Bab 4: Umpan Balik Kultivasi

​Di halaman depan Aula Bintang Jatuh yang berlapis giok putih, Ye Chen duduk bersila. Dengan tekad membara, ia melemparkan Pil Pembersih Sumsum Surgawi ke dalam mulutnya.

​Pil itu lumer begitu menyentuh lidah, berubah menjadi aliran arus hangat yang seketika meledak layaknya gunung berapi di dalam tubuh Ye Chen.

​"ARGH!"

​Ye Chen menggeram rendah menahan sakit. Tubuhnya gemetar hebat. Segel kutukan kuno yang menyumbat urat nadinya selama tiga tahun terakhir mulai terkikis paksa oleh energi suci dari pil tersebut. Terdengar suara retakan halus dari dalam tubuhnya, seolah ada belenggu tak kasat mata yang hancur berkeping-keping.

​Dari dalam cincin hitam di jari Ye Chen, sesosok bayangan transparan berwujud pria tua berjanggut putih melayang keluar. Dia adalah Tetua Yan, sosok jiwa misterius yang selama ini bersembunyi.

​Mata Tetua Yan membelalak melihat fenomena di depannya.

«Energi yang sangat murni! Tidak hanya menghancurkan kutukan itu, tapi pil ini sedang membentuk ulang seluruh fondasi fisiknya!» batin Tetua Yan histeris.

​Cairan kental berwarna hitam legam berbau busuk mulai keluar dari pori-pori kulit Ye Chen. Itu adalah racun dan kotoran fana yang mengendap di tubuhnya. Begitu kotoran itu keluar, aura api yang sangat panas dan murni meledak dari Dantian Ye Chen.

​BZZZT!

​Fluktuasi energi spiritual di sekitarnya berputar liar. Tingkat kultivasi Ye Chen yang sebelumnya nol besar mulai meroket seketika!

​Kondensasi Qi Tingkat 1... Tingkat 3... Tingkat 5... Tingkat 7!

​Hanya dalam waktu sebatang dupa, ia telah kembali ke puncak kejayaannya tiga tahun lalu. Namun, energi pil itu belum habis.

​BANG!

​Kondensasi Qi Tingkat 8! Tingkat 9!

​Aura Ye Chen akhirnya berhenti di batas puncak Kondensasi Qi Tingkat 9, hanya selangkah lagi menuju Ranah Pembangunan Yayasan.

​«Fisik Api Surgawi?!» Tetua Yan berseru kaget hingga janggut spiritualnya bergetar. «Pil itu tidak hanya menyembuhkannya, tapi membangunkan bakat terpendam tingkat suci! Ahli macam apa sebenarnya Ketua Sekte ini... Dia rela memberikan harta karun yang bisa menciptakan Kaisar masa depan kepada seorang murid baru!»

​Sementara Ye Chen dan Gurunya sedang tenggelam dalam kekaguman, di dalam Aula Utama yang megah, Lin Xuan sedang duduk bersandar santai di atas takhta Ketua Sekte yang terbuat dari kristal bintang.

​Ia sama sekali tidak mengawasi proses terobosan muridnya. Matanya sedang fokus pada panel holografik biru di depannya.

​"Sistem, tampilkan katalog fasilitas sekte yang bisa kubeli dengan 500 Poin!"

​Sebuah daftar panjang muncul, namun sebagian besar masih berwarna abu-abu alias terkunci. Lin Xuan menelusuri daftar itu dan matanya tertuju pada satu barang.

​[Formasi Pengumpul Roh Tingkat 3 (Grade 3 Spirit Gathering Array)]

[Harga: 400 Poin Sekte]

[Efek: Menyerap dan mengunci energi spiritual dari radius ribuan mil ke dalam wilayah sekte. Membuat kepadatan energi spiritual di dalam sekte menjadi 50 kali lipat dari dunia luar. Kultivasi di dalamnya setara dengan berlatih di surga kecil.]

​"Beli dan pasang langsung!" perintah Lin Xuan tanpa ragu.

​Sebuah cahaya tak kasat mata menyebar dari bawah takhta Lin Xuan, menyelimuti seluruh Gunung Bintang Jatuh. Tiba-tiba, kabut putih yang sangat tebal mulai turun dari langit. Itu bukanlah kabut biasa, melainkan energi spiritual murni yang telah mengembun menjadi bentuk fisik! Bernapas di udara ini saja sudah cukup untuk memperpanjang umur manusia biasa hingga puluhan tahun.

​Tepat saat formasi itu aktif, suara notifikasi lain berbunyi bertubi-tubi di benak Lin Xuan.

​[Ding! Selamat! Murid Utama 'Ye Chen' telah berhasil memperbaiki urat nadinya dan menerobos ke Kondensasi Qi Tingkat 9!]

