Bab 2: Jenius yang Jatuh

​Matahari pagi mulai menyinari sisa-sisa reruntuhan Sekte Bintang Jatuh.

​Lin Xuan duduk bersila di atas batu besar, merenungkan Misi Sistem yang baru saja diterimanya. Merekrut seorang murid jenius dalam tiga hari? Terdengar mudah, namun ada satu masalah besar yang mengganjal pikirannya.

​"Sistem, kemampuanku yang setara dengan Kaisar Abadi ini... hanya berlaku di dalam area Gunung Bintang Jatuh, kan?" tanya Lin Xuan di dalam hati.

​[Benar. "Wilayah Tak Terkalahkan" terbatas pada batas teritorial sekte. Saat ini, radius wilayah Anda adalah 10 kilometer dari aula utama. Jika Tuan Rumah keluar dari batas ini, kultivasi Anda akan kembali ke tingkat asli: Kondensasi Qi Tingkat 3.]

​Sudut bibir Lin Xuan berkedut. Kondensasi Qi Tingkat 3? Itu tidak lebih baik dari para penjaga gerbang di keluarga-keluarga kecil! Jika dia turun gunung sekarang dan bertemu tetua Sekte Serigala Darah lainnya, dia hanya akan menjadi samsak hidup.

​"Aku butuh sesuatu untuk menutupi kelemahanku di luar sana. Buka Toko Sistem!"

​Sebuah layar holografik biru muncul di depan matanya. Ribuan barang, dari senjata tingkat dewa, pil keabadian, hingga gulungan jurus pemusnah bintang terpampang nyata. Sayangnya, melihat deretan harga yang mencapai jutaan Poin Sekte, Lin Xuan hanya bisa menelan ludah. Ia melirik sisa poinnya: 100 Poin Sekte. Sangat miskin.

​Setelah menyaring barang-barang murah, mata Lin Xuan berbinar. Ia menemukan dua barang yang pas.

​[Pembelian Berhasil!]

[-50 Poin Sekte: Jubah Ilusi Surgawi (Versi Percobaan - 3 Hari). Menutupi fluktuasi Qi pemakainya. Bahkan ahli di ranah Jiwa Baru Lahir tidak akan bisa melihat tingkat kultivasi Tuan Rumah yang sebenarnya. Pemakai akan selalu memancarkan aura ahli tiada tara yang tak terduga.]

[-50 Poin Sekte: Jimat Teleportasi Kilat (Sekali Pakai). Dapat memindahkan pengguna dan satu orang lain kembali ke Aula Utama sekte dari jarak maksimal 1.000 kilometer dalam sekejap.]

​Lin Xuan segera mengenakan Jubah Ilusi Surgawi yang berwarna seputih salju dengan sulaman awan emas di ujungnya. Seketika, temperamennya berubah drastis. Ia tidak lagi terlihat seperti pemuda lemah, melainkan sosok dewa yang turun ke bumi, tenang, misterius, dan tak tersentuh.

​Ditambah dengan Jimat Teleportasi di lengan bajunya, ia memiliki jaminan keselamatan mutlak. Jika ada bahaya, ia tinggal teleportasi kembali ke gunung dan membantai musuhnya dari dalam wilayah amannya.

​"Sempurna. Saatnya mencari murid."

​Kota Angin Hitam, Keluarga Ye.

​Kota Angin Hitam terletak di kaki pegunungan, beberapa puluh kilometer dari Sekte Bintang Jatuh. Di halaman belakang kediaman Keluarga Ye yang luas, terdengar suara tawa ejekan dan pukulan fisik yang keras.

​Bugh!

​Seorang pemuda berusia lima belas tahun, mengenakan pakaian abu-abu yang compang-camping, ditendang keras hingga terpental ke dinding berbatu. Darah segar menetes dari sudut bibirnya, namun matanya menatap tajam ke arah sekelompok pemuda yang mengeroyoknya. Pemuda itu mengusap cincin besi hitam polos di jari telunjuknya secara refleks.

