Bab 5: Formasi Surga dan Kemurkaan Serigala Darah

​Ketika Ye Chen perlahan membuka matanya, hal pertama yang ia rasakan adalah paru-parunya seperti dialiri oleh air suci yang sangat menyejukkan. Ia terkesiap, menghirup napas dalam-dalam.

​Pandangannya yang tadinya jernih kini terhalang oleh kabut putih pekat yang menyelimuti seluruh halaman Aula Bintang Jatuh. Namun, ini bukanlah kabut embun biasa. Setiap tetes kabut ini mengandung untaian energi spiritual murni!

​«Gila... Ini benar-benar gila!» Suara Tetua Yan terdengar bergetar hebat di dalam pikiran Ye Chen. Sosok spiritual sang kakek melayang keluar dari cincin, mengulurkan tangannya yang tembus pandang untuk menyentuh kabut tersebut.

​"Guru, ada apa dengan kabut ini? Mengapa energi di dalam tubuhku berputar dua kali lebih cepat hanya dengan bernapas?" tanya Ye Chen takjub. Ia baru saja menerobos ke Kondensasi Qi Tingkat 9, dan fondasinya langsung terasa sangat stabil berkat lingkungan ini.

​«Ini adalah Formasi Pengumpul Roh Tingkat 3!» seru Tetua Yan, menelan ludah meski ia hanya sebuah jiwa. «Formasi tingkat ini hanya bisa didirikan oleh Master Formasi berskala agung. Bahkan di masa kejayaanku, sekte tingkat 5 sekalipun harus menguras separuh kekayaan mereka untuk membangun formasi seperti ini. Tapi Gurumu... dia menyulapnya dalam diam sambil duduk di dalam aula! Pemahaman spasial dan penciptaannya sudah mencapai taraf yang tidak bisa dilogika!»

​Ye Chen menatap pintu utama Aula Bintang Jatuh dengan rasa hormat yang semakin mengakar di jiwanya. Ia merapikan jubah usangnya, lalu melangkah masuk ke dalam aula untuk memberi penghormatan.

​Di dalam, Lin Xuan duduk dengan santai di atas takhta ketua sekte. Berkat umpan balik kultivasi, temperamen Lin Xuan kini telah berubah secara nyata. Ia tidak lagi sepenuhnya bergantung pada efek Jubah Ilusi Surgawi. Aura dari Ranah Pembangunan Yayasan Tingkat 5 memancar secara alami dari tubuhnya, selaras dengan aura misterius jubahnya, menciptakan tekanan yang membuat siapa pun ingin bersujud.

​"Murid memberi salam kepada Guru!" Ye Chen langsung berlutut. "Berkat anugerah Guru, urat nadi murid telah pulih, dan kultivasi murid telah mencapai puncak Kondensasi Qi!"

​Lin Xuan membuka matanya perlahan. "Hanya Kondensasi Qi dan kau sudah bangga? Jalan menuju keabadian masih panjang, Chen'er."

​"Murid mengerti dan akan berlatih lebih keras!" jawab Ye Chen cepat, sedikit menunduk malu.

​"Bagus." Lin Xuan tersenyum tipis. Ia membuka panel Sistem secara diam-diam. Sisa Poin Sektenya sekarang hanya 100 Poin. Ia langsung membuka Toko Sistem dan mencari teknik bela diri elemen api termurah namun memiliki potensi pertumbuhan yang bagus.

​[Pembelian Berhasil!]

[-100 Poin Sekte: Gulungan Seni Api Penyucian Sembilan Matahari (Bab Pertama). Teknik tingkat Bumi yang bisa berevolusi.]

​Lin Xuan mengibaskan lengan bajunya. Sebuah gulungan giok merah melayang dari tangannya dan mendarat dengan mulus di telapak tangan Ye Chen.

​"Kau memiliki Fisik Api Surgawi. Menggunakan teknik bela diri fana hanya akan menyia-nyiakan bakatmu. Ini adalah Seni Api Penyucian Sembilan Matahari. Pelajari ini dengan baik. Jika kau bisa menembus Ranah Pembangunan Yayasan dalam seminggu, Guru akan memberikan bab selanjutnya."

​Mata Ye Chen berbinar-binar. Teknik yang bisa berevolusi? Bahkan keluarga penguasa kota pun hanya memiliki teknik tingkat fana. Ia menggenggam gulungan giok itu erat-erat. "Murid tidak akan mengecewakan Guru!"

​"Pergilah berkultivasi di Paviliun Samping," perintah Lin Xuan lembut, mengusir muridnya. Begitu Ye Chen pergi, Lin Xuan menyandarkan punggungnya di takhta dan menghela napas panjang.