[Memicu Fitur Pasif Sistem: Umpan Balik Kultivasi (Cultivation Feedback)!]

[Penjelasan: Setiap kali murid menembus sebuah tingkatan atau memperoleh pencerahan Dao, Tuan Rumah akan mendapatkan umpan balik kultivasi murni sebesar 10 HINGGA 100 KALI LIPAT dari hasil murid!]

[Menghitung umpan balik... Tuan Rumah menerima 50 kali lipat energi kultivasi Ye Chen!]

​"Tunggu, apa?!" Lin Xuan terlonjak dari kursinya. "Umpan balik kulti—"

​Sebelum ia bisa menyelesaikan kalimatnya, sebuah energi yang maha dahsyat dan sangat murni langsung disuntikkan ke dalam Dantian-nya dari kehampaan. Berbeda dengan Ye Chen yang harus menahan rasa sakit saat menerobos, Lin Xuan tidak merasakan sakit sama sekali. Semuanya dikendalikan dengan sempurna oleh Sistem.

​Aura kultivasi aslinya yang menyedihkan (Kondensasi Qi Tingkat 3) meledak seperti bendungan yang jebol.

​Kondensasi Qi Tingkat 5... Tingkat 8... Tingkat Puncak!

KRAK!

​Sebuah fondasi spiritual berbentuk teratai bercahaya terbentuk dengan kokoh di dalam Dantian-nya.

​Ranah Pembangunan Yayasan Tingkat 1!

Pembangunan Yayasan Tingkat 3!

Pembangunan Yayasan Tingkat 5!

​Aura Lin Xuan akhirnya berhenti di Pembangunan Yayasan Tingkat 5. Ia mengepalkan tangannya, merasakan kekuatan destruktif yang mengalir di setiap pembuluh darahnya. Kini, tanpa perlu berada di dalam batas gunung, ia sudah menjadi seorang ahli sejati yang bisa berjalan tegak di Benua Langit Surgawi!

​Lin Xuan tertawa pelan, lalu tawanya perlahan mengeras bergema di dalam aula yang kosong.

​"Hahahaha! Jadi aku bahkan tidak perlu berkultivasi sendiri? Aku hanya perlu mencari murid-murid berpotensi monster, mencekoki mereka dengan sumber daya, dan membiarkan mereka berlatih keras sementara aku duduk diam memanen hasilnya berkali-kali lipat?!"

​Ini adalah kehidupan impian yang sebenarnya!

​Sementara itu, di Kota Angin Hitam...

​Di dalam ruang rahasia Keluarga Ye, suasana sangat kelam. Ye Kuang, Kepala Keluarga Ye, mondar-mandir dengan wajah pucat dan penuh keringat dingin. Di atas meja di depannya, tergeletak sebuah gulungan surat bernoda darah.

​"Ketua Sekte dari Sekte Bintang Jatuh... Bagaimana ini mungkin? Bukankah Penatua Zhao Wu dari Sekte Serigala Darah sudah memimpin pasukan untuk meratakan gunung itu semalam?!" gumam Ye Kuang dengan gemetar.

​Ia mengingat tekanan mengerikan dari pria berjubah putih tadi siang. Tekanan itu murni ilusi dari jubah Lin Xuan, namun Ye Kuang yang tidak tahu kebenarannya merasa jiwanya hampir hancur.

​"Tidak... aku tidak bisa diam saja. Ye Chen pasti menyimpan dendam pada keluarga ini karena kami membuangnya. Jika dia tumbuh kuat di bawah perlindungan monster berjubah putih itu, Keluarga Ye akan tamat!"

​Mata Ye Kuang memancarkan kekejaman. Ia mengambil seekor kelelawar pembawa pesan bermata merah dari dalam sangkar di sudut ruangan, lalu mengikatkan sebuah perkamen kecil di kakinya.

​"Pria itu mungkin kuat, tapi Sekte Serigala Darah memiliki koneksi dengan Aliansi Kegelapan di wilayah provinsi. Aku harus melaporkan ini kepada Ketua Sekte Serigala Darah. Biar mereka yang berurusan dengan 'Dewa' dari Bintang Jatuh itu!"

​Ye Kuang melepaskan kelelawar itu menembus jendela yang terbuka, terbang menghilang ke dalam kegelapan malam.