​"Hei, Ye Chen! Berhentilah menatapku dengan mata serigalamu itu!" ejek seorang pemuda berpakaian mewah, Ye Feng, yang sedang menginjak dada Ye Chen. "Kau pikir kau masih Tuan Muda Jenius Keluarga Ye seperti tiga tahun lalu? Urat nadimu sudah hancur total! Kau bahkan tidak bisa menyerap setitik pun energi spiritual. Kau hanyalah sampah!"

​Para penjaga dan pelayan yang menonton di pinggiran halaman hanya bisa berbisik, menatap Ye Chen dengan iba atau jijik.

​Ye Chen, nama yang dulunya membuat seluruh Kota Angin Hitam gemetar. Di usia dua belas tahun, ia menembus Kondensasi Qi Tingkat 7, disebut sebagai jenius nomor satu dalam seratus tahun terakhir. Namun, sebuah insiden misterius tiga tahun lalu membuat seluruh basis kultivasinya lenyap. Urat nadinya layu. Semenjak itu, ia jatuh dari awan ke dalam lumpur, menjadi sasaran perundungan keluarganya sendiri.

​"Ye Feng..." suara Ye Chen serak, namun dipenuhi niat membunuh yang tertahan. "Jika bukan karena tetua agung yang mengambil jatah ramuan bulananku untuk diberikan padamu, kau tidak akan pernah bisa menembus tingkat 5! Lepaskan kakimu dariku!"

​"Berani melawan?!" Wajah Ye Feng memerah karena marah. Qi spiritual berputar di tinjunya. "Hari ini akan kupatahkan kedua kakimu agar kau sadar di mana tempatmu!"

​Tepat ketika tinju Ye Feng hendak menghantam wajah Ye Chen...

​Tap.

​Langkah kaki yang sangat pelan terdengar bergema. Anehnya, meskipun pelan, langkah itu seolah menginjak jantung semua orang yang ada di halaman tersebut. Udara tiba-tiba menjadi sangat berat. Angin berhenti berhembus.

​Semua orang menoleh ke arah pintu masuk halaman.

​Seorang pemuda tampan berjubah putih salju melangkah masuk dengan tangan di belakang punggung. Wajahnya setenang air kawah, matanya sedalam jurang abadi. Tidak ada sedikit pun fluktuasi Qi yang memancar darinya, namun justru itulah yang membuat semua orang merinding.

​Seolah-olah pria ini telah menyatu dengan hukum alam itu sendiri.

​"S-siapa kau?! Ini wilayah pribadi Keluarga Ye!" teriak Ye Feng, suaranya sedikit gemetar karena tekanan tak kasat mata dari pria berjubah putih itu.

​Lin Xuan tidak mempedulikan Ye Feng. Matanya hanya tertuju pada pemuda babak belur di tanah. Melalui sistem, ia bisa melihat panel status yang melayang di atas kepala Ye Chen.

​[Target Ditemukan: Ye Chen]

[Potensi Bakat: Bintang 9 (Jenius Tiada Tara)]

[Atribut: Elemen Api Murni]

[Status Saat Ini: Urat nadi tersumbat oleh segel kutukan kuno. Menyimpan Jiwa Suci di dalam cincinnya.]

​"Bingo. Prototipe jenius yang jatuh, urat nadi hancur, dan kakek sakti di dalam cincin. Ini benar-benar bahan utama untuk menjadi tokoh protagonis masa depan," seringai Lin Xuan di dalam hati.

​Tanpa membuang waktu, Lin Xuan mengibaskan lengan bajunya.

​Brak!

​Sebuah tekanan angin yang tercipta semata-mata dari energi fisik—dibantu oleh efek dramatis dari Jubah Ilusi Surgawi—menghempaskan Ye Feng sejauh belasan meter hingga menabrak pohon besar dan pingsan seketika.

​Para penjaga keluarga Ye menarik napas dingin. Tidak ada yang berani melangkah maju. Pemuda berjubah putih ini bahkan tidak menggunakan Qi, namun mampu menerbangkan kultivator tingkat 5 layaknya debu!

​Lin Xuan berjalan mendekati Ye Chen, membungkuk sedikit, dan mengulurkan tangannya.

​"Dunia ini menertawakanmu karena kau jatuh ke dalam lumpur," ucap Lin Xuan dengan nada tenang namun menggema di jiwa Ye Chen. "Keluargamu membuangmu, musuhmu menginjakmu. Tapi, di mataku, kau hanyalah mutiara yang tertutup debu."

