali lipat lebih pekat dari sebelumnya! Papan nama raksasa di atas pintu aula terbentuk dari energi pedang murni, bertuliskan: AULA BINTANG JATUH.

​Hanya dalam waktu sepuluh tarikan napas, reruntuhan bobrok itu telah berubah menjadi sebuah istana kahyangan yang sangat megah!

​«A-apa-apaan ini?!» Suara Guru di dalam cincin Ye Chen kini melengking histeris. «Penciptaan dari kekosongan?! Memutarbalikkan hukum realitas?! Ini... ini adalah keajaiban yang hanya bisa dilakukan oleh Dewa Sejati dari Alam Atas! Bocah, kau telah memeluk paha emas yang sangat tebal!»

​Kaki Ye Chen lemas. Ia langsung berlutut di tanah, menatap aula agung di depannya dan kemudian menatap punggung Lin Xuan dengan rasa pemujaan yang fanatik. Gurunya benar-benar seorang Dewa yang sedang bermain-main di dunia fana!

​Lin Xuan mengangguk puas melihat reaksi muridnya dan si "kakek cincin". Berakting keren memang terasa sangat menyenangkan.

​Ia berbalik, melangkah mendekati Ye Chen, dan mengeluarkan sebuah botol giok kecil dari dalam dadanya.

​"Bangunlah, Chen'er." Lin Xuan menyodorkan botol itu. "Buka dan telan isinya. Luka di urat nadimu hanyalah masalah sepele bagi Guru."

​Ye Chen dengan tangan gemetar mengambil botol giok itu. Saat sumbatnya dibuka, sebuah aroma obat yang sangat wangi menyerbak keluar, bahkan menciptakan ilusi berupa teratai emas kecil yang mengambang di udara. Sebuah pil seputih salju dengan sembilan garis emas melingkarinya tergeletak di dalam botol.

​«PIL PEMBERSIH SUMSUM SURGAWI?! DENGAN POLA SEMBILAN AWAN?!» Guru di dalam cincin benar-benar kehilangan akal sehatnya. «Pil semacam ini sudah punah puluhan ribu tahun yang lalu! Bahkan satu butirnya bisa menyebabkan perang berdarah di antara para Kaisar! Guru macam apa yang kau miliki ini?!»

​Mendengar seruan histeris Gurunya, tangan Ye Chen semakin gemetar. Air mata menetes dari sudut matanya. Selama tiga tahun ia dihina, diinjak, dan dibuang. Namun hari ini, seorang ahli tiada tara tidak hanya menyelamatkannya, tetapi dengan santai memberikannya harta karun paling berharga di dunia!

​"Guru... kebaikan Anda setinggi langit. Murid ini bersumpah dengan jiwa dan darah, bahkan jika langit runtuh, murid akan selalu menjadi pedang bagi Sekte Bintang Jatuh!" Ye Chen bersujud dalam-dalam.

​"Tidak perlu banyak bicara. Telan pil itu, dan biarkan seluruh dunia melihat kembalinya sang jenius," ucap Lin Xuan dengan senyum tipis, menyembunyikan rasa leganya.

