Indonesia
NovelToon NovelToon
Garis Tangan

Garis Tangan

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Petualangan / Tamat
Popularitas:32.9k
Nilai: 5
Nama Author: NurHannah

Wawa seorang gadis yang berusaha dijodohkan oleh keluarga nya, dan ditinggal kekasih nya memilih untuk melarikan diri. Memulai petualangan nya untuk membahagiakan diri nya sendiri, hidup bebas tanpa beban seperti yang selama ini dia impikan. tidak terikat oleh hubungan apapun yang membuat nya terus selalu berkembang sesuai keinginan orang lain.
Raja, seorang yang memiliki masalalu pahit. yang membuat nya enggan membuka hati. berhati dingin pada wanita. hingga akhirnya bertemu dengan seseorang yang sukses meluluhkan nya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NurHannah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

berpamitan

"Apa dia sudah siuman ?" Tanya Reza

"Enggak tahu, tadi ku tinggal belum" raja baru saja keluar dari dalam kamar dan langsung duduk disebuah kursi panjang didalam rumah makan. Disudut lain ruangan Ima dan Tania juga nampak sedikit gusar. Tania bahkan masih tak mampu berhenti untuk terus terisak.

"Apa kita gak bawa dia kerumah sakit saja ?" Kata Reza

"Demam nya sudah turun. Ku rasa gak perlu" kata raja. Walau dia nampak tenang, tapi didalam hatinya juga kacau.

"Tan, coba jelasin deh. Kenapa kamu bisa berakhir dengan preman itu." Tanya Ima tenang

"Aku ngeliat kamu pergi dengan mobil, jadi niat nya mau ngikutin. Tapi gak tau kenapa malah berakhir disana. Wawa.... Knp kita harus bertemu dalam keadaan yang menakutkan sih ?"

"Bisa gak sih tan, kamu gak usah nangis lagi"

"Eh, kamu fikir aku gak takut apa. Bayangin kalo sampai Wawa kenapa-kenapa. Kita harus bilang apa keabang nya"

"Tapikan dia gak apa-apa. Sekarang dia udah aman. Makanya kamu itu kalo dibilangin gak usah ngejawab aja kenapa sih ?"

"Kamu itu yang kenapa ninggalin aku sendiri" suara Tania sedikit meninggi

....

"Aku tau ma. Wawa itu bukan alasan mu datang kesini. Tapi kamu ngajak aku dan Nisa biar sekalian bisa nuntasin kegalauan kami mikirin Wawa. Emang kamu tuh gak pernah mikirin Wawa. Yang kamu fikirin tuh cuma kerja, laptop, kerja, kerja ,kerja, laptop"

"Kalo aku gak mikirin kamu, ngapain aku harus minta tolong keteman ku buat bantu nyari kamu. Mending aku biarain aja kamu dibawah dan dijual disana. Bodo amat. Lagian kamu dibilangin gak usah keluar, keras kepala banget"

"Itu sebab kamu gak mau jujur sama aku.. hiks....hiks...hiks..." Tangisan Tania semakin pecah, Reza yang melihat itu lalu mendekati Tania dan menenangkan nya.

"Udah kalian jangan ribut lagi, Tania pasti capek juga. Ayo aku antar keatas. Kamu istrahat dikamar nya Wawa saja. Kamu bisa bersihin badan mu disana juga". Reza menawarkan itu agar mereka tidak terus bertengkar dan saling menyalahkan. Sementara raja hanya berusaha tetap waras dengan semua keributan itu.

Setelah Tania dan Reza pergi, raja melihat kearah Ima yang mulai sibuk lagi mengutak Atik laptop nya.

"Kamu memang begini yah ?" Kata raja.

"Mau mu aku seperti apa ?"

"Enggak, cuma nanya saja"

"Gak penting pertanyaan mu"

"Kamu payah dalam menenangkan teman mu"

"Apa kau fikir kau sudah hebat?"

