Indonesia
NovelToon NovelToon
Jalan Kultivasi

Jalan Kultivasi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Kultivasi
Popularitas:12.7k
Nilai: 5
Nama Author: Tawaki

Xiao Lin seorang pemuda murid pelayan di sebuah sekte di bagian timur kekaisaran Angin Surgawi. terkenal sebagai sampah dan selalu di bully oleh murid lain.
Hingga suatu hari saat ia melihat teman nya hampir terbunuh. tiba tiba ia kalap mata dan membunuh murid luar tersebut. namun ia tak menyadari hal apa yang sudah terjadi.

nasib apakah yang di tanggung Xiao Lin di sekte setelah pembunuhan terjadi? mampu kah ia keluar dari masalah itu?

saksikan perjalan hidup Xiao Lin untuk menjadi kuat. membantai setiap musuh yang menghalangi jalan kultivasi nya. hanya di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tawaki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Intervensi di Batas Maut

Telapak tangan Penatua Wang yang dilapisi energi Foundation Establishment meluncur turun membawa gemuruh angin yang tajam. Energi itu begitu pekat hingga lantai batu di sekitar tubuh Xiao Lin yang pingsan mulai retak-retak. Dengan kekuatannya, satu hantaman ini dipastikan akan meledakkan kepala Xiao Lin menjadi abu fana.

"Mati kau, bocah iblis!" raung Penatua Wang dengan mata memerah.

Di bawah panggung, Ah Gou menjerit histeris. "TIDAAAK! XIAO LIN!"

Namun, tepat ketika jarak telapak tangan itu tinggal beberapa jengkal dari dahi Xiao Lin, sebuah tekanan yang jauh lebih dahsyat, lebih agung, dan membawa aura pedang yang begitu tajam mendadak turun dari langit kesembilan.

BOOM!

Sebuah berkas cahaya pedang berwarna perak melesat dari arah puncak utama sekte, membelah udara senja dengan kecepatan kilat dan menghantam tepat di depan telapak tangan Penatua Wang.

ANGGG!

Dentuman keras logam beradu energi bergaung kuat. Penatua Wang memekik kaget saat merasakan gelombang energi pedang yang luar biasa tajam memotong paksa Qi miliknya. Tubuhnya terlempar mundur belasan langkah di atas panggung, darah segar merembes di sela-sela jarinya yang gemetar.

"Siapa?!" bentak Penatua Wang dengan penuh amarah sambil mendongak ke langit.

Sesosok pria tua berambut putih panjang dengan jubah abu-abu polos tampak melayang turun dari udara fana dengan keanggunan seorang dewa. Di bawah kakinya, terdapat sebilah pedang terbang raksasa yang perlahan menyusut dan masuk ke dalam sarungnya begitu kakinya menyentuh panggung batu.

Kehadiran pria tua itu membuat seluruh penatua di panggung kehormatan, termasuk diaken pengawas, langsung menekuk lutut mereka dan bersujud dengan wajah penuh rasa hormat.

"Hamba memberi hormat kepada Tetua Agung Mo!" seru mereka serentak.

Tetua Agung Mo adalah salah satu pilar tertinggi Sekte Pedang Benua, seorang kultivator legendaris yang telah mencapai puncak ranah Nascent Soul (Jiwa Baru). Di Dunia Bawah, sosok di ranah ini adalah eksistensi yang sanggup menghancurkan sebuah kota kecil hanya dengan jentikan jari.

Tetua Agung Mo tidak melirik para penatua yang bersujud. Sepasang matanya yang bijaksana namun tajam seperti mata pedang langsung tertuju pada tubuh Xiao Lin yang pingsan, lalu beralih ke bola kegelapan fana yang sempat mengisolasi ruang tadi.

"Wang Shai," ucap Tetua Agung Mo dengan suara datar namun bergema kuat di dalam jiwa semua orang. "Di depan ribuan murid dan di hadapan hukum sekte, seorang penatua halaman luar mencoba membunuh peserta babak final yang sah. Apakah kau sudah bosan hidup, atau kau menganggap aturan sekte ini hanya lelucon?"

Penatua Wang—Wang Shai—gemetar hebat di bawah tekanan aura Nascent Soul. Wajahnya pucat pasi, namun rasa dendamnya tetap membakar dadanya.

"Tetua Agung! Mohon keadilan!" isak Wang Shai sambil menunjuk tubuh Wang Chen yang cacat. "Bocah pelayan ini... dia menggunakan teknik iblis yang keji! Dia menghancurkan Dantian keponakanku dan memotong dagingnya di dalam domain hitam itu! Perbuatan kejam seperti ini hanya dilakukan oleh sekte sesat! Hamba hanya ingin membersihkan sekte dari hama iblis!"