Episodes
1 Bab 1: Sekte yang Hancur dan Sistem yang Bangkit
2 Bab 2: Jenius yang Jatuh
3 Bab 3: Keajaiban Penciptaan dan Pil Surgawi
4 Bab 4: Umpan Balik Kultivasi
5 Bab 5: Formasi Surga dan Kemurkaan Serigala Darah
6 Bab 6: Kedatangan Algojo Darah
7 Bab 7: Anak Anjing Neraka dan Pembangunan Paviliun Senjata
8 Bab 8: Manipulasi Waktu dan Inti Emas Sempurna
9 Bab 9: Reuni Darah di Kota Angin Hitam
10 Bab 10: Panen Hadiah dan Kedatangan Sang Permaisuri Es
11 Bab 11: Kebanggaan Sang Permaisuri dan Hukuman Dewa
12 Bab 12: Keterkejutan Sang Permaisuri dan Hadiah Alam Atas
13 Benturan Es dan Api, Peningkatan Sekte Tingkat 8!
14 Bab 14: Kompetisi Dua Jenius dan Persiapan Turnamen
15 Bab 15: Kedatangan Sang Penguasa dan Guncangan di Puncak Kuali Naga
16 Bab 16: Matahari Menghanguskan Serigala
17 Bab 17: Mitos Jiwa Baru Lahir dan Batu Misterius
18 Bab 18: Perubahan Vena Spiritual dan Kedatangan Pasukan Emas
19 Bab 19: Kehancuran Armada Emas dan Hukuman Wilayah Mutlak
20 Bab 20: Undian Kosmik dan Penatua Pedang Pemabuk
21 Bab 21: Tembok Pengalaman dan Pelajaran Berdarah
22 Bab 22: Sinergi Es dan Api, Runtuhnya Banteng Besi
23 Bab 23: Panen Darah dan Utusan dari Laut Timur
24 Bab 24: Gerbang Ruang-Waktu dan Tamu dari Lautan
25 Bab 25: Pedang Pemabuk dan Perangkap Sang Dewa
26 Bab 26: Murka Penguasa Wilayah dan Hukuman bagi Lautan
27 Bab 27: Ketenangan di Puncak Gunung dan Pencerahan Dao
28 Bab 28: Hutan Terlarang
29 Bab 29: Pencerahan Dao
30 Bab 30: Lautan Darah di Kota Angin Hitam
31 Bab 31: Hancurnya Segel Purba
32 Bab 32: Terobosan di Tengah Pembantaian
33 Bab 33: Vena Roh Bumi Baru
34 Bab 34: Persiapan Menjelang Badai
35 Bab 35: Gelombang Kiamat
36 Bab 36: Menguliti Penguasa Lautan
37 Bab 37: Batas Menara Waktu
38 Bab 38: Kota Puncak Besi
39 Bab 39: Angin yang Licik
40 Bab 40: Lembah Pedang Kuno
41 Bab 41: Sehelai Rambut Pembelah Langit
42 Bab 42: Danau Pedang Cermin Jiwa
43 Bab 43: Runtuhnya Makam Kuno
44 Bab 44: Pil Penstabil Jiwa
45 Bab 45: Tembok Hukum Ruang
46 Bab 46: Tarian Daun Kering
47 Bab 47: Pengadilan Ratusan Sekte
48 Bab 48: Harga Sebuah Kesombongan
49 Bab 49: Pemberontakan Ratusan Sekte
50 Bab 50: Ekstraksi Akar Bumi
51 Bab 51: Seratus Kehidupan Fana
52 Bab 52: Kebangkitan Jiwa Fana
53 Amukan Hutan Terlarang
54 Fisik Kekosongan dan Lahirnya Pasukan Inti Emas
55 Lahirnya Batalion Bintang Padam
56 Tempaan Api Kekosongan
57 Menyusup ke Dalam Perut Monster
58 Tunduknya Jenderal Naga Hitam
59 Menembus Batas Langit
60 Pijakan Pertama di Neraka Surgawi
61 Gerilya di Ambang Kematian
62 Napas Pertama Sang Dewa
63 Peta Menuju Puncak Langit
64 Ketenangan Sebelum Badai
65 Kepungan Pemakan Tulang
66 Menembus Batas Berat dan Bangunnya Pasukan Inti Emas
67 Tarian Meriam Spasial dan Kehancuran Armada Pengepung
68 Penyempurnaan Benteng
69 Pembangunan Sekte Bintang Jatuh
70 Denyut Nadi Pegunungan Spiritual
71 Ujian Pegunungan Spiritual
72 Fisik Kekosongan Unjuk Gigi dan Runtuhnya Bintang Besi
73 Asimilasi Legiun Baja dan Bangunnya Raja Naga Kuno
74 Lonceng Penelan Benua dan Dua Raja Naga Kuno
75 Dimensi Api Penyulingan
Episodes