"Bukan begitu...."

"Lalu apa ? Kau juga mau ikut menyalahkan ku?. "

"Tidak, maksud ku ..."

"Diam lah, aku harus fokus."

"Apa yang harus kau fokuskan. Misi terakhir kita sudah selesai"

"Diamlah"

Ucapan Ima itu sukses membungkam raja. Raja pun mengerdikkan bahu nya lalu membaringkan badan nya diatas kursi. Dia tak tahu jika misi nya lebih cepat selesai dari yang dia bayangkan. Berkat keahlian Ima semua berjalan dengan baik, kendala-kendala kecil itu sudah seperti pemanis dalam misi. Kampung mystis itu pun sudah dibuka untuk umum lagi, walau saat ini masih masa pembersihan. Banyak pasukan marinir dan polisi disana. Raja dan tim nya sudah selesai dengan tugas nya, 3 anggota yang lain pasti sudah mulai menulis laporan untuk akhir misi nya. Sementara raja dan Ima masih menunggu Wawa sadarkan diri.

Bruuuk.!!!

Dari dalam kamar, terdengar sesuatu jatuh. Raja yg tepat berada disebelah pintu kamar buru-buru bangun dan masuk. Ima yg baru akan berlari juga memilih duduk kembali, Karen seperti nya yang paling tenang jauh lebih khawatir.

"Kamu gak apa-apa ?" Tanya raja yang menemukan Wawa malah terbaring dilantai.

"Bisa bantu aku" kata Wawa sambil menaikkan sebelah tangan nya meminta tolong. Tapi raja tak meraih tangan nya, malah langsung menggendong Wawa dan membantu nya baring kembali ditempat tidur.

"Kamu mau kemana ?" Tanya raja

"Mau minum." Kata Wawa sambil menunjuk kearah gelas yang terletak dimeja sebelah yg berjarak 2 langkah dari tempat tidur. Raja pun mengambilkan untuk nya. Setelah itu Wawa meneguk sampai tandas isi gelas yg berukuran 120ml itu. Raja tersenyum tanpa sadar melihat Wawa.

"Ngapain kamu senyum ?"

"Gak. Siapa yang senyum" kata raja berusaha memalingkan wajah nya.

"Aku tadi melihat mu, eh..." Sejenak Wawa terdiam. Memandangi diri nya dipantulan cermin . Lalu melihat raja lagi dengan mata yg membulat sempurna. Kemudian histeris dan mulai melayangkan beberapa bantal kearah raja.

"Hei, kamu kenapa ?" Kata raja heran

"Keluaaaaar, kamu ngapain. Gak sopan banget. Keluaaaaar. Aku bilang keluaaaaaar." Raja pun sangat terkejut dengan teriakan itu langsung melarikan diri keluar dari kamar. Reza dan Tania yang masih diatas buru-buru turun kembali. Ima yang sedari tadi fokus juga ikut terkejut dan berlari kearah kamar.

"Waaaah, serem banget tuh anak. " Kata raja dengan mimik wajah heran sambil menarik Pintu kamar dengan kasar. Reza, Tania dan Ima sudah menunggu nya didepan kamar dengan tatapan penuh selidik.

"Apa sih ? Ngapain disitu ngehalangin jalan. Awas sana" kata raja berusaha menerobos. Tapi Reza malah mendorong tubuh nya dan terduduk dikursi panjang tadi.

"Waaaah, gak nyangka kalo kamu berani nya sama orang yang gak sadarkan diri" kata Reza sambil menyedekapkan tangan nya.

"Eh, eh bentar. Kalian gak mikir yang aneh-aneh kan ?" Kata raja berusaha membela diri. Sementara tatapan Tania dan Ima lebih tajam dari belati.

"Gini, gini, kayak nya dia shok karena aku ngeliat dia gak pake hijab. Itu aja. Gak lebih. Kalian jangan......"