​"Nol Poin. Aku benar-benar kembali miskin," keluhnya dalam hati. Namun, ia tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan kesempatan baru, karena suara peringatan dari Sistem tiba-tiba berbunyi memekakkan telinga.

​[🚨 PERINGATAN DARURAT!]

[Mendeteksi niat permusuhan ekstrem yang mengarah ke Sekte Bintang Jatuh.]

[Misi Pertahanan Diterbitkan: Serangan Darah Serigala!]

[Detail: Ketua Sekte Serigala Darah telah mengetahui kematian Tetuanya dan akan segera mengirimkan Pasukan Elite Penghukum untuk meratakan gunung Anda.]

[Tugas: Bantai semua penyusup dan lindungi murid Anda.]

[Hadiah: 1.000 Poin Sekte, Bangunan Fitur Baru (Paviliun Senjata), Pemanggilan Hewan Penjaga Acak (Tingkat Awal).]

​Mata Lin Xuan menyipit. Alih-alih takut, senyum dingin justru tersungging di bibirnya. "Pasukan Elite? Bagus. Kebetulan sekali aku sedang butuh poin."

​Di waktu yang sama, Markas Besar Sekte Serigala Darah.

​Terletak di atas gunung yang berbentuk seperti taring serigala, sekte ini memancarkan kabut berwarna merah darah sepanjang tahun. Di dalam Aula Darah yang remang-remang, udara terasa sedingin es.

​PRANG!

​Sebuah cangkir giok hancur berkeping-keping akibat diremukkan oleh tangan besar berurat.

​Duduk di kursi berlapis kulit iblis tingkat tinggi, Ketua Sekte Serigala Darah, Xue Tu, memancarkan amarah yang membuat para tetua di bawahnya gemetar. Kultivasinya telah mencapai tahap awal Ranah Inti Emas (Golden Core), menjadikannya salah satu sosok paling ditakuti di radius ribuan mil.

​Di atas meja di depannya, terdapat dua benda: sebuah surat berdarah dari Keluarga Ye, dan sebuah lempengan batu giok jiwa yang telah terbelah dua. Lempengan itu adalah Giok Kehidupan milik Tetua Zhao Wu.

​"Zhao Wu... mati? Di tangan bocah ingusan dari sekte bobrok itu?" Suara Xue Tu berat dan serak, seolah menggesekkan dua bilah pedang berkarat.

​Seorang tetua berwajah tirus melangkah maju dengan hati-hati. "Ketua, surat dari Kepala Keluarga Ye menyebutkan bahwa ada seorang ahli berjubah putih yang misterius dan kejam. Ahli inilah yang kemungkinan besar membunuh Tetua Zhao Wu. Apakah mungkin... Sekte Bintang Jatuh mengundang kultivator pengembara dari luar untuk melindungi mereka?"

​"Hmph!" Xue Tu mendengus dingin, melepaskan tekanan Inti Emas-nya hingga membuat tetua itu terhuyung mundur. "Sekte Bintang Jatuh sudah tidak memiliki harta sepeser pun. Ahli macam apa yang mau membela sekte rongsokan tanpa bayaran? Ini pasti sebuah trik!"

​Xue Tu berdiri, matanya memancarkan kebrutalan.

​"Bahkan jika ada ahli, dia paling tinggi hanya berada di puncak Pembangunan Yayasan. Menggunakan trik ilusi murahan untuk menakut-nakuti anjing kampung seperti Kepala Keluarga Ye tidak akan mempan padaku."

​Xue Tu menunjuk tiga orang pria bertubuh besar yang berdiri di barisan depan. Mereka adalah Tiga Algojo Darah, semuanya berada di pertengahan Ranah Pembangunan Yayasan.

​"Kalian bertiga! Pimpin seratus Pasukan Serigala Besi. Pergi ke Gunung Bintang Jatuh malam ini juga. Siapapun pria berjubah putih itu, potong anggota tubuhnya dan bawa kepalanya ke hadapanku! Aku ingin gunung itu bersih dari kehidupan sebelum fajar menyingsing!"

​"Sesuai perintah Ketua!" seru ketiga algojo itu serempak, senyum haus darah menghiasi wajah mereka.