Terpopuler

Comments

Hadi Hadi

Hadi Hadi

is top

2026-08-08

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Sekte yang Hancur dan Sistem yang Bangkit
2 Bab 2: Jenius yang Jatuh
3 Bab 3: Keajaiban Penciptaan dan Pil Surgawi
4 Bab 4: Umpan Balik Kultivasi
5 Bab 5: Formasi Surga dan Kemurkaan Serigala Darah
6 Bab 6: Kedatangan Algojo Darah
7 Bab 7: Anak Anjing Neraka dan Pembangunan Paviliun Senjata
8 Bab 8: Manipulasi Waktu dan Inti Emas Sempurna
9 Bab 9: Reuni Darah di Kota Angin Hitam
10 Bab 10: Panen Hadiah dan Kedatangan Sang Permaisuri Es
11 Bab 11: Kebanggaan Sang Permaisuri dan Hukuman Dewa
12 Bab 12: Keterkejutan Sang Permaisuri dan Hadiah Alam Atas
13 Benturan Es dan Api, Peningkatan Sekte Tingkat 8!
14 Bab 14: Kompetisi Dua Jenius dan Persiapan Turnamen
15 Bab 15: Kedatangan Sang Penguasa dan Guncangan di Puncak Kuali Naga
16 Bab 16: Matahari Menghanguskan Serigala
17 Bab 17: Mitos Jiwa Baru Lahir dan Batu Misterius
18 Bab 18: Perubahan Vena Spiritual dan Kedatangan Pasukan Emas
19 Bab 19: Kehancuran Armada Emas dan Hukuman Wilayah Mutlak
20 Bab 20: Undian Kosmik dan Penatua Pedang Pemabuk
21 Bab 21: Tembok Pengalaman dan Pelajaran Berdarah
22 Bab 22: Sinergi Es dan Api, Runtuhnya Banteng Besi
23 Bab 23: Panen Darah dan Utusan dari Laut Timur
24 Bab 24: Gerbang Ruang-Waktu dan Tamu dari Lautan
25 Bab 25: Pedang Pemabuk dan Perangkap Sang Dewa
26 Bab 26: Murka Penguasa Wilayah dan Hukuman bagi Lautan
27 Bab 27: Ketenangan di Puncak Gunung dan Pencerahan Dao
28 Bab 28: Hutan Terlarang
29 Bab 29: Pencerahan Dao
30 Bab 30: Lautan Darah di Kota Angin Hitam
31 Bab 31: Hancurnya Segel Purba
32 Bab 32: Terobosan di Tengah Pembantaian
33 Bab 33: Vena Roh Bumi Baru
34 Bab 34: Persiapan Menjelang Badai
35 Bab 35: Gelombang Kiamat
36 Bab 36: Menguliti Penguasa Lautan
37 Bab 37: Batas Menara Waktu
38 Bab 38: Kota Puncak Besi
39 Bab 39: Angin yang Licik
40 Bab 40: Lembah Pedang Kuno
41 Bab 41: Sehelai Rambut Pembelah Langit
42 Bab 42: Danau Pedang Cermin Jiwa
43 Bab 43: Runtuhnya Makam Kuno
44 Bab 44: Pil Penstabil Jiwa
45 Bab 45: Tembok Hukum Ruang
46 Bab 46: Tarian Daun Kering
47 Bab 47: Pengadilan Ratusan Sekte
48 Bab 48: Harga Sebuah Kesombongan
49 Bab 49: Pemberontakan Ratusan Sekte
50 Bab 50: Ekstraksi Akar Bumi
51 Bab 51: Seratus Kehidupan Fana
52 Bab 52: Kebangkitan Jiwa Fana
53 Amukan Hutan Terlarang
54 Fisik Kekosongan dan Lahirnya Pasukan Inti Emas
55 Lahirnya Batalion Bintang Padam
56 Tempaan Api Kekosongan
57 Menyusup ke Dalam Perut Monster
58 Tunduknya Jenderal Naga Hitam
59 Menembus Batas Langit
60 Pijakan Pertama di Neraka Surgawi
61 Gerilya di Ambang Kematian
62 Napas Pertama Sang Dewa
63 Peta Menuju Puncak Langit
64 Ketenangan Sebelum Badai
65 Kepungan Pemakan Tulang
66 Menembus Batas Berat dan Bangunnya Pasukan Inti Emas
67 Tarian Meriam Spasial dan Kehancuran Armada Pengepung
68 Penyempurnaan Benteng
69 Pembangunan Sekte Bintang Jatuh
70 Denyut Nadi Pegunungan Spiritual
71 Ujian Pegunungan Spiritual
72 Fisik Kekosongan Unjuk Gigi dan Runtuhnya Bintang Besi
73 Asimilasi Legiun Baja dan Bangunnya Raja Naga Kuno
74 Lonceng Penelan Benua dan Dua Raja Naga Kuno
75 Dimensi Api Penyulingan
Episodes