​Mata Ye Chen terbelalak. Selama tiga tahun, semua orang memanggilnya sampah. Namun pria misterius ini...

​«Bocah! Hati-hati!» Tiba-tiba, suara tua dan parau terdengar di dalam pikiran Ye Chen. Itu adalah suara Guru misterius yang selama ini bersemayam di dalam cincin hitamnya. «Aku tidak bisa melihat tembus kultivasi pria ini! Di mataku, dia hanyalah lautan kekosongan yang tak berujung. Bahkan di masa kejayaanku, aku belum pernah merasakan aura semacam ini. Dia sangat berbahaya, atau... dia adalah entitas kuno yang menyamar!»

​Mendengar peringatan Gurunya yang biasanya arogan itu sangat ketakutan, jantung Ye Chen berdegup kencang. Ia menatap Lin Xuan dengan campuran rasa hormat dan waspada.

​"S-siapa Anda, Senior?" tanya Ye Chen sambil terbatuk.

​"Aku?" Lin Xuan menarik tangannya kembali ke belakang punggung, menatap langit luas dengan gaya yang sangat teatrikal. "Aku adalah Ketua Sekte dari Sekte Bintang Jatuh, Lin Xuan. Aku turun gunung hari ini hanya karena takdir menuntunku padamu."

​Lin Xuan menunduk, matanya menatap tajam ke mata Ye Chen.

​"Namamu Ye Chen, bukan? Ikutlah denganku. Jadilah Murid Utama Sekte Bintang Jatuh. Aku tidak hanya akan memperbaiki urat nadimu yang hancur, tapi aku akan membuat mereka yang hari ini menginjakmu, berlutut memohon ampun di bawah kakimu besok. Bagaimana?"

​Tangan Ye Chen yang gemetar perlahan mengepal. Ia menatap wajah sombong sepupunya yang pingsan, lalu memikirkan penderitaannya selama tiga tahun terakhir. Darahnya yang dingin kembali mendidih.

​Tanpa mempedulikan luka-lukanya, Ye Chen memaksakan dirinya untuk berlutut di tanah, menundukkan kepalanya hingga dahinya menyentuh lantai batu.

​"Murid Ye Chen... memberi hormat kepada Guru!"

​Di dalam kepala Lin Xuan, nada yang sangat merdu akhirnya berbunyi.

​[Ding! Merekrut murid berbakat (Ye Chen). Misi Pemula Selesai!]

[Hadiah didistribusikan: Kartu Pembaruan Aula Utama, 500 Poin Sekte, Pil Pembersih Sumsum Surgawi!]