Mendengar itu mereka bertiga pun langsung membubarkan diri tanpa aba-aba. Sementara raja masih bengong sebab belum selesai dengan ucapan nya tapi malah ditinggal. Ima kembali kelaptop nya, sementara Tania masuk kekamar, dan Reza kedapur.

"Kamu udah bangun wa ?" Tanya Tania pelan. Mendengar suara yg tak asing itu, Wawa yang tadi nya terbaring dengan lengan menutup bagian Mata nya perlahan menurunkan tangan nya dan menatap kearah Tania. Seakan tak percaya apa yang dilihat nya.

"Tania ?" Tanya nya heran, smentara yg ditanyai sudah mandi air mata lalu berhamburan memeluk nya. Pertemuan yg mengharukan.

***

"Tan, aku sudah mau balik 1-2hari ini. Kamu gimana ?" Tanya ima

"Aku disini saja sama Wawa, yah kan ?" Jawab Tania sambil melihat kearah wawa. Ima tak menjawab lagi, dia memasukkan laptop nya kedalam tas punggung hitam milik nya yang selalu dibawanya kemana-mana. Raja datang dengan wajah yang sedikit kacau.

"Pagi, gimana tidur mu ?" Tanya Ima santai kepada raja.

"Baik. Kamu, sudah mau balik ?" Raja nanya balik.

Sementara Wawa dan Ima saling menatap bergantian sambil tersenyum melihat interaksi kedua nya yang tiba-tiba nampak sangat akrab.

"Dia bos mu ?" Bisik Tania. Wawa hanya mengangguk pelan sambil tersenyum. Mereka berbicara sedikit berbisik, tapi masih mengeluarkan suara. Jadi, tidak sepenuhnya berbisik. Duduk berhadapan sambil menikmati sarapan yang Reza buat dihari berikut nya setelah malam kejadian.

"Apa dia memang mudah akrab dengan wanita ?"tanya Tania penasaran

"Tidak. Dia galak dan malas dengan wanita"

"Tapi jelas, dengan Ima dia tampak cukup akrab" kata tania melirik kearah raja dan Ima yg masih asyik mengobrol. Nampak sangat santai.

"Aku pun heran, sejak kapan Ima akrab dengan laki-laki. Bukan nya dia anti laki-laki yah ?"

"Siapa yang tahu, bisa saja sebab kejadian kebetulan menolong kita mereka tiba-tiba cinlok dan berkomitmen. Hihihi" kata Tania

"Apa kalian merestui ?" Kata raja yg tiba-tiba datang dan sukses membuat kedua nya terkejut. Ima hanya menggeleng-gelengkan kepala nya sambil memakai tas punggung nya itu.

"Za, makasih sarapan nya ?" Kata Ima dengan suara yg sedikit ditinggikan, hawatir Reza yg didapur tak mendengarkan ucapan nya. Sejurus kemudian Reza muncul dari arah dapur lengkap dengan celemek nya.

"Udah mau balik, ?" Tanya nya.

"Kepenginapan dulu, mau berberes. Sore mungkin balik kepulau N. "

"Nanti mampir kesini lagi kan ?" Tanya Reza

"Iyah, dia balik kesebelah bareng aku" kata raja sambil duduk disebuah kursi dibelakang Wawa. Mendengar itu, Tania dan Wawa saling pandang lalu tersenyum dan memegang tangan satu sama lain. Mereka seperti gemmas.

"Oke, aku duluan yah ?" Kata Ima

"Sehat-sehat terus wa, jagain tuh belut bantet" kata Ima sambil menunjuk kearah Tania.

Wawa berdiri dari tempat duduk nya dan berjalan kearah Ima kemudian memeluk nya.

Ima cukup terkejut dengan perlakuan itu.

"Kali ini aku biarin, mengingat kamu hampir kehilangan nyawa kemarin" kata Ima sedikit membalas pelukan Wawa dengan sebelah tangan nya.