Updated 75 Episodes

1
Bab 1: Sekte yang Hancur dan Sistem yang Bangkit
2
Bab 2: Jenius yang Jatuh
3
Bab 3: Keajaiban Penciptaan dan Pil Surgawi
4
Bab 4: Umpan Balik Kultivasi
5
Bab 5: Formasi Surga dan Kemurkaan Serigala Darah
6
Bab 6: Kedatangan Algojo Darah
7
Bab 7: Anak Anjing Neraka dan Pembangunan Paviliun Senjata
8
Bab 8: Manipulasi Waktu dan Inti Emas Sempurna
9
Bab 9: Reuni Darah di Kota Angin Hitam
10
Bab 10: Panen Hadiah dan Kedatangan Sang Permaisuri Es
11
Bab 11: Kebanggaan Sang Permaisuri dan Hukuman Dewa
12
Bab 12: Keterkejutan Sang Permaisuri dan Hadiah Alam Atas
13
Benturan Es dan Api, Peningkatan Sekte Tingkat 8!
14
Bab 14: Kompetisi Dua Jenius dan Persiapan Turnamen
15
Bab 15: Kedatangan Sang Penguasa dan Guncangan di Puncak Kuali Naga
16
Bab 16: Matahari Menghanguskan Serigala
17
Bab 17: Mitos Jiwa Baru Lahir dan Batu Misterius
18
Bab 18: Perubahan Vena Spiritual dan Kedatangan Pasukan Emas
19
Bab 19: Kehancuran Armada Emas dan Hukuman Wilayah Mutlak
20
Bab 20: Undian Kosmik dan Penatua Pedang Pemabuk
21
Bab 21: Tembok Pengalaman dan Pelajaran Berdarah
22
Bab 22: Sinergi Es dan Api, Runtuhnya Banteng Besi
23
Bab 23: Panen Darah dan Utusan dari Laut Timur
24
Bab 24: Gerbang Ruang-Waktu dan Tamu dari Lautan
25
Bab 25: Pedang Pemabuk dan Perangkap Sang Dewa
26
Bab 26: Murka Penguasa Wilayah dan Hukuman bagi Lautan
27
Bab 27: Ketenangan di Puncak Gunung dan Pencerahan Dao
28
Bab 28: Hutan Terlarang
29
Bab 29: Pencerahan Dao
30
Bab 30: Lautan Darah di Kota Angin Hitam
31
Bab 31: Hancurnya Segel Purba
32
Bab 32: Terobosan di Tengah Pembantaian
33
Bab 33: Vena Roh Bumi Baru
34
Bab 34: Persiapan Menjelang Badai
35
Bab 35: Gelombang Kiamat
36
Bab 36: Menguliti Penguasa Lautan
37
Bab 37: Batas Menara Waktu
38
Bab 38: Kota Puncak Besi
39
Bab 39: Angin yang Licik
40
Bab 40: Lembah Pedang Kuno
41
Bab 41: Sehelai Rambut Pembelah Langit
42
Bab 42: Danau Pedang Cermin Jiwa
43
Bab 43: Runtuhnya Makam Kuno
44
Bab 44: Pil Penstabil Jiwa
45
Bab 45: Tembok Hukum Ruang
46
Bab 46: Tarian Daun Kering
47
Bab 47: Pengadilan Ratusan Sekte
48
Bab 48: Harga Sebuah Kesombongan
49
Bab 49: Pemberontakan Ratusan Sekte
50
Bab 50: Ekstraksi Akar Bumi
51
Bab 51: Seratus Kehidupan Fana
52
Bab 52: Kebangkitan Jiwa Fana
53
Amukan Hutan Terlarang
54
Fisik Kekosongan dan Lahirnya Pasukan Inti Emas
55
Lahirnya Batalion Bintang Padam
56
Tempaan Api Kekosongan
57
Menyusup ke Dalam Perut Monster
58
Tunduknya Jenderal Naga Hitam
59
Menembus Batas Langit
60
Pijakan Pertama di Neraka Surgawi
61
Gerilya di Ambang Kematian
62
Napas Pertama Sang Dewa
63
Peta Menuju Puncak Langit
64
Ketenangan Sebelum Badai
65
Kepungan Pemakan Tulang
66
Menembus Batas Berat dan Bangunnya Pasukan Inti Emas
67
Tarian Meriam Spasial dan Kehancuran Armada Pengepung
68
Penyempurnaan Benteng
69
Pembangunan Sekte Bintang Jatuh
70
Denyut Nadi Pegunungan Spiritual
71
Ujian Pegunungan Spiritual
72
Fisik Kekosongan Unjuk Gigi dan Runtuhnya Bintang Besi
73
Asimilasi Legiun Baja dan Bangunnya Raja Naga Kuno
74
Lonceng Penelan Benua dan Dua Raja Naga Kuno
75
Dimensi Api Penyulingan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!