Terpopuler

Comments

Hadi Hadi

Hadi Hadi

is y😍😍💪💪

2026-08-08

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Sekte yang Hancur dan Sistem yang Bangkit
2 Bab 2: Jenius yang Jatuh
3 Bab 3: Keajaiban Penciptaan dan Pil Surgawi
4 Bab 4: Umpan Balik Kultivasi
5 Bab 5: Formasi Surga dan Kemurkaan Serigala Darah
6 Bab 6: Kedatangan Algojo Darah
7 Bab 7: Anak Anjing Neraka dan Pembangunan Paviliun Senjata
8 Bab 8: Manipulasi Waktu dan Inti Emas Sempurna
9 Bab 9: Reuni Darah di Kota Angin Hitam
10 Bab 10: Panen Hadiah dan Kedatangan Sang Permaisuri Es
11 Bab 11: Kebanggaan Sang Permaisuri dan Hukuman Dewa
12 Bab 12: Keterkejutan Sang Permaisuri dan Hadiah Alam Atas
13 Benturan Es dan Api, Peningkatan Sekte Tingkat 8!
14 Bab 14: Kompetisi Dua Jenius dan Persiapan Turnamen
15 Bab 15: Kedatangan Sang Penguasa dan Guncangan di Puncak Kuali Naga
16 Bab 16: Matahari Menghanguskan Serigala
17 Bab 17: Mitos Jiwa Baru Lahir dan Batu Misterius
18 Bab 18: Perubahan Vena Spiritual dan Kedatangan Pasukan Emas
19 Bab 19: Kehancuran Armada Emas dan Hukuman Wilayah Mutlak
20 Bab 20: Undian Kosmik dan Penatua Pedang Pemabuk
21 Bab 21: Tembok Pengalaman dan Pelajaran Berdarah
22 Bab 22: Sinergi Es dan Api, Runtuhnya Banteng Besi
23 Bab 23: Panen Darah dan Utusan dari Laut Timur
24 Bab 24: Gerbang Ruang-Waktu dan Tamu dari Lautan
25 Bab 25: Pedang Pemabuk dan Perangkap Sang Dewa
26 Bab 26: Murka Penguasa Wilayah dan Hukuman bagi Lautan
27 Bab 27: Ketenangan di Puncak Gunung dan Pencerahan Dao
28 Bab 28: Hutan Terlarang
29 Bab 29: Pencerahan Dao
30 Bab 30: Lautan Darah di Kota Angin Hitam
31 Bab 31: Hancurnya Segel Purba
32 Bab 32: Terobosan di Tengah Pembantaian
33 Bab 33: Vena Roh Bumi Baru
34 Bab 34: Persiapan Menjelang Badai
35 Bab 35: Gelombang Kiamat
36 Bab 36: Menguliti Penguasa Lautan
37 Bab 37: Batas Menara Waktu
38 Bab 38: Kota Puncak Besi
39 Bab 39: Angin yang Licik
40 Bab 40: Lembah Pedang Kuno
41 Bab 41: Sehelai Rambut Pembelah Langit
42 Bab 42: Danau Pedang Cermin Jiwa
43 Bab 43: Runtuhnya Makam Kuno
44 Bab 44: Pil Penstabil Jiwa
45 Bab 45: Tembok Hukum Ruang
46 Bab 46: Tarian Daun Kering
47 Bab 47: Pengadilan Ratusan Sekte
48 Bab 48: Harga Sebuah Kesombongan
49 Bab 49: Pemberontakan Ratusan Sekte
50 Bab 50: Ekstraksi Akar Bumi
51 Bab 51: Seratus Kehidupan Fana
52 Bab 52: Kebangkitan Jiwa Fana
53 Amukan Hutan Terlarang
54 Fisik Kekosongan dan Lahirnya Pasukan Inti Emas
55 Lahirnya Batalion Bintang Padam
56 Tempaan Api Kekosongan
57 Menyusup ke Dalam Perut Monster
58 Tunduknya Jenderal Naga Hitam
59 Menembus Batas Langit
60 Pijakan Pertama di Neraka Surgawi
61 Gerilya di Ambang Kematian
62 Napas Pertama Sang Dewa
63 Peta Menuju Puncak Langit
64 Ketenangan Sebelum Badai
65 Kepungan Pemakan Tulang
66 Menembus Batas Berat dan Bangunnya Pasukan Inti Emas
67 Tarian Meriam Spasial dan Kehancuran Armada Pengepung
68 Penyempurnaan Benteng
69 Pembangunan Sekte Bintang Jatuh
70 Denyut Nadi Pegunungan Spiritual
71 Ujian Pegunungan Spiritual
72 Fisik Kekosongan Unjuk Gigi dan Runtuhnya Bintang Besi
73 Asimilasi Legiun Baja dan Bangunnya Raja Naga Kuno
74 Lonceng Penelan Benua dan Dua Raja Naga Kuno
75 Dimensi Api Penyulingan
Episodes