Updated 75 Episodes

1
Bab 1: Sekte yang Hancur dan Sistem yang Bangkit
2
Bab 2: Jenius yang Jatuh
3
Bab 3: Keajaiban Penciptaan dan Pil Surgawi
4
Bab 4: Umpan Balik Kultivasi
5
Bab 5: Formasi Surga dan Kemurkaan Serigala Darah
6
Bab 6: Kedatangan Algojo Darah
7
Bab 7: Anak Anjing Neraka dan Pembangunan Paviliun Senjata
8
Bab 8: Manipulasi Waktu dan Inti Emas Sempurna
9
Bab 9: Reuni Darah di Kota Angin Hitam
10
Bab 10: Panen Hadiah dan Kedatangan Sang Permaisuri Es
11
Bab 11: Kebanggaan Sang Permaisuri dan Hukuman Dewa
12
Bab 12: Keterkejutan Sang Permaisuri dan Hadiah Alam Atas
13
Benturan Es dan Api, Peningkatan Sekte Tingkat 8!
14
Bab 14: Kompetisi Dua Jenius dan Persiapan Turnamen
15
Bab 15: Kedatangan Sang Penguasa dan Guncangan di Puncak Kuali Naga
16
Bab 16: Matahari Menghanguskan Serigala
17
Bab 17: Mitos Jiwa Baru Lahir dan Batu Misterius
18
Bab 18: Perubahan Vena Spiritual dan Kedatangan Pasukan Emas
19
Bab 19: Kehancuran Armada Emas dan Hukuman Wilayah Mutlak
20
Bab 20: Undian Kosmik dan Penatua Pedang Pemabuk
21
Bab 21: Tembok Pengalaman dan Pelajaran Berdarah
22
Bab 22: Sinergi Es dan Api, Runtuhnya Banteng Besi
23
Bab 23: Panen Darah dan Utusan dari Laut Timur
24
Bab 24: Gerbang Ruang-Waktu dan Tamu dari Lautan
25
Bab 25: Pedang Pemabuk dan Perangkap Sang Dewa
26
Bab 26: Murka Penguasa Wilayah dan Hukuman bagi Lautan
27
Bab 27: Ketenangan di Puncak Gunung dan Pencerahan Dao
28
Bab 28: Hutan Terlarang
29
Bab 29: Pencerahan Dao
30
Bab 30: Lautan Darah di Kota Angin Hitam
31
Bab 31: Hancurnya Segel Purba
32
Bab 32: Terobosan di Tengah Pembantaian
33
Bab 33: Vena Roh Bumi Baru
34
Bab 34: Persiapan Menjelang Badai
35
Bab 35: Gelombang Kiamat
36
Bab 36: Menguliti Penguasa Lautan
37
Bab 37: Batas Menara Waktu
38
Bab 38: Kota Puncak Besi
39
Bab 39: Angin yang Licik
40
Bab 40: Lembah Pedang Kuno
41
Bab 41: Sehelai Rambut Pembelah Langit
42
Bab 42: Danau Pedang Cermin Jiwa
43
Bab 43: Runtuhnya Makam Kuno
44
Bab 44: Pil Penstabil Jiwa
45
Bab 45: Tembok Hukum Ruang
46
Bab 46: Tarian Daun Kering
47
Bab 47: Pengadilan Ratusan Sekte
48
Bab 48: Harga Sebuah Kesombongan
49
Bab 49: Pemberontakan Ratusan Sekte
50
Bab 50: Ekstraksi Akar Bumi
51
Bab 51: Seratus Kehidupan Fana
52
Bab 52: Kebangkitan Jiwa Fana
53
Amukan Hutan Terlarang
54
Fisik Kekosongan dan Lahirnya Pasukan Inti Emas
55
Lahirnya Batalion Bintang Padam
56
Tempaan Api Kekosongan
57
Menyusup ke Dalam Perut Monster
58
Tunduknya Jenderal Naga Hitam
59
Menembus Batas Langit
60
Pijakan Pertama di Neraka Surgawi
61
Gerilya di Ambang Kematian
62
Napas Pertama Sang Dewa
63
Peta Menuju Puncak Langit
64
Ketenangan Sebelum Badai
65
Kepungan Pemakan Tulang
66
Menembus Batas Berat dan Bangunnya Pasukan Inti Emas
67
Tarian Meriam Spasial dan Kehancuran Armada Pengepung
68
Penyempurnaan Benteng
69
Pembangunan Sekte Bintang Jatuh
70
Denyut Nadi Pegunungan Spiritual
71
Ujian Pegunungan Spiritual
72
Fisik Kekosongan Unjuk Gigi dan Runtuhnya Bintang Besi
73
Asimilasi Legiun Baja dan Bangunnya Raja Naga Kuno
74
Lonceng Penelan Benua dan Dua Raja Naga Kuno
75
Dimensi Api Penyulingan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!