Episodes
1 Bab 1: Sekte yang Hancur dan Sistem yang Bangkit
2 Bab 2: Jenius yang Jatuh
3 Bab 3: Keajaiban Penciptaan dan Pil Surgawi
4 Bab 4: Umpan Balik Kultivasi
5 Bab 5: Formasi Surga dan Kemurkaan Serigala Darah
6 Bab 6: Kedatangan Algojo Darah
7 Bab 7: Anak Anjing Neraka dan Pembangunan Paviliun Senjata
8 Bab 8: Manipulasi Waktu dan Inti Emas Sempurna
9 Bab 9: Reuni Darah di Kota Angin Hitam
10 Bab 10: Panen Hadiah dan Kedatangan Sang Permaisuri Es
11 Bab 11: Kebanggaan Sang Permaisuri dan Hukuman Dewa
12 Bab 12: Keterkejutan Sang Permaisuri dan Hadiah Alam Atas
13 Benturan Es dan Api, Peningkatan Sekte Tingkat 8!
14 Bab 14: Kompetisi Dua Jenius dan Persiapan Turnamen
15 Bab 15: Kedatangan Sang Penguasa dan Guncangan di Puncak Kuali Naga
16 Bab 16: Matahari Menghanguskan Serigala
17 Bab 17: Mitos Jiwa Baru Lahir dan Batu Misterius
18 Bab 18: Perubahan Vena Spiritual dan Kedatangan Pasukan Emas
19 Bab 19: Kehancuran Armada Emas dan Hukuman Wilayah Mutlak
20 Bab 20: Undian Kosmik dan Penatua Pedang Pemabuk
21 Bab 21: Tembok Pengalaman dan Pelajaran Berdarah
22 Bab 22: Sinergi Es dan Api, Runtuhnya Banteng Besi
23 Bab 23: Panen Darah dan Utusan dari Laut Timur
24 Bab 24: Gerbang Ruang-Waktu dan Tamu dari Lautan
25 Bab 25: Pedang Pemabuk dan Perangkap Sang Dewa
26 Bab 26: Murka Penguasa Wilayah dan Hukuman bagi Lautan
27 Bab 27: Ketenangan di Puncak Gunung dan Pencerahan Dao
28 Bab 28: Hutan Terlarang
29 Bab 29: Pencerahan Dao
30 Bab 30: Lautan Darah di Kota Angin Hitam
31 Bab 31: Hancurnya Segel Purba
32 Bab 32: Terobosan di Tengah Pembantaian
33 Bab 33: Vena Roh Bumi Baru
34 Bab 34: Persiapan Menjelang Badai
35 Bab 35: Gelombang Kiamat
36 Bab 36: Menguliti Penguasa Lautan
37 Bab 37: Batas Menara Waktu
38 Bab 38: Kota Puncak Besi
39 Bab 39: Angin yang Licik
40 Bab 40: Lembah Pedang Kuno
41 Bab 41: Sehelai Rambut Pembelah Langit
42 Bab 42: Danau Pedang Cermin Jiwa
43 Bab 43: Runtuhnya Makam Kuno
44 Bab 44: Pil Penstabil Jiwa
45 Bab 45: Tembok Hukum Ruang
46 Bab 46: Tarian Daun Kering
47 Bab 47: Pengadilan Ratusan Sekte
48 Bab 48: Harga Sebuah Kesombongan
49 Bab 49: Pemberontakan Ratusan Sekte
50 Bab 50: Ekstraksi Akar Bumi
51 Bab 51: Seratus Kehidupan Fana
52 Bab 52: Kebangkitan Jiwa Fana
53 Amukan Hutan Terlarang
54 Fisik Kekosongan dan Lahirnya Pasukan Inti Emas
55 Lahirnya Batalion Bintang Padam
56 Tempaan Api Kekosongan
57 Menyusup ke Dalam Perut Monster
58 Tunduknya Jenderal Naga Hitam
59 Menembus Batas Langit
60 Pijakan Pertama di Neraka Surgawi
61 Gerilya di Ambang Kematian
62 Napas Pertama Sang Dewa
63 Peta Menuju Puncak Langit
64 Ketenangan Sebelum Badai
65 Kepungan Pemakan Tulang
66 Menembus Batas Berat dan Bangunnya Pasukan Inti Emas
67 Tarian Meriam Spasial dan Kehancuran Armada Pengepung
68 Penyempurnaan Benteng
69 Pembangunan Sekte Bintang Jatuh
70 Denyut Nadi Pegunungan Spiritual
71 Ujian Pegunungan Spiritual
72 Fisik Kekosongan Unjuk Gigi dan Runtuhnya Bintang Besi
73 Asimilasi Legiun Baja dan Bangunnya Raja Naga Kuno
74 Lonceng Penelan Benua dan Dua Raja Naga Kuno
75 Dimensi Api Penyulingan
Episodes