Updated 75 Episodes

1
Bab 1: Sekte yang Hancur dan Sistem yang Bangkit
2
Bab 2: Jenius yang Jatuh
3
Bab 3: Keajaiban Penciptaan dan Pil Surgawi
4
Bab 4: Umpan Balik Kultivasi
5
Bab 5: Formasi Surga dan Kemurkaan Serigala Darah
6
Bab 6: Kedatangan Algojo Darah
7
Bab 7: Anak Anjing Neraka dan Pembangunan Paviliun Senjata
8
Bab 8: Manipulasi Waktu dan Inti Emas Sempurna
9
Bab 9: Reuni Darah di Kota Angin Hitam
10
Bab 10: Panen Hadiah dan Kedatangan Sang Permaisuri Es
11
Bab 11: Kebanggaan Sang Permaisuri dan Hukuman Dewa
12
Bab 12: Keterkejutan Sang Permaisuri dan Hadiah Alam Atas
13
Benturan Es dan Api, Peningkatan Sekte Tingkat 8!
14
Bab 14: Kompetisi Dua Jenius dan Persiapan Turnamen
15
Bab 15: Kedatangan Sang Penguasa dan Guncangan di Puncak Kuali Naga
16
Bab 16: Matahari Menghanguskan Serigala
17
Bab 17: Mitos Jiwa Baru Lahir dan Batu Misterius
18
Bab 18: Perubahan Vena Spiritual dan Kedatangan Pasukan Emas
19
Bab 19: Kehancuran Armada Emas dan Hukuman Wilayah Mutlak
20
Bab 20: Undian Kosmik dan Penatua Pedang Pemabuk
21
Bab 21: Tembok Pengalaman dan Pelajaran Berdarah
22
Bab 22: Sinergi Es dan Api, Runtuhnya Banteng Besi
23
Bab 23: Panen Darah dan Utusan dari Laut Timur
24
Bab 24: Gerbang Ruang-Waktu dan Tamu dari Lautan
25
Bab 25: Pedang Pemabuk dan Perangkap Sang Dewa
26
Bab 26: Murka Penguasa Wilayah dan Hukuman bagi Lautan
27
Bab 27: Ketenangan di Puncak Gunung dan Pencerahan Dao
28
Bab 28: Hutan Terlarang
29
Bab 29: Pencerahan Dao
30
Bab 30: Lautan Darah di Kota Angin Hitam
31
Bab 31: Hancurnya Segel Purba
32
Bab 32: Terobosan di Tengah Pembantaian
33
Bab 33: Vena Roh Bumi Baru
34
Bab 34: Persiapan Menjelang Badai
35
Bab 35: Gelombang Kiamat
36
Bab 36: Menguliti Penguasa Lautan
37
Bab 37: Batas Menara Waktu
38
Bab 38: Kota Puncak Besi
39
Bab 39: Angin yang Licik
40
Bab 40: Lembah Pedang Kuno
41
Bab 41: Sehelai Rambut Pembelah Langit
42
Bab 42: Danau Pedang Cermin Jiwa
43
Bab 43: Runtuhnya Makam Kuno
44
Bab 44: Pil Penstabil Jiwa
45
Bab 45: Tembok Hukum Ruang
46
Bab 46: Tarian Daun Kering
47
Bab 47: Pengadilan Ratusan Sekte
48
Bab 48: Harga Sebuah Kesombongan
49
Bab 49: Pemberontakan Ratusan Sekte
50
Bab 50: Ekstraksi Akar Bumi
51
Bab 51: Seratus Kehidupan Fana
52
Bab 52: Kebangkitan Jiwa Fana
53
Amukan Hutan Terlarang
54
Fisik Kekosongan dan Lahirnya Pasukan Inti Emas
55
Lahirnya Batalion Bintang Padam
56
Tempaan Api Kekosongan
57
Menyusup ke Dalam Perut Monster
58
Tunduknya Jenderal Naga Hitam
59
Menembus Batas Langit
60
Pijakan Pertama di Neraka Surgawi
61
Gerilya di Ambang Kematian
62
Napas Pertama Sang Dewa
63
Peta Menuju Puncak Langit
64
Ketenangan Sebelum Badai
65
Kepungan Pemakan Tulang
66
Menembus Batas Berat dan Bangunnya Pasukan Inti Emas
67
Tarian Meriam Spasial dan Kehancuran Armada Pengepung
68
Penyempurnaan Benteng
69
Pembangunan Sekte Bintang Jatuh
70
Denyut Nadi Pegunungan Spiritual
71
Ujian Pegunungan Spiritual
72
Fisik Kekosongan Unjuk Gigi dan Runtuhnya Bintang Besi
73
Asimilasi Legiun Baja dan Bangunnya Raja Naga Kuno
74
Lonceng Penelan Benua dan Dua Raja Naga Kuno
75
Dimensi Api Penyulingan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!