"Hati-hati yah ? Salam buat nisa. " Kata Wawa sambil membersihkan air mata nya yg berjatuhan kepipi nya.

"Kamu gak mau peluk juga kah ?" Kata Ima kepada Tania. Tapi yg ditanya malah acuh.

"Jangan suka ngambek lama-lama. Bibir mu nanti makin runcing itu" kata Ima lagi. Tapi yg diajak bicara, masih tetap bungkam.Raja pun mengantar Ima kepenginapan, lalu kembali lagi.

"cepet banget balik nya,?" tanya Wawa yang mencoba menggoda raja, tapi yang digoda malah cuek dan berlenggak kekamar tanpa perduli apapun. wawa hanya tertegun.

"kamu gak istrahat dulu wa ?" tanya Reza.

"gak perlu bang, aku udah baikan kok." jawab Wawa yang mulai mengelapi meja satu persatu.

"jangan terlalu dipaksakan, tidak apa-apa. kamu istrahat saja satu hari ini. habiskan waktu mu bersama Tania. dia pasti punya banyak hal untuk diceritakan" kata Reza lagi, lalu mengambil lap itu dari tangan Wawa. Wawa tak berdaya, Tania pun sudah mengapit tangan nya. kedua nya pun berpamitan untuk naik kelantai atas dan mendapat anggukan dari Reza.

***

1
Nur Hasanah
hay teman-teman.. ditunggu like dan komennya di karya ku yang yuk mampir untuk memberikan dukungan untuk karya on going ku, what's wrong with the widdow. ditunggu yah🤗
🎧✏📖: salam kenal dari saya👋jika berkenan mampir juga😇😊
total 1 replies
Imas Hamidah Muhammad
cerita nya bagus singkat dan padat 👍👍👍
Nur Hasanah: terimakasih kak, silahkan mampir kecerita ku yg baru juga yah🤗
total 1 replies
momosapudica
awal2 plot nya masih kurang rapi tapi bab belakangan sudah enak d bacanya - ceritanya juga bagus semangat terus author 👍
Nur Hasanah: terimakasih sudah mampir. maaf atas ketidak nyamanan nya, soal nya baru belajar juga kak. sekali lagi terimakasih kak
total 1 replies
Nurwana
bertingkah aj raja, Wawa kbur Bru tau rasa kamu.
Nurwana
betul itw wa.... salah tmpat pelarian.
Nurwana
ooooo raja trauma.
Nurwana
untung Wawa tdk pnykit jantung.
Nurwana
tegang Thor.,
Nurwana
Wawa klu pergi pergi itw bwa ijazahlah, spy m mudahkan tuk cari kerja.
Nurwana
Wawa klu pergi pergi itw bwa ijazahlah, spy m mudahkan tuk cari kerja.
Nurwana
suka. lnjut....
azzam adli
duuuh jadi baper..
azzam adli
semakin seru🤗
ig: noonaarosee
Semangat kak😃
Innaa
waah, itu si JK cari mati. ngapain nutupin mukanya si jin..
Nur Hasanah: hajaaaar🔥🔥🔥
total 1 replies
Innaa
kok nggak ada mlam prtamanya thor?
Nur Hasanah: dinikmati sendiri. nda rela bagi-bagi 😂👍
total 1 replies
Innaa
helleh, gaya mu thor..
Nur Hasanah: Yah kalau author gak bergaya, gimana bisa percaya diri 😅
total 1 replies
Asfar Asfar
nur
Kurnia_95: hallo kak, mampir dinovel pertamaku yuk dan berikan dukungannya, judulnya Rayn & Raina, terimakasih 😊
total 1 replies
Innaa
gantung .. bikin deg"an aja.
Difa IG@difadipho: Hy kak jangan lupa mampir juga di novel aku
~Pertama dan Terakhir
😘😘😘
total 2 replies
Innaa
ouuhh.. pengen juga😂😂
Nur Hasanah: heeeeh, 🤭 pura-pura gak faham ahh😂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!