Updated 75 Episodes

1
Bab 1: Sekte yang Hancur dan Sistem yang Bangkit
2
Bab 2: Jenius yang Jatuh
3
Bab 3: Keajaiban Penciptaan dan Pil Surgawi
4
Bab 4: Umpan Balik Kultivasi
5
Bab 5: Formasi Surga dan Kemurkaan Serigala Darah
6
Bab 6: Kedatangan Algojo Darah
7
Bab 7: Anak Anjing Neraka dan Pembangunan Paviliun Senjata
8
Bab 8: Manipulasi Waktu dan Inti Emas Sempurna
9
Bab 9: Reuni Darah di Kota Angin Hitam
10
Bab 10: Panen Hadiah dan Kedatangan Sang Permaisuri Es
11
Bab 11: Kebanggaan Sang Permaisuri dan Hukuman Dewa
12
Bab 12: Keterkejutan Sang Permaisuri dan Hadiah Alam Atas
13
Benturan Es dan Api, Peningkatan Sekte Tingkat 8!
14
Bab 14: Kompetisi Dua Jenius dan Persiapan Turnamen
15
Bab 15: Kedatangan Sang Penguasa dan Guncangan di Puncak Kuali Naga
16
Bab 16: Matahari Menghanguskan Serigala
17
Bab 17: Mitos Jiwa Baru Lahir dan Batu Misterius
18
Bab 18: Perubahan Vena Spiritual dan Kedatangan Pasukan Emas
19
Bab 19: Kehancuran Armada Emas dan Hukuman Wilayah Mutlak
20
Bab 20: Undian Kosmik dan Penatua Pedang Pemabuk
21
Bab 21: Tembok Pengalaman dan Pelajaran Berdarah
22
Bab 22: Sinergi Es dan Api, Runtuhnya Banteng Besi
23
Bab 23: Panen Darah dan Utusan dari Laut Timur
24
Bab 24: Gerbang Ruang-Waktu dan Tamu dari Lautan
25
Bab 25: Pedang Pemabuk dan Perangkap Sang Dewa
26
Bab 26: Murka Penguasa Wilayah dan Hukuman bagi Lautan
27
Bab 27: Ketenangan di Puncak Gunung dan Pencerahan Dao
28
Bab 28: Hutan Terlarang
29
Bab 29: Pencerahan Dao
30
Bab 30: Lautan Darah di Kota Angin Hitam
31
Bab 31: Hancurnya Segel Purba
32
Bab 32: Terobosan di Tengah Pembantaian
33
Bab 33: Vena Roh Bumi Baru
34
Bab 34: Persiapan Menjelang Badai
35
Bab 35: Gelombang Kiamat
36
Bab 36: Menguliti Penguasa Lautan
37
Bab 37: Batas Menara Waktu
38
Bab 38: Kota Puncak Besi
39
Bab 39: Angin yang Licik
40
Bab 40: Lembah Pedang Kuno
41
Bab 41: Sehelai Rambut Pembelah Langit
42
Bab 42: Danau Pedang Cermin Jiwa
43
Bab 43: Runtuhnya Makam Kuno
44
Bab 44: Pil Penstabil Jiwa
45
Bab 45: Tembok Hukum Ruang
46
Bab 46: Tarian Daun Kering
47
Bab 47: Pengadilan Ratusan Sekte
48
Bab 48: Harga Sebuah Kesombongan
49
Bab 49: Pemberontakan Ratusan Sekte
50
Bab 50: Ekstraksi Akar Bumi
51
Bab 51: Seratus Kehidupan Fana
52
Bab 52: Kebangkitan Jiwa Fana
53
Amukan Hutan Terlarang
54
Fisik Kekosongan dan Lahirnya Pasukan Inti Emas
55
Lahirnya Batalion Bintang Padam
56
Tempaan Api Kekosongan
57
Menyusup ke Dalam Perut Monster
58
Tunduknya Jenderal Naga Hitam
59
Menembus Batas Langit
60
Pijakan Pertama di Neraka Surgawi
61
Gerilya di Ambang Kematian
62
Napas Pertama Sang Dewa
63
Peta Menuju Puncak Langit
64
Ketenangan Sebelum Badai
65
Kepungan Pemakan Tulang
66
Menembus Batas Berat dan Bangunnya Pasukan Inti Emas
67
Tarian Meriam Spasial dan Kehancuran Armada Pengepung
68
Penyempurnaan Benteng
69
Pembangunan Sekte Bintang Jatuh
70
Denyut Nadi Pegunungan Spiritual
71
Ujian Pegunungan Spiritual
72
Fisik Kekosongan Unjuk Gigi dan Runtuhnya Bintang Besi
73
Asimilasi Legiun Baja dan Bangunnya Raja Naga Kuno
74
Lonceng Penelan Benua dan Dua Raja Naga Kuno
75
Dimensi Api Penyulingan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!