Arien Riena Ridwanto menyembunyikan identitas sejatinya Kaisar Arbella J. Milea Inesh, penguasa Vinesha. Ratusan tahun ia hidup terpisah dari enam saudaranya, terus bereinkarnasi menggunakan segel sihir Mata Elang — menjadi bayangan mereka karena rasa bersalah masa lalu.
Di kehidupan ke-17 ini, ia hanya wanita biasa, istri dan ibu yang mencintai keluarga kecilnya. Namun ancaman terhadap Alan dan Arumie memaksanya membuka rahasia yang akan mengguncang dunia!
"Akulah asal mula semua yang telah terjadi. Akulah sang Pengendali...! sang Segel Elang…! Kaisar Suci Vinesha...! Kaisar Arbella!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arni Arlinawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
Keheningan di dalam ruangan itu hancur berkeping-keping begitu nama "Arbella" diucapkan oleh Matteo. Kata itu layaknya percikan api yang menyambar tangki bahan bakar, meledakkan atmosfer yang semula membeku.
Sebagai pengguna Aura murni, anak keenam dari tujuh bersaudara, sekaligus pemegang kekuasaan atas saham inti keenam SGroup di seluruh dunia, Rael tidak memiliki alasan lagi untuk menahan diri. Jiwanya yang selama ratusan tahun mati rasa kini bergolak hebat. Cincin itu adalah bukti otentik; adik bungsu mereka—sang pengendali Aura legendaris—ternyata masih bernapas di suatu tempat di bumi ini.
Melihat cincin perak berukir sulur mawar di tangan Matteo, kesadaran Rael mendadak terlempar mundur, melintasi sekat waktu ratusan tahun silam.
Malam itu, langit di atas kastil leluhur mereka terbakar oleh api peperangan supranatural yang paling kelam. Rael, dengan tubuh bersimbah darah, menyaksikan Arbella berdiri di garda depan. Adik kecil yang biasanya selalu tersenyum lembut, malam itu menggunakan seluruh sisa Aura legendarisnya untuk meredam ledakan kutukan yang berniat memusnahkan klan mereka.
Run, Rael... take care of our family,
"Larilah, Kak Rael... jaga keluarga kita," bisik Arbella, sesaat sebelum tubuhnya tertelan pendar cahaya keemasan yang membutakan mata. Ketika cahaya itu padam, Arbella lenyap tanpa jejak, hanya menyisakan tanah yang menghitam.
Sentuhan dingin dari realitas menyentak Rael kembali ke masa kini. Sorot matanya yang semula kosong kini menyala penuh amarah dan harapan yang membara.
We have no time to lose. Vano, Eren, prepare your private jet immediately. Ten minutes!
"Kita tidak bisa membuang-buang waktu. Vano, Eren, siapkan pesawat pribadi kalian segera. Sepuluh menit!" perintah Rael. Suaranya menggelegar rendah, sarat akan otoritas mutlak yang menggetarkan dinding ruangan.
Vano dan Eren otomatis menegakkan tubuh. Sebagai representasi ke-13 yang memegang kendali atas SGroup wilayah Singapura—gurita korporasi raksasa yang menjadi topeng hegemoni supranatural mereka di Asia Tenggara—mereka tahu perintah ini menuntut mobilisasi logistik lintas negara yang masif. Namun, di hadapan kehendak sang pemilik saham inti, seluruh hukum dan birokrasi internasional mendadak terasa sekecil debu.
Tanpa membuang waktu, Eren melangkah mundur. Ia merogoh gawai taktis berenkripsi tingkat tinggi milik SGroup dari balik jasnya. Jarinya menari dengan kecepatan abnormal di atas layar kaca.
Clear the air space from Changi to Husein Sastranegara, Bandung. Direct route. Use the SGroup priority alpha code!
"Kosongkan ruang udara dari Changi ke Husein Sastranegara, Bandung. Rute langsung. Gunakan kode prioritas alfa SGroup!" seru Eren kepada tim operasi darat di seberang jaringan, nadanya tajam tanpa celah untuk bantahan.
Di sisi lain, Vano menundukkan kepala dalam-dalam ke arah Rael, memberikan penghormatan tertinggi kaum mereka sebelum berbalik.
The jet will be ready on the tarmac in nine minutes, Sir. We will transit through our Singapore base briefly to secure the coordinate before heading straight to Bandung, Indonesia.
"Jet akan siap di landasan dalam sembilan menit, Tuan. Kita akan transit melalui pangkalan Singapura kita sebentar untuk mengamankan koordinat sebelum langsung menuju ke Bandung, Indonesia."
Arah perburuan kini bergeser drastis. Singapura tidak lagi menjadi destinasi akhir, melainkan sekadar titik lompatan logistik kekuasaan SGroup. Koordinat mistis dari riak Aura yang tertinggal di cincin itu menunjuk lurus pada satu titik di Indonesia: Kota Bandung.
Matteo bergerak maju dengan ritme yang tenang namun sigap. Ia membentangkan jubah hitam panjang berlogo samar SGroup, menyampirkannya ke bahu lebar Rael. Saat kain jubah itu menyentuh kulitnya, benak Rael kembali ditarik oleh memori masa lalu.
Ia teringat berabad-abad lalu di tanah Eropa, saat SGroup belum menjadi imperium bisnis modern seperti sekarang. Di masa-masa awal pelarian mereka, Rael hampir kehilangan kewarasannya karena frustrasi mencari sang adik. Matteo-lah yang selalu setia berdiri di belakangnya, menyerahkan jubah yang sama sebagai simbol bahwa perjuangan mereka belum berakhir.
We will find them, My Lord. The company will be our eyes and ears across the entire world.
"Kita akan menemukannya, Tuan. Perusahaan akan menjadi mata dan telinga kita di seluruh penjuru bumi," janji Matteo saat itu.
Saat jubah itu kini terpasang sempurna, tekanan Aura intimidasi yang memancar dari tubuh Rael mendadak meluap hebat. Gelombang energi murni yang begitu pekat membuat Matteo, Vano, Eren, dan liu, tak sanggup menatap langsung sang penguasa yang sedang murka sekaligus dilingkupi harapan.
Are you ready to face what lies in Bandung, Teo?
"Apakah kau siap menghadapi apa yang ada di Bandung, Teo?" tanya Rael tanpa menoleh sedikit pun.
Langkah sepatunya yang tegas menggema berat di sepanjang lorong beton menuju atap gedung.
Matteo mengepalkan tangan kanan di atas dada kirinya, tepat di posisi jantung. Matanya berkilat mencerminkan kesetiaan yang mengakar hingga ke sumsum tulang.
To the end of the world, Sir. If Lady Arbella is in Indonesia, then that is where our empire rises again.
"Sampai ujung dunia, Tuan. Jika Nona Arbella berada di Indonesia, maka di sanalah kekaisaran kita bangkit kembali."
Pintu hidrolik menuju landasan terbuka dengan desisan pelan. Angin malam yang dingin langsung menerpa wajah mereka, berbaur dengan raungan bising dari bilah jet pribadi yang sudah menunggu. Pencarian yang melelahkan selama berabad-abad akhirnya menemukan titik terang.
^^^Bersambung...^^^
semoga next bab ada adegan baku hantam sampai meninggal
Tapi .. ya gitulah🤣🤣