Tetua Agung Mo menyipitkan matanya. Dia berjalan mendekati tubuh Wang Chen, mengamatinya sejenak, lalu beralih memeriksa meridian Xiao Lin menggunakan kesadaran spiritualnya (Divine Sense).

Di dalam tubuh Xiao Lin, Tetua Agung Mo hanya menemukan sisa-sisa energi Qi tingkat 2 yang sangat tipis dan meridian yang rusak parah akibat serangan balik energi. Segel kuno di dalam jiwa Xiao Lin telah menutup rapat kembali secara sempurna, menyembunyikan aura hitam Sang Iblis tanpa meninggalkan jejak terkecil sekalipun bagi kultivator ranah Nascent Soul.

"Teknik iblis?" Tetua Agung Mo mendengus pelan, suaranya mengandung sedikit ejekan. "Aku tidak mendeteksi adanya Qi sesat di dalam tubuh bocah ini. Yang kutemukan hanyalah fondasi fisik yang sangat kuat yang ditempa dari kerja keras yang luar biasa, serta sisa manipulasi ruang fana yang dipicu oleh keputusasaan mendalam di ambang kematian."

Tetua Agung Mo berbalik membelakangi Wang Shai. "Di dalam arena seleksi, luka dan cacat adalah risiko pertarungan. Keponakanmu, Wang Chen, menggunakan pil obat peringkat 2 untuk mendongkrak kekuatannya secara curang demi membantai pelayan ini. Bocah pelayan ini hanya membalas dengan potensi tersembunyinya. Jika keponakanmu kalah dan cacat, itu hanya membuktikan bahwa dia adalah sampah yang tidak berguna!"

"Tapi Tetua Agung—"

"Cukup!" Tetua Agung Mo mengangkat tangannya, memotong ucapan Wang Shai dengan dingin. "Diaken pengawas, umumkan hasilnya."

Diaken pengawas panggung segera berdiri dengan tubuh gemetar, menarik napas dalam-dalam lalu berteriak keras. "Pemenang Babak Final Seleksi Besar Murid Dalam... Xiao Lin dari sektor pelayan! Mulai hari ini, dia secara resmi diangkat menjadi Murid Dalam Sekte Pedang Benua!"

Sorakan heboh—meskipun kali ini dipenuhi rasa takjub dan ngeri—kembali bergemuruh dari sudut para pelayan. Ah Gou menangis bahagia, sementara Wang Shai hanya bisa menggigit bibirnya hingga berdarah, menatap Xiao Lin dengan dendam kesumat yang mendalam di dalam hatinya.

Tetua Agung Mo mengibaskan jubahnya. Sebuah energi lembut tak kasatmata mengangkat tubuh Xiao Lin yang pingsan dan membuatnya melayang di udara di sampingnya.

"Bocah ini memiliki pemahaman bawaan yang langka tentang Hukum Ruang. Mulai hari ini, dia akan dibawa ke Puncak Pedang Tersembunyi di bawah pengawasanku langsung," ucap Tetua Agung Mo sebelum akhirnya melompat ke atas pedang terbangnya dan melesat pergi ke arah awan, membawa Xiao Lin bersamanya.

Malam itu, sejarah baru telah diukir di Sekte Pedang Benua. Lumpur di bawah kaki sekte telah naik menjadi murid dalam yang dilindungi oleh Tetua Agung. Namun, Xiao Lin tidak tahu bahwa kebangkitan sementara jiwa kejamnya di dalam domain telah memicu perhatian dari kekuatan tersembunyi yang jauh lebih besar di Dunia Bawah.

1
Luthfi Aamiin
lanjutkan
bossss
🐉🐉🐉🐉💪💪💪💪
Luthfi Aamiin
wuuussss
wuss
Luthfi Aamiin
💪💪💪💪💪💪💪
🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉
👻👻👻👻👻👻
Luthfi Aamiin
jedag
jedug
🐉🐉🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
lanjutken
🐉🐉🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
🐉👻👰💪🗿🐙
fgjkitrcv
Luthfi Aamiin
6
🐉
🐉🐉
🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
ah
uh
kejam
kejam
Luthfi Aamiin
bantai 🐉🐉🐉
7
🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
7
pitu
bantai
🐉🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
8
🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉
wolu
Luthfi Aamiin
11
🐉👻🐉👻🐉
Luthfi Aamiin
sedoso
10
🐉
Luthfi Aamiin
sewelas
11
hukum Konoha
👻👻🐉🐉
Luthfi Aamiin
songo
9
🐉👻
Luthfi Aamiin
wolu
8
🐉
Aman Wijaya
mantab Thor tambah lagi updatenya semangat semangat semangat
Aman Wijaya
ayo Xiao Lin tunjukkan kemampuanmu 💪💪💪
Aman Wijaya
lanjut terus
Luthfi Aamiin
rolas
12
